Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Melanjutkan Perjalanan


__ADS_3

Meskipun Zheng Yan tahu bahwa yang keluar dari tempat terkutuk hanya jiwanya saja, tetapi dia sudah sangat bahagia bisa melihat kembali bagaimana dunia luar setelah terjebak lebih dari jutaan abad lamanya.


Selain itu juga, Zheng Yan sangat bahagia saat menyadari bahwa dia tidak lagi sendirian saat ini karena ada Zhukai di sisinya.


Mungkin beberapa orang tidak mengerti bagaimana rasanya sendirian tanpa ada seseorang yang menemaninya.


Tetapi Zheng Yan sudah mengalaminya, dan itu hujan hanya satu hari melainkan jutaan abad.


Dia berbalik kemudian menatap Zhukai dengan senyuman lebar dipenuhi dengan kebahagiaan.


"Kai ... terimakasih..."


Matanya begitu merah karena air mata yang mengalir deras di wajahnya.


"Haha, kamu terlihat lucu." ucap Kai sambil membantunya mengusap air mata.


Dia cukup terkejut melihat Zheng Yan bisa membuat senyuman semanis itu. Karena di masa lalu Zheng Yan sangat jarang tersenyum, Kai sangat senang melihatnya bisa tersenyum lepas seperti itu.


"Maaf Zheng Yan, hanya ini yang bisa aku lakukan untukmu. Tapi aku berjanji akan membantumu keluar dari tempat itu suatu saat nanti." ucap Kai dengan wajah serius.


Saat dia mengucapkan janji itu, dia akan melakukannya entah seberapa lama itu terjadi.


"Baik, aku akan menunggu sampai saat itu tiba.."


"Emm, sebelum itu ... bisakah kamu mengenakan pakaian terlebih dulu?" Kai berkata sambil memalingkan wajahnya karena malu.


Sebaliknya, Zheng Yan terlihat acuh sambil berkata. "Hmm, tidak apa-apa. Aku lebih suka telanjang seperti ini."


"Arghh, cepat pakai ini–..." Zhukai memberikan satu set pakaian wanita dari Inventory nya sambil berkata dengan marah.


Dia membalikkan badannya sambil berkata dengan suara tinggi, "Lakukan dengan cepat, kita harus segera pergi ke tanah suci."


Setelah berselang beberapa waktu, Zheng Yan sudah memakai satu set pakaian yang Kai berikan padanya.


Kai berbalik dan menatapnya sambil mengangguk. Zheng Yan terlihat seperti seorang gadis pada umumnya padahal sebenarnya dia adalah monster tua yang memiliki basis Kultivasi tinggi.


Hanya dengan jiwanya saja saat ini, Zheng Yan hanyalah seorang gadis biasa tanpa Kultivasi sedikitpun.


Dia bisa saja menggunakan kekuatannya, tetapi itu akan melukai tubuh aslinya. Tapi sebagai konsekuensinya, tubuh aslinya mungkin akan mengalami cedera yang sangat parah.


"Baiklah, karena kamu hanyalah jiwa saat ini. Aku perlu menemukan tubuh baru untukmu."


Zhukai membuka toko system dan mencari tubuh baru untuk Zheng Yan, poin system nya saat ini hanya tersisa 500 setelah ia gunakan untuk membeli air mata keabadian untuk Zheng Yan.


Tapi itu sepadan bagi Zhukai karena dia bisa bersama dengan teman lamanya kembali untuk sekian lamanya.


"Hmm, Yi'er bisakah kamu mencarikan tubuh yang memiliki tingkat kecocokan tinggi pada Zheng Yan?"

__ADS_1


[Tunggu sebentar Kai Gege...]


Zhukai menunggu notifikasi dari Yi dengan sabar sambil mengeluarkan daging panggang dari Inventory nya.


"Hmm...." saat Kai mengunyah daging di tangannya, dia bisa merasakan tatapan liar dari Zheng Yan.


"Kau mau??.." ucap Kai sambil memberikan daging di tangannya.


"Cih, apa kau sedang mengejekku!!.." Zheng Yan berkata dengan wajah cemberut.


Dia hanyalah jiwa tanpa tubuh saat ini, bagaimana bisa dia memakan daging yang coba Kai berikan padanya.


"Hahaha, aku hanya bercanda. Tunggu saja sebentar lagi."


Tak lama setelah itu, suara Yi terdengar di kepala Zhukai.


Ding.


[Ada 3 pilihan tubuh untuk Kai Gege, ketiga tubuh tanpa jiwa ini memiliki 90 persen kecocokan pada Zheng Yan]


Di depan matanya, terlihat gambaran tiga tubuh wanita dengan paras yang cukup cantik.


