Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Membuat Marah Chen Xia


__ADS_3

"Kekeke, maaf aku hanya bercanda..." Zhukai dengan seringai tidak tahu malu menjilati tangannya yang baru saja meremas pantat Chen Xia.


Hal itu seketika membuat Chen Xia sangat marah, "K–Kamu... Kamu dasar bajingan mesum!"


Chen Xia mengeluarkan pedangnya dan tiba-tiba melesat kearah Zhukai dengan sedikit niat membunuh.


Melihat siluet Chen Xia datang kearahnya, Zhukai hanya tersenyum sambil bergumam pelan.


"Mau sampai kapan kamu akan bersembunyi di sana."


Tepat detik berikutnya setelah Kai bergumam, seorang pria setengah baya tiba-tiba muncul dan menahan serangan Chen Xia yang mengarah pada Zhukai.


Boomm!!


Ledakan yang tercipta dari itu segera menarik perhatian murid-murid yang baru saja kembali setelah menyelesaikan misi sekte.


"Eh, ada pertarungan di asrama murid laki-laki." seorang wanita yang baru saja kembali dari hutan berkata pada teman di sampingnya.


"Oh, haruskah kita pergi ke sana dan melihatnya." balas teman wanita itu sembari bertanya balik.


Setelah melihat anggukan dari dua teman wanitanya, mereka bertiga segera bergegas ke asrama murid laki-laki untuk melihat apa yang terjadi.


Sementara itu di halaman kecil yang ada di asrama murid laki-laki, Chen Xia membuka lebar kedua matanya begitu melihat sosok pria paruh baya yang menghentikan serangan nya.


"Kakak ... mengapa kamu–..."


Chen Xia berhenti berbicara dan segera menyarangkan kembali bilah pedang nya.


Dia menatap sosok pria di depannya yang tidak lain adalah kakak tirinya, Li Yan pemimpin sekte tujuh pedang.


"Adik, bisakah kamu mendengarkan pikirkan mu. Bagaimana bisa seorang tetua menyerang muridnya sendiri dengan niat membunuh."


Mendengar pertanyaan Li Yan, Chen Xia ingin membuka mulutnya tetapi itu tertutup sangat rapat hingga membuat Chen Xia terdiam.


Melihat bahwa Chen Xia tidak bisa menjawab apa yang dia tanyakan, Li Yan segera berbalik untuk menghampiri Zhukai.


"Kamu pria yang menyelamatkan putriku bukan? Aku tidak tahu bagaimana kau bisa menyadari keberadaan ku waktu itu. Tapi, jika kau berniat membahayakan sekte ini, aku pasti tidak akan tinggal diam."


Zhukai kembali tersebut tipis kemudian menatap Li Yan dan berkata, "Apa yang kamu katakan ketua sekte, aku hanyalah seorang murid. Apa yang bisa ku lakukan dengan Kultivasi ku saat ini."

__ADS_1


Meski Li Yan memiliki tatapan yang tajam dan jarang tersenyum, tetapi dia dulunya adalah orang yang sering tersenyum sebelum menjadi ketua sekte.


Karena beban yang dia dapatkan setelah menjadi ketua sekte beserta kematian istrinya puluhan tahun yang lalu. Itu membuat senyuman di wajah Li Yan perlahan menghilang.


"Terserah apa yang kau katakan." setelah Li Yan menyelesaikan ucapannya, dia segera berbalik dan berjalan pergi sambil memejamkan kedua matanya.


Di bawah tatapan murid inti yang sangat terkejut melihatnya, Li Yan terus berjalan dan mengabaikan mereka semua.


Setelah Li Yan pergi meninggalkan tempat itu, kini hanya tersisa Zhukai, Chen Xia, serta beberapa murid lain yang baru saja tiba.


"Cih, kau beruntung kali ini."


"Sebaiknya kau mengingat dengan baik! ini adlah peringatan terakhir dariku. Jika berani melecehkan ku sekali lagi, aku tidak akan ragu untuk menebas lehermu. Bahkan jika kau itu adalah murid inti sekte tujuh pedang." Chen Xia berjalan pergi dengan penuh amarah.


Sementara itu, murid-murid inti yang lain menatapnya dengan wajah kebingungan.


