
Pria berjubah hitam itu tidak lain adalah orang yang sama dengan pria yang bertemu dengan wanita bercadar kemarin siang.
Dia adalah jenius dari Klan Lu sekaligus tirani nomor satu lelang semesta ... Lu Xiao.
Karena insting Ouyang Jin sebagai keturunan dari ras Demon Spirit, Ouyang Jin memiliki persepsi yang lebih baik dibandingkan dengan ras lainnya.
Hanya dengan sekali tatapan, dia bisa mengetahui bahwa Lu Xiao telah mempraktikkan teknik jahat yang membuat energi di tubuhnya telah telah berubah sepenuhnya.
Dia sekarang terlihat jelas layaknya iblis sejati.
Begitu Lu Xiao menyadari tatapan dari Ouyang Jin, dia menatapnya kembali dengan seringai lebar di wajahnya.
"Hehehe, gadis ini... Dia mengeluarkan aroma yang sangat tidak biasa.."
Karena hal itu, Lu Xiao memutuskan untuk mendekati Ouyang Jin.
"Sial, apakah dia menyadarinya..."
Ouyang Jin segera berdiri dan buru-buru berbalik untuk pergi.
Sayangnya, Lu Xiao sudah tiba terlebih dulu di depannya untuk menghentikan langkahnya.
"Gadis cantik, bisakah kita bicara sebentar..." ucap Lu Xiao sambil menyeringai jahat.
Tubuh Ouyang Jin menegang, dia benar-benar dikejutkan dengan kecepatan Lu Xiao.
Meskipun ia tahu bahwa dia sendiri cukup kuat untuk seorang Kultivator di usianya, tetapi melihat jenius seperti Lu Xiao. Ouyang Jin benar-benar dibuat tidak bisa bicara.
Tetapi jika di bandingkan dengan Zhukai, Lu Xiao hanyalah sampah yang tidak berharga.
Tapi bagaimanapun, Lu Xiao masih terbilang sangat kuat untuk anak seusia dirinya.
"Maaf, aku sedang sibuk..." tanpa memperdulikan Lu Xiao, Ouyang Jin melangkah maju untuk kembali ke kamarnya.
Sayangnya, Lu Xiao menghentikan langkahnya dengan menghadangnya tepat di depannya.
"Hei, apa kau tahu konsekuensi setelah menolakku?" Lu Xiao menyeringai sambil mendekatkan bibirnya di telinga Ouyang Jin.
Tubuh Ouyang Jin bergetar, dia mencoba mendorong Lu Xiao menjauh sayangnya itu tidak berhasil.
"Hei, cepat lepaskan dia..." Mo Kun menggunakan tenaganya untuk menarik Lu Xiao pergi.
Sayangnya, entah seberapa keras Mo Kun mencobanya. Itu tetap tidak membuat Lu Xiao bergerak walaupun satu langkah.
Tepat saat Mo Kun mencoba menarik Lu Xiao pergi, tekanan yang sangat kuat menghantam hingga membuatnya memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya.
"Mo Kun..." Ouyang Jin berteriak khawatir saat minat Mo Kun memuntahkan seteguk darah segar.
__ADS_1
Dia mencoba untuk membantunya sayangnya, tekanan Lu Xiao mengunci pergerakannya yang membuatnya tidak bisa bergerak.
"Kamu mau kemana gadis cantik..."
Saat Lu Xiao menurunkan kewaspadaan pada Mo Kun, dia kembali menatap Ouyang Jin dengan penuh gairah.
"Gadis cantik, jika kamu tidak ingin melihat pria itu semakin terluka. Kau sebaiknya mematuhi apa yang aku katakan..."
Ouyang Jin menggertakkan giginya sambil menatap Lu Xiao dengan marah.
Tapi bagaimanapun, dia tidak bisa melakukan apapun saat ini kecuali menuruti apa yang pria itu inginkan.
Sayangnya, saat Ouyang Jin ingin mengangguk setuju, sesuatu yang mengejutkan terjadi.
****
Di sebuah lorong dimensi yang memiliki origin energi yang mengikis tubuh seseorang, dua orang melesat dengan cepat melewati lorong dimensi itu.
Mereka berdua tidak lain adalah Zhukai dan juga Ouyang Jin.
"Hei, kau saat ini terlalu lemah untuk menahan Origin energi ini. Mendekatlah kepadaku..."
Zheng Yan bagaimanapun sedikit tidak senang dengan itu. Karena dia tidak pernah bergantung pada siapapun sepanjang hidupnya, dia sedikit kesal karena harus berlindung di bawah seseorang.
