Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Masa Lalu


__ADS_3

Ekspresi Zhang Qingchen berubah seketika begitu mendengar apa yang Kai katakan barusan.


Dia sangat terkejut dan tidak menyadari bahwa sebuah pukulan mengarah kepadanya.


Zhang Qingchen terlambat bereaksi dan membuat pukulan Kai tepat mengenai perutnya.


Bam!!


Saat waktu kembali berjalan normal, tubuh Zhang Qingchen terbang sangat jauh hingga menghantam bebatuan begitu dia terjatuh.


Darah segar mengalir keluar dari mulutnya, Zhang Qingchen menyeka darah di bibirnya begitu dia kembali berdiri.


Dia kemudian menatap Zhukai dengan tajam lalu tertawa dengan keras, "Hahahaha.... Luar biasa, aku benar-benar tidak menyangka bahwa ini adalah kamu."


Setelah Zhang Qingchen selesai berkata, dia menatap Zhukai sambil menjilati bibirnya seolah dia tidak sabar memakan Zhukai.


"Bukankah kamu merindukanku setelah tidak bertemu untuk waktu yang lama?"


Zhukai tidak menjawab, dia mengalihkan matanya beberapa kali kemudian mendengus dingin.


"Sudahi omong kosongmu, aku tahu bahwa jiwamu saat ini sedang berada di dunia lain. Cepat keluar dari tubuhnya atau aku akan memotong kesadaranmu."


Zhang Qingchen sama sekali tidak merasa terancam mendengar apa yang Kai katakan baru saja.


Sebaliknya, dia tersenyum dan berkata. "Jahatnya~... Tapi itulah yang aku sukai darimu."


Whuss!!


Tubuh Zhang Qingchen menghilang dari jarak pandangan Zhukai. Kerutan muncul di dahi Zhukai dan dia menyelimuti seluruh tubuhnya dengan aura pedang.


Dentang!!!


Aura pedang membentuk sebuah pedang emas yang kemudian menahan serangan yang di lepaskan oleh Zhang Qingchen secara diam-diam.


"Cih, menganggu sekali..." Zhang Qingchen berdecak kesal, dia tidak lagi menyembunyikan hawa keberadaannya.


"Kau masih sangat menyebalkan seperti dulu ternyata. Tapi sangat mengejutkan melihatmu kembali hidup, aku mengira bahwa kamu telah terbunuh oleh tiga penguasa three realms."


"Aku bahkan lebih terkejut mengetahui kau masih hidup, bukankah saat itu aku telah menghancurkan inti jiwamu? bagaimana kau bisa selamat dari itu?"


Zhang Qingchen tidak menjawab, dia hanya mengeluarkan tawa ringan kemudian melesat maju ke depan Zhukai.


"Cakar iblis darah!!.."


Whuss!!


Lima cakar raksasa datang kearah Zhukai dengan energi hitam yang begitu pekat. Energi hitam itu tidak lain adalah origin energi dari Zhang Qingchen.


Energi hitam itu bagaikan api yang sangat panas dan membakar apapun yang membentur nya.


Bahakan Kai yang sudah membuka 500 segel di masa lalu masih harus berhati-hati dengan energi hitam itu.

__ADS_1


Zhang Qingchen sendiri menyebut energi itu sebagai, true demonic energi.


"Pedang Shura, teknik pertama ... lintasan petir."


Kai mengayunkan pedangnya lurus hingga membentuk suatu lintasan pedang dengan kilatan petir biru yang menyertainya.


Saat serangan Zhukai dan Zhang Qingchen saling berbenturan, terjadi sebuah ledakan yang membuat Kai terdorong puluhan meter jauhnya.


Sementara itu, Zhang Qingchen yang sudah mendapatkan kembali kesadarannya kembali melesat dan menerangi Zhukai dengan dua cakar tajamnya.


Pedang dan cakar saling beradu hingga menimbulkan suara dentingan benda tajam. Saat Kai menemukan sebuah celah, dia melepaskan ayunan pedang kesamping untuk menyerang perut bagian bawah Zhang Qingchen.


Menyadari apa yang tengah Kai rencanakan, Zhang Qingchen mengigit bibirnya dan memaksa Qi melonjak keluar dari tubuhnya.


Boomm!!


Kai kembali terdorong mundur hingga menyebabkan sebagai pakaiannya hangus terbakar.


Sementara itu, Zhang Qingchen yang mendorong Qi nya melonjak secara paksa menderita luka dalam.


"Cih, ini sangat menyebalkan. Jika saja Kultivasi wanita ini lebih tinggi, aku mungkin bisa mengeluarkan setengah dari kekuatanku."


