Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Keluar dari Vena Naga Api


__ADS_3

Zhukai terdiam saat melihat ribuan titik cahaya menembus tubuhnya. Jejak genangan air mata mengalir di wajahnya saat sosok Feng Yizue menghilang sepenuhnya.


"Yizue, maafkan aku..."


Mungkin Kai tidak mengetahui bagaimana penderitaan yang Feng Yizue alami di masa lalu.


Selain memendam rasa cintanya pada seseorang yang ia sukai, dia juga di khianati oleh rasnya sendiri.


Perlahan-lahan, dunia yang di ciptakan oleh sisa jiwa Feng Yizue juga ikut memudar.


Saat Zhukai menghapus air mata di wajahnya dan kembali berdiri tegak, pemandangan indah di sekitarnya telah menghilang di gantikan oleh tempat yang dipenuhi oleh esensi api.


"Ras naga api, jangan harap kalian bisa hidup dengan tenang setelah ini." Zhukai mengepalkan tangannya dengan kuat.


Wajahnya dingin tanpa emosi, niat membunuh yang keluar dari tubuhnya membentuk sebuah bayangan besar yang tidak lain adalah perwujudan dari aura pembunuh di kehidupan pertamanya.


Ding!


[Selamat Kai Gege, kamu mendapatkan warisan Feng Yizue. 10 pil naga abadi dan juga api suci Feng Yizue]


Zhukai mengabaikan notifikasi system dan melangkahkan kakinya pergi.


Saat Zhukai melangkah kurang dari sepuluh meter, langkahnya tiba-tiba berhenti.


Dia membungkuk untuk mengambil sebuah liontin rusak yang terkubur di dalam tanah.


"Liontin ini ..." Zhukai menggenggam erat liontin rusak itu, jejak kesedihan kembali muncul tetapi itu tidak berselang lama.


Dia menyimpan liontin itu di dalam sakunya sambil mendongak keatas.


Air matanya yang jatuh ke tanah seketika menguap karena suhu panas di tempat itu. Zhukai menggunakan lengannya untuk menghapus air mata itu kemudian bergumam pelan.


"Aku tidak perlu menhan diri lagi kali ini.."


Saat perwujudan dari niat membunuhnya tadi kembali masuk ke dalam tubuh Kai, dia tiba-tiba menghilang dari tempat itu dan kembali muncul di tempat di mana Ouyang Jin berada.


****


Kuil Shenlong, kamar pribadi Li Cangtian!


Di dalam kamarnya, Li Cangtian yang tengah berkultivasi tiba-tiba membuka lebar kedua matanya.


Semburan darah segar keluar dari mulutnya begitu pria tengah baya itu membuka matanya.


Chougt!! Uhuk Uhuk!!..

__ADS_1


"Aura itu lagi, mungkinkah dia benar-benar bangkit kembali!.." Lo Cangtian mengambil sebutir pil berwarna putih susu kemudian menelannya.


Dia memejamkan kedua matanya sambil mengontrol Qi miliknya untuk menyembuhkan luka dalam yang ia derita baru saja.


Saat Li Cangtian kembali membuka mata, wajah tuanya yang tadinya pucat kini telah kembali di penuhi dengan energi kehidupan.


"Aku tidak bisa membiarkan ini, Long Hui!!..."


Tepat setelah Li Cangtian menyelesaikan ucapannya, sebuah asap hitam tebal terbentuk di belakangnya hingga memunculkan sosok pria berpakaian hitam sepenuhnya.


"Apa ada yang bisa saya lakukan tuan penguasa?" suara pria itu begitu dingin tanpa emosi.


"Pergilah ke benua naga biru dan cari tahu apa saja yang terjadi di sana. Entah apapun itu, kembalilah dalam tujuh hari!."


Pria berpakaian hitam itu mengangguk-angguk, "Baik tuan penguasa."


Begitu pria berpakaian hitam itu menyelesaikan ucapannya, tubuhnya kembali berubah menjadi asap hitam tebal hingga akhirnya menghilang.


Setelah pria itu menghilang, Li Cangtian melihat telapak tangannya yang masih bergetar.


"Aku harap itu hanya ilusi saja, jika Shura benar-benar bangkit kembali ... pembantaian jutaan abad akan terulang kembali."


Membayangkan berapa nyawa yang terbunuh sia-sia dalam pertempuran melawan Shura jutaan abad yang lalu. Wajah Li Cangtian kembali pucat dengan tubuhmu bergetar tidak terkendali.


