Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Kepergian Zhukai dan Zi Suyuan dari Dunia Jiwa


__ADS_3

Meskipun di masa lalu Kai adalah pembunuh yang lebih kejam dibandingkan Li Cangtian. Tetapi dia tidak melakukan itu secara sengaja.


Berbeda jauh dengan Li Cangtian, dia melakukan pembantaian itu secara sengaja hanya untuk menunjukkan kekuatannya.


"Tidak! Aku pasti akan membunuhnya, bahkan jika aku harus mengeluarkan kartu trufku!"


Pandangan Zhukai menjadi gelap, dia kemudian mengahmpiri Zi Suyuan yang sedang menemani Lin Lin di halaman rumah.


"Oh, apakah kamu memerlukan sesuatu Zhukai?" Zi Suyuan bertanya setelah menyadari kehadiran Zhukai mengahmpiri nya.


"Ya, aku akan menghadapi Li Cangtian setelah ini dan aku membutuhkan bantuanmu untuk itu."


Mendengar kata Li Cangtian keluar dari mulut Zhukai, amarah di dalam tubuh Zi Suyuan seketika meledak.


"Akan kulakukan!! Aku akan melakukan apapun untuk membantumu." Zi Suyuan berkata dengan tegas. Tidak ada keraguan ataupun ketakutan dalam tatapan matanya.


Melihat itu, Kai tersenyum sambil mengulurkan tangannya.


"Baiklah, aku akan menjelaskan apa yang akan kau lakukan nanti."


Zhukai mendekatkan mulutnya di telinga Zi Suyuan kemudian membisikkan sesuatu.


Tepat ketika Zhukai selesai membisikkan sesuatu pada Zi Suyuan, wajah Zi Suyuan seketika memerah.


"A– Bagaimana kamu tahu hal itu?"


"Aku memiliki cara sendiri untuk mengetahuinya. Jadi, bagaimana denganmu?"


Zi Suyuan menghela nafas, "Aku setuju, setelah apa yang pria tua brengsek itu lakukan pada Klanku. Bagaimana bisa aku tetap membiarkannya."


"Baiklah, kita akan berangkat setelah ini..."


Tepat ketika Kai dan Zi Suyuan akan pergi, sesuatu menarik kerah baju Zhukai.


"Kakak, apakah kamu mau melakukan hubungan dewasa dengan bibi?" Suara itu tidak lain adalah milik Lin Lin.


Kai cukup terkejut ketika mendengarnya, lalu bertanya. "Tidak kakak dan bibi tidak memiliki hubungan seperti itu."


Lin Lin menyipitkan matanya dengan wajahnya cemberut, "Bohong, aku baru saja melihat bibi memerah setelah Kakak membisikkan sesuatu padanya."


"Kata orang itu, ini adalah ciri-ciri orang yang akan melakukan– Hmmm..."


Kai seketika menutup mulut Lin Lin menggunakan jarinya, "Ssttt, tidak perlu mengatakannya lagi Lin Lin. Apakah kamu tidak ingin ini?"


Zhukai mengeluarkan sebuah lollipop dari Inventory nya. Melihat benda bulat berkilauan di tangan Zhukai, mata Lin Lin seketika melebar dengan air liur menetes keluar dari mulutnya.


"Beri... Lin Lin ingin lollipop itu kakak." Lin Lin melompat-lompat tetapi tidak dapat menggapai lollipop di tangan Zhukai.

__ADS_1


Hingga akhirnya, dia mengambil banyak nafas dan keringat menetes di wajahnya.


"Hahaha, berhenti-berhenti Lin Lin. Ini lollipop untukmu."


Zhukai memberikan lollipop itu untuk Lin Lin sambil berkata, "Jangan lupa untuk menyimpan rahasia ini oke."


Kai mengacungkan jari jempolnya pada Lin Lin.


"Baik kakak!"


Lin Lin membalas acungan jempol itu dengan tanda bulat di tangannya.


"Gadis pintar..." Kai mengelus kepala Lin Lin dan membawanya ke Yi.


Tak lama kemudian, Kai menemukan Yi sedang berlatih bersama dengan istrinya yang lain dan juga Zi Lin Yue dan Zi Lan Mei yang baru saja sembuh.


"Oh, ada apa Kai Gege?" Menyadari kedatangan Zhukai, Yi seketika mengehentikan latihannya dan datang untuk menyapanya.


"Tidak ada, aku hanya ingin memintamu menjaga Lin Lin. Dan juga dimana Zheng Yan? kenapa aku tidak melihatnya beberapa hari ini?" tanya Zhukai pada Yi.


Yi memutar matanya lalu menjawab, "Cih, dia sama sekali tidak berniat berlatih. Dia hanya menganggu kami semua ketika dia ada disini. Jadi dia memutuskan untuk pergi ke kota."


