
"Apa begini tindakan seorang tetua Akademi Fangxuan, bahkan saat pria itu menggunakan pil terlarang kau masih bisa berdiam disini sambil menikmati pertandingannya." ucap Kai sambil mencengkeram leher tetua itu lebih erat.
Teriakan tetua itu semakin mengeras hingga menarik perhatian Ning Cangnan dan juga beberapa tetua agung Akademi Fangxuan.
"Apa! apa yang pria itu lakukan pada salah satu tetua kita!?" Ning Cangnan mengerutkan keningnya dengan sedikit kemarahan terlihat pada sorot matanya.
Seorang pelayan datang dan membisikkan sesuatu di telinganya, setelah beberapa saat, pelayan itu kembali berkata.
"Hmm, jadi apa yang akan anda lakukan tetua sekte?"
"Apa yang aku lakukan? Mengapa aku harus melakukan sesuatu. Tetua itu sudah mempermalukan Akademi Fangxuan, panggil dia setelah kompetisi ini berakhir. Aku sendiri yang akan mencabut jabatannya sebagai tetua Akademi."
Sementara Ning Cangnan masih di meliputi oleh kemarahan dengan tindakan tetua Akademi nya, ledakan besar di arena grup A mengejutkan semua orang yang ada di Akademi.
Saat pandangan setiap orang melihat kearah arena grup A, terlihat tubuh seorang tetua Akademi Fangxuan yang sangat buruk.
Kedua lengannya patah, lima tulang rusuknya remuk dan garis Meridian nya terputus.
"Hmph, kau cukup beruntung pak tua! Karena aku disini sebagai murid sekte tujuh pedang, aku tidak bisa membunuh seseorang semauku."
Setelah Kai berkata seperti itu, dia segera berbalik dan berjalan pergi meninggalkan arena.
Tepat setelah Kai turun dari arena, empat orang murid Akademi Fangxuan segera terbang ke sana untuk membantu menyembuhkan Long Aotian dan tetua pengawas yang terluka.
"Ini sangat mengerikan! Bahkan dengan bantuan Pil penyembuh kualitas sempurna, kedua orang ini masih memerlukan waktu lima tahun untuk sembuh sepenuhnya." ucap salah satu murid Akademi Fangxuan yang membantu Long Aotian menelan pil penyembuh.
"Mereka berdua seharusnya cukup beruntung, jika pria itu mengelukan seluruh kekuatannya, tubuh mereka berdua tidak mungkin masih ada sampai sekarang." Saat murid itu menyelesaikan ucapannya, dia merasakan tekanan yang sangat dingin di punggungnya.
Saat dia menoleh ke segala arah, dia tidak bisa menemukan orang yang memberinya perasaan seperti itu.
Sebelum pergi ke ruang tunggu, Kai melihat sosok wanita yang sangat tidak asing baginya.
Wanita itu sangat cantik dengan rambut biru sedikit keperakan. Melihat ekspresi khawatir di wajah wanita itu, Kai menghela nafas sambil tersenyum lembut kepadanya.
"Maaf sudah membuatmu khawatir." kai berkata sambil membuka lebar pelukannya.
Wanita yang tidak lain adalah tetua murid inti, Chen Xia segera berlari dan memeluk Zhukai dengan tangisan keras.
__ADS_1
"Hei, semua orang sedang melihat kita saat ini. Bisakah kamu melepaskan ku terlebih dulu." Zhukai berbisik pelan sambil tersenyum canggung.
Seolah kesadarannya baru saja kembali, Chen Xia segera melepas pelukannya dari Zhukai.
Wajahnya merah bagaikan apel yang matang, dia menjauh satu langkah dari Zhukai sambil berkata dengan suara pelan.
"K–Karena kamu baik-baik saja, a–aku akan segera kembali."
Chen Xia melambaikan tangannya kemudian berbalik dan terbang kembali ke ruangannya berada.
Sementara itu, setelah Kai melihat sosok Chen Xia menghilang dari pandangannya. Senyuman di wajahnya perlahan menghilang dan menyisakan wajah datar tanpa ekspresi.
"Ras Ancient Demon, jika mereka benar-benar bangkit kembali ... apa yang harus aku lakukan?"
Terhanyut dalam pikirannya, Kai berjalan kembali ke ruang tunggu sambil menunggu panggilan berikutnya.