"Apa yang kau tunggu, cepat mendekat."
Saat Zheng Yan mendekat, Kai dengan gerakan cepat segera memeluknya sambil mengalirkan Shura Void untuk melindungi tubuh mereka.
"H–Hei, bukankah kau mengatakan untuk mendekat. Kenapa kau memelukku sekarang, cepat lepaskan aku." Zheng Yan berteriak marah sambil mencoba membebaskan diri dari pelukan Zhukai.
"Bisakah kau diam sedikit, aku kesulitan melihat jika kau terus bergerak seperti itu."
"Ha? Apa...."
Setelah perdebatan dengan Zheng Yan untuk waktu yang lama, Zheng Yan akhirnya memutuskan untuk diam dan menuruti apa yang Kai inginkan.
Dengan begitu, mereka berdua akhirnya berhasil melewati lorong dimensi setelah tiga jam lamanya.
"Cepat lepaskan aku!..."
Hal pertama yang Zheng Yan lakukan setelah keluar dari lorong dimensi adalah menjauhkan dirinya dari si mesum Zhukai.
Ia jelas sadar selama di lorong dimensi, Zhukai diam-diam mengambil kesempatan untuk menyentuh tubuhnya dan itu membuatnya sedikit geli.
"Hahaha, kau benar-benar tidak berubah ya. Aku minta maaf tentang yang terjadi tadi."
"Hmph..."
__ADS_1
Zheng Yan mendengus sambil memalingkan wajahnya, "Kita sekarang ada di tanah suci, tepatnya kita berada di wilayah Klan Zi saat ini."
Tepat saat Zheng Yan menyebut wilayah Klan Zi, Zhukai terdiam sejenak karena sosok wanita cantik yang muncul di dalam benaknya.
Wanita itu adalah Zi Lin Yue.
"Wanita itu, bagaimana keadaannya sekarang. Apakah dia berasal dari Klan Zi tempat kita berada saat ini." Zhukai berkata pelan dalam hatinya.
Hanya dengan melihat wajah sedihnya, orang sudah tahu seberapa rindunya dia dengan sosok wanita itu.
"Ayo pergi ke kota terdekat untuk mencari informasi..."
Zheng Yan mengangguk setuju, "Ya... tubuh lemah ini juga membuatku kelaparan dengan cepat."
Karena Zheng Yan saat ini tidak memiliki basis Kultivasi, dia hanya bisa mengandalkan Zhukai untuk sampai di kota terdekat dengan cepat.
"Naiklah, aku berjanji tidak akan mengambil kesempatan darimu lagi." Kai tertawa kecil sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Zheng Yan naik.
"Cih, siapa orang bodoh yang akan percaya dengan ucapan mu." Zheng Yan menggertakkan giginya dan mengambil ukuran tangan Kai dengan rasa terpaksa.
Setelah Zheng Yan naik, Kai segera mengendalikan bilah naga terbang untuk pergi ke kota terdekat mereka saat ini.
***
Jauh di dalam wilayah Klan Zi, tepatnya di sebuah rumah sederhana yang berada di dekat danau. Dua orang gadis cantik berjalan keluar dari dalam rumah.
"Adik, besok adalah waktu di mana turnamen antar benua di mulai. Ayo segera kembali ke rumah, ibu mungkin mengkhawatirkan kita karena tidak pulang selama lebih dari lima hari."
"Ya kakak..."
Saat kedua gadis cantik itu, Zi Lin Yue dan Zi Lan Mei terbang pergi kembali ke kediaman utama. Zi Lin Yue berhenti melesat dan mengalihkan pandangannya kearah lain.
"Kai Gege?..."
"Adik, ada apa? apakah ada sesuatu yang menganggumu?" menyadari ada yang aneh dengan tindakan adiknya, Zi Lan Mei menghampirinya dan bertanya.
"T–Tidak kakak, tidak ada apa-apa..."
"Hahh, kupikir ada sesuatu. Ayo cepat kembali, ibu mungkin sudah menunggu kita."
Zi Lin Yue mengangguk dan melanjutkan perjalanan nya kembali ke kediaman utama.
Sementara itu jauh di atas dari kota besar dimana turnamen antar benua di adakan. Sebuah pedang raksasa melesat dengan kecepatan tinggi sambil mengeluarkan aura yang cukup kuat.
"Zheng Yan, ada kota di sana. Kita akan turun sebentar lagi."
****
__ADS_1
Bersambung...