
Di atas bangunan di mana Zi Suyuan dan dua putrinya duduk, Zi Lin Yue duduk dengan tangannya yang terus memegang dada.
Zi Suyuan yang melihat itu segera bertanya dengan ekspresi khawatir, "Putriku…? apakah terjadi sesuatu padamu? jika iya, kamu bisa menceritakannya pada ibu."
Dia berkata dengan lembut sambil mengelus wajah putrinya.
"Emmm, aku baik-baik saja ibu." Zi Lin Yue tersenyum hangat, tidak ingin ibunya khawatir.
Sejak terobosannya kemarin malam, indera beserta persepsi miliknya telah meningkat jauh dari apa yang ia bayangkan.
Sejak Zi Lin Yue tiba di dalam arena, hatinya selalu merasa tidak tenang seolah ada sesuatu yang mengganggunya.
"Ada apa ini... Mengapa aku merasa tidak tenang dari tadi."
Zi Lin Yue diam sejenak kemudian menghela nafas panjang dan berkata pada dirinya sendiri.
"Haahh, kamu harus tenang Lin Yue. Kamu tidak boleh membuat ibumu semakin khawatir."
Akhirnya, setelah beberapa menit menenangkan dirinya. Zi Lin Yue akhirnya dapat mengatasi perasaan menganggu dalam hatinya.
Di atas arena, para perwakilan dari tiap benua telah berkumpul ke kelompoknya. Meski bisa di bilang kelompok, itu seperti kompetisi dalam satu kelompok itu.
Jika benua naga biru tidak bisa menjadi yang pertama dalam kelompok itu, mereka tidak akan bisa melanjutkan ke babak kedua.
"Kalian semua ... semangat!!..." ucap Kai melalui transmisi suara.
Mo Kun, Ouyang Jin, dan Nalan Ruyue sama-sama terkejut. Tetapi mereka kemudian tersenyum lebar sambil bertekad dalam diri mereka.
"Senior, kami pasti akan menjadi juara di turnamen ini."
Dengan begitu, setiap kelompok mulai memasuki alam kecil di mana mereka akan bertarung dan memperebutkan token.
Setelah mereka semua masuk, sebuah layar seperti hologram besar muncul secara tiba-tiba di tengah-tengah arena.
Itu begitu besar hingga semua penonton dan juga para tetua bisa melihatnya dengan jelas.
"Oh benar, aku belum berbicara dengannya setelah kejadian itu."
Saat Zhukai melihat pergerakan perwakilan benua naga biru pada layar hologram. Dia tiba-tiba teringat dengan Qi Yue yang masih marah sejak kejadian itu.
"Haahh, sudahlah aku akan memikirkan cara minta maaf setelah bertemu dengannya."
Ketika semua orang tidak menyadari keberadaannya, Zhukai secara diam-diam menghilang dari kerumunan itu.
__ADS_1
"Eh, ada fluktuasi energi yang sangat aneh baru saja– atau itu hanya perasaanku saja?"
Duduk di kursinya, Zi Suyuan menatap tajam pada tempat dimana Zhukai duduk sebelumnya.
Setelah melihat lebih lama dan tidak ada sesuatu yang aneh di sana. Dia menghela nafas panjang kemudian kembali menatap bagaimana babak pertama berlangsung.
****
Di dalam hutan dengan banyak pepohonan tinggi, tiga orang terbangun setelah merasakan hawa di sekitar mereka tiba-tiba berubah.
Di antara ketiga orang itu, seorang pria memejamkan matanya untuk memeriksa keadaan di sekitar dengan persepsi ilahinya.
"Hmm, kurasa tempat ini cukup aman. Kita bisa membuat rencana kedepannya di sini." gumam pria yang tidak lain adalah perwakilan benua naga biru, Mo Kun.
Saat dia mencoba membangunkan kedua temannya, Ouyang Jin dan Nalan Ruyue sudah bangun terlebih dulu.
"Ah... Kepalaku sedikit sakit."
Mo Kun segera membantu Ouyang Jin dan Nalan Ruyue berdiri.
Di saat mereka bertiga hendak mendiskusikan rencana untuk menjadi yang pertama dalam kelompok. Tiba-tiba seorang pria terdengar di seluruh hutan.
"Maaf karena bum memberitahukan ini sebelumnya. Selain dengan mencuri token milik kelompok lain, kalian bisa mengumpulkan token dengan membunuh binatang buas."
