Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Tes Bakat


__ADS_3

Pandangan Zhukai kini terfokus pada sosok gadis remaja berambut putih seputih salju yang berdiri tidak jauh darinya.


"Eh, itu kamu..."


Begitu gadis itu mendengar suara Zhukai, dia segera berbalik dan menatap balik Zhukai dengan mata lebarnya.


"Ah, kenapa kamu ada di sini?" Wajah gadis itu, Nalan Ruyue menatap Zhukai dengan bingung.


Seminggu yang lalu ketika dia tengah berendam di kolam yang ia rasa memiliki aroma yang harum.


Kai tiba-tiba saja keluar dari semak-semak yang ia kira mengintipnya.


Tetapi setelah dia di selamatkan oleh Zhukai dari serangan pria paruh baya waktu itu, pandangannya pada Zhukai perlahan mulai berubah.


"Oh, gadis kecil. Mengapa kamu ada disini?" setelah terlepas dari keterkejutan, Zhukai bertanya pada gadis itu.


"Aku bukan gadis kecil! R–Ruyue, namaku Nalan Ruyue. Apakah kamu sudah melupakannya!." Nalan Ruyue berteriak marah sambil memasang wajah cemberut.


Melihat sikap gadis itu, Kai sedikit teringat pada sikap Yi ketika dia masih di tubuh anak kecil.


Sangat imut dan menggemaskan.


"Baik-baik aku minta maaf. Jadi Ruyue, apa yang kamu lakukan di sini?"


Nalan Ruyue mendengus dengan dingin meskipun dia sedikit senang dalam hatinya.


"Hmph, itu seharusnya menjadi apa yang aku tanyakan. Aku berniat mengikuti ujian masuk sekte tujuh pedang. Tapi apa yang paman lakukan di sini? Dengan kekuatan paman, seharusnya bukan mustahil untuk menjadi tetua di salah satu sekte besar di benua naga biru." jelas Nalan Ruyue dengan bingung.


Zhukai menanggapi pertanyaan itu dengan sedikit senyum di wajahnya, "Hehehe, tentu saja aku di sini juga untuk mengikuti ujian masuk sekte tujuh pedang."


Perkataan Zhukai barusan sontak membuat Nalan Ruyue tercengang, "A–Apa, apakah kamu sedang bercanda paman?"


Detik berikutnya, sebelum Zhukai menjawab pertanyaan Nalan Ruyue. Li Yan yang merupakan pemimpin sekte tujuh pedang turun dari gunung bersama dengan putri dan juga lima tetua lain.


"Perhatian!!..." suara tegas dari Li Yan membuat semua keheningan di antara peserta.


Bukan karena mereka tidak ingin melanjutkan pembicaraan, ini terjadi karena tekanan yang Li Yan keluarkan tidak bisa di tahan oleh ribuan peserta yang hanya memiliki basis Kultivasi Holy Lord.


Setelah keheningan sesaat itu, Li Yan kemudian melanjutkan ucapannya.


"Pertama-tama, aku akan memperkenalkan diriku terlebih dulu. Aku adalah pemimpin sekte tujuh pedang generasi saat ini, karena kalian semua datang kesini untuk mengikuti ujian sekte, maka tidak perlu berlama lagi."

__ADS_1


Li Yan berhenti berbicara, dia berbalik untuk menatap salah satu tetua yang berdiri di belakangnya.


Setelah Li Yan menerima anggukan dari tetua itu, dia kembali menatap peserta ujian dan memerintahkan mereka untuk mengikutinya baik keatas gunung.


Selang tiga menit menaiki gunung yang memiliki tinggi lebih dari 5 km, para peserta ujian memiliki waktu istirahat sejenak.


Di bawah pohon yang berada tidak jauh dari gerbang masuk sekte tujuh pedang, Zhukai dan Nalan Ruyue kembali melanjutkan pembicaraan yang tadi belum selesai.


"Jadi paman, apakah kamu benar-benar datang kesini untuk mengikuti ujian sekte tujuh pedang?"


Zhukai menghela nafas panjang setelah mendengar pertanyaan itu puluhan kali di telinga nya.


"Haahh, sudah kukatakan berkali-kali. Aku memang datang kesini untuk mengikuti ujian sekte!."


