
Tubuh Keabadian, itu merupakan salah satu tubuh terkuat layaknya tubuh kaisar abadi.
Berbeda dengan tubuh kaisar abadi yang akan bertambah kuat setiap kali bertarung, Tubuh Keabadian terus mengikis kesadaran pemiliknya dan membuat kesadaran baru yang disebut sebagai...
Dao jahat.
Itu juga alasan di balik pembantaian yang di lakukan oleh Zi Lan Mei di dunia ilahi ratusan ribu tahun yang lalu.
Setelah Kai menghancurkannya menggunakan jimat yang ia temukan di reruntuhan Shura. Zi Lan Mei akan benar-benar mati jika ia tidak di temukan oleh ayahnya.
Dengan menggunakan teknik terlarang yang mengorbankan hidupnya sendiri, Ayah Zi Lan Mei menyegel tubuh keabadian putrinya tapi sebagai gantinya. Tubuhnya perlahan terkikis oleh Dao jahat hingga akhirnya menyebabkan kematiannya.
Meskipun kematian patriak Klan Zi menjadi pukulan besar bagi setiap anggota Klan, tetapi tidak ada satupun dari mereka yang mencoba untuk menyalahkan Zi LAN Mei atas kematian patriak nya.
"Lan Mei, kamu tidak perlu merasa bersalah atas kematian ayahmu. Ibu pasti yang akan melindungi mu mulai saat ini."
Di tempat pemakaman patriak Klan Zi, Zi Suyuan memeluk erat putrinya yang sedang menangis sambil memberikan kasih sayangnya sebagai seroang ibu.
Karena saat itu Zi Lin Yue masih berada di latihan tertutupnya, dia sama sekali tidak tahu tentang kematian ayahnya.
Barulah saat Zi Lin Yue keluar dari latihan tertutupnya, dia mendengar kabar bahwa ayahnya telah meninggal lima tahun yang lalu.
Dalam penyesalannya saat itu, Zi Lin Yue pergi meninggalkan Klan Zi dan pergi ke dunia ilahi.
Saat ini, ketika Zi Lin Yue dan kakaknya hendak pergi ke pusat kota. Zi Lan Mei tiba-tiba batuk sambil memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya.
Zi Lin Yue yang panik seketika berlari untuk membantu Zi Lan Mei, "Kakak! kakak! apa yang terjadi padamu."
Karena rasa sakit yang menyerangnya, Zi Lan Mei bahkan tidak bisa mendengar dengan jelas apa yang di katakan adiknya.
Setelah berselang beberapa saat, Zi Lan Mei bisa merasakan kesadaran lain yang ada di tubuhnya.
Ketika dia mendongak, terlihat bahwa mata kirinya telah berubah menghitam sementara mata kanannya masih terlihat normal.
"Ahhh... Kakak!! apa yang terjadi. Bertahanlah, aku akan memanggil ibu."
Ketika Zi Lin Yue hebdak pergi memanggil ibunya, dia di hentikan oleh tindakan kakaknya yang menggenggam lengan kirinya.
"J–Jangan, ibu saat ini sedang di sibukkan dengan persiapan turnamen antar benua. Aku tidak ingin kita mengganggunya." ucap Zi Lan Mei sambil memaksakan tubuhnya untuk berdiri.
"T–Tapi kakak, kondisimu saat ini–..."
"Aku tidak apa-apa, lihat ... bukankah aku baik-baik saja sekarang."
__ADS_1
Meskipun segel yang di tanamkan oleh ayahnya sudah semakin melemah, tetapi itu setidaknya bisa mengehentikan Dao jahat di tubuhnya.
"T–Tapi, baru saja itu–..."
Melihat adik kecilnya yang benar-benar khawatir kepadanya, Zi Lan Mei tersenyum lembut sambil berkata.
"Kejadian tadi, tolong sembunyikan itu dari ibu."
Setelah percakapan singkat, mereka berdua segera berjalan pergi ke pusat kota.
****
Sementara itu di Akademi Fangxuan, Zhukai yang merasakan aura iblis dari tubuh Long Aotian menjadi sedikit dingin.
Meskipun ras Ancient Demon sudah menghilang di masa lalu, itu tidak menutup kemungkinan bahwa ras Ancient Demon sudah menghilang sepenuhnya.