"Itu saja dan silahkan berkompetisi dengan sekuat tenaga kalian. Batas waktunya adalah dua hari."
Setelah pesan itu berakhir, Mo Kun memberi helaan nafas panjang dan kemudian menatap kedua wanita di depannya.
"Baiklah, seperti yang di katakan oleh tetua itu tadi. Selain merebut token dari perwakilan lain, kita juga bisa mendapatkan token dengan berburu bintang buas."
"Kita akan berburu secara diam-diam tanpa menarik perhatian dari perwakilan lain."
"Tapi mengapa?" tanya Nalan Ruyue dengan ekspresi bingung.
Mo Kun menghela nafas panjang kemudian memberi penjelasan pada Nalam Ruyue dan Ouyang Jin mengenai kondisinya.
Meskipun Mo Kun telah membangkitkan wujud sempurna dari jiwa pedang berkat bantuan Zhukai. Tetapi dengan basis Kultivasinya saat ini, dia hanya bisa mengendalikan jiwa pedangnya selama setengah jam.
"Jadi melawan mereka sekarang sama dengan bunuh diri. Apakah kalian ingat dengan pil yang senior berikan?" Mo Kun bertanya sambil menatap kedua wanita itu dengan secara bergantian.
"Ya, senior memberitahu untuk menggunakan pil itu hanya pada saat nyawa kita terancam saja."
"Benar, jadi untuk saat ini. Mari berburu seefisien mungkin."
__ADS_1
Kedua wanita itu kembali mengangguk. Setelah ketiga orang itu selesai membuat rencana, Mo Kun segera meminta mereka berdua untuk memejamkan mata.
Dia kemudian mengeluarkan dua kertas dengan rune emas yang ada di dalamnya.
"Emm, bagaimana senior melakukannya tadi malam." Mo Kun memejamkan matanya sambil mengingat kembali apa yang Kai katakan pada malam itu.
Sesaat setelahnya, Mo Kun kembali membuka kedua matanya dengan helaan nafas panjang.
"Haahh, jiwa pedang!."
Sebuah cetakan pedang berwarna perak dengan gagang pedang itu berwarna hitam. Terlihat sangat mirip seperti pedang aslinya.
Tak lama kemudian, cetakan pedang itu berubah menjadi biru dan akhirnya membelah menjadi dua bagian.
Mo Kun menggerakkan tangan kirinya untuk membuat kedua kertas itu melayang di depan Nalan Ruyue dan Ouyang Jin.
Sementara itu, tangan kanannya mengendalikan jiwa pedangnya yang telah memecah menjadi dua bagian dan menebas kertas yang melayang di depan Nalan Ruyue dan Ouyang Jin.
Energi aneh kemudian menyelimuti tubuh kedua wanita itu, sedangkan untuk Mo Kun. Dia memuntahkan seteguk darah segar karena terlalu berlebihan mengeluarkan energinya.
Setelah Mo Kun menyeka jejak darah di bibirnya, dia memasang senyum di wajahnya kemudian meminta kedua wanita itu untuk membuka matanya.
"Apakah kamu sudah selesai melakukannya?" Ouyang Jin bertanya.
"Ya, dengan ini aku bisa mengetahui keberadaan kalian. Oh, aku juga memberikan kalian sedikit energi dari jiwa pedang. Itu akan membuat serangan kalian semakin tajam dan meningkatkan indera kalian."
"Baiklah, karena sudah seperti ini maka kita akan melanjutkan seperti yang telah kita rencanakan tadi."
Akhirnya, setelah berselang beberapa menit Mo Kun dan kedua rekannya memutuskan untuk berpencar dan mencari tempat berburu masing-masing.
Sementara di di dimensi lain, seorang pria tampan dengan rambut hitam pendek tengah berjalan sambil memanggil nama seseorang.
"Yue'er, kamu di mana? aku minta maaf atas waktu itu."
Kai memangil nama istri nya beberapa kali, sayangnya dia tidak mendapatkan jawaban apapun.
Persepsi ilahinya juga tidak bisa di gunakan di dimensi roh pedang.
Setelah beberapa saat berjalan, langkah kakinya terhenti karena sosok wanita cantik yang melayang tepat di depannya.
"Aaa... Yue'er!!..."
****
__ADS_1
Bersambung...