Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Array 4 Dewa Penjaga


__ADS_3

"Apa!! Zhukai, apakah dia benar-benar selamat dari kejadian itu..." Chen Xia, tetua murid inti berkata dengan penuh kegembiraan.


Setelah menghilangkannya Zhukai dalam pertarungan final kompetisi antar sekte, Chen Xia dipenuhi oleh rasa bersalah.


Dia bahkan tidak dapat melakukan terobosan karena rasa bersalah itu terus tumbuh dalam hatinya.


Mo Kun melihat Chen Xia kemudian memberinya hormat. Mau bagaimanapun, Chen Xia merupakan gurunya saat dia menjadi murid inti.


"Benar guru Xia, senior Zhukai memerintahkan ku datang kemari untuk membawa kalian semua ke dunia jiwa milik senior."


"D–Dunia jiwa, mungkinkah dunia jiwa yang kamu maksud seperti yang dijelaskan pada catatan kuno?" Li Yun bertanya penuh dengan rasa penasaran.


Mo Kun mengangguk, "Paman setengah benar, tetapi setengahnya juga salah."


"Seperti yang paman tahu, Dunia Jiwa yang dijelaskan dalam catatan kuno benar-benar berbeda dibandingkan dengan dunia jiwa yang aku lihat sendiri."


"Dalam catatan kuno, Dunia Jiwa hanya mampu terbentuk seluas 100 meter dan itu juga akan menguras energi spiritual dalam jumlah yang sangat besar."


"Tetapi Dunia Jiwa milik senior Zhukai benar-benar berbeda. Itu setidaknya sama luasnya dengan benua."


Tepat setelah Mo Kun menyelesaikan ucapannya, Li Yun dan juga tetua sekte tujuh pedang tertegun.


"Seluas benua? Apakah mungkin bagi seseorang untuk membuat–.."


"Bisakah paman berhenti bertanya, kita harus bergerak cepat saat ini. Senior Zhukai mungkin sedang menahan Li Cangtian saat ini." ujar Mo Kun setelah menyela perkataan seorang tetua.


Detik berikutnya, terdengar suara teriakan yang sangat jelas dari Chen Xia.


"Apa!!! Melawan Li Cangtian seorang diri, apakah dia berniat untuk bunuh diri!"


Mo Kun yang seolah menduga hal ini menatap Chen Xia sambil menghela nafas, "Aku tahu guru Xia pasti akan bereaksi seperti ini. Tapi percayalah, senior Zhukai benar-benar berbeda dengan apa yang kalian semua bayangkan."


Tanpa membuang lebih banyak waktu lagi, Mo Kun segera mengeluarkan benda yang Zhukai berikan.


Itu berbentuk seperti sebuah kunci yang terbuat dari besi murni, "Senior berkata bahwa aku harus mengalirkan energi spiritualku untuk membuat kunci ini bekerja."


Mo Kun memejamkan matanya dan memfokuskan energi spiritualnya untuk mengalirkannya kedalam kunci secara perlahan.


Begitu energi spiritual Mo Kun memenuhi kunci itu, cahaya silau terjadi untuk beberapa detik.


Kunci di tangan Mo Kun perlahan melayang, tak lama kemudian, kunci itu memudar hingga akhirnya membentuk sebuah portal besar.


"Baiklah semuanya, cepat masuk kedalam portal!"


***


Di tempat lain, Nalan Ruyue yang baru saja tiba di Istana Kekaisaran dengan cepat berlari mencari ayahnya.


Bam!!

__ADS_1


Pintu terbuka dengan keras hingga menyebabkan suara ledakan.


Duduk di sebuah kursi, terlihat sosok pria paruh baya dengan sorot mata yang tajam menatap pada gadis yang baru saja masuk.


"Ruyue!!"


Pria paruh baya itu berdiri, sorot matanya yang tajam berubah seketika saat melihat bahwa orang yang masuk kedalam ruangannya tidak lain adalah putrinya sendiri.


"Putriku, kapan kamu tiba? Dan mengapa kamu terlihat begitu tergesa-gesa?" Nalan Hong bertanya setelah melihat penampilan putrinya yang acak-acakan.


Nalan Ruyue mengambil satu tarikan nafas panjang, dia kemudian berkata pada ayahnya bahwa mereka tidak memiliki banyak waktu.


"Apa maksudmu, apakah kau baru saja menyuruhku meninggalkan istana bahkan meninggalkan rakyatku!"


Menerima tatapan tajam dari ayahnya, Nalan Ruyue tubuh Nalan Ruyue tidak bisa berhenti bergidik.


Dia menggertakkan giginya dan berteriak, "Ini demi keselamatan ayah dan juga ibu!! Mengapa kamu menjadi sangat keras kepala seperti itu!"


