Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Menjadi Murid Sekte Tujuh Pedang


__ADS_3

"Ungu? Bukankah para tetua mengatakan bahwa bakat tertinggi akan berwarna putih." ujar seorang peserta ujian yang cukup terkejut melihatnya.


"Aku juga tidak tahu, mungkinkah ada bakat lebih tinggi selain warna putih?"


Pembicaraan terjadi di antara para peserta ujian sekte. Mereka mulai berbicara satu sama lain tentang mengapa batu penilaian itu mengeluarkan warna ungu.


Sementara itu, ekspresi ketua sekte tujuh pedang dan juga para tetua berubah 180 derajat.


"Ketua sekte, mungkinkah ini..."


Li Yan mengangguk sebelum tetua itu dapat menyelesaikan ucapannya.


"Ya, batu penilaian mengeluarkan warna ungu dan itu tidak mungkin salah. Potensi gadis ini di masa depan akan sangat mengerikan. Untungnya dia mengikuti ujian sekte tujuh pedang dan akan secara resmi menjadi muridku setelah ujian berakhir."


Tetua lainnya mengangguk dengan perasaan bahagia, dengan adanya Nalan Ruyue sebagai murid di sekte tujuh pedang. Itu akan menjadi titik awal kebangkitan sekte tujuh pedang.


Sementara itu, Zhukai sendiri sedikit terkejut melihat warna bakat dari Nalan Ruyue.


Mengabaikan identitasnya sebagai putri kaisar kekaisaran naga, bakat yang di miliki oleh Nalan Ruyue memang cukup mengerikan.


"Ungu ya, hmm meskipun itu bakat yang cukup sulit di temukan di masa lalu tetapi ada bakat yang lebih tinggi di bandingkan itu."


Di kehidupan pertamanya, saat Kai pertama kali mengikuti ujian masuk sekte. Dia pernah mencoba menguji bakatnya dengan batu penilaian.


Sayangnya, ketika Zhukai meletakkan tangannya pada pecahan cahaya. Batu penilaian sama sekali tidak mengeluarkan setitik cahaya sedikitpun seolah itu tidak merespon Qi yang Kai berikan.


Bahkan setelah Kai mengalirkan lebih banyak Qi miliknya, batu itu masih tidak menyala.


Dengan begitu, karena para tetua sekte itu menganggap bahwa Zhukai tidak memiliki bakat, mereka mengusirnya dari sekte bahkan sebelum Kai bisa mengikuti ujian selanjutnya.


Tetapi, apa yang sebenarnya terjadi bukanlah Zhu Ken yang tidak memiliki bakat. Sebaliknya, karena Zhu Ken memiliki bakat menjadi penguasa, bagaimana batu penilaian itu bisa mengukur seberapa tinggi bakatnya?


Selain itu, batu penilaian juga bisa mengukur bakat yang lebih tinggi dari pada warna putih.


Itu adalah warna ungu dan di atasnya lagi, bakat tertinggi mempunyai warna hijau.


Jadi Kai tidak begitu terkejut melihat Nalan Ruyue memiliki bakat berwarna ungu.


"Nalan Ruyue, lulus..."


Setelah selesai berbicara dengan Li Yan, tetua sekte yang merupakan pengawas ujian mengumumkan bahwa Nalan Ruyue lulus dari tes bakat.

__ADS_1


Mendengar itu, Nalan Ruyue segera berbalik dan kembali berjalan ke tempat Kai berdiri.


"Hehe, cukup mengejutkan mengetahui identitas mu sebagai putri tunggal kaisar. Tapi kamu juga memiliki bakat yang mengerikan." ucap Zhukai melihat Nalan Ruyue berjalan kearahnya.


"Hehe Hehe... Aku sebenarnya berniat menyembunyikan identitas ku, tapi siapa yang menyangka salah satu di antara mereka akan menyadarinya." jawab Nalan Ruyue sedikit malu.


"Hmm, lalu apa alasanmu mencoba menjadi murid sekte tujuh pedang? Bukankah dengan bakat dan identitas mu, kamu bisa masuk ke sekte-sekte besar di benua naga biru?"


Mendengar pertanyaan ini, Nalan Ruyue terdiam beberapa saat. "I–Itu, maaf aku tidak bisa mengatakannya padamu."


Zhukai mengangguk. Hubungannya dengan Nalan Ruyue tidak bisa di bilang dekat. Mereka hanya baru mengenal beberapa saat lalu, bagaimana mungkin Nalan Ruyue bisa mengatakan sesuatu yang berkaitan dengannya kepada Zhukai.


