
Setelah Kai melihat ketiga orang itu pergi, Qi Yue yang berdiri di sampingnya tiba-tiba menggunakan jarinya untuk menyentuh pipi Zhukai.
"Hubby, disini panas. Ayo kita segera pergi kesana." ucap Qi Yue.
Dia memakai cadar yang sama seperti yang di pakainya kemarin.
"Baiklah, ayo kita segera pergi."
Saat Kai dan Qi Yue mencapai tribun, jantung Zhukai tiba-tiba saja berhenti berdetak karena energi aneh yang mengikat jiwanya.
Hal yang sama juga terjadi pada Qi Yue serta Yi dan Yui.
"Energi ini, tidak salah lagi! salah satu pecahan jiwa kita pasti ada di tempat ini juga." ucap Yi yang ada di dunia jiwa.
Sementara itu, Zhukai segera mengalihkan pandangannya pada setiap orang yang ada di sekitarnya.
Sayangnya, energi yang dia rasakan tiba-tiba saja menghilang.
Di sampingnya, Qi Yue menarik nafas beberapa kali kemudian bertanya. "Hubby, apakah yang baru saja itu ..."
"Apakah kamu juga merasakannya Yue'er?"
Qi Yue mengangguk, "Ya Kai Gege, kurasa energi yang baru saja itu milik salah satu pecahan jiwa kami." jelas Qi Yue.
Kai menghela nafas sambil tersenyum senang, "Syukurlah, aku kira aku baru saja berhalusinasi tadi."
"Setelah turnamen ini berakhir, aku pasti akan menemukannya." Kai bergumam sambil mengepalkan tangannya erat.
Setelah menunggu beberapa saat, satu persatu tetua dari Klan Zi akhirnya datang.
Selain itu juga, Li Cangtian juga datang dengan senyuman lebar di wajahnya.
Meskipun suasana hatinya cukup buruk pagi tadi, tetapi sekarang Susana hatinya berubah saat memikirkan bagaimana reaksi Zi Suyuan saat dia melakukan serangan terhadap Klan Zi.
Di tribun penonton, Kai yang melihat raut wajah Li Cangtian menjadi sangat marah.
"Bajingan tua itu!! dia pasti sedang merencanakan sesuatu..."
Karena Kai memiliki banyak pengalaman dari kehidupan pertamanya, dia bisa menebak beberapa hal yang sedang di rencanakan Li Cangtian.
"Tidak peduli apapun!! jika kau berani menyakiti Lin Yue ataupun keluarganya. Aku pasti akan membunuhmu bahkan jika aku harus mengorbankan nyawaku."
Setelah Zi Suyuan datang, seorang tetua akhirnya memulai jalannya babak kedua dengan memberitahukan beberapa penjelasan pada para penonton sekaligus peserta turnamen.
"Babak kedua akan menjadi pertarungan satu lawan satu. Ini juga akan di lanjutkan dengan babak terakhir."
"Peserta boleh menyerah dalam pertarungan. Jika seorang peserta kehilangan kesadaran kehilangan kesadaran dirinya dia dinyatakan kalah."
"Dan ini adalah peringatan terakhir bagiku, tidak boleh saling membunuh selama pertarungan."
Setelah tetua itu selesai mengucapakan beberapa peraturan, dia mengambil sebuah plat kayu yang berisikan nomor yang berbeda.
Whuss!!
Plat kayu itu melayang dan pergi menuju kearah lima belas peserta yang lolos ke babak kedua
"Pertarungan pertama!! nomor 7 vs 13."
__ADS_1
Setelah panggilan dari seorang tetua, seorang pria jangkung melangkah naik ke atas arena. Dia memperlihatkan plat kayunya yang menunjukkan nomor 7.
Sedangkan selanjutnya, seorang pria gemuk dengan tubuh besar naik keatas arena sambil memperlihatkan plat kayunya yang menunjukkan nomor 13.
"Han Jin dari Tanah Naga."
"Cheng Du dari Benua Huang."
Setelah kedua orang itu saling memberi hormat, tetua Klan Zi akhirnya memulai pertandingan pertama.
"Aku tidak akan menahan diri..."
"Haha, sebaiknya kau jaga dirimu gendut!!!..."
Whuss!!
Kedua orang itu saling melesat dan melepaskan serangan satu sama lain.
Dari segi kekuatan dan kecepatan, Han Jin lebih di untungkan. Tetapi, setiap serangan yang dia lepaskan sama sekali tidak berguna untuk Cheng Du.
Itu terlihat seperti Cheng Du selalu memantulkan setiap serangan yang diberikan oleh Han Jin.
