Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Cairan Spiritual


__ADS_3

Dengan memperkirakan tekanan yang diberikan oleh ayah Li Yuechan, Kai sudah tahu seberapa kuat pria di depannya saat ini.


"Seorang God of Destiny, hmm meski dia sangat kuat di antara ribuan Kultivator, tapi jika di bandingkan kekuatan sekte tujuh pedang di masa lalu. Kekuatan ini sangatlah lemah." Zhukai berpikir dalam benaknya.


Meski begitu, Kai masih berniat untuk menjadi murid sekte tujuh pedang untuk mencari informasi yang dia inginkan.


Karena sekte tujuh pedang merupakan satu-satunya sekte di masa lalu yang masih ada. Hanya merekalah yang memiliki informasi yang Kai butuhkan.


"Salam paman."


Kai menyatukan kedua tangannya sambil memberi sedikit penghormatan untuk pria itu.


Meski Kultivasi Zhukai hanya di ranah Holy Lord, dia masih memiliki Klon di tubuhnya yang memiliki Kultivasi di ranah Supreme God.


Sementara itu, pria setengah baya yang merupakan ayah Li Yuechan sedikit terkejut karena dia tidak bisa melihat seberapa kuat pria muda di depannya saat ini.


"Ekhem! Anak muda, terimakasih telah menyelamatkan putriku. Aku tidak memiliki harta atau uang yang bisa diberikan padamu sebagai hadiah. Tapi jika kamu memiliki masalah di masa depan, jangan ragu untuk meminta bantuan ku."


Ayah Li Yuechan balas menyatukan kedua tangannya sambil berkata.


"Itu tidak perlu paman, aku sebenarnya datang ke sini karena permintaan terakhir kakekku. Apakah ujian sekte tujuh pedang masih di adakan?"


Ayah Li Yuechan membeku sejenak, tetapi beberapa detik kemudian dia segera kembali ke akal sehatnya dan menjawab.


"Ah, sebenarnya ujian sekte tujuh pedang akan di adakan sebulan yang lalu. Tapi karena terjadi kejadian yang tak terduga, aku dan para tetua telah sepakat untuk mengundurkan waktu ujian masuk sekte tujuh pedang."


"Dan itu akan di adakan seminggu dari sekarang." jelas Ayah Li Yuechan.


"Oh, baiklah kalau begitu. Aku akan kembali minggu depan." Zhukai kembali memberi penghormatan sebelum berbalik dan pergi meninggalkan wilayah sekte tujuh pedang.


Melihat situasi sekte tujuh pedang saat ini, Kai cukup menyesali apa yang telah ia lakukan di masa lalu.


Jika bukan karena keinginan kuat Shura untuk terus membunuh, dia tidak akan melakukan pembantaian besar-besaran di tiga alam.


Sambil mencari informasi tentang perubahan yang terjadi selama jutaan abad lamanya, Kai juga berniat untuk memulihkan kembali reputasi, dan meningkatkan kekuatan sekte tujuh pedang untuk menebus kesalahannya.


Kai juga berniat memperkuat Kultivasi nya sekaligus mempelajari teknik pedang sekte tujuh pedang yang pernah menjadi salah satu teknik terkuat di benua naga biru.


Sebelum Zhukai berjalan lebih jauh, Li Yuechan melambaikan tangannya sambil berkata.


"Terimakasih paman, aku menantikan pertemuan kita minggu depan."


Tanpa membalikkan tubuhnya, Zhukai membalas lambaian tangan itu dengan acungan jempol darinya.


Setelah siluet Zhukai perlahan menghilang, Li Yuechan menatap ayahnya kemudian berkata.

__ADS_1


"Ayah, mengapa kamu tidak langsung menjadikannya murid sekte kita? Dia sudah menyelamatkan nyawaku?" Li Yuechan menatap ayahnya dengan sedikit rasa marah.


Bagaimanapun, Ayah Li Yuechan. Li Yan hanya tersenyum menghadapi sikap putrinya.


"Peraturan tetap peraturan putriku, itu sudah di tetapkan sejak zaman leluhur kita masih hidup. Meski kondisi sekte tujuh pedang saat ini sangat terpuruk, tetapi entah mengapa ayah merasa tidak lama lagi akan ada perubahan pada sekte tujuh pedang."


Setelah mengatakan itu, Li Yan segera mengajak putrinya untuk naik ke atas dan beristirahat.


Sedangkan untuk masalah Zhukai yang telah membunuh dua murid sekte embun angin. Mereka pasti akan mencari siapa yang membunuh kedua muridnya.