Secara keseluruhan, ras Ancient Demon memiliki kekuatan yang hampir sama dengan ras Ancient God.
Tetapi ada satu kelebihan lain yang tidak di miliki oleh ras Ancient God, itu adalah regenerasi.
Dengan kemampuan regenerasi yang luar biasa, ras Ancient Demon lebih diuntungkan jika dalam pertarungan jangka panjang.
Bahkan ras Ancient God tidak berani memprovokasi mereka di masa lalu.
"I–Itu pil terlarang!! Mengapa tetua pengawas hanya diam saja tanpa mengehentikan pertandingannya!." Chen Xia berteriak keras dengan wajah khawatir.
Meski begitu, tetua pendamping dari setiap sekte hanya duduk diam tanpa melakukan apapun.
Melihat tidak ada seorangpun yang berniat membantunya, Chen Xia menjadi mengerti seperti apa sekte tujuh pedang dari pandangan setiap orang.
"Hahaha, jadi seperti ini yang kita dapatkan setelah pengorbanan leluhur di masa lalu."
Wajah Chen Xia menjadi dingin, dia melompat keluar dari celah jendela dan segera melesat pergi ke arena grup A.
"Hei, seorang tetua pendamping tidak diperbolehkan ikut campur dalam pertandingan."
Saat Chen Xia terbang melesat ke arena grup A, seorang tetua Akademi Fangxuan tiba-tiba muncul dan menghentikan langkahnya.
"Cepat menyingkir atau aku akan membunuhmu!!."
Chen Xia berteriak marah dengan niat membunuh yang terpancar keluar dari tatapan matanya.
Untuk sesaat, tubuh tetua Akademi Fangxuan bergetar dan sedikit ketakutan saat melihat tatapan dingin Chen Xia.
__ADS_1
"Tch, apa yang aku takutkan! Dia hanya seorang tetua dari sekte menengah, bagaimana mungkin aku takut saat menghadapinya."
"Cepat kembali atau aku akan menggunakan kekerasan untuk menghentikanmu." tegas tetua itu sambil mengeluarkan tekanannya.
Mendengar itu, Chen Xia menyeringai lebar. Dia tertawa sesaat kemudian menghilang dari pandangan semua orang.
Saat Chen Xia kembali muncul, tubuh tetua Akademi Fangxuan yang ada di depannya tiba-tiba terjatuh dengan bekas tebasan pedang yang tertinggal di tubuhnya.
"Seni rahasia sekte tujuh pedang, pedang langit!."
Tatapan setiap tetua dari berbagai sekte terfokus pada Chen Xia yang berhasil mengalahkan tetua Akademi Fangxuan hanya dalam satu gerakan.
Apa yang membuat mereka terkejut bukanlah serangan yang Chen Xia keluarkan melainkan kecepatannya saat melepaskan serangan itu.
Mengabaikan tatapan semua tetua dari berbagai sekte, Chen Xia kembali melesat menuju ke arena dimana Kai berada.
Begitu Chen Xia sampai di area sekitar arena, dia menerima tatapan hangat dari Zhukai.
"Terimakasih sudah mengkhawatirkan ku, tapi ..."
Zhukai menyeringai lebar sambil menarik pedang di punggungnya.
"Karena itu yang kalian inginkan, maka lihatlah bagaimana aku mengalahkannya."
Saat senyuman di wajah Kai menghilang, lonjakan energi spiritual di tubuhnya terus meluap hingga menciptakan kilatan cahaya yang menerangi seluruh arena grup A.
Tepat setelah kilatan cahaya itu menghilang, terlihat tubuh seorang pemuda tergeletak di tanah dengan banyak bekas sayatan pedang di sekujur tubuhnya.
"Absolute Domain : 12 tebasan neraka."
Setelah Zhukai mengalahkan Long Aotian, dia melirik ke kanan di mana tetua pengawas berada.
Tepat pada detik berikutnya, tubuh Zhukai menghilang dan menyisakan sebuah afterimage di tempat ia berdiri tadi.
Saat Kai muncul kembali, suara teriakan dari seorang pria menggema di atas arena.
Saat pandangan semua orang menatap ke sumber suara itu, terlihat jelas bahwa Zhukai sedang berdiri sambil mencengkeram leher seorang tetua di lehernya.
"Saatnya giliranmu bajingan!."
****
Bersambung...
__ADS_1