Meski Zhukai telah menjawabnya, Nalan Ruyue masih terlihat belum percaya dengan apa yang Kai ucapkan.


Tetapi sebelum dia mengajukan pertanyaan lain, salah satu tetua yang pergi beberapa saat lalu datang kembali dengan bongkahan batu besar yang di bawanya.


"Eh, apa itu..."


Para peserta ujian menatap bongkahan batu itu dengan wajah tercengang. Selain Zhukai, tidak ada seorangpun yang mengetahui apa kegunaan dari batu tersebut.


Bongkahan batu besar yang saat ini berada di hadapan ribuan peserta ujian bernama batu penilaian.


Seperti namanya, itu adalah sebuah batu yang di mana memiliki fungsi untuk mengukur bakat seseorang.


Saat orang tersebut mengalirkan Qi kedalam pecahan cahaya yang terdapat di batu penilaian. Itu akan memunculkan warna berdasarkan potensi yang di miliki oleh orang yang mengalirkan Qi nya barusan.


Perubahan warna itu antara lain adalah merah, biru, kuning, hitam, dan putih.


Jika bakat seseorang menunjukkan warna merah, itu berarti potensi seberapa kuat orang itu akan mencapai batas ketika menyentuh ranah God of Destiny.


Dan perubahan warna biru, kuning, hitam, dan putih juga terus meningkat.


Setelah tetua yang membawa batu penilaian tadi selesai menjelaskan tentang kegunaannya, dia mulai memanggil satu persatu peserta ujian sekte tujuh pedang.


"Peserta pertama, (warna bakat : merah). Maaf kamu tidak memenuhi persyaratan untuk memasuki sekte tujuh pedang."


Meski perkataan tetua itu sedikit menyakitkan, tetapi tidak ada hal lain yang bisa di lakukan oleh peserta itu.


Dengan berat hati, dia berjalan pergi menuruni gunung dengan rasa kesal sekaligus kecewa.

__ADS_1


Satu persatu peserta mulai berguguran, di antara ratusan peserta yang telah menguji bakat mereka. Hanya terdapat 15 orang yang di terima.


Kini, setelah peserta nomor 250 di nyatakan gagal karena warna bakat mereka adalah merah. Tetua sekte mulai memanggil nama berikutnya.


"Peserta no 251, Nalan Ruyue."


Begitu tetua menyebutkan nama itu, keributan terjadi di antara peserta ujian.


"Ruyue? Tidak mungkin Nalan Ruyue yang itu bukan?" salah seorang peserta ujian berkata dengan wajah terkejut.


"Apa? Memangnya dia siapa?" seorang pesertanya ujian bertanya karena dia tidak tahu.


"Sumpah kamu tidak tahu?"


Peserta itu mengangguk, "Ya, aku memang tidak mengetahuinya."


"Haahh, baiklah dengarkan ini dengan baik. Dia adalah satu-satunya putri dari kaisar Kekaisaran Naga saat ini. Nalan Ruyue sang putri es!."


Setelah mendengar itu, bukan hanya peserta ujian itu saja yang terkejut. Bahkan Zhukai yang mendengar dari jauh juga sedikit menaikkan alisnya.


"Putri tunggal kaisar saat ini? Tidak heran dia di targetkan oleh pembunuh saat itu."


Setelah Zhukai mengingat kembali tujuh pengawal wanita Nalan Ruyue saat itu, dia seharusnya sudah tahu bahwa identitas asli Nalan Ruyue tidak sederhana.


Tapi ia juga tiran menduga bahwa gadis kecil itu adlah putri tunggal Kaisar.


"Hehehe, kalau begitu aku pergi ke sana dulu ya paman." Nalan Ruyue tersenyum manis kemudian berjalan melewati kerumunan peserta dan berdiri tepat di depan batu penilaian.


"Tolong putri, silakan letakkan tangan Anda di pecahan cahaya di batu itu."


Nalan Ruyue mengangguk setelah mendengar nya.


Dia mengangkat tangan kanannya dan meletakkan telapak tangannya di pecahan cahaya yang ada di batu penilaian.


Detik berikutnya, cahaya yang muncul setelah Nalan Ruyue meletakkan tangannya membuat Li Yan dan juga tetua lainnya tercengang.


"Nalan Ruyue, (warna bakat : ungu!)"


****


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2