Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Keluar dari Tempat Terkutuk


__ADS_3

Setelah Kai mendengar cerita Zheng Yan secara menyeluruh, dia bisa memperkirakan seberapa kuat leluhurnya di masa lalu.


Ia juga tidak tahu seberapa kuat Zheng Yan saat ini karena dia tidak pernah memperlihatkan seluruh kekuatannya.


"Haahh, memikirkan itu sekarang adalah hal yang tak berguna. Kamu sekarang sedang terburu-buru bukan, aku baik-baik saja disini. Pergilah.." Zheng Yan tersenyum sambil mengangkat tangannya.


Tapi kemudian, Kai menghentikan Zheng Yan untuk mengangkat tangannya sambil menatapnya dengan serius.


"Berhenti, aku tidak akan meninggalkan mu disini..." Melihat Kai berkata seperti itu, Zheng Yan menghela nafas dan tersenyum senang.


"Hahaha, jangan membuat lelucon seperti itu. Aku sudah sangat senang bisa bertemu denganmu kembali..." Zheng Yan dengan lembut melepas genggaman tangan Zhukai darinya.


Karena dia tahu seberapa kuat hukum yang mengekang nya di tempat itu, Kai tidak akan bisa membantunya keluar bahkan jika dia mendapatkan kembali seluruh kekuatannya.


"Tidak, aku serius!!.."


Kai kembali menghentikan gerakan Zheng Yan, dia sekarang telah bertemu dengan teman lamanya lagi. Tidak mungkin dia akan membiarkan dia sendirian lagi di tempat terkutuk itu untuk waktu yang lama.


"Pejamkan saja matamu, saat kamu membukanya kamu akan melihat sesuatu yang luar biasa.." Zhukai berkata pelan sambil menyuruh iblis wanita itu untuk memejamkan matanya.


Meskipun Zheng Yan sedikit aneh mendengar itu, dia memutuskan untuk percaya dengan apa yang Kai katakan.


Dia secara perlahan memejamkan matanya seperti yang Kai katakan, pada saat yang sama. Zhukai membuka toko system dan terus mencari benda yang dia butuhkan.


Tak lama berlalu sejak Kai membuka toko systemnya, dia akhirnya menemukan benda yang dia cari.


Sayangnya, poin Shura yang dia butuhkan cukup membuatnya mati karena terkejut.


Benda yang Kai butuhkan untuk membebaskan Zheng Yan dari hukum yang mengekang nya bernama Trisula Dewa Kuno.


Itu adalah artefak terkuat milik ras Ancient God, Kai dulu pernah melihatnya sekali di kehidupan pertamanya.


Sayangnya itu menghilang saat Zhukai berubah menjadi Shura, dia tidak tahu dimana keberadaan trisula dewa kuno itu berada sekarang.


"Sial, apakah tidak ada benda lain yang bisa aku gunakan saat ini.."


Meskipun Kai sedikit putus asa setelah melihat harga untuk trisula dewa kuno, dia masih terus berusaha untuk mencari pengganti lain yang bisa dia lakukan saat ini.


"Kai? apakah aku sudah bisa membuka mataku?" karena Zheng Yan merasa tidak ada apapun yang terjadi sedari tadi, dia sudah menduga bahwa mustahil baginya untuk keluar dari tempat itu.


"Tidak, tunggu sebentar lagi..." Kai berteriak saat melihat Zheng Yan ingin membuka matanya.


Dia dengan keras menggeser layar di depannya untuk menemukan benda lain yang bisa gunakan saat ini.

__ADS_1


Akhirnya, setelah Kai mencari dengan keras benda itu untuk waktu yang tidak sebentar. Dia akhirnya menemukan benda yang ia cari.


Sayangnya, efek yang di berikan oleh benda itu sangat jauh berbeda dibandingkan dengan trisula dewa kuno.


Apalagi harga yang di tampilkan di layar hologram itu juga tidak murah.


"Yi'er, apakah kamu tidak memiliki benda selain ini?"


[Maaf Kai Gege, selain benda itu dan trisula dewa kuno. Yi'er tidak memiliki benda lainnya di toko system]


Menghela nafas panjang, Zhukai dengan berat hati membeli benda di depannya.


Benda itu bernama air mata keabadian...


Air Mata Keabadian.


Deskripsi : Sebuah tetesan air mata yang terlahir dari kumpulan energi suci. Hanya terdapat 7 tetes secara alami di seluruh semesta.


