
"Hah? Hanya ini saja?" Kai mengerutkan keningnya setelah mendengar apa saja hadiah yang dia dapat.
Dia cukup setuju dengan banyaknya poin Shura yang ia dapatkan, tetapi dengan hadiah lainnya...
"Yi'er, apa kau mencoba membodohi suamimu? Kenapa hadiah yang aku terima hanya sedikit. Aku bahkan tidak mendapatkan pil ataupun herbal langka untuk membuat obat."
[Maaf Kai Gege, tapi memang hanya itu saja hadiah untuk Questnya.]
"Hmm, lalu untuk apa kartu pemanggilan dan juga telur misterius ini?" Kai berkata dalam hatinya.
[Jika Kai Gege memang sangat penasaran, mengapa tidak menggunakannya sekarang?]
"Kau benar juga, baiklah simpan yang lainnya selain telur misterius dan kartu pemanggilan."
Setelah barang yang tidak Kai perlukan di masukkan ke dalam Inventory, Kai mengambil kartu pemanggilan yang berwarna hitam pekat.
"Bagiamana caranya aku menggunakan ini?"
[Mudah saja Kai Gege, kamu hanya perlu meneteskan darahmu dan juga mengalirkan Qi milikmu ke dalamnya.]
Kai mengangguk paham, dia mengigit jarinya hingga mengeluarkan aliran darah dan kemudian meneteskan darah itu ke dalam kartu pemanggilan.
Setelah itu, dia mengalirkan energi spiritualnya ke dalam kartu pemanggilan hingga membuat kartu itu mengeluarkan cahaya yang cukup terang.
Pada saat kartu pemanggilan mendapatkan energi spiritual dalam jumlah banyak, kartu itu tiba-tiba melayang.
Awan di langit yang awalnya cerah dengan gumpalan awan putih seketika berubah menjadi hitam sepenuhnya.
Angin sepoi-sepoi yang baru saja Kai rasakan seketika berubah menjadi gelombang angin yang begitu kuat.
Gelombang angin itu membawa debu-debu yang menghalangi pandangan Zhukai.
Zzrrttt!!!
Ctarr!!
Sambaran petir berwarna ungu turun dan menghantam kartu pemanggilan yang sedang melayang.
Baru saja petir besar itu turun, petir lainnya dengan daya ledak yang sama juga ikut turun..
Hingga setelah kartu pemanggilan mendapatkan sambaran petir yang ketujuh, sebuah celah dimensi perlahan terbuka.
Dari dalam celah dimensi itu, sosok pria dengan tubuh kekar berjalan keluar.
Wajahnya terlihat cukup tua dengan banyak keriput di sekitar urat wajahnya.
Rambutnya panjang terikat dengan rapi di belakang kepalanya, di genggaman tangan kanannya terlihat tombak dengan ukiran naga ilahi di kedua sisinya.
Hanya sekilas, Kai bisa mengenali siapa orang di depannya saat ini.
Dia tidak lain adalah ... Yun Zhao, sang putra naga!.
Pria kekar itu tiba-tiba berhenti dalam rentang jarak beberapa meter dari Zhukai, dia kemudian mengangkat tombaknya yang dipenuhi oleh ukuran naga di kedua sisinya dan berteriak.
"Aku, Yun Zhao (putra naga), salah satu jendral tertinggi di antara tiga negara. Mulai sekarang, aku akan bersumpah setiap pada tuan baruku."
Yun Zhao tiba-tiba berlutut dan menundukkan kepalanya, "Jika boleh tahu, siapa nama tuan baru yang akan aku layani?"
Yun Zhao bertanya pada Zhukai yang masih berdiri bodoh, "Tuan, apakah kamu mendengarkanku?"
__ADS_1
"Ah, maaf-maaf aku hanya sedikit terkejut."
"Shur– Tidak, namaku Zhukai. Panggil aku dengan nama itu."
Tubuh Yun Zhao bercahaya, itu terlihat seperti dia saat ini sedang melakukan pencerahan untuk menerobos.
Tubuhnya mengalami rekontruksi setelah menerima cahaya itu. Kulitnya yang tadinya keriput dan kendor saat ini telah kembali mengencang. Otot-otot di sekujur tubuhnya juga telah menguat, bahkan tulangnya yang sudah melemah kembali ke kondisi puncaknya.
Setelah Yun Zhao selesai mengalami rekontruksi tubuh, dia terlihat sangat jauh berbeda dibandingkan sebelumnya.
"Haa... Apa yang baru saha terjadi, mengapa aku merasa sangat sehat?" Yun Zhao terlihat bingung, dia kemudian bertanya Zhukai tentang apa yang baru saja terjadi.
"Sebaiknya kau melihat ini terlebih dulu."
Zhukai menyerahkan sebuah cermin pada Yun Zhao, "Eh, benda apa ini...."
