
Begitu Lan Chen meninggalkan arena, dia segera kembali ke ruangan di mana sektenya berada.
"Kau murid sialan! apa kau tidak tahu bahwa yang kau lakukan tadi sangat memalukan! Kau sudah mempermalukan reputasi sekte pedang guntur." seru seorang tetua dengan tatapan marah seolah dia ingin membunuh Kan