
Aula misi, itu merupakan tempat yang sangat sering di kunjungi oleh murid-murid untuk mencari poin kontribusi.
Dengan poin kontribusi, murid-murid sekte tujuh pedang dapat membeli sumberdaya lebih dan juga teknik tingkat tinggi.
Meski terdapat banyak misi di dalam aula misi, tetapi beberapa murid hanya ingin mencari aman dengan mencari misi-misi yang mudah.
Di ruangan aula misi, Zhukai yang baru saja tiba melihat banyak kerumunan murid dalam sekte tujuh pedang sedang berbincang-bincang tentang misi yang cocok untuk di lakukan.
"Hmm, aku tidak menyangka akan seramai ini. Padahal ini adalah siang hari." gumam Zhukai sambil mengelus dagunya.
Dia melihat ribuan kertas yang menempel di dinding aula dan dibedakan menjadi tiga kelas berbeda.
Misi tingkat rendah, jika seseorang berhasil menyelesaikan nya mereka akan mendapatkan setidaknya 10-50 poin kontribusi.
Sedangkan misi tingkat sedang akan mendapatkan poin kontribusi sekitar 50-100.
Dan untuk misi tingkat tinggi, seorang murid yang berhasil menyelesaikannya. Mereka akan mendapatkan 100-500 poin kontribusi.
"Aneh sekali, mengapa tidak ada seorang murid pun yang mengambil misi tingkat tinggi?" Zhukai mengerutkan keningnya ketika melihat tidak ada seorangpun di tempa yang menyediakan misi tingkat tinggi.
Rata-rata dari mereka mengambil misi tingkat rendah dan ada beberapa di antara mereka yang mengambil misi tingkat sedang.
Kai menghiraukannya dan berjalan ke tempat yang menyediakan misi tingkat tinggi.
"Hei ada apa dengan pria itu? Melihat dari pakaiannya, bukankah dia hanya seorang murid luar?" seorang murid dalam sekte tujuh pedang terperangah karena terkejut.
"Kau benar, tapi mengapa dia berjalan ke tempat misi tingkat tinggi berada? Atau mungkinkah..."
Semua orang memikirkan hal yang sama dalam benak mereka.
Tidak ada satupun di antara mereka yang menghina Zhukai tetapi mempertanyakan apa yang Kai lakukan di sana.
"Permisi adik seperguruan, mengapa berjalan ke sana. Mungkinkah kamu ingin mengambil misi tingkat tinggi?" tanya seorang murid dalam sambil tersenyum ramah.
Kai melihat pria di depannya sekilas kemudian menjelaskan tentang niatnya yang ingin mengambil misi tingkat tinggi.
"Eh, bukankah ini terlalu cepat bagimu untuk mengambil misi. Bukankah kamu baru saja di terima di sekte ini sebagai murid luar, dan juga misi tingkat tinggi terlalu berlebihan untukmu." jelas murid itu pada Zhukai.
__ADS_1
Dia berpikir bahwa Zhukai masih belum mengetahui seberapa berbahaya nya misi tingkat tinggi dan mencoba mencegahnya mengambil misi itu.
Murid dalam itu bisa melihat dengan jelas bahwa basis Kultivasi Zhukai hanya di ranah Holy Lord tingkat ketujuh.
"Terimakasih senior atas peringatannya, tapi aku tahu dengan jelas apa yang akan aku lakukan." Zhukai sedikit mengangguk dan kembali berjalan ke tempat misi tingkat tinggi berada.
"Sombong sekali, padahal kamu sudah memberitahunya tentang seberapa berbahaya nya misi tingkat tinggi." ucap temannya karena kesal atas jawaban yang Kai berikan.
"Biarkan saja dia, meski aku sudah memberitahunya bahaya misi tingkat tinggi tetapi dia sama sekali tidak ketakutan."
"Sebaliknya, apa yang aku lihat dari tatapan matanya tadi adalah rasa intimidasi yang begitu kuat. Mungkin dia akan memberi sekte kita banyak kejutan." sambil menghela nafasnya, murid itu melanjutkan untuk mencari misi tingkat sedang..
