
Alam Dewa.
Padang rumput yang luas dan suara angin sepoi-sepoi membuat rumput dan daun pepohonan menari.
Di bawah satu-satunya pohon yang ada di Padang rumput itu, seorang pria muda tertidur dengan sebuah pedang di pelukannya.
Ketika cahaya matahari mencapai puncaknya, pria itu terbangun karena rasa panas yang ia rasakan.
"Hoamm, sudah siang hari? Kurasa aku tertidur terlalu lama.."
Pria muda itu membuang rumput panjang yang ada di mulutnya, dia merentangkan kedua dan meregangkan otot-otot tubuhnya.
"Sudah lama aku tidak beristirahat senyaman ini, seperti yang aku duga, istirahat di tempat ini memang yang terbaik." ucap pria itu.
Ketika dia akan berdiri, suara keras dari seorang gadis menggema di telinganya.
"Zhu Long!!! Kau bajingan..."
Dari kejauhan, seorang gadis berambut perak berlari dengan cepat kearahnya. Dapat terlihat dari ekspresi wajahnya bahwa dia benar-benar sangat marah kali ini.
Sementara itu, ketika Zhu Long melihat siapa gadis yang berlari kearahnya menghela nafas panjang.
"Hahh, wanita gila ini lagi ... mengapa dia terus-terusan mengangguku."
Zhu Long menggaruk kepalanya, Zhu Long dengan acuh mengabaikan gadis itu dan lebih memilih untuk mengambil buah pada pohon di belakangnya.
"Oh, kau sudah sampai?" tanya Zhu Long sambil mengunyah buah di dalam mulutnya.
"Hah! Hah! Hah!..." Wanita itu membungkuk sambil terus mengambil nafas panjang.
Setelah jeda waktu yang cukup lama, nafasnya kembali stabil. Dia kemudian menatap pria tampan di depannya dan berkata dengan suara dingin.
"Kau, dasar junior bodoh! Bukankah aku sudah memberitahumu untuk menemuiku di aula sekte kemarin malam?"
Zhu Long meresponnya dengan ekspresi acuh tak acuh di wajahnya. Dia kemudian menghela nafas, "Lalu? Kenapa juga aku harus mendengarkan semua yang ucapan."
Wajah senior wanita itu memerah karena malu, dia menggertakkan giginya dan berkata.
"I, Itu karena aku adalah seniormu idiot."
Zhu Long menahan tawa, "Pfftt, siapa juga yang peduli tentang hal itu. Dan tolong ingat ini, aku hanya akan menuruti perintah dari Kakak Zen, dan kakak Bingxin."
"Selain dari kedua kakakku itu, dan juga dua saudariku yang ada di Sekte Jade Immortal. Aku tidak peduli dengan yang lain." Zhu Long berkata dengan ekspresi dingin.
Dia kemudian berjalan melewati senior sektenya tanpa beban apapun.
__ADS_1
Tapi begitu dia melewati senior wanita itu, langkahnya terhenti karena senior wanitanya menahan lengannya.
"Apa lagi yang kau inginkan?"
"K–Kau, sudah cukup untuk penghinaannya! Aku menantangmu berduel di arena sekarang!" Senior wanita itu, Yu Hayun berkata dengan penuh kemarahan.
Zhu Long menatap Yu Hayun tanpa ekspresi, dia kembali menghela nafas dan berkata.
"Aku menolak! Aku tidak ingin membuang waktuku untuk gadis gila sepertimu." Zhu Long menarik lengannya dari genggaman Yu Hayun.
Tapi ketika dia berada lima meter jauhnya dari Yu Hayun, Persepsinya menangkap sebuah serangan yang mengarah kepadanya.
Dia memiringkan kepalanya dan benar saja, sebuah belati terbang tiba-tiba melesat cepat kearahnya.
Slashh!!
Meskipun Zhu Long menghindari serangan itu, tetapi dia menerima sedikit bekas sayatan di wajahnya.
Darah menetes dari bekas sayatan di wajahnya tetapi ekspresi Zhu Long masih tetap acuh seperti biasanya.
"Lakukan sesukamu, tapi aku tetap akan menolak ajakanmu untuk berduel."
Zhu Long berbalik dan berjalan pergi meninggalkan padang rumput, sementara itu Yu Hayun masih berdiri diam di bawah pohon tempat Zhu Long beristirahat.