Meskipun namanya sedikit aneh, tetapi jika Zheng Yan menggunakannya itu bisa membersihkan jiwanya dari hukum yang mengekang nya dan membiarkan jiwanya dan membuat jiwanya bisa keluar dari tempat terkutuk.


Sayangnya, itu hanya bisa membawa jiwanya pergi keluar dan tubuh aslinya masih menetap di tempat terkutuk itu.


"Zheng Yan, kamu bisa membuka matamu."


Zheng Yan perlahan membuka matanya seperti yang Kai katakan. Begitu kedua mata merahnya terbuka sepenuhnya, tubuh Zheng Yan bergetar karena keterkejutan.


Karena sebelum dia terjebak di tempat terkutuk itu, ayahnya juga memiliki air mata Keabadian. Dan dari Ayahnya, Zheng Yan mengetahui seberapa langkanya air mata keabadian itu.


Melihatnya sekali lagi setelah waktu yang sangat lama, bagaimana mungkin Zheng Yan tidak terkejut.


"Ah, aku beruntung menemukan ini dalam perjalanan." Kai menggaruk kepalanya sambil berkata pada Zheng Yan.


"Jangan berbohong, aku tahu kamu sedang berbohong saat ini." Zheng Yan berteriak keras.


Zhukai kembali tertawa canggung sambil membalas ucapannya, "Hahaha, bagaimana kamu tahu itu."


"Apa kamu lupa, di masa lalu juga kamu selalu menggaruk kepala mu setiap kali berbohong." jawab Zheng Yan.


Kai menghela nafas, dia tidak berkata apapun lagi dan menyuruh Zheng Yan untuk memurnikan air mata keabadian.


Melihat Zhukai tidak ingin mengatakannya, Zheng Yan juga tidak berkeinginan untuk memaksanya.


Dia dengan segera memejamkan matanya dan mengambil sikap lotus untuk bersiap memurnikan air mata keabadian.

__ADS_1


Lonjakan energi suci yang begitu besar menyelimuti sekujur tubuh Zheng Zheng Yan.


Kulitnya yang begitu merah perlahan berubah seketika dan kembali ke warna aslinya.


Tubuhnya yang besar juga kembali mengecil di ikuti dengan perubahan pada sekujur tubuhnya.


Selang beberapa waktu berlalu, penampilan Zheng Yan benar-benar berubah sepenuhnya.


Wajah seramnya kini telah menghilang di gantikan oleh kecantikan yang luar biasa yang tidak kalah dari Qi Yue dan istri-istri Zhukai yang lain.


Pada detik itu juga, ledakan besar terjadi dari tubuh Zheng Yan.


Boommm!!


Saat asap akibat ledakan itu menghilang, sosok cantik Zheng Yan berjalan mendekati Zhukai dengan penuh senyuman.


"Hmm, apa kau memang terlihat secantik ini di masa lalu?" Zhukai menggaruk dagunya sambil berkata dengan matanya menyipit.


"Tch, tidak bisakah kau melihatku sedikit senang.." Zheng Yan sedikit marah dan mencubit telinga Zhukai.


"Haha, maaf-maaf aku hanya bercanda." Zhukai tertawa kemudian mengangkat tangannya.


Tindakan itu seketika membuat Zheng Yan terkejut. Iblis wanita itu mengerutkan keningnya karena tidak paham dengan yang Kai lakukan.


"Untuk apa?"


"Cepat genggam saja telapak tanganku..."


Dengan patuh, Zheng Yan segera menggenggam telapak tangan Zhukai dan kilauan cahaya terang menyelimuti tubuh mereka berdua.


Detik berikutnya, ketika Kilauan cahaya itu meredup. Zheng Yan akhirnya bisa melihat sekelilingnya dengan jelas.


Tubuhnya bergetar dengan air mata mengalir deras di wajahnya.


"A–Aku bebas!?..." Zheng Yan berkata penuh ketidakpercayaan.


Dia telah terjebak di tempat itu untuk waktu yang lama dan hanya melihat pemandangan yang sama selama dia di sana.


Setelah jutaan abad terjebak di tempat terkutuk itu, Zheng Yan akhirnya bisa merasakan kembali bagaimana udara segar di luar sana.


Dia berbalik dan kembali menatap Zhukai dengan senyuman lebar penuh kebahagiaan.


"Kai, terimakasih..."

__ADS_1


****


Bersambung...


__ADS_2