Sementara itu di tempat yang menyediakan misi tingkat tinggi, Zhukai mulai melihat banyak kertas yang menjelaskan misi apa saja yang ada di depannya.
"Hmm, membunuh tiga ular piton api, membereskan bandit gunung, menangkap Long Tie hidup-hidup..."
Kai mulai menghitung seberapa banyak poin kontribusi setelah dia berhasil menyelesaikan semua misi itu.
"Hmm, tidak buruk. Aku setidaknya akan mendapatkan 3000 poin kontribusi setelah menyelesaikan semua misi ini."
"A–Aku tidak salah dengar bukan! p–pria tadi, bukankah dia berkata ingin menangkap Long Tie hidup-hidup."
"Ya, kurasa aku juga mendengar hal yang sama darinya."
Siapa Long Tie? Dia adalah mantan murid inti sekte tujuh pedang yang telah berkhianat dan membunuh puluhan rekan seperguruannya.
Setelah dia membunuh rekan seperguruannya sendiri, Long Tie akhirnya meminta perlindungan dari sekte tianyuan.
Segera setelah Long Tie menjadi murid sekte tianyuan, dia mulai membocorkan salah satu teknik pedang tertinggi sekte tujuh pedang kepada sekte tianyuan.
Karena sekte tianyuan adalah sekte yang cukup besar, sekte tujuh pedang tidak memiliki cukup keberanian untuk berperang melawan mereka.
Karena itulah, salah satu tetua membuat sebuah misi yang mengharuskan seorang murid menangkap Long Tie hidup-hidup.
Tapi siapa yang memiliki keberanian untuk melakukan itu? Long Tie adalah seorang Kultivator dengan ranah Holy God Veberable tingkat lima. Dengan basis Kultivasi mereka saat ini, tidak ada seorangpun yang berani mengambil misi itu.
Tetapi tidak untuk Zhukai, dengan kekuatan Zhukai saat ini, mengalahkan Long Tie tidak ada bedanya dengan mengalahkan seekor semut.
__ADS_1
Setelah Kai keluar dari aula misi, dia segera meminta izin kepada salah satu tetua untuk keluar dari sekte.
Setelah mendapatkan izin dari tetua, Zhukai segera memulai perjalanannya menuju ke hutan yang letaknya cukup jauh dari sekte tujuh pedang.
"Ular piton api? Hmm, mereka seharusnya tidak cukup sulit di temukan."
Zhukai cukup mengingat bahwa ular piton api sangat menyukai tempat yang gelap dengan suhu yang cukup rendah.
Dengan karakteristik seperti itu, Zhukai sudah memiliki beberapa tempat yang menurutnya merupakan sarang ular piton api.
Dengan langkahnya yang semakin dipercepat, Zhukai sampai di depan mulut goa yang berada di kedalaman hutan.
"Hehe, sepertinya aku datang di tempat yang tepat." Zhukai menyeringai lebar sambil menghapus sebilah pedang panjang dari ingin ruang.
Kai kemudian dengan sengaja mengeluarkan Qi miliknya untuk memberitahukan hawa keberadaan pada ular piton api yang menetap di dalam goa tersebut.
Benar saja, tak lama setelah tiga ular piton api sebesar tujuh meter melesat dari kegelapan goa.
Karena warna kulit mereka yang berwarna hitam, cukup sulit bagi sebagian orang untuk bertarung dengan mereka di dalam kegelapan.
Tetapi bagi Zhukai, membunuh ular-ular itu adalah sebuah hal yang mudah.
"Pedang pertama, bentuk!.."
Slashh!!
Qi yang merembes keluar dari tubuh Zhukai mulai berkumpul dan membentuk sebuah bayangan pedang besar.
Dengan satu kali ayunan pedangnya, Kai telah berhasil membunuh ketiga ular itu dengan memotong kepala mereka
"Teknik berpedang ini cukup hebat ternyata." Zhukai menancapkan pedangnya di atas tanah kemudian mengambil tiga kepala ular piton api sebagai bukti.
Tapi begitu Zhukai menyentuh kepala ular itu, tangannya tergigit oleh ular kecil berwarna hitam yang keluar dari perut ular piton api.
***
Bersambung..
__ADS_1