Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Kepergian Zhu Yan, Zhu Long, dan Zhu Lin


__ADS_3

Keesokan harinya saat Zhu Long terbangun, dia sedikit menggertakkan giginya karena rasa sakit yang ia rasakan di sekujur tubuhnya.


"Long'er, kamu sudah bangun?"


Zhukai berjalan masuk setelah membuka pintu kamar Zhu Long.


"A–Ayah... jadi yang kemarin itu ..."


Zhu Long menundukkan kepalanya untuk menahan rasa malunya.


Karena dia kehilangan kesadaran diri saat berlatih kemarin di atas bukit, dia tidak berani secara langsung menatap wajah Zhukai.


Melihat bahwa putranya tidak berani menatapnya secara langsung, Kai menghela nafas sambil tersenyum.


Dia mengangkat tangannya dan menggunakan telapak tangannya untuk mengelus kepala putranya dengan lembut.


"Jangan dipikirkan, ayah sebenarnya tidak ingin membuatmu melalui jalan yang sama seperti yang ayah lakukan."


Mendengar itu, Zhu Long mengepalkan kedua tangannya dengan kuat.


Tapi begitu dia mendengar ucapan Zhukai selanjutnya, dia tanpa sadar meneteskan air matanya.


"Tapi melihatmu berusaha sekeras ini, ayah tidak mempunyai pilihan lain selain menghargai apa yang kamu inginkan."


Kai menarik kembali tangannya sambil memejamkan kedua matanya.


Dia mengangkat salah satu jarinya dan meletakkan itu tepat di tengah dahi Zhu Long.


"Karena itu, ayah akan memberimu sebuah hadiah..."


Jari yang menempel di dahi Zhu Long kini mengeluarkan cahaya emas yang begitu terang.


Dari atas, bayangan seekor naga bersama dengan tiga abadi yang lain melayang di atas kepala Zhu Long.


Keempat hewan itu meraung dengan keras kemudian terjun masuk kedalam tubuh Zhu Long.


Teriakan keras dari Zhu Long menggema di dalam ruangan. Kedua mata Zhu Long terbuka lebar, cahaya emas bersinar terang melalui kedua matanya.


Sesaat berikutnya, ledakan besar terjadi di dalam ruangan kamar Zhu Long.


Untungnya Kai sudah menyiapkan lapisan pelindung beberapa saat yang lalu.


Setelah berselang cukup lama, cahaya yang bersinar dari kedua mata Zhu Long semakin meredup hingga akhirnya menghilang.


"Maaf Long'er, ayah hanya bisa memberimu ini. Jika ayah memberimu terlalu banyak, itu hanya akan memperlambat pertumbuhan mu di masa depan."


Zhu Long mengangguk seolah mengerti apa maksud perkataan ayahnya.


"Aku mengerti ayah, terimakasih untuk hadiah yang ayah berikan." ucap Zhu Long sambil tersenyum bahagia.


Setelah menerima berkah dari Zhukai, rasa sakit di tubuhnya dengan cepat menghilang.

__ADS_1


Itu adalah efek yang dia dapatkan dari garis keturunan macan putih yang dia dapatkan.


"Baiklah, karena sekarang kamu sudah hampir sepenuhnya pulih kamu harus segera keluar untuk menemui ibumu. Dia sangat khawatir padamu dari kemarin."


Zhu Long mengangguk, dia segera mengambil sikap lotus untuk memulihkan luka di tubuhnya.


Setelah berselang lima menit, Zhu Long mengambil pakaiannya dan berjalan keluar.


Begitu dia keluar dari ruangannya, Jiuyang Lin segera berlari untuk memeluknya.


"Long'er, kamu baik-baik saja bukan?" Jiuyang Lin memeriksa sekujur tubuh putranya.


Setelah dia tidak menemukan satupun luka di tubuh putranya, dia menghela nafas lega.


"Kamu anak nakal! bukankah ibu sudah berkata untuk tidak terlalu memaksakan dirimu.." Jiuyang Lin berkata marah sambil mencubit telinga putranya.


"Aahh, itu sakit ibu... Aku minta maaf."


Melihat mereka berdua, Zhukai beserta istrinya yang lain tidak dapat menahan tawa.


Setelah mereka semua menghabiskan makanan, Kai akhirnya memulai pembicaraan.


"Ekhem, ada yang ingin aku katakan pada kalian.. Terutama itu padamu, Long'er."


Setelah beberapa saat diam, Zhukai akhirnya membuat mulutnya.