"Apa yang sebenarnya terjadi, mengapa tetua menjadi sangat marah seperti itu. Aku tahu bahwa tetua memiliki sifat yang sedikit kasar, tetapi dia sebenarnya sangat baik."


"Tunggu sebentar, siapa pria yang membuat marah tetua. Apakah dia baru saja di promosikan menjadi murid inti?"


Murid lain mengangguk, "Kurasa kau benar, ini juga pertama kalinya bagiku melihatnya."


Setelah ledakan yang di sebabkan oleh kekuatan saat itu, Zhukai sedikit khawatir dengan situasi nya setelah itu.


Beruntungnya, Kai bisa menggunakan Poin Shura untuk membangun ulang kamarnya dalam satu tarikan nafas.


"Itu cukup berbahaya, teknik ini lebih kuat dari yang aku duga. Bahkan lapisan pelindung yang telah aku siapkan sama sekali tidak cukup untuk menahannya." Zhukai menghela nafas panjang sambil memeriksa true energi di dalam tubuhnya.


Di kehidupan pertamanya, hanya sedikit orang yang berhasil mengubah Qi di tubuhnya menjadi true energi.


Bahkan Qi yang memiliki tingkat kemurnian tertinggi milik ras Chaos Immortal hanya memiliki peluang yang sangat kecil saat mengubah itu menjadi true energi.


Saat ini, Kai setidaknya berhasil mengubah sepuluh persen Qi miliknya menjadi true energi. Meski itu hanyalah sepuluh persen, tetapi itu sudah meningkatkan kekuatan Zhukai setidaknya dua kali lipat.


Selain itu juga, Kai mengalami terobosan dari ranah Holy Lord Langit Kesembilan menjadi Holy God Langit Kedua.


"Meskipun aku mengalami sedikit cedera saat mengubah Qi menjadi energi sejati, tetapi hasilnya puluhan kali lebih baik dari yang aku perkirakan."


Saat Kai tertawa lepas di dalam kamarnya, murid-murid inti di luar juga sudah pergi meninggalkan asrama laki-laki dan memasuki asrama mereka.

__ADS_1


Di sisi lain, tetua murid inti yang baru saja kembali dari asrama murid laki-laki segera melepaskan pakaiannya untuk mandi.


"Kakak, mengapa dia membantu bajingan mesum itu. Apakah dia benar-benar sudah berubah." Chen Xia memejamkan matanya.


Dia saat ini sedang berendam di dalam sebuah hak mandi besar yang berisi air hangat. Saat dia mencoba mengingat kenangan di mana Li Yan dan kakak perempuannya yang selalu melindunginya dari kecil.


Wajah cabul Zhukai yang sedang meremas pantatnya tiba-tiba muncul di dalam pikirannya.


Bang!!


Chen Xia seketika memukul dinding kamar mandi hingga menciptakan sebuah lubang sekepalan tangannya di dinding.


"Sialan, bajingan itu lagi..."


Meski Chen Xia sangat marah dengan tindakan Zhukai yang telah melecehkannya, tetapi jauh di dalam lubuk hatinya ada sedikit rasa kepuasan yang tidak pernah ia rasakan selama ini.


"Tidak! tidak! tidak! Aku pasti sudah gila karena memiliki pikiran seperti itu."


Setelah menyelesaikan mandinya, Chen Xia segera mengganti pakaiannya dan segera melemparkan tubuhnya di atas kasur.


.


Tanpa butuh waktu lama, Chen Xia segera tertidur lelap di atas kasurnya.


Satu hari, dua hari, tiga hari, ... Tak terasa Kai sudah menjadi murid inti sekte tujuh pedang selama tiga bulan.


Dalam tiga bulan itu, Kai belum pernah sekalipun menghadiri kelas dari tetua murid dalam.


Anehnya, Chen Xia sama sekali tidak mencoba mencari masalah dengannya. Kai juga tidak mendapatkan teguran dari ketua sekte karena tidak menghadiri kelas tetua murid inti sekalipun selama tiga bulan.


Saat ini di depan pintu kamarnya, seorang pria mengetuk pintu kamar itu sebanyak tiga kali.


Klakk!!


Saat pintu terbuka, sosok yang di depan Zhukai saat ini tidak lain adalah satu-satunya teman yang ia miliki semenjak dia di promosikan menjadi murid inti.


Pria itu adalah Mo Kun.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2