
Sorakan bercampur tepuk tangan dari semua orang menggema di seluruh halaman utama.
Sosok yang melayang di atas semua orang saat ini tidak lain adalah pemimpin Akademi Fangxuan, Ning Cangnan.
Selain menjadi jenius di usia muda, Ning Cangnan juga telah melalui banyak pertempuran di masa lalu hingga membuatnya mendapatkan julukan sebagai dewa pertempuran.
Dia juga merupakan putra dari Ning Fan, seorang Kultivator yang selamat dari pertempuran besar jutaan abad yang lalu.
"Hmph, seperti yang di harapkan dari dewa pertempuran, aura yang dia keluarkan tidak main-main." ucap seorang tetua sekte besar yang melihatnya dari jauh.
"Bagaimana menurutmu, apakah dia lebih kuat dari ketua sekte?" tanya seorang tetua yang datang bersama nya.
"Aku bisa mengatakan ketua sekte tidak akan bisa bertahan lebih dari lima serangan saat bertarung dengannya." tegas tetua.
Tetua di sampingnya tersentak kaget dengan mulut terbuka lebar, "Sungguh!? Apakah diam memang sekuat!.."
"Ya, karena aku sudah pernah melihatnya bertarung di masa lalu."
Di atas langit, Ning Cangnan menundukkan kepala sambil tersenyum lebar.
"Mereka semua memiliki bakat yang mengerikan, tapi pria itu ... mengapa aku tidak bisa melihat basis Kultivasinya!?"
Saat Ning Cangnan melihat seorang pria berpakaian hitam di bawah sana, kerutan muncul di wajahnya karena dia sama sekali tidak bisa melihat Kultivasi pria itu.
Sementara itu di bawah, Zhukai bisa merasakan mata besar sedang menatapnya dengan tajam seolah ingin melihat kedalam tubuhnya.
Tapi dengan bantuan Shura Void dan true energi, orang lain tidak mungkin bisa lihat basis Kultivasinya bahkan jika itu seorang Kultivator di ranah Ancestor.
"Hehehe, ingin melihat basis Kultivasiku? Kau seratus tahun lebih cepat untuk melakukannya."
Di atas langit, Ning Cangnan akhirnya pasrah untuk melihat basis Kultivasi Zhukai.
Sebaliknya, dia menyeringai sambil bergumam pelan. "Hmm, sepertinya kompetisi sekte tahun ini akan menjadi sangat menarik."
Ning Cangnan menghela nafas panjang kemudian kembali ke tempat duduknya.
"Karena kepala Akademi Fangxuan sudah menyatakan dimulainya kompetisi, setiap peserta segera pergi ke grup masing-masing."
Dengan perintah dari tetua itu, para perwakilan dari berbagai sekte mulai terbang menuju ke arena dimana grup mereka berada.
Sementara itu, Zhukai melihat ke kanan dan kirinya untuk mencari teman seperguruan nya.
"Saudara-saudara!!.."
Mendengar suara itu, Kai segera membalikkan badannya untuk mencari kearah sumber suara.
"Kesini saudara..."
__ADS_1
Tatapan Kai berhenti pada seorang pria yang tidak lain adalah Mo Kun yang bersama dengan Ouyang Jin dan juga yang lainnya.
"Bagaimana dengan kalian, apa ada di antara kalian yang berada di grup yang sama denganku?" tanya Zhukai sambil menunjukkan nomor ujiannya.
"Aku berada di grup B." jawab Ouyang Jin.
"Aku di grup E." Mo Kun berkata dengan tangan menepuk dada.
"Aku di grup D."
Mendengar semua itu, Kai menghela nafas sambil menatap mereka dengan senyuman lembut.
Dia membuka Inventory dan mengambil lima jimat yang sengaja ia buat untuk mereka berlima.
"Gunakan saja jimat ini, jika di kompetisi nanti ada hal yang tak terduga terjadi. Jimat ini akan menyelamatkan mu saat kau merobeknya."
Setelah Zhukai memberikan itu kepada mereka berlima, dia berbalik sambil melambaikan tangannya.
"Kalian semua, semoga beruntung!!.."