Saat kata-kata yang keluar dari mulutnya terdengar oleh semua orang, suasana di antara mereka menjadi hening.


Zhukai menggeleng, "Tidak, mereka harus mencari pengalaman di luar sana dan menemukan kebahagiaan mereka. Mengurung mereka di dunia jiwa bukanlah pilihan yang baik."


Chiyan mengerti apa yang Kai maksudkan, tetapi hatinya masih tidak ingin melepas putrinya.


"Tidak apa-apa kakak, lihatlah putrimu. Apakah kamu tidak berharap dia mendapatkan banyak pengalaman dan menjelajahi berbagai tempat di alam semesta?"


Chiyan menatap Zhu Yan yang duduk di sampingnya, dia menghela nafas berat dan akhirnya setuju.


"Aku mengerti, tapi suami ... kamu harus menjamin keselamatan Zhu Yan dan yang lainnya ketika mereka mengembara nanti."


Kesepuluh istri Zhukai mengangguk setuju setelah mendengarnya.


"Baiklah, kurasa itu tidak masalah..."


Kai menatap Zhu Yan, Zhu Long, dan Zhu Lin. Dia tersenyum sambil mengukir sebuah rune kuno di telapak tangan mereka bertiga.


"Ini adalah jimat yang akan membantu kalian secara otomatis saat merasakan bahaya yang mengancam nyawa kalian."


"Kalian bertiga akan pergi besok. Temuilah kedua kakak kalian di Alam Dewa. Sampaikan permintaan maaf ayah karena belum bisa bertemu dengan mereka selama selama ini."


"Kakak? kenapa aku tidak pernah bertemu dengan mereka sampai sekarang." Zhu Yan berkata dengan kebingungan.


"Itu karena mereka memiliki tanggung jawab, kamu akan mengetahuinya setelah bertemu dengan mereka."

__ADS_1


"Juga, berikan ini pada mereka berdua saat kalian bertemu dengan mereka nanti."


Akhirnya, setelah mereka selesai dengan sarapan. Kai pergi keluar dan memasuki dunia kecil di dalam Shura's Ring untuk berlatih.


"Hmm, kuharap dengan pil ini aku bisa masuk ke ranah God of Destiny.."


Zhukai segera mengambil sikap lotus dan menelan pil itu secara perlahan. Dia mulai memejamkan matanya dan berkultivasi.


Setelah satu tahun berlalu di dalam Shura's Ring, energi spiritual yang sangat besar menyelimuti sekujur tubuh Zhukai.


Energi spiritual itu terlihat seperti hendak berebut satu sama lain untuk memasuki Dantian Zhukai.


Hingga saat Kai membuka kedua matanya, hempasan gelombang angin muncul secara tiba-tiba di area di sekitar tubuhnya.


Boommm!!


Ledakan yang tidak terduga muncul tepat saat gelombang angin itu menghilang.


God of Destiny, tahap Fana!...


Zhukai menghirup energi spiritual dan mengeluarkan sebanyak lima kali hingga dia akhirnya berdiri.


"Haahh... Akhirnya aku telah memasuki ranah God of Destiny, dengan ini aku setidaknya bisa menjaga keselamatan ku di Turnamen antar benua nanti."


Zhukai meregangkan tubuhnya sesaat dan berjalan pergi meninggalkan dunia kecil itu.


Di halaman kediamannya, Zhu Yan dan kedua adiknya sudah bersiap pergi meninggalkan dunia jiwa.


Mereka sekarang sedang menunggu ayah mereka keluar dari latihan.


Benar saja, tak lama setelah itu, siluet Zhukai terlihat dari kejauhan.


"Ayah, cepat! mengapa kamu lama sekali datang." teriak Zhu Long sambil menekan rasa tidak sabarnya untuk berpetualang di luar.


"Anak ini...." Zhukai mendengus sambil tertawa kecil.


Saat Zhukai sampai di hadapan mereka, dia menatap lembut pada ketiga anaknya.


"Haahh ... Yan'er, Lin'er. Ayah akan memberi kalian berdua hadiah sebelum pergi."


Sama seperti apa yang Kai lakukan pada Zhu Long, dia memberi kedua putrinya tubuh spesial.


Setelah itu berakhir, Kai membuka sebuah portal yang mengarah langsung ke Alam Dewa.


"Ayah, ibu, semuanya ... kami pergi..."


Zhu Yan, Zhu Long, dan Zhu Lin saling melambaikan tangan dan berjalan masuk kedalam portal.


"Selamat tinggal."


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2