
Kompetisi sekte, itu adalah sebuah pertandingan yang di adakan setiap satu tahun sekali oleh setiap benua yang ada di Holy Realms.
Semua sekte entah itu sekte kecil, sekte menengah, atau sekte besar. Mereka semua harus mengirim perwakilan mereka untuk mengikuti kompetisi sekte.
Setelah semua perwakilan sekte menaiki elang emas yang merupakan binatang kontrak tetua pertama.
Chen Xia dan seorang tetua wanita ikut menaiki elang emas dan mereka akhirnya berangkat menuju ke tempat di adakan nya kompetisi sekte.
Salah satu kekuatan terkuat di benua naga biru, Akademi Fangxuan.
Ada total lima kekuatan yang memiliki pengaruh tinggi di benua naga biru. Mereka semua memiliki seorang ahli yang sudah berada di ranah Divine King.
Lima kekuatan itu tidak lain adalah Kekaisaran Naga, Akademi Fangxuan, Sekte Ilahi, Sekte Tinju Naga, dan Klan Jia.
Sementara itu, sekte tujuh pedang saat ini berada di tingkat sekte menengah. Jika mereka harus di bandingkan dengan lima kekuatan besar, jelas sekte tujuh pedang akan mengalami kekalahan total.
Saat ini di atas awan, seekor burung besar berwarna emas terbang dengan kecepatan tinggi ke arah utara.
Dengan lapisan pelindung yang Chen Xia buat, Kai dan murid lainnya tidak tekena tekanan dari angin dan dapat duduk dengan tenang.
"Tetua Xia, berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk sampai di Akademi Fangxuan?" Yang Fan bertanya karena bosan duduk di atas elang emas selama lebih dari dua jam.
Chen Xia berpikir sebentar, "Hmm, dengan kecepatan kita saat ini. Mungkin kita akan sampai di Akademi Fangxuan besok pagi."
"Besok pagi! Bukankah itu terlalu lama? Apakah kita tidak bisa sampai di sana lebih cepat." Yang Fan sedikit mengerutkan keningnya setelah mendapat jawaban dari Chen Xia.
Bam!
Chen Xia memukul kepala murid itu dengan tongkat kayu yang tiba-tiba muncul di tangannya.
"Murid Fan, kenapa kamu begitu terburu-buru.. Apakah kamu memiliki ide aneh di kepalamu." Chen Xia menatap Yang Fan sambil mengeluarkan tekanannya.
Yang Fan tiba-tiba melangkah mundur sambil tersenyum canggung, "T–Tetua Xia, a–aku hanya bercanda. Bagaimana kamu bisa menganggap serius perkataan ku."
"Hmph! cepat berlatih sana, lawan yang kalian hadapi nanti tidak akan semudah seperti yang kalian pikirkan."
Setelah Chen Xia memarahi Yang Fan, dia mengalihkan pandangannya kepada Zhukai.
Kerutan demi kerutan bermunculan di wajah cantiknya saat melihat Zhukai duduk di antara dua gadis cantik.
Apalagi, dada kedua gadis cantik itu menempel di lengan Zhukai.
"Tch, dasar! semua pria memang sama saja!." Chen Xia berkata dengan cemberut.
__ADS_1
Dia kemudian berjalan ke leher elang emas dan berkultivasi di sana.
Sementara itu, Zhukai yang sedang duduk di antara dua gadis cantik hanya bisa menghela nafas panjang.
Dia menatap mereka berdua sambil berkata dalam hatinya, "Haahh, mengapa sangat sulit berkultivasi dengan tenang. Mungkin ini kamar untukku karena terlalu tampan."
Jika Mo Kun dan Yang Fan mendengarnya, mereka berdua mungkin akan memukuli Zhukai.
"Hei kalian berdua, bisakah kalian melepaskan lenganku. Aku tidak bisa bergerak kalau terus seperti ini–.."
"Tidaakk!!..." Tegas kedua gadis itu secara bersama-sama.
"Kamu lepaskan, aku ingin berbicara beberapa hal dengan Zhukai!."
"Mengapa aku? Seharusnya kamu yang melepaskan pelukan mu. Bukankah kamu tadi sudah berbicara dengan suasana Kai!." Ouyang Jin dengan tegas menolak.
Nalan Ruyue memberinya tatapan tajam sambil menggelengkan kepalanya, "Tidak, aku tidak mau!."
"Tch, jika terus seperti ini. Kapan aku bisa berkultivasi."
Setelah malam tiba, Chen Xia yang baru saja terbangun dari meditasi nya segera memberi perintah pada elang emas untuk turun.
