
Mata Zhukai dan gadis itu saling bertatapan untuk waktu yang tidak lama.
"Bajingan!! Beraninya kau mengintip ku saat sedang berendam!." gadis cantik itu menggertakkan giginya dengan pikirannya yang penuh dengan amarah.
Dia mengambil sehelai kain putih yang berada tidak jauh darinya dan segera memakainya untuk menutupi tubuhnya yang telanjang.
"T–Tunggi gadis kecil, ini tidak seperti apa yang kamu pikirkan."
Saat Zhukai hendak menjelaskan nya, tusukan pedang yang sangat cepat datang kearahnya.
Swosshh!!
Zhukai menekuk lututnya dan mengindari serangan itu dengan mudah.
Meski begitu, puluhan serangan dengan kecepatan tinggi terus menyerang kearahnya tanpa memberi waktu pada Zhukai untuk menjelaskan.
"Haahhh..."
Boommm!!
Hanya dengan tekanan yang keluar dari tubuh Zhukai, gadis itu terhempas jauh dengan kain putih yang menutupi tubuhnya ikut terlepas.
Tampilan gadis itu tanpa busana sedikit membuat Zhukai diam sejenak, dia bisa melihat dengan jelas lubang yang dipenuhi bulu di tubuh gadis itu.
"Sialan!!! Sialan!! Aku tidak akan melepaskan mu bajingan!."
Gadis itu memecahkan token giok yang ada di tangannya.
Tepat di detik berikutnya, tujuh wanita dewasa dengan pakaian sama tiba-tiba muncul di samping gadis itu.
Tidak hanya itu, Kultivasi mereka juga tidak cukup rendah.
Mereka semua telah berada di ranah Holy God Veberable tingkat pertama.
Melihat mereka, Zhukai mulai berpikir dalam benaknya.
"Memiliki tujuh pengawal di tanah Holy God Veberable, identitas gadis ini jelas tidak sesederhana yang kelihatannya."
Tapi karena Zhukai juga tidak bisa di salahkan dalam kejadian itu, dia sama sekali tidak takut. Bahkan jika harus melawan ketujuh wanita itu seroang diri.
"Nona, apa yang telah terjadi?" salah satu pengawal wanita bertanya sambil mengambil sebuah pakaian untuk gadis itu.
"Grrt.... Cepat pergi tangkap dia hidup-hidup, aku sendiri yang akan memberinya hukuman karena berani melecehkan ku."
Mendengar itu, ekspresi wajah di setiap pengawal wanita tiba-tiba berubah 180 derajat.
Meraka bertujuh memberi Zhukai tatapan dingin dengan sambil mengeluarkan pedang dari cincin ruang di tangan mereka.
"Cih, Kultivator rendahan seperti mu berani menodai kesucian putri? Cepat menyerah atau terima akibatnya."
Pengawal wanita itu menghunuskan pedang kearah Zhukai di sertai dengan niat membunuh yang cukup besar.
Tapi reaksi yang mereka dapatkan dari Zhukai membuat mereka bertujuh terkejut.
"Heh Heh Hehehe... Menyerah? Maaf tapi itu tidak ada di dalam kamus ku."
Ketujuh wanita itu saling memandang satu sama lain.
__ADS_1
"Apakah pria itu sudah gila? Kami bertujuh berada di ranah Holy God Veberable sedangkan dia hanya berada di ranah Holy Lord. Darimana sebenarnya keberanian pria itu berasal."
"Tidak tahu, mungkin dia hanya seorang pria bodoh."
"Daripada membicarakan ini, sebaiknya kita segera menangkap pria itu seperti yang telah nona perintahkan."
Mereka bertujuh kemudian menghilang dari pandangan Zhukai.
Beberapa saat kemudian, puluhan tebasan pedang yang tidak terlihat menyerang Zhukai dari berbagai arah.
Meski di serang dengan banyak tebasan pedang dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi.
Tidak ada satupun dari tebasan pedang itu yang meninggalkan bekas goresan di tubuh Zhukai.
"Apa!? Bagaimana mungkin, tidak ada satupun dari serangan kita yang mengenai tubuhnya." salah satu pengawal wanita membuka lebar mulutnya dengan wajah terkejut.
Reaksi yang dimiliki oleh wanita lain juga tidak berbeda jauh darinya.
Dengan Kultivasi mereka yang berada di ranah Holy God Veberable, mereka seharusnya bisa membunuh Zhukai dengan sekali serangan.
Tapi melihat Zhukai yang masih berdiri tanpa terluka, sedikit rasa takut tertanam di hati mereka bertujuh.
"Hehe, gadis kecil. Bukankah kau mengatakan ingin aku menyerah, mengapa kalian semua menjadi diam seperti ini." Zhukai menyeringai lebar dari balik jubah hitamnya.
Dia sebenarnya tidak ingin melawan mereka bertujuh karena itu hanya akan membuang-buang waktunya.