Setelah pertarungan yang berlangsung cukup lama, Han Jin mengeluarkan banyak keringat karena menyerang secara membabi-buta.
Sayangnya, Cheng Du sama sekali tidak terlihat terluka setelah menerima banyak serangan seperti itu.
"Sialan!! apakah tubuhmu terbuat dari karet!? mengapa setiap seranganku tidak berefek kepadamu." Han Jin mengumpat kesal sambil menyeka keringat di wajahnya.
"Hahaha, itu karena tubuh fisikku yang istimewa."
"Karena kamu tidak menyerang, biarkan aku yang memberikan serangan selanjutnya..."
"Telapak Huang, sepuluh telapak suci!."
Sepuluh cetakan telapak tangan yang begitu besar muncul di udara kosong.
Itu segera melesat kearah Han Jin yang sedang kelelahan saat itu.
"Sialan!! Teba–..."
Bam! Bam! Bam!!
Sebelum Han Jin sempat melepaskan serangannya, sepuluh telapak tangan besar itu meledak dan membuat tubuh Han Jin terhempas.
Dia akhirnya kehilangan kesadarannya setelah menerima sepuluh telapak tangan itu.
"Pemenang pertandingan pertama, Cheng Du!!..."
Setelah Cheng Du kembali duduk, tetua Klan Zi memanggil dua nomor untuk bertanding.
"Pertandingan selanjutnya, nomor 3 vs 8."
Dua orang berjalan naik bersama-sama. Mereka berdua adalah seroang wanita yang memiliki paras yang cantik.
"Xin Li dari Tanah Naga."
"Ouyang Jin dari Benua naga biru."
__ADS_1
Setelah kedua wanita itu saling memberi hormat, tetua Klan Zi memulai pertandingan.
Sementara itu di tribun penonton, banyak Kultivator yang mulai bertaruh.
"Seratus batu jiwa untuk Lu Xiao."
"500 batu jiwa untuk Lu Xiao."
Mendengar setiap ucapan yang datang dari mereka. Kai tersenyum sambil menghela nafas panjang.
Dia membuka Inventory dan mengambil sekantung tas kecil yang berisi sepuluh ribu batu jiwa.
Kai berjalan menuju kearah kerumunan Kultivator itu dan menyerahkan tas kecil itu sambil berkata.
"Sepuluh ribu batu jiwa untuk Mo Kun dari benua naga biru."
Para Kultivator yang mendengar itu sangat terkejut dan menatap Zhukai dengan pandangan rumit.
"Siapa yang orang bodoh ini? menyia-nyiakan banyak batu jiwa untuk orang yang tidak di kenal."
"Mo Kun? apa kalian pernah mendengar namanya?" salah satu Kultivator bertanya.
Banyak dari mereka menggeleng sambil berkata, "Entah siapapun itu, bagaimana bisa dia di bandingkan dengan tuan muda dari Klan Lu."
"Kau benar hahaha..."
Melihat para Kultivator itu menertawakan Mo Kun, Kai tersenyum kecil kemudian kembali duduk di tempatnya.
"Hubby, apakah kamu hanya diam saja melihat mereka menertawakan temanmu?" Qi Yue bertanya.
"Haha, tidak perlu melakukan hal kecil seperti itu. Saat mereka melihat bagaimana Mo Kun akan mengalahkan jenius Klan Lu. Orang-orang itu mungkin akan menangis darah." Zhukai tertawa lepas.
Selamat dia tertawa bersama Qi Yue, Kai tidak menyadari bahwa ada seseorang yang mengawasinya.
Di atas arena, pertarungan terus berlanjut dengan sangat mendebarkan.
Di pertarungan kedua, Ouyang Jin menang tipis melawan musuhnya. Tetapi dia juga menderita luka serius yang tidak memungkinkannya untuk melanjutkan pertandingan.
Sedangkan untuk pertandingan ketiga dan keempat, itu di raih oleh perwakilan dari tanah suci.
Dapat di ketahui bahwa tanah suci mengeluarkan dua perwakilan untuk tahun ini.
Mereka adalah istana rubah es dan juga sekte dewa angin.
"Selanjutnya, pertandingan terakhir di babak kedua. Nomor 11 melawan nomor 4."
Pria dengan tubuh besar naik keatas arena, otot-otot nya yang begitu besar dengan sebilah pedang raksasa di tangannya.
"Lan Hu dari Benua Huang."
Sedangkan untuk yang lain, dia adalah sosok pria dengan paras tampan dan senyuman lembut naik keatas panggung.
Dia menunjukkan plat kayunya kemudian berkata.
"Mo Kun dari benua naga biru."
****
__ADS_1
Bersambung...