Dia terjatuh dan menangis dengan keras, "Haihh, gadis kecil ini ... Sudah berapa kali aku memperingatkan mu untuk tidak terlalu dekat padanya."
"B, Bibi... Mengapa dia berkata sejahat itu padaku, p–padahal aku hanya ingin mencoba dekat dengannya."
Whuss!!
Sebuah perwujudan jiwa muncul dari dalam gelang giok itu, sosok wanita yang baru saja muncul adalah wanita yang sangat cantik.
Dia terlihat sangat tenang dengan rambut ungu panjang terurai dan juga sebuah poni di di wajahnya.
"Kamu gadis kecil yang bodoh, dia bukan membencimu. Hanya saja, dia tidak ingin kamu terluka karena dekat dengannya." Wanita itu, Yu Mei memeluk Yu Hayun sambil mengelus kepalanya dengan lembut.
"Hiks.. T, Tapi mengapa?"
Yu Mei diam dan melihat kearah Zhu Long baru saja pergi, ekspresi nya begitu dingin saat dia berkata.
"Karena jalan yang akan dia tempuh adalah jalan yang penuh dengan pertumpahan darah..."
"Jika kamu memang benar ingin menjadi pasangannya di masa depan, maka kamu harus berlatih giat dan tumbuh menjadi seorang Kultivator kuat agar tidak menjadi beban baginya." Yu Mei berkata sambil menyeka air mata di wajah keponakannya.
Setelah jeda waktu sebentar, air mata di wajah Yu Hayun akhirnya mengering. Dia kemudian menatap perwujudan jiwa bibinya dengan penuh rasa terimakasih.
__ADS_1
"Baiklah bibi, aku pasti akan berkerja keras untuk bisa berdiri di sampingnya di masa depan." Yu Hayun berkata dengan penuh tekad.
"Ya seperti itulah yang seharusnya keponakanku. Kalau begitu bibi akan kembali tidur, mempertahankan jiwa ini terlalu banyak menguras energi spiritualku."
Yu Hayun mengangguk mendengar ucapan bibinya.
Sementara itu di dekat gerbang masuk Sekte Asura, Zhu Long berdiri dan menatap tulisan yang ada pada gerbang itu.
"Asura ya? Aku pasti akan melampauimu nanti ... Ayah!."
***
Celestial Realms!
Hachuuu!!
Zhukai bersin dengan sangat keras saat sedang bermeditasi di atas elang guntur.
"Hufftt Haa.. Siapa yang baru saja membicarakan ku?" Zhukai menghapus ingus di hidungnya dan menghentikan meditasinya.
"Butuh berapa lama lagi untuk sampai di Sekte Heaven Gathering?" tanya Zhukai pada Cheng Na melalui transmisi suara.
"Hah!?" Cheng Na yang sedikit terkejut, dia kemudian menjawab bahwa hanya butuh tiga menit lagi untuk sampai di sana.
"Oh, baiklah kalau begitu. Jadi, bisakah kamu memberitahuku situasi sekte Heaven Gathering saat ini?"
Cheng Na tidak menjawab, dia sedikit ragu-ragu untuk bertanya. Tetapi karena rasa penasarannya, dia akhirnya bertanya hal yang ada di pikirannya melalui transmisi suara.
"S–Senior, apa mungkin kamu memiliki hubungan dengan Ketua Sekte kami?"
Zhukai melebarkan matanya karena terkejut, "Hei, jangan mengatakan hal aneh seperti itu. Aku bahkan tidak mengenal ketua sektemu."
Cheng Na tertawa sambil menggaruk kepalanya, "Lalu, kenapa senior ingin membantu sekte kami?"
Setelah lama tidak ada jawaban, akhirnya kau memutuskan untuk menjawab. "Karena, itu adalah tempat tinggal istriku."
Tidak ada suara apapun selain gelombang angin dan juga kepalan sayap dari elang guntur.
Setelah tiga menit berlalu dengan cepat, dari kejauhan terlihat sebuah pegunungan yang begitu besar.
Di puncak pegunungan itu, terlihat sebuah pohon raksasa yang pada masing-masing dahannya terlihat bangunan besar dan juga megah.
Bahkan bagi Kai sendiri, dia merasa takjub melihat bangunan yang sangat indah itu.
"Kita sudah sampai senior, di pegunungan itulah Sekte Heaven Gathering kami berada."
__ADS_1
***
Bersambung...