Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Keberadaan Pecahan Pedang Hitam


__ADS_3

Di aula pertemuan Klan Zi, seorang pria setengah baya duduk di sebuah kursi dekat dengan seorang wanita cantik.


Menyadari tatapan tajam dari pria paruh baya itu, terlihat banyak kerutan bermunculan di wajah wanita cantik itu.


Dia tidak lain adalah Zi Suyuan, Matriak Klan Zi.


Meskipun Zi Suyuan telah mempunyai dua orang putri, tetapi dia masih memiliki wajah yang sangat cantik.


Bahkan jika harus di bandingkan dengan kedua putrinya, Zi Suyuan masih memiliki kemenangan mutlak dalam hal keindahan.


Dia awalnya sangat terkejut dengan kedatangan Li Cangtian yang terlalu tiba-tiba.


"Emm, apakah anda bisa berhenti menatap saya?" karena merasa sangat tidak nyaman, Zi Suyuan akhirnya memutuskan untuk mengatakan apa yang ada dalam pikirannya.


Mendengar perkataan tidak senang dari Zi Suyuan, Li Cangtian dengan acuh membalas ucapannya.


"Mengapa? apakah aku tidak boleh menatapmu." seringai lebar terlihat jelas di wajah Li Cangtian.


Dia benar-benar tidak memperdulikan ketidak senangan Zi Suyuan dan terus menatapnya.


Mengabaikan tatapan Li Cangtian, Zi Suyuan bertanya dengan nada dingin.


"Jadi, apa alasan anda datang mengunjungi Klan Zi kami?"


Meskipun Li Cangtian adalah penguasa Holy Realms, namun Zi Suyuan akan bertindak tegas jika dia melewati batas.


"Hmm, alasan aku datang kesini... Hmm, mungkin itu untuk bertemu denganmu."


"Tolong serius tuan Li, Klan Zi sekarang cukup sibuk untuk mempersiapkan turnamen antar benua yang akan di adakan lima hari lagi."


Saat Li Cangtian ingin membalas ucapannya wanita itu, pintu aula pertemuan tiba-tiba terbuka.


Dua wanita muda yang sangat cantik berjalan masuk kedalam ruangan itu.


Suasana tegang di antara Zi Suyuan dan Li Cangtian menghilang begitu saja dengan kedatangan kedua gadis itu.


Mereka berdua segera membungkuk kepada Zi Suyuan dan juga Li Cangtian.


Sedangkan untuk Li Cangtian, dia tersenyum puas saat melihat kedatangan Zi Lin Yue dan Zi Lan Mei.


Dalam benaknya, terbesit sebuah pemikiran menjijikan yang mungkin akan membuat Zi Suyuan sangat marah jika mengetahuinya.


"Kekeke, bahkan kedua putrinya sangat cantik. Bagaimana kalau aku ..." Li Cangtian menyeringai lebar sambil menatap Zi Lin Yue dan Zi Lan Mei dengan tatapan aneh.


Kedua wanita itu sedikit bergidik saat merasakan tekanan yang keluar dari tubuh Li Cangtian.


Kerutan muncul di wajah mereka berdua saat melihat tatapan aneh dari Li Cangtian yang diberikan pada mereka berdua.

__ADS_1


"Sangat kuat, jadi ini adalah kekuatan dari penguasa Holy Realms." ucap Zi Lin Yue dalam hatinya.


Begitu mereka berdua selesai memberi salam pada Zi Suyuan dan Li Cangtian, mereka berdua segera duduk di sebuah kursi panjang yang berada tidak jauh dari ibu mereka.


"Jadi ibu, mengapa kamu memanggil kami berdua datang kesini?"


Zi Suyuan menghela nafas panjang kemudian menjelaskan alasannya memanggil kedua putrinya datang.


"Lin Yue, Lan Mei ... Aku ingin kalian berdua pergi ke sekte pedang suci untuk meminta bantuan kakemu saat di turnamen antar benua nanti."


"Ah, itu tidak masalah ibu. Serahkan masalah itu pada kami berdua."


Zi Suyuan merasakan beban di tubuhnya semakin berkurang. Dia menatap Li Cangtian kemudian berkata.


"Jadi tuan Li, jika kamu tidak memiliki urusan lagi, kamu bisa pergi sekarang."


Mendengar ucapan Zi Suyuan, beberapa kerutan terlihat jelas di wajah tuanya.