Deg–
Begitu Yun Zhao menatap kearah cermin yang ada di tangannya, ekspresinya seketika berubah.
Tubuhnya bergetar di ikuti oleh perasaan senang yang muncul di dalam hatinya.
"T–Tidak mungkin!! Bukankah ini adalah penampilan saat aku masih muda dulu?"
Yun Zhao terus menempelkan jari-jari di wajahnya, dia masih tidak berani mempercayai apa yang telah terjadi padanya saat ini.
"I–Ini keajaiban! tuan, apakah kamu yang telah melakukan ini?" Yun Zhao memberi Zhukai hormat dan bertanya.
Melihat reaksi antusias yang Yun Zhao tunjukkan, Kai menghela nafas sambil menganggukkan kepalanya.
"Ya, kamu bisa mengatakannya seperti itu. Karena kamu sekarang adalah bawahan pertamaku, aku akan memberimu hadiah..."
"Karena kamu sudah diberkahi oleh tubuh fisik yang kuat aku akan memberimu, maka aku akan memberimu ini ... Tubuh Dewa Kematian!!"
"Mulai sekarang, kau akan bertarung bersamaku dalam perjalananku menjadi seorang penguasa semesta."
Zhukai mengangkat jarinya dan mendekatkannya pada dahi Yun Zhao.
Boommm!!
Bayangan naga berwarna emas melesat keluar dari tubuh Yun Zhao. Terlihat di atas langit, naga itu sedang melakukan penggabungan dengan aura kematian dari tubuh Dewa Kematian.
Raungan!!!
Naga emas itu meraung dengan keras saat sekujur tubuhnya di selimuti oleh aura kematian.
Dan pada detik selanjutnya, ledakan aura tercipta ketika aura kematian dan naga ilahi itu bergabung.
"Hah!!..."
Yun Zhao berdiri, sekujur tubuhnya dipenuhi oleh ukuran naga berwarna hitam. Sementara itu di tengah keningnya, terlihat tanda naga melingkar dengan aura hitam yang mengelilingi seluruh tubuhnya.
Saat Yun Zhao membuka kedua matanya, bola matanya yang awalnya berwarna biru cerah saat ini telah menghitam sepenuhnya.
Dia segera berlutut dan mengucapakan terimakasih pada Zhukai atas hadiah yang dia berikan.
"Terimakasih tuan, bawahan ini pasti akan bekerja keras!.."
Kai mengangguk puas, dia kemudian melihat layar status milik Yun Zhao yang tiba-tiba muncul di depannya.
__ADS_1
Statusnya saat ini benar-benar berbeda jauh di bandingkan saat Yun Zhao pertama kali datang.
(Yun Zhao)
Kultivasi : Supreme God!
Body : Naga Kematian!
Teknik : Raungan Naga, Seni Tombak Membakar Langit.
Potensi : Heaven!
Loyalitas : 100/100 (sangat setia)
Melihat status Yun Zhao saat ini, Zhukai tersenyum puas. Apalagi setelah melihat potensi dan juga Loyalitasnya, itu membuat senyuman di wajah Zhukai semakin merekah.
Dia kemudian mengambil telur misterius yang ada tidak jauh darinya, ketika Kai membawa telur itu di tangannya, layar status tiba-tiba muncul di depan matanya.
[Telur misterius, apakah Kai Gege akan menetaskannya sekarang?]
Kai menjawab, "Ya.."
[Untuk menetaskannya, Kai Gege Pelu memberikan darah, Qi, dan juga sebuah nama..]
Zhukai dengan cepat memberikan satu tetes darahnya dan juga Qi miliknya. "Sekarang untuk nama ... Ah, aku baru saja memikirkannya. Bagaimana dengan Luna? Bukankah itu terdengar imut."
Ding!
[Nama Luna telah berhasil di masukkan, sisa waktu sebelum menetas : 100 hari]
Melihat jeda waktunya, Zhukai mengerutkan keningnya. "Kenapa ini lama sekali? Tapi sudahlah, aku juga masih bisa menunggu."
Kai kemudian memasukkan telur misterius itu kedalam Inventory dan berkata.
"Ayo pergi ke dunia jiwa terlebih dulu, aku cukup merindukan istriku."
Kai dengan penuh wibawa mengibaskan tangannya, sebuah portal dimensi tiba-tiba muncul di depannya.
Dia berjalan masuk ke dalam portal bersama dengan Yun Zhao yang mengikutinya di belakang.
Saat kedua orang itu telah memasuki portal ke dunia jiwa, portal itu perlahan mengecil hingga akhirnya menutup.
***
Bersambung...
Sedikit catatan :
Untuk tingkatkan potensi akan Author bagi menjadi 5.
• Biasa
• Langka
• Legenda
• Surga (Heaven)
• Dewa (God).
__ADS_1
Masing-masing dibagi jadi tiga : rendah, menengah, dan tinggi.