"Keras kepala? Haihh, Ruyue ... Apakah kamu tahu tangung jawab seorang Kaisar?" Nalan Hong bertanya.


Melihat tidak ada jawaban dari putrinya, Nalan Hong kemudian menjelaskan.


"Tanggung jawab utama seorang Kaisar adalah memastikan keselamatan rakyatnya. Jika aku pergi dan meninggalkan rakyatku, lalu untuk apa aku menjadi seorang Kaisar selama ini?"


Deg–


Kalimat yang baru saja ia dengar dari ayahnya benar-benar membuat tubuhnya bergetar. Nalan Ruyue akhirnya mengerti apa maksud dari perkataan ayahnya di masa lalu.


Nalan Ruyue memejamkan matanya dan bergumam, "Maaf senior, aku tidak bisa memenuhi permintaanmu."


Tepat setelah itu, Nalan Ruyue menghancurkan kunci yang diberikan Zhukai kepadanya.


***


Gunung Yunxi, Benua Barat.


Sebuah cahaya putih kecil muncul di udara kosong, itu perlahan membesar hingga akhirnya membentuk sebuah portal.


Dari dalam portal itu, terlihat dua orang berjalan keluar. Mereka berdua tidak lain adalah Zhukai dan juga Zi Suyuan.


"Hmm, kita turun dulu bibi.."


Zi Suyuan mengangguk, mereka berdua segera turun tepat di puncak gunung Yunxi. Karena Zhukai tidak tahu kapan Li Cangtian datang, dia mencoba menyiapkan array yang membantu meningkatkan peluang kemenangannya.


Kai membuka toko system dan mencari benda-benda yang di butuhkan untuk membuat array.


"Hmm aku perlu taring Naga iblis, bulu Phoenix suci, pecahan tempurung Xuanwu, cakar Harimau kuno."


Kai terus mencari keempat benda itu di toko system miliknya. Tak butuh lama bagi Zhukai untuk menemukan keempat benda itu.

__ADS_1


Karena setelah peningkatan system ke versi tertinggi, mencari benda yang ia butuhkan cukup mudah.


"Ini harga yang cukup masuk akal. Baiklah, aku akan membeli keempat benda itu masing-masing dua."


Ding.


[Kai Gege membeli taring Naga iblis, bulu Phoenix suci, pecahan tempurung Xuanwu, dan cakar Harimau kuno]


[50.000 Poin Shura akan dikurangi setelah pembelian. Y/N]


Tanpa ragu, Kai menekan tombol beli di tampilan system di depannya. Begitu keempat benda itu berhasil ia beli, Kai membuka Inventory dan mengambil satu batang terakhir.


"Air suci... Tak kusangka aku masih menyimpan benda ini di Inventory."


Tak terlalu jauh dari Zhukai, Zi Suyuan menatap kagum sekaligus tekejut melihat barang langka yang melayang di depan Zhukai.


Zi Suyuan memiliki pengetahuan yang sangat luas tentang herbal, artefak, dan juga harta-harta di tiga alam.


Karena itu, dia dengan cepat mengenali keempat benda yang melayang di depan Zhukai.


"Taring Naga iblis, bulu Phoenix suci, pecahan tempurung Xuanwu, dan cakar Harimau kuno."


"Bagaimana pria ini memiliki benda langka seperti ini..."


Memikirkan itu, Zi Suyuan tidak dapat menahan rasa penasarannya.


Tapi ketika dia hendak bertanya, keempat benda itu tiba-tiba melesat dengan cepat dan pergi keempat titik.


Itu cukup besar sampai bisa mengelilingi seluruh gunung Yunxi.


Melihat keempat benda itu telah berada di tempat yang ia inginkan, Zhukai kemudian mengalirkan true energinya dalam jumlah besar.


Ia juga telah meneguk air suci yang baru aja ia ambil dari Inventory.


"Array 4 Dewa penjaga ... buka!!"


Boomm!!


Suara ledakan bersamaan dengan munculnya wujud keempat bintang itu membuat langit bergetar.


Awan berubah menjadi hitam dengan munculnya kilatan petir di udara.


Keempat perwujudan itu saking meraung hingga membuat gelombang udara menjadi kacau.


Tapi beberapa detik berikutnya, keempat perwujudan itu memudar hingga akhirnya membentuk array dengan taring Naga iblis di timur, bulu Phoenix suci di selatan, pecahan tempurung Xuanwu di utara, dan cakar Harimau kuno di timur.


Melihat bahwa ia berhasil membuat array 4 Dewa penjaga, Zhukai berdiri dan tersenyum puas.


"Bajingan tua, jangan berpikir pertarungan selanjutnya akan semudah saat itu."

__ADS_1


****


Bersambung...


__ADS_2