Di kehidupan pertamanya sebagai Zhu Ken, Kai pernah mendengar sebuah cerita dari seorang kakek tua saat dirinya masih berusia 8 tahun.
Kai kurang mengingat dengan jelas kejadian saat itu karena ingatannya yang cukup buruk sewaktu dia masih kecil.
Tetapi, Kai masih ingat dengan jelas sepatah kata yang di katakan oleh pria itu kepadanya saat itu.
Ketika Kai mencoba mengingat kembali tentang hal itu, kepalanya merasakan rasa sakit yang begitu hebat.
"Iblis, apakah iblis yang kakek tua katakan waktu itu adalah ras Ancient Demon!."
Setelah memikirkan itu, Kai dengan cepat menggelengkan kepalanya sambil mencoba menghapus pikiran itu dari benaknya.
"Tidak, itu belum pasti. Untuk saat ini, aku harus fokus terlebih dulu untuk meningkatkan Kultivasiku."
Setelah keempat murid akademi membawa tubuh Long Aotian dan tetua pengawas keluar dari arena.
Ning Cangnan mengirim seorang tetua Akademi untuk menggantikan tetua yang terluka tadi.
Di salah satu kursi di ruang tunggu, Han Shen menahan amarahnya dengan terus diam di tempat duduknya.
Dia ingin sekali mengumpat dan mengutuk Long Aotian karena tidak berguna.
__ADS_1
"Sial, bahkan setelah mengkonsumi pil terlarang. Dia bahkan tidak bisa meninggalkan satu serangan di tubuh pria ini."
Han Shen melototi Zhukai dengan mata terbuka lebar, dia ingin sekali mencabik-cabik Zhukai dengan kejam.
Sayangnya pikirkan itu hilang seketika dari benaknya setelah teringat dengan kemampuan Zhukai yang sangat kuat.
"Tch, meskipun aku tidak bisa menghancurkanmu saat ini, tapi jangan senang terlebih dulu. Dasar bajingan;."
Dengan begitu, babak kedua berakhir dengan lebih cepat. Di grup A sampai grup E, hanya terdapat tiga orang tersisa yang akan bertanding besok untuk memperebutkan tiga peringkat teratas.
Rata-rata, dari mereka memiliki basis Kultivasi di ranah God of Destiny. Mereka semua juga berasal dari sekte besar, hanya Zhukai seorang diri yang berasal dari sekte menengah.
Di pintu keluar akademi, Kai bertemu dengan Nalan Ruyue dan teman-temannya yang lain.
Mereka menatap Zhukai dengan wajah lesu setelah kalah dalam pertandingan melawan sekte besar di babak kedua.
"Maaf saudara, aku tidak bisa pergi bertemu denganmu di babak ketiga besok." ucap Mo Kun dengan suara canggung sambil menggaruk kepalanya.
Zhukai menghela nafas sambil menepuk pundak pria itu, "Jangan menyerah seperti itu, adalah hal yang wajar bagi kalian kalah dalam kompetisi kali ini."
"Dengan Kultivasi kalian yang hanya berada di ranah Holy God Venerable, mengalahkan para jenius itu jelas hal yang mustahil."
Mendengar perkataan Zhukai, wajah setiap orang semakin gelap.
Tetapi, apa yang Kai katakan selanjutnya benar-benar membuat kesedihan mereka menghilang seketika.
"Tapi ... Kalian semua adalah jenius hebat yang akan bersinar di masa depan, apakah kalian lupa bahwa kalian juga telah mengalahkan jenius dari sekte besar."
Kai menatap Mo Kun kemudian memberinya sebuah kitab hitam dengan lembaran hitam polos sebagai sampulnya.
"Saudara, apa ini?" tanya Mo Kun dengan wajah kebingungan.
Kai tersenyum mendengar pertanyaan Mo Kun, "Itu sebuah kitab!."
"Tidak, bukan itu yang ingin aku tanyakan. Mengapa kamu memberikan kitab ini kepadaku?"
Zhukai berjalan maju kemudian berkata pelan tanpa membiarkan yang lain mendengarnya, "Pelajari saja apa isi dari kitab itu, itu akan membantumu memperkuat jiwa pedang yang baru saja kamu bangkitkan."
__ADS_1
****
Bersambung...