
Saat wanita bercadar itu melihat tatapan putus asa di wajah leluhur ras naga api, dia menghela nafas panjang sambil mengangkat salah satu jarinya.
"Cahaya giok bunga!!.."
Whuss!!
Boomm!!
Ledakan besar terjadi tepat di mana Zhukai memukuli leluhur naga api. Sesaat sebelum serangan itu mengenainya, Zhukai sudah menggunakan langkah bayangan terlebih dulu untuk memindahkan posisinya ke tempat lain.
Sementara itu, leluhur ras naga api yang terkena dampak dari serangan wanita bercadar terhempas jauh hingga menabrak beberapa pohon di hutan.
Meski dia tidak mati, tetapi dampak serangan itu telah menghancurkan tulang lengannya.
"N–Nona, bisakah kamu sedikit menahan diri? Aku juga terkena dampak dari serangan mu barusan." seru leluhur ras naga api dengan sedikit rasa marah.
"Kau diamlah! dasa tidak berguna."
Wanita bercadar itu melirik kearah lain kemudian melesat ke sana dengan kecepatan tinggi.
"Jangan harap kau bisa lari anak muda..."
Wanita itu mengambil sebilah pedang dan mengalirkan Qi dingin di tubuhnya ke dalam pedang itu.
Sesaat setelahnya, pedang itu mengeluarkan cahaya putih seperti salju dengan aura dingin yang sangat menusuk.
Bahkan Zhukai yang berada lebih dari satu mil darinya bisa dengan jelas merasakan hawa dingin itu membekukan organ-organ tubuhnya.
"Maaf Yizue, biarkan aku meminjam api milikmu terlebih dulu..."
Zhukai memejamkan kedua matanya. Detik berikutnya, sekujur tubuh Kai di selimuti oleh api yang luar biasa panas.
Ajaibnya, api itu sama sekali tidak melukai Zhukai. Tetapi membantu Kai menghilangkan hawa dingin yang keluar dari pedang wanita bercadar itu.
"Sangat menarik, pria ini ternyata memiliki api suci!.." wanita bercadar itu menunjukkan senyum lebar di balik cadar hitamnya.
Dia mempercepat langkahnya untuk menyusul Zhukai yang berlari semakin jauh. "Ice Palace, Nine Steps!.."
Whuss!!
Tubuh wanita itu tiba-tiba menghilang dan menyisakan afterimage dirinya jauh di belakang.
Saat Zhukai menyadari bahwa aura dari gadis itu tiba-tiba menghilang, matanya menunjukkan sedikit perubahan.
"Di depan!!.."
Zhukai menghentikan langkahnya saat melihat wanita bercadar itu sudah menghadangnya di depan.
"Hehe, anak muda benar-benar penuh energi. Kamu bahkan memiliki wajah yang sangat tampan. Bagaimana jika kamu ikut denganku, aku berjanji tidak akan membunuhmu."
"Selain itu, kamu akan mendapatkan banyak manfaat jika mengikuti ku." ujar gadis itu sambil mengangkat tangannya.
Di telapak tangannya, sebuah pil berwarna ungu sedikit kehitaman yang mengandung jejak jiwa dari ras naga.
Zhukai sedikit terkejut sesaat ketika melihat pil itu, tetapi wajahnya kembali acuh dengan sangat cepat.
__ADS_1
"Oh, kamu bahkan tidak tertarik dengan ini?"
"Katakan apa yang kamu inginkan, bahkan jika kamu menginginkan diriku ... aku sama sekali tidak keberatan."
Mendengar hadiah-hadiah yang di sebutkan oleh wanita bercadar itu. Orang biasa mungkin akan tergoda dan menerima tawaran itu tanpa pikir panjang.
Tapi tidak untuk Zhukai.
Dia adalah reinkarnasi Shura! siapa orang di tiga dunia yang pantas menjadi gurunya? Jelas itu tidak ada!
Apalagi wanita di depannya saat ini, jelas Zhukai akan menolaknya tanpa pikir panjang.
"Tawaran yang kamu sebutkan tadi benar-benar sedikit menarik minatku. Sayangnya ... Aku tidak menyukai seorang wanita berdada rata."
Slashh!!
Tepat setelah Kai selesai berkata, wanita bercadar itu menghunuskan pedangnya yang mengakibatkan goresan pedang di pipi bagian kanannya.
"Cepat sekali!." Kai berkata dalam hatinya terkejut.
Sementara itu, niat membunuh yang wanita itu meluap-luap. Dia menatap Kai dengan amarah yang begitu besar.
"Kau sialan! beraninya kau menghinaku! Karena kau menolak niat baikku, sebaiknya kau mati saja."