Dia menggertakkan giginya dan berkata dengan marah, "Hahaha, bagus! sangat bagus! Jadi, klan Zi berani mengusirku, Li Cangtian."


"Tunggu tuan Li, tapi aku tidak bermaksud–..." Ucapan Zi Suyuan terhenti, itu karena Li Cangtian sudah berkata terlebih dulu.


"Baiklah, kuharap kalian tidak akan menyesali apa yang telah kalian saat ini ... aku pergi!"


Dengan perasaan penuh dengan kekecewaan, Li Cangtian meninggalkan Klan Zi bersama dengan di pengawal nya.


"Hahaha ... Hahaha, Zi Suyuan tercinta, karena kamu terus menolak perasaanku. Maka jangan salahkan aku jika berbuat seperti ini."


Sementaranya itu di aula pertemuan Klan Zi, Zi Suyuan duduk di kursinya dengan tatapan kosong di wajahnya.


Dia benar-benar tidak menyangka Li Cangtian akan bertindak seperti itu.


"Hahhh, apa yang harus aku lakukan... Setelah ini pria itu pasti akan melakukan hal-hal buruk dengan klan Zi kita, haruskan aku..."


Zi Suyuan menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan isi pikirannya dengan cepat.


Jika dia ingin meminta bantuan dari sekte pedang suci, dia takut itu akan membuat Li Cangtian menjadi semakin marah.


"Pak tua sialan, dia benar-benar sangat tidak tahu malu!..."


"Ibu~ apakah kamu tidak apa-apa..."


Karena kegelisahannya, Zi Suyuan tidak sadar bahwa kedua putrinya masih ada di sana.


Dia segera menghilangkan rasa sedihnya dan kembali tersenyum dengan cepat, "Ya, ibu tidak apa-apa. Kalian bisa kembali sekarang, besok ibu akan meminta paman mu untuk menjaga kalian selama perjalanan ke sekte pedang suci."


Zi Lan Mei dan Zi Lin Yue saling bertukar pandang, mereka saling memberi anggukan kemudian membungkuk kepada ibu mereka.

__ADS_1


"Baik ini, kami akan segera pergi sekarang..."


Kedua wanita itu berbalik dan berjalan keluar.


Melihat siluet putrinya menghilang dari pandangannya, senyum di wajahnya seketika menghilang.


"Hahh, kuharap kakek dapat membantuku jika waktu itu tiba..."


***


Di sebuah tempat yang tidak di ketahui di Holy Realms, sebuah portal ruang tiba-tiba terbentuk di udara kosong.


Dari portal ruang itu, kilatan petir hitam menyala-nyala di sekitar celah ruang yang terbentuk.


Tepat di detik berikutnya, sosok pria tampan dengan jubah hitam pekat keluar dari portal itu dengan wajah datar.


Dia menatap tempat di sekitarnya dengan menggunakan persepsi ilahinya.


"Hmm, di mana ini?"


Merasakan tidak ada aura kehidupan lain selain miliknya, pria itu menghela nafas panjang.


Portal ruang di belakangnya secara perlahan menutup.


Saat pria itu melayang sejauh sepuluh meter dari tempat ia berdiri, suara seroang wanita terdengar secara tiba-tiba di kepalanya.


Detik berikutnya, sosok wanita cantik dengan gaun hitam pekat muncul dari kekosongan.


Wanita itu memiliki senyuman menggoda di wajahnya, dia memeluk pria itu yang tidak lain adalah Zhukai sambil berkata dengan manja.


"Hubby, tidak jauh dari sini, aku merasakan energi kematian yang sangat kuat. Bahkan Dantian ku bergetar saat merasakannya. Mungkinkah itu adalah pecahan pedang hitam yang lain?"


Ekspresi datar di wajah Zhukai menghilang seketika, itu di gantikan oleh tatapan terkejut.


Pa!


Kai memegang kedua lengan Qi Yue dengan erat, "Di mana itu Yue'er ... apakah kamu tahu lokasi pastinya?"


Qi Yue memejamkan kedua matanya sambil tersenyum, "Oh, aku lupa tentang hal ini..."


Qi Yue mendekatkan wajahnya kearah Zhukai. Bibir mereka berdua semakin mendekat hingga akhirnya Qi Yue mencium bibir Zhukai dengan penuh gairah.


Ding!


[Kontrak berhasil di buat!]


****

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2