"Kita akan mandi dan makan malam di hutan ini, aku melihat sebuah danau besar di sana. Kurasa itu cukup bagi kita untuk mandi." ujar Chen Xia pada murid-muridnya.
"Baik tetua."
Sementara itu, Chen Xia dan juga tetua yang bersamanya melayang untuk mengecek area itu.
Sayangnya, Zhukai menghentikan mereka sambil berkata. "Tidak perlu gadis kecil, tempat ini aman."
Meskipun Chen Xia sedikit meragukan ucapan Zhukai, tetapi setelah melihat tatapannya yang penuh dengan kepercayaan diri. Chen Xia akhirnya memutuskan untuk mempercayainya.
"Kami para perempuan akan mandi terlebih dulu, sedangkan untuk kalian. Carilah kayu bakar dan bunuh beberapa binatang buas untuk di jadikan makan malam. Kami yang akan memasaknya." ujar Chen Xia.
Kai dan dua lainnya mengangguk paham, "Baik tetua!."
Sebelum Chen Xia berjalan ke danau, dia memberi Zhukai tatapan tajam kemudian mengajak tiga wanita empat wanita lainnya kedalam danau.
Setelah para wanita membersihkan diri di dalam danau, Yang Fan dan Mo Kun saling memberi tatapan sambil menyeringai aneh.
"Mwehehe ... saudara, ini kesempatan sekali seumur hidup. Apakah kamu memikirkan apa yang aku pikirkan?" Mo Kun bertanya dengan seringai cabul.
"Mwehehe ... Saudara, kamu sungguh memahami apa yang aku pikirkan."
__ADS_1
Setelah kedua pria itu saling menyeringai tidak jelas, mereka menatap Zhukai sambil berkata.
"Bagaimana denganmu saudara? Apakah kamu juga ikut dengan kami mengintip para wanita yang sedang mandi?"
Bang! Bang!!
Kai memberi mereka berdua pukulan sambil berkata dengan acuh, "Tetua sudah memberi kita sebuah tugas! Jangan pikirkan hal-hal kotor tentang mereka jika tidak ingin menjadi Kasim."
"Tch, kau tidak asik saudara. Jika kamu tidak ingin ikut, jangan salahkan dirimu karena telah kehilangan kesempatan menikmati keindahan seperti mereka." ucap Mo Kun.
Melihat bahwa kedua teman seperguruan benar-benar tidak mendengar apa yang ia katakan. Kai menghela nafas sambil bergumam, "Kedua idiot itu, mereka benar-benar tidak tahu seberapa menyeramkan nya seorang wanita..."
Karena Kai masih memiliki banyak daging segar di Inventory, dia hanya memerlukan kayu bakar di dalam hutan.
Setelah berselang lima menit, Kai kembali ke dekat danau dan menyusun kayu bakar itu menjadi perapian.
Kai mengeluarkan daging-daging segar di Inventory nya dan membungkus mereka dengan daun.
"Seharusnya mereka sudah selesai mandi, haruskah aku memanggil mereka?"
Saat Kai melangkahkan dan berbalik, matanya melebar melihat dua temannya yang tergantung di atas pohon dengan tubuh mereka penuh dengan bekas pukulan.
"Saudara, tolong aku!!!..." Mo Kun berteriak dengan mata berkaca-kaca.
Keadaan Yang Fan juga tidak berbeda jauh, pakaiannya penuh dengan sobekan. Wajah nya dipenuhi dengan memar dan juga rambutnya benar-benar hilang.
"Hahaha, bukankah aku sudah memperingatkan kalian? Apakah kalian menyesal sekarang?" Zhukai tertawa sambil bertanya pada mereka berdua.
"Ya ya, aku menyesal sekarang. Jadi bisa lepaskan kami, perutku sudah kelaparan saat ini."
"Baiklah-baiklah!!.."
Begitu Zhukai hendak membebaskan kedua temannya, Chen Xia menggenggam pergelangan tangannya sambil berkata dengan suara dingin.
"Biarkan mereka, sebagai hukuman karena tidak mematuhi perkataan ku. Mereka berdua tidak mendapat jatah makan malam!."
Zhukai menatap sekilas wajah Chen Xia dan itu benar-benar sangat menakutkan, "Baik-baik, gadis kecil aku tidak membantu mereka berdua."
Kai mendongak keatas dan sedikit menertawakan kedua temannya yang terikat di atas pohon.
"Maaf kalian berdua, kurasa aku tidak bisa membantu kalian. Selamat tinggal dua idiot di sana."
Setelah Zhukai dan wanita lainnya menghabiskan makan malam, mereka melanjutkan perjalanan setelah beristirahat di sana selama satu jam.
__ADS_1
****
Bersambung...