Zhukai tertawa canggung, "Kurasa sifat wanita itu tetap tidak berubah meski sudah jutaan tahun berlalu."


Setelah dia menitipkan Lin Lin kepada Yi, dia kemudian menatap Yi dengan senyum di wajahnya.


Kai mengangguk, "Ya, bagaimanapun juga aku tidak bisa membiarkan bajingan tua itu berbuat tidak masuk akal di Holy Realms."


Meskipun Kai telah melakukan terobosan, tetapi Yi masih sangat khawatir karena musuh yang akan Zhukai hadapi adalah penguasa Holy Realms, Li Cangtian.


Apalagi sepuluh hari yang lalu Zhukai hampir mati di tangannya, itu benar-benar membuat Yi khawatir jika Zhukai tidak seberuntung dulu.


Pa!


Kai meletakkan tangannya di atas kepala Yi dan menggosoknya sambil tersenyum, "Apa yang kamu khawatir, apakah kamu tidak percaya pada suamimu sendiri?"


Yi tersenyum seketika, rasa khawatirnya juga telah berkurang. Dia kemudian memeluk Zhukai dan berkata.


"Jangan memaksakan dirimu Sayang, kamu harus kembali dengan selamat."


"Baiklah, aku berjanji padamu."


Setelah Zhukai mengucapakan sampai jumpa pada Yi dan juga istri lainnya, dia bersama dengan Zi Suyuan seketika pergi meninggalkan dunia jiwa.


Tetapi sebelum Kai melangkah keluar dari dunia jiwa, dia mendengar suara Zi Suyuan di belakangnya.


"Aku sekarang mengerti alasan mengapa putriku jatuh cinta padamu. Selain fakta bahwa kamu memiliki kekuatan untuk melindunginya, kamu juga memiliki hari yang sangat baik."

__ADS_1


"Selain itu juga ... kamu memiliki aura misterius yang membuat siapapun merasa aman saat berada di sampingmu." ujar Zi Suyuan.


Tapi Zhukai seketika menanggapinya dengan cepat, "Apakah itu berarti, kamu juga merasa nyaman di sampingku?"


"Aaaa...."


Wajah Zi Suyuan seketika memerah, dia mengalihkan tatapan matanya dan berkata.


"Ba–Bagaimana mungkin, kamu sudah berhubungan dengan kedua putriku. Bagiamana bisa kamu bisa menjadi serakah seperti itu." Zi Suyuan menjawab tanpa berani menatap Zhukai.


"Hehehe, mengapa aku tidak boleh menjadi serakah?" Zhukai menyeringai.


Melihat Zi Suyuan memerah, Kai benar-benar merasakan kebahagiaan sendiri dalam hatinya.


Meskipun Zi Suyuan memiliki paras yang hampir sama seperti Zi Lin Yue atau Zi Lan Mei. Tetapi Zi Suyuan memiliki dua hal yang tidak di miliki oleh kedua putrinya.


Yaitu ketenangan dan aura kedewasaannya.


"Baiklah, kita sebaiknya berhenti bercanda. Musuh yang akan kita hadapi adalah Li Cangtian, penguasa Holy Realms. Bagaimana bisa kau bersikap sesantai itu."


Zhukai menatap lurus dengan wajah datar, "Entahlah, kau mungkin bisa menyebut ini sebagai ... Harapan dari banyak orang."


"Jangan lepaskan tanganku!"


Zhukai menggenggam telapak tangan Zi Suyuan dengan erat ketika mereka berdua akan memasuki portal menuju dunia luar.


"Baiklah!."


Setelah Zhukai dan Zi Suyuan pergi meninggalkan dunia jiwa. Portal di dalam dunia jiwa semakin mengecil hingga akhirnya menutup sepenuhnya.


***


Di alun-alun sekte tujuh pedang, terdapat ribuan anggota sekte tujuh pedang yang sedang berkumpul.


"Kita tidak punyak banyak waktu, senior akan menahan Li Cangtian untuk memberikan kita waktu ke dunia jiwa." Mo Kun berteriak keras dari atas panggung.


"M–Mo Kun, apa yang barusan kamu katakan itu benar..?" Orang yang bertanya itu tidak lain adalah Li Yun, ketua sekte tujuh pedang.


Mo Kun mengangguk, "Itu benar. Li Cangtian datang kesini bermaksud membunuh kalian semua untuk memancing senior datang."


"Tunggu dulu, setidaknya jelaskan siapa senior yang kamu maksudkan itu." Seorang tetua bertanya karena rasa penasarannya.


Mo Kun menatapnya kemudian menghela nafas, "Kalian semua sudah mengenalnya, dia adalah murid inti sekte tujuh pedang yang menghilang saat final kompetisi antar sekte."


"Dia adalah ... Zhukai!!"


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2