Tapi melihat kemarahan di wajah mereka bertujuh dan juga gadis tadi, Zhukai tahu bahwa dia tidak bisa meredakan kemarahan mereka hanya dengan beberapa patah kata saja.
Hingga tak berselang lama setelah itu, Zhukai bisa merasakan niat membunuh yang begitu besar dari balik pepohonan.
"Awass!!..."
Tanpa perlu waktu lama, Zhukai menarik lengan gadis itu kedalam pelukannya.
"Kyaa...."
Gadis tadi di kejutkan dengan tindakan Zhukai yang tidak masuk akal. Tetapi setelah dia melihat puluhan bisau menancap di tanah tempat dia berdiri tadi. Dia segera tahu alasan mengapa Zhukai melakukan itu.
"Aku baik-baik saja, lepaskan aku..."
Kai segera melepas pelukannya dari tubuh gadis itu dan menatap kearah lain dengan canggung.
"Nona..."
Ketujuh pengawal wanita yang baru saja tersadar dari keterkejutan segera berlari kearah gadis tadi dengan rasa khawatir.
"Umm, mengapa kamu menolongku tadi.." gadis tadi bertanya dengan sedikit malu.
Zhukai tidak menjawab melainkan mengalihkan pandangannya kearah lain, dia berkata dengan suara dingin.
"Apa kau masih tidak mau keluar.."
Tepat di detik berikutnya, dari balik pepohonan, keluar seorang pria jangkung dengan wajah penuh tanda aneh.
Dia menyeringai lebar sambil memperlihatkan gigi-giginya yang berwarna merah seolah dia baru saja meminum darah segar.
"Kekeke... Bagaimana kau bisa menyadari itu, padahal aku seratus persen yakin bahwa pisau beracun itu akan membunuhnya."
__ADS_1
Meski di hadapan Zhukai serta tujuh Kultivator di ranah Holy God Veberable, pria jangkung itu masih bisa menyeringai.
"Siapa kau! Mengapa kau mencoba membunuh nona kami."
Ketujuh pengawal wanita menjadi semakin waspada. Fakta bahwa mereka tidak menyadari keberadaan pria itu membuktikan bahwa Kultivasi pria itu tidak rendah.
"Kekeke kau akan mengetahuinya ketika kau berada di ... Neraka!!"
Pria jangkung itu melesat sambil membawa dua belati tajam di tangannya.
Tanpa memberi waktu ketujuh pengawal itu untuk bereaksi, pria jangkung itu segera mengarahkan dua belatinya kearah gadis yang berdiri di samping Zhukai.
Sayangnya, pria itu merupakan Zhukai yang baru saja menggagalkan serangannya.
Boommm!!
Sebelum belati itu menyentuh gadis muda, Zhukai sudah terlebih dulu mendaratkan pukulan keras di dada pria jangkung itu.
Arghhh!!
Meski pukulan Zhukai tidak begitu keras, tetapi itu mengandung niat pembantaian nya yang secara perlahan menggerogoti organ dalam pria jangkung hingga membuatnya mati.
"Tidak perlu memperdulikannya, dia akan mati sepuluh detik dari sekarang.."
Meski ketujuh pengawal wanita dan juga gadis tadi sedikit meragukan apa yang Kai katakan. Tetapi setelah sepuluh detik berlalu, pria jangkung itu memuntahkan banyak darah segar hingga kemudian tergeletak tak bernyawa.
Ding!
[Membunuh seorang Kultivator di ranah Holy God Veberable, mendapatkan 100 Poin Shura]
Melihat itu, tubuh ketujuh wanita itu bergidik ngeri dan juga keringat dingin terus bermunculan di punggung mereka.
Melihat ketakutan di wajah ketujuh pengawal itu, Zhukai sedikit menahan tawa.
"Haha, tidak perlu setakut itu padaku. Karena kalian tidak memiliki niat membunuh selama pertarungan tadi, aku sama sekali tidak memikirkannya."
"Tapi, jika kalian memiliki niat membunuh kepadaku seperti pria tadi. Kematian adalah apa yang rasakan selanjutnya."
"Dan juga untukmu gadis kecil, aku datang kesini hanya untuk cairan spiritual ini. Aku sama sekali tidak memiliki niatan untuk mengintip mu."
Tanpa menjelaskan lebih panjang, Zhukai mengambil sebotol giok hijau dari Inventory dan mulai mengambil setengah air dari kolam kecil itu.
"Baiklah, aku tidak memiliki masalah lagi dengan kalian. Jadi selamat tinggal!."
Kai berbalik dan berjalan pergi sambil melambaikan tangannya.
"Ruyue..."
"Apa!?" Zhukai berbalik dengan sedikit keterkejutan.
"Namaku Nalan Ruyue, aku pasti akan membalas kebaikan ini di masa depan."
Mendengar itu, Zhukai sedikit menyeringai sambil berkata.
"Baiklah, aku akan menunggunya."
***
__ADS_1
Bersambung...