"Benar sekali, aku masih harus melakukan kunjungan pada Klan Zi." Wajah pucat Li Cangtian seketika menghilang begitu membayangkan wajah seorang wanita yang sangat cantik.


Dia memanggil salah satu pelayan terpercayanya untuk memberitahu tentang kunjungannya pada Klan Zi.


"Sampaikan pada matriak Klan Zi, aku akan berkunjung ke sana tiga hari sebelum turnamen antar benua di adakan."


Pelayan itu mengangguk, "Baik tuan, apakah ada hal lain yang anda pelukan?"


Li Cangtian menggeleng, "Tidak ad–... Tunggu dulu."


Senyum Li Cangtian menjadi semakin lebar begitu imajinasi di benaknya menjadi liar.


"Katakan juga padanya, aku Li Cangtian memiliki hadiah kejutan saat Turnamen antar benua berakhir."


Setelah Li Cangtian selesai menyebutkan pesan nya, pelayan itu memberi hormat sebelum pergi keluar dari ruangan itu.


"Oh Zi Suyuan, aku pasti akan membuatmu menerima lamaran ku entah dengan cara apapun." gumam Li Cangtian kemudian tertawa lepas.


***


Satu hari sudah berlalu di dalam Vena Naga Api. Kini di luar gerbang masuk Vena Naga Api, Li Yan berserta putri dan juga para tetua sedang menunggu terbukanya gerbang Vena Naga Api.

__ADS_1


"Ayah, kapan senior Zhukai dan senior yang lain keluar dari sana?" Li Yuechan bertanya sambil menarik lengan ayahnya.


Li Yan menatap putrinya sesaat kemudian menjawab, "Seharusnya itu terbuka sekarang, mungkin beberapa saat lagi gerbang itu akan kembali terbuka."


Benar saja, tak lama setelah Li Yan berkata. Gerbang Vena Naga Api tiba-tiba muncul di hadapan mereka.


Saat gerbang itu terbuka, lima orang berjalan keluar. Kondisi mereka tidak begitu baik kecuali Zhukai, Ouyang Jin, dan juga Mo Kun.


Saat mereka berlima berjalan keluar, mereka mendapatkan sambutan hangat dari ketua sekte dan para tetua.


"Selamat! kalian telah berhasil berlatih di Vena Naga Api selama satu hari penuh. Apakah sekalian semua mengalami peningkatan besar?"


Kelima orang itu mengangguk. "Itu benar ketua sekte, kami sungguh berterima kasih karena ketua sekte memperbolehkan kami berlatih di tempat itu."


Mo Kun melangkah maju sambil berkata dengan kedua tangan menyatu.


Do antara mereka berempat, Mo Kun jelas yang paling di untungkan karena telah membangkitkan jiwa pedang.


Tetapi untuk Zhukai, dia bahkan mengalami peningkatan yang sungguh mengerikan.


Selain Kultivasi nya yang telah naik ke ranah Holy God Venerable, Kai juga berhasil membuka segel Fisik Asura (5/1000).


Selain itu juga, dengan warisan dari Feng Yizue, Zhukai mendapatkan banyak harta yang sangat berharga.


Meski telah mendapatkan itu semua tidak ada jejak kebahagiaan yang terlintas di wajahnya. Hanya jejak rasa dingin dan juga penyesalan yang begitu mendalam.


"Maaf ketua sekte, aku ingin beristirahat dulu hari ini."


Tanpa memberi penghormatan, Zhukai menghilang dari hadapan mereka semua.


Melihat sikap Zhukai tanpa sopan santun, beberapa tetua sedikit marah dan tersinggung.


"Betapa sombongnya murid itu, padahal dia sudah mendapatkan kesempatan memasuki Vena Naga Api yang hanya di buka 5 tahun sekali." seorang tetua mencibir sikap yang Kai tunjukkan.


Tetapi setelah Li Yan berkata, mereka semua menjadi diam. "Kalian semua diam, dilihat dari sorot matanya yang begitu datar. Kurasa dia memiliki masalah tersendiri."


Sementara Li Yan dan para tetua sedang merayakan keberhasilan Kultivasi dari perwakilan sekte. Zhukai sudah tiba di dalam kamarnya terlebih dulu.


Dia melambaikan tangannya ke udara kosong, sesaat setelahnya. Sebuah kilatan cahaya putih memenuhi ruangan hingga kemudian, sosok yang mirip dengan Zhukai berdiri tepat di depannya.


"Hari ini, ras naga api harus menghilang dari three Realms."


****


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2