Whuss
Tubuh Kai melayang di udara dan melesat cepat menuju ke arena dimana grup A berada.
Begitu Kai sampai di sana, dia mendengar suara seorang pria yang tidak lagi asing di telinganya.
Berdiri di belakangnya, itu tidak lain adalah dua orang pria jangkung dengan wajah yang sama sombongnya dengan Han Shen.
"Pria ini berani menggertak tuan muda? Hahaha, ternyata ada seorang idiot yang tidak tahu diri."
"Sshhtt, diamlah! tidakkah kau melihat dia ingin menangis? Hahaha..."
Ketiga orang itu terus melontarkan kata-kata yang di tujukan untuk menghina Zhukai.
Sayangnya, Kai sama sekali tidak memperdulikan mereka dan berjalan ke ruang tunggu sambil menunggu namanya di panggil.
"Bajingan! beraninya kau mengabaikan kami." salah satu pria yang berada di belakang Han Shen menjadi kesal setelah Kai mengabaikannya.
Dia berjalan maju kemudian memegang pundak Zhukai dengan tangan kanannya.
Tepat setelah itu, niat membunuh yang sangat pekat menyelimuti tubuh pria itu hingga membuatnya tidak bisa bergerak.
Butiran keringat dingin bermunculan di wajahnya, sedangkan wajahnya menjadi semakin pucat seolah-olah kematian sudah ada di depannya jika ia melangkah.
"Tch, menyebalkan sekali!!..."
Kai mengangkat tangannya dan menjentikkan jarinya tangannya tepat di tengah kening pria itu. Dan akhirnya....
__ADS_1
Boommm!!
Tubuh pria itu terhempas jauh hingga menghantam sebuah lapisan pelindung tebal yang ada jauh di belakang.
Arghhh!!
Setelah teriakan pria itu sesaat, dia kehilangan kesadaran dirinya dengan enam tulang rusuknya patah.
"Saudara!!..." teman satu sektenya segera berlari untuk melihat keadaan teman seperguruan nya itu.
Dia menghela nafas lega setelah melihat bahwa nyawa teman seperguruan tidak terancam.
"Bangsat!! beraninya kau melukai saudaraku!.."
"Mengapa aku tidak berani? Dua penjilat seperti kalian benar-benar menjijikan. sebaiknya kalian berdoa agar tidak bertemu denganku di arena nanti." Kai membalikkan tubuhnya dan berjalan pergi menuju ruang tunggu.
"Apa!? rasakan ini–..."
"Berhenti!."
Pria itu tertegun setelah melihat Han Shen mencoba menghentikannya. Kerutan muncul di keningnya saat dia berkata.
"Mengapa kau menghentikan ku, biarkan aku memukulinya untuk membalas apa yang ia lakukan pada saudaraku."
"Kompetisi akan segera di mulai, apa yang perlu kau khawatir. Bukankah lebih baik mengalahkannya dan mempermalukannya di depan semua orang?"
Han Shen menyeringai, di mengambil sebuah pil berwarna merah kehitaman dari sakunya kemudian memberikan pil itu pada pria di depannya.
"Ini, ambillah untuk berjaga-jaga.."
"Tapi, bukankah pil ini–..."
"Hanya untuk berjaga-jaga, kau juga tidak perlu memakannya jika jika kau memang yakin menang."
Meskipun pria itu sedikit ragu-ragu, tetapi pada akhirnya dia menerima pil yang Han Shen berikan.
Melihat pria di depannya mengambil pil yang ia berikan, Han Shen menyeringai lebar sambil menahan rasa senang dalam hatinya.
"Hahaha, dasar idiot! setelah kau dikeluarkan dari pertandingan. Selanjutnya adalah aku yang akan menghabisi pria itu."
Setelah berselang lima menit saat seluruh perwakilan dari setiap sekte berkumpul. Lima orang tetua Akademi Fangxuan turun dari ruangan mereka dan pergi ke lima arena.
Mereka tidak lain adalah para pengawas yang akan mengawasi kelima arena pertarungan.
"Pertandingan pertama, Ling Han dari sekte merpati melawan Long Tian dari sekte bunga naga."
***
__ADS_1
Bersambung...