Kai menyeringai saat menatap ketiga tubuh itu, "Mwehehe... Ketiga tubuh ini memiliki kecocokan 90 persen bukan."


Sesaat sebelum membelinya, Kai menatap Zheng Yan sebentar kemudian memilih tubuh yang memiliki lekukan tubuh yang sangat sexy dan menggoda.


Dengan sikap acuh, Heng Yan memejamkan matanya. Saat dia membuka kedua matanya kembali, dia bisa melihat dengan jelas kedua tangannya.


"Ehh, i–ini tubuhku...?" Zheng Yan terkejut melihat seberapa halus kulitnya.


Dia menatap Zhukai sambil meminta pendapatnya tentang tubuh barunya.


"Hehehe, itu sangat cocok denganmu.."


Zhukai batuk beberapa kali kemudian mengeluarkan sebilah pedang, "Baiklah, karena kamu sudah memiliki tubuh sekarang. Saatnya kita pergi ke tanah suci."


Belum sempat Kai menaiki bilah naga terbang, Zheng Yan menghentikan tindakannya dengan menggenggam lengannya.


"Ada apa? apakah kamu tidak ingin pergi bersamaku ke tanah suci?"


Zheng Yan menggeleng, "Tidak, bukan begitu. Tanah suci terletak sangat jauh dari tempat ini. Jika kau pergi ke sana dengan pedang terbang ini, kemungkinan kau akan sampai di sana dalam waktu satu tahun." jelas Zheng Yan.


Ucapan Zheng Yan itu seketika membuat Kai mengerutkan keningnya.


"Ha? apa kau serius... Jadi, bagaimana aku pergi kesana sekarang."


Zheng Yan tersenyum seolah sudah menduga bahwa Kai akan berkata seperti itu.

__ADS_1


Dia mengigit ibu jarinya hingga tetesan darah keluar dari jarinya.


"Tunggu sebentar..."


Zheng Yan menggunakan tetesan darah itu untuk menulis kata-kata kuno yang mengandung energi yang luar biasa besar.


Tepat ketika Zheng Yan menyelesaikan tulisan kuno itu, kilatan-kilatan petir hit bermunculan di atas langit.


Saat kilatan petir hitam itu menghantam rune darah yang telah Zheng Yan buat, Kilauan cahaya terang membuat Kai dan Zheng Yan menutup mata mereka.


Tepat saat Kai dan Zheng Yan membuka mata mereka, rune darah itu telah berubah menjadi sebuah portal dimensi yang sangat besar.


"Oh, aku tidak tahu jika kamu bisa membuat rune seperti itu." Zhukai membuka sedikit mulutnya karena terkejut dengan apa yang Zheng Yan tunjukkan padanya.


"Hehehe, aku anggap itu sebagai pujian. Ayo segera pergi, aku sudah tidak sabar untuk melihat dunia luar."


Kai mengangguk, dia dan Zheng Yan kemudian berjalan bersama memasuki portal dimensi.


****


Di wilayah Klan Zi, sudah banyak perwakilan dari beberapa benua yang telah berkumpul di kota terbesar di sana.


Untuk perwakilan benua naga biru sendiri, mereka saat ini sedang berkumpul di salah satu penginapan yang cukup ramai di kunjungi di sana.


Ketiga orang yang merupakan perwakilan benua naga biru saat ini sedang berkumpul bersama di salah satu meja di lantai bawah.


"Aku tidak memiliki nafsu untuk makan... Kalian makan s toaja, jangan pedulikan aku." ucap Ouyang Jin dengan wajah dingin.


"Berhentilah bersikap seperti itu senior, kamu juga harus menjaga kesehatan mu." Nalan Ruyue membalasnya dengan suara lembut.


Meskipun dia juga masih sangat sedih sampai saat ini, tetapi Nalan Ruyue harus fokus pada turnamen antar benua kali ini.


Bamm!!


Ouyang Jin memukul meja makan sambil berteriak marah.


"Sekte ilahi sialan!! Jika bukan karena perwakilan mereka yang bekerja sama dengan ras Ancient Demon, Kai mungkin tidak..."


Ouyang Jin berhenti berkata saat merasakan hawa keberadaan seseorang memasuki penginapan.


Orang itu memakai jubah hitam pekat dengan wajahnya yang tertutup oleh jubah itu.


Saat pria itu membuka penutup kepalanya, Ouyang Jin bisa merasakan energi jahat yang luar biasa besar darinya.


"Eee.... D–Dia berbahaya..."


****

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2