Dan untuk pembalasan dari sekte embun angin, Li Yan pasti akan melindungi Zhukai sekuat tenaga yang ia bisa.


***


Di hutan yang berada dekat di gunung wilayah sekte tujuh pedang, Zhukai yang baru saja memasuki hutan segera di sambut oleh segerombolan serigala darah.


Mereka memiliki Kultivasi di ranah Holy Lord tingkat pertama. Meski ada puluhan dari mereka, tetapi Zhukai masih terlihat sangat tenang.


"Waktu yang tepat, aku sedang kehabisan Poin saat ini mwehehe..."


Zhukai menyeringai dari balik jubah hitam yang dia pakai. Saat pandangan matanya menyapu puluhan serigala darah yang sedang melompat kearahnya, puluhan tebasan tenang terbentuk kurang dari dua detik.


Slashh!!


Dering system berbunyi tepat setelah puluhan serigala darah itu terbunuh.


Ding!


[Kai Gege berhasil membunuh 15 serigala darah, mendapatkan 15 Poin Shura!]


"Apa!? Cuma 15, apakah kamu tidak salah menghitungnya Yi'er?"


[Emm, tidak ada kesalahan dalam penghitungan nya Kai Gege. Perbandingan Poin Takdir dan Poin Shura sangatlah besar, wajah jika Kai Gege hanya mendapatkan Poin Shura sebanyak itu setelah membunuh 15 serigala darah]


Zhukai menghela nafas panjang setelah mendengarnya.


Dia kemudian mengambil daging serigala itu dan membersihkan darah pada dagingnya.


Setelah semua daging itu bersih, Kai kemudian memasukkan kedalam Inventory.


Saat Zhukai hendak masuk lebih dalam ke hutan, aroma harum yang tercium oleh hidungnya segera menarik perhatiannya.


"Aroma ini ... Tidak mungkin aku salah, ini aroma dari cairan spiritual!."


Tepat setelah itu, dengan menggunakan indera penciumannya. Zhukai berhasil mengetahui dari mana sumber aroma harum itu berasal.

__ADS_1


Tapi tanpa di duga, seekor gorila bertubuh besar menghantam Zhukai dari balik pepohonan.


Boomm!!


Dengan kecepatan reflek yang luar biasa, Zhukai menghindari serangan itu dan membalasnya dengan sebuah pukulan keras.


Karena tubuh gorila itu yang sangat besar, kecepatannya menjadi sangat lambat dan sangat mustahil untuk mengindari serangan yang Kai berikan.


Boomm!!


Akhirnya, tubuh gorila itu meledak begitu pukulan Zhukai mendarat di perutnya.


Ding!


[Kai Gege membunuh gorila dengan Kultivasi Holy Lord tingkat lima, mendapatkan 5 Poin Shura]


Mengabaikan notifikasi dari system nya, pandangan Zhukai lebih terfokus pada bola kristal kecil yang berada di tanah setelah Zhukai membunuh gorila itu.


"Oh, aku tidak menyangka hewan dengan basis Kultivasi rendah seperti ini akan memiliki inti jiwa." Zhukai berjalan mengambil bola kristal kecil berwarna merah.


Setelah melihatnya sekilas, Kai kemudian meremukkan inti jiwa itu hingga energi spiritual yang ada di dalamnya menyebar keluar.


Dengan menggunakan Transformasi Shura, energi spiritual itu terserap dalam waktu yang sangat singkat.


Setelah menyerap inti jiwa itu, Kai mengalami terobosan kecil yang membuat Kultivasi nya naik satu tingkatan.


"Lumayan, inti jiwa ini memiliki energi spiritual yang cukup besar."


Detik berikutnya, Kai tiba-tiba teringat dengan aroma dari cairan spiritual yang dia rasakan beberapa saat lalu.


Dia segera bergegas dengan langkah kaki yang sangat cepat. Setelah berselang lima menit, aroma dari cairan spiritual itu menjadi semakin kuat.


"Di sana..."


Kai berlari kearah semak-semak yang berada tidak jauh darinya.


Begitu Zhukai melewati semak-semak itu, tubuhnya mematung karena pemandangan di depannya yang sangat indah.


Dia melihat sebuah kolam kecil dengan air yang sangat jernih dan juga herbal-herbal yang tumbuh di sekitar sana.


Tapi, apa membuat Zhukai terkejut bukanlah kolam kecil itu melainkan sosok gadis cantik dengan tubuh telanjang sedang berendam di dalam kolam itu.


****


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2