Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Melarikan Diri


__ADS_3

Melihat ratusan ribu Undead yang muncul secara tiba-tiba, seringai di wajah Li Cangtian menghilang seketika.


Dia benar-benar tidak menduga pemuda di depannya dapat mengeluarkan ratusan ribu Undead dalam sekejap.


Tidak hanya itu saja, apa yang membuat Li Cangtian semakin terkejut adalah perasaan tidak enak yang dia rasakan dari Zhukai.


"Perasaan ini lagi? siapa sebenarnya pemuda ini ..."


Tanpa di sadari, saat Li Cangtian sedang berpikir dalam benaknya. Pasukan Undead yang Kai panggil telah menyerbu bawahan Li Cangtian.


"Arghh... Tuan Li, tolong selamatkan aku..." teriak salah satu tetua Klan Zi yang berkhianat.


"Tch, sampah!! matilah!!."


Li Cangtian mengangkat tangannya dan seketika membuat tubuh tetua itu meledak dan mati seketika.


"Hmm, kau benar-benar tidak berubah dari dulu ya bajingan tua!.." ucap Zhukai yang saat ini melesat kearahnya.


"Tch, siapa sebenarnya dirimu..." Li Cangtian berteriak sambil melepaskan serangan yang meledakkan ribuan Undead dalam sekejap.


Tapi di detik berikutnya, Undead yang di hancurkan oleh Li Cangtian kembali beregenerasi pulih seperti semula.


"Sial!! ini lebih menyebalkan dari yang aku kira..."


Li Cangtian terus menerus menyerang pasukan undead. Memanfaatkan kesempatan itu, Kai melesat dengan pedang hitam di tangannya.


Dia kemudian melepaskan tebasan pedang yang begitu kuat pada Li Cangtian. Dan...


Boommm!!


Ledakan besar tercipta dari serangan itu, ketika Zhukai menyipitkan matanya untuk melihat lebih dalam.


Li Cangtian tiba-tiba muncul di depannya dan melepaskan sebuah pukulan yang sangat keras.


Pukulan itu tepat mengenai perut Zhukai tanpa membuatnya dapat beraksi.


"Sial!!..."


Bam!!


Tubuh Zhukai terhempas terbang sangat jauh.


Hanya dalam satu pukulan itu, Kai menderita luka yang sangat parah.


"Ha! Ha! Ha!... Seperti yang aku pikirkan, aku tidak bisa terus bergantung dengan tubuh Asura dan Fisik kaisar abadi..."


Zhukai menarik nafas dalam-dalam sambil menunggu luka di perutnya perlahan pulih.


Tepat pada saat itu juga, Lo Cangtian kembali muncul di depannya sambil berkata.


"Siapa yang memberimu kesempatan untuk beristirahat..."


Sekali lagi, pukulan Li Cangtian berhasil mengenai Zhukai. Tapi, saat ini Kai berhasil menahan Li Cangtian menggunakan kedua lengannya.


Meski begitu, tubuh Zhukai terdorong mundur ratusan meter jauhnya.

__ADS_1


Kedua lengannya menjadi mati rasa setelah menerima pukulan Li Cangtian.


"Oh, kau cukup luar biasa bisa bertahan dari dua seranganku. Melihat seberapa baik reaksimu dan juga teknik bertarung mu, kau mungkin bisa mengalahkan ku jika berada di tingkat yang sama. Sayangnya ..."


Li Cangtian kembali menghilang dari pandangan Zhukai. Tapi kali ini, ketika Li Cangtian merasa pukulannya akan memberi pria itu luka serius.


Dia merasakan bahwa serangannya hanya mengenai udara kosong.


"Cara ini lagi? itu tidak akan berguna untuk yang kedua kalinya."


Li Cangtian mengangkat lengannya, dari udara kosong. Sebilah pedang muncul secara tiba-tiba dengan kilatan petir yang menyelimuti pedang itu.


"Void Sword!."


Lo Cangtian mengibaskan pedang itu dan mengirimkan Qi miliknya hingga membuat pedang itu mengeluarkan cahaya.


Swosshh!!!


Whuss!!


Saat tebasan Li Cangtian mengenai udara kosong, terlihat bahwa udara tersebut terbebas dan menghasilkan retakan ruang yang cukup besar.


Beberapa meter dari tempat Li Cangtian, Zhukai kembali muncul dengan tubuhnya yang dipenuhi dengan keringat.


"Itu berbahaya... tak kusangka bajingan tua itu akan menggunakan Void Sword untuk melawan orang seperti ku."


Dalam pertempuran melawan tiga penguasa di masa lalu, Kai telah mengalami seberapa berbahayanya Void Sword Li Cangtian.