Tapi Kai sama sekali tidak marah, dia tahu bahwa setiap orang memiliki privasinya sendiri. Dia juga tidak begitu memperdulikan mengapa Nalan Ruyue mendaftar sebagai murid di sekte tujuh pedang.


Setelah berselang beberapa menit, akhirnya nama Zhukai di panggil oleh tetua yang mengawasi ujian masuk.


"Paman, semoga berhasil." Nalan Ruyue berkata sambil memberi semangat.


"Ya, aku pasti berhasil."


Zhukai berjalan kearah panggung sambil melewati kerumunan peserta ujian.


Saat dia tiba di panggung arena di mana batu penilaian berada, dia segera meletakkan tangannya di pecahan cahaya.


"Whoaa, apakah dia juga akan memiliki bakat berwarna ungu sama seperti putri Ruyue?"


"Aku tidak tahu, tapi ini semakin menarik untuk dilihat."


Melihat banyaknya murid dan para tetua yang menaruh harapan padanya, Kai dengan kejam menghentikan secara paksa pengukuran bakatnya.


Karena Kai memiliki pengalaman di kehidupan pertamanya, dia bisa memanipulasi batu penilaian dan membuat warna sesuai yang ia inginkan.


Selang satu menit berlalu, setelah warna bakat milik Zhukai terhenti di warna hitam. Tetua sekte tujuh pedang menghela nafas dengan sedikit kecewa.


"Zhukai, lulus..."


Meski tetua itu terlihat kecewa, tetapi dia masih merasa sangat senang memiliki bakat lain yang cukup mengerikan selain Nalan Ruyue.


Setelah kembali ke tempatnya, Kai menerima tatapan tajam dari Nalan Ruyue.


"Ada apa?" Kai dengan acuh membalasnya.

__ADS_1


Dia sebenarnya sedikit malas dan ingin cepat-cepat di terima sebagai murid dan mencari banyak informasi yang ia butuhkan.


"Paman, apakah bakat kamu benar-benar berwarna hitam? Mengapa aku merasa bahwa kamu sengaja melakukan hal itu." Nalan Ruyue berkata.


Zhukai tersentak kaget setelah mendengar perkataan itu, dia tertawa kecil sambil membalas perkataan Nalan Ruyue.


"Hahaha, mana mungkin aku melakukannya. Bukankah tetua juga telah mengatakannya, tidak ada seorangpun yang bisa memanipulasi batu penilaian."


Meski dengan penjelasan yang Kai berikan, tatapan tajam dari Nalan Ruyue masih belum menghilang.


"Mengerikan!! Insting wanita terlalu mengerikan..."


Zhukai menelan ludahnya sambil menyeka keringat yang mengucur di wajahnya.


Berselang dua jam, hanya tersisa tujuh puluh orang yang saat ini telah lulus dari tes bakat.


Melihat jumlah peserta ujian yang hanya tersisa sedikit, Li Yan akhirnya memutuskan untuk tidak melakukan tes selanjutnya dan menerima tujuh puluh orang itu sebagai murid.


"Selamat, mulai saat ini kalian semua secara resmi menjadi murid sekte tujuh pedang. Apakah ada pertanyaan?"


Tak lama, Zhukai mengangkat tangannya dan mencoba bertanya. "Tetua, apakah aku bisa mengakses perpustakaan sekte secara bebas?"


"Menurut aturan sekte, kamu seharusnya perlu menjadi murid dalam dulu sebelum bisa mengakses perpustakaan. Tetapi karena kamu memiliki bakat berwarna hitam, kamu bisa mengakses perpustakaan itu sesuka hatimu."


Setelah jeda sesaat, tetua itu kembali berkata. "Apakah ada pertanyaan lain?"


Melihat tidak ada pertanyaan lain dari para murid, tetua itu akhirnya mengeluarkan tujuh puluh cincin ruang dengan sumber daya dan teknik di dalamnya.


"Itu adalah sumberdaya dan teknik berpedang dasar dari sekte tujuh pedang. Setelah kamu bisa menguasainya dengan sempurna, kamu bisa datang kembali kepadaku untuk teknik pedang lanjutan."


Semua murid mengangguk paham, mereka semua mulai memeriksa isi dari cincin ruang itu dengan kesadaran mereka.


Wajah mereka dipenuhi dengan senyuman sambil menatap tetua itu dengan hormat.


"Terimakasih tetua."


"Baiklah, itu adalah sumberdaya milik kalian. Aku harap kalian bisa menggunakannya dengan baik."


"Lalu, biarkan aku mengantar kalian semua ke asrama kalian."


****

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2