Zhang Qingchen kemudian menatap Zhukai dengan seringar lebar.


"Shura, aku mengakui kekalahanku kali ini. Tapi suatu saat nanti di mana kita bertemu lagi, aku pasti yang akan menang."


Tepat setelah ucapannya berakhir, aura hitam yang menyelimuti tubuh Zi Lan Mei menipis secara perlahan.


Setelah lima menit berlalu, aura hitam yang keluar dari tubuh Zi Lan Mei benar-benar menghilang sepenuhnya.


Di tengah-tengah perutnya, sebuah simbol merah terukir dengan sangat jelas. Itu tidak lain adalah kutukan yang ditinggalkan oleh Zhang Qingchen sebelum dia pergi.


Dari jauh, Zhukai kembali memasukkan pedangnya dan berlari kearah Zi Lan Mei.


Dia menghela nafas setelah merasakan bahwa energi dari Zhang Qingchen sudah menghilang dari tubuh Zi Lan Mei.


Kai kemudian melepas jubahnya untuk menutupi tubuh Zi Lan Mei yang telanjang bulat.


Dia kemudian menggendongnya dan membawanya ke tempat di mana Zi Suyuan beserta istrinya berada.


"Lepaskan!!.."


Swosshh!!


Array pedang yang melindungi mereka memudar secara perlahan dan berubah menjadi energi spiritual yang terserap kembali ke tubuh Zhukai.


"Lan Mei..."


Begitu array pedang menghilang, Zi Suyuan berlari kearah Zhukai untuk melihat kondisi putrinya.


"Tenanglah, dia baik-baik saja." ucap Zhukai saat melihat ekspresi cemas di wajah Zi Suyuan.

__ADS_1


Mendengar apa yang Kai katakan, Zi Suyuan menghela nafas lega. Dia menatap Zhukai dengan wajahnya yang masih dipenuhi dengan air mata.


"Terimakasih, terimakasih..."


Setelah itu, Kai membawa tubuh Zi Lan Mei ke sebuah penginapan di dalam kota Zhukai.


Karena rumahnya telah di hancurkan, dia tidak punya pilihan lain selain menginap dalam sebuah penginapan di kota.


Di menyewa satu ruangan besar yang cukup untuk dia dan tiga belas perempuan itu tinggal.


Setelah meletakkan tubuh Zi Lan Mei di atas kasur, Kai kemudian mengingat kembali apa yang Zhang Qingchen katakan sebelum dia pergi.


"Iblis itu ... Aku tidak menyangka dia benar-benar masih hidup. Selain membalas dendam pada tiga penguasa, aku juga perlu mewaspadainya."


Zhukai mengepalkan tangannya erat, tanpa dia sadari energi spiritual perlahan terkuras dalam jumlah besar.


Itu beresonansi dengan simbol yang ada di tengah perut Zi Lan Mei. Detik berikutnya, cahaya merah terjadi pada simbol aneh itu.


"A–Apa, apa yang baru saja terjadi!"


Keterkejutan di wajahnya segera menghilang setelah tidak terjadi apa-apa dalam waktu yang lama.


"Hmm, aneh sekali.."


Kai menatap Zi Lan Mei sebenarnya kemudian berjalan keluar untuk menemui Zi Lin Yue bersama dengan istrinya.


Saat dia membuka pintu, dia bisa melihat wajah khawatir istrinya.


"Suami, kamu baik-baik saja?" Jiang Lin bertanya.


Kai tersenyum sambil berkata bahwa dia baik-baik saja, "Maafkan aku, apakah kalian terluka?"


Meraka semua mengangguk, Zi Lin Yue berjalan ke depan kemudian memberi Zhukai sebuah pelukan.


"Kai Gege, terimakasih telah menyelamatkan kakakku..."


Kai bisa merasakan tubuh Zi Lin Yue bergetar saat memelukmu, dia jelas masih ketakutan karena kejadian perubahan kakaknya.


Kai membalas pelukannya sambil mengelus kepala Zi Lin Yue dengan lembut, "Tidak apa-apa Lin Yue, kakakmu baik-baik saja."


Setelah dia melepas pelukannya, Kai mengalihkan pandangannya pada Zi Suyuan.


"Emm, bibi..."


"Eh, ya?" Zi Suyuan tersentak begitu Kai memanggilnya.


"Apakah kamu tahu bagaimana Zi Lan Mei mendapat tubuh itu?"


Zi Suyuan terdiam, tak lama setelahnya dia membuka mulutnya dan berkata.


"I–Itu, itu terjadi saat dia masih kecil..."

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2