Hawa dingin yang keluar dari pedang wanita itu membuat Zhukai sedikit bergidik. Bahkan dengan bantuan Api Feng Yizue, itu masih belum cukup menahan hawa dingin dari pedang wanita itu.
"Dia sangat kuat, jika aku bertarung dengannya kali ini. Sudah dipastikan aku akan kalah telak."
Di hadapkan dengan hawa dingin dari pedang wanita bercadar, Kai tidak bisa bergerak dengan bebas di bawah tekanan itu.
Dia menatap ke arah lain dan melihat bahwa hanya dua orang dari ras naga api yang masih hidup.
Zhukai melemparkan pedang hitamnya dan menggunakan kesadarannya untuk mengendalikan pedang hitam.
"Kalian berdua, cepat lari!!.."
"Sayang sekali..."
Bam!!
Tubuh kedua orang itu seketika terbelah menjadi dua, darah mengalir dengan deras dari tubuh mereka berdua.
Tepat setelah Kai membunuh kedua orang itu, notifikasi system berbunyi dalam benaknya.
Ding!
[Kai Gege berhasil menyelesaikan misi, (Balaskan dendam Feng Yizue)]
[Hadiah penyelesaian : Api suci lain Feng Yizue, segel Fisik Asura terbuka (10/1000), kenaikan 5 tingkat, 300 Poin Shura, dan lotus tiga warna]
[Kai Gege kembali memicu mis system, (Musnahkan seluruh ras naga api yang ada di Three Realms)]
[Hadiah penyelesaian : Kenaikan 1 ranah, 10.000 Poin Shura, segel Fisik Asura terbuka (50/1000), dan mata kaisar]
Melihat deskripsi misi yang Yi berikan, Kai benar-benar jatuh dalam keterkejutan.
__ADS_1
Apa yang membuatnya terkejut hanyalah satu hadiah yang ada di sana, 'Mata Kaisar'. Jika Kai benar-benar memiliki mata kaisar, itu akan sangat meningkatkan kemampuan bertarungnya.
"Tidaakk!!" melihat dua orang yang tersisa dari ras naga api terbunuh di depannya.
Leluhur ras naga api jatuh dalam keputusasaan. Dia mengepalkan tangannya erat sambil menggertakkan giginya.
"Bajingan, dendam apa yang kami miliki terhadapmu. Kenapa kau melakukan hal kejam seperti ini pad rasku!." meskipun dia sangat marah, tetapi tidak ada yang bisa ia lakukan saat ini.
"Hal kejam? Hahaha, jangan membuatku tertawa!.. Ini hanyalah awal dari pembalasan dendamku. Seratus tahun dari sekarang, aku pasti akan membuat ras kalian menghilang dari dunia ini. Tunggu saja..."
Setelah Zhukai menyelesaikan ucapannya, dia menatap wanita bercadar di depannya sambil menyeringai.
"******, rasa malu ini pasti akan aku kembalikan di masa depan."
"Persetan denganmu!!.." saat wanita itu hendak menebas leher Zhukai dengan pedangnya. Kai sudah menghilang terlebih dulu dari pandangannya.
"Sial, teknik pria itu sangat aneh. Aku sama sekali tidak bisa melacak hawa keberadaannya saat ini." wanita itu kembali menyarungkan pedangnya dan berjalan kearah leluhur naga api untuk membantunya berdiri.
"Telanlah pil penyembuh ini, itu akan mempercepat pemulihan tubuhmu."
Leluhur ras naga api menerima pil pemberian wanita itu dan menelannya.
Setelah berselang beberapa menit, luka-luka yang di derita leluhur ras naga api sembuh secara perlahan.
"Bajingan! Tunggu saja, aku pasti akan membunuhmu suatu saat nanti.."
Aaacchooo~...
"Haahh, siapa orang jelek yang membicarakan ku."
Saat Kai kembali ke kamarnya, dia melihat tubuhnya masih tergeletak di atas lantai. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Kai segera mengembalikan kesadarannya kembali ke tubuh utamanya.
****
Bersambung..
Tingkatkan Kultivasi :
• Holy Lord : Langit Pertama – Langit Ke-sembilan.
• Holy God : Langit Pertama – Langit Ke-sembilan.
• Holy God Venerable : Tingkat Pertama – Tingkat ke-tiga.→ Zhukai.
• God of Destiny : Roh, Fana, Abadi.
• Supreme God : Awal, Tengah, Terlambat, Puncak.
• Absolute King : Awal, Tengah, Terlambat, Puncak.
• Absolute Emperor : Awal, Tengah, Terlambat, Puncak.
• Supreme Absolute : Kesengsaraan 1-5.
• Divine Lord : Kesengsaraan 1-5.
__ADS_1
• Divine King : Kesengsaraan 1-3.
• Ancestor : ???