Itu tidak hanya membuat regenerasinya terhenti, tetapi Void Sword juga membuat orang menerima tekanan gravitasi selama lima detik.


Dalam renungannya, bongkahan batu di mana Kai bersembunyi hancur menjadi serpihan kecil setelah menerima tebasan dari Li Cangtian.


Whusss!!


Kai kembali melesat menjauh dari serangan Li Cangtian yang membabi buta.


Saat Zhukai sedang fokus menghindari setiap serangan Li Cangtian yang datang kepadanya. Suara Yi terdengar di kepalanya.


[Kai Gege, cepat pergi dari tempat ini. Orang tua itu sekarang mulai serius...]


Kai sangat terkejut mendengar apa yang Yi katakan padanya. Sayangnya, sudah terlambat untuk melarikan diri sekarang.


"Cakar Iblis Darah!!..."


Deg–


Suasana di tempat itu menjadi hening, bahkan detak jantung seseorang bisa terdengar jelas oleh telinga.


Tepat di detik selanjutnya, sebuah energi yang membentuk cakar raksasa menghantam seluruh tempat itu dan menciptakan ledakan yang sangat besar.


Darah dari berbagai Kultivator berceceran di lantai dan mayat-mayat mereka telah berubah menjadi banyak potongan.


Di antara ribuan mayat yang tergeletak di lantai, Li Cangtian menatap sekelilingnya dengan ekspresi sedingin es.


"Hmmm, apakah dia sudah mati? benar-benar mengecewakan." Li Cangtian mendengus dingin.

__ADS_1


Dia mengambil kembali pedangnya yang menancap di atas tanah. Pedang itu dipenuhi dengan bercak darah dari mayat ribuan Kultivator yang ada di sana.


Selain itu juga, ratusan ribu Undead yang telah Kai summon menghilang dari sana.


Bahkan jejak kekuatannya juga terhapus dengan sangat baik.


"Tch, bocah bejat itu. Tidak hanya dia membawa pergi Zi Suyuan dan kedua putrinya, dia bahkan berhasil mempermainkan ku seperti ini."


Li Cangtian menghela nafas, dia mengangkat sudut bibirnya dan berkata. "Keluar!!!..."


Swosshh!! Swosshh!! Swosshh!!


Ribuan bayangan hitam bermunculan tepat di hadapan Li Cangtian. Mereka berlutut dan tidak mengatakan apapun.


Sementara itu, sosok bayangan hitam yang merupakan pemimpin mereka memberi hormat pada Li Cangtian.


"Bagaimana, apakah kalian berhasil melakukan apa yang aku perintahkan?" Li Cangtian berkata dengan suara dingin.


Pemimpin pasukan bayangan itu mengeluarkan keringat dingin dan menjawab pertanyaan Li Cangtian dengan suara bergetar.


"M–Maaf tuan Li, ketika saya sampai di sana. Harta yang tuan Li inginkan telah menghilang bersama dengan harta lainnya."


Pa!!


Li Cangtian mencengkeram kepala pria itu dan mengangkatnya ke udara. Detik berikutnya, Li Cangtian meledakkan kepalanya tepat di hadapan bayangan hitam yang lain.


"Sampah!! kalian benar-benar membuatku muak! Apa kalian tahu seberapa penting harta itu bagiku?"


Mereka semua terdiam tanpa berani mengatakan apapun.


Melihat reaksi mereka, Li Cangtian menghirup nafas panjang kemudian berkata. "Sudah, untuk sekarang. Kalian cepat temukan pria yang melawanku tadi. Aku telah berhasil memulainya, dia pasti berada tidak jauh dari tempat ini."


"B–Baik tuan!!.."


Begitu mereka menyelesaikan ucapannya, ribuan bayangan hitam itu menghilang seketika dari hadapan Li Cangtian.


"Bajingan, jangan berpikir bisa kabur setelah melakukan semua itu padaku!"


Li Cangtian duduk bersila sambil menelan sebutir pil dan mulai memulihkan Qi di dalam tubuhnya.


Sementara itu di sebuah tempat yang berada di dekat danau yang berada jauh di dalam hutan.


Sosok pemuda tergeletak dengan tubuh penuh dipenuhi dengan darah segar.


Saat pemuda itu pingsan, suara notifikasi system berdering di kepalanya.


[Ding]


[Kai Gege berhasil membunuh ratusan orang di tahap Divine King, ribuan orang di tahap Absolute Emperor, dan ratusan ribu di tahap Supreme God]


[Menghitung poin Shura yang di dapat ....]


[Selamat Kai Gege mendapatkan 700.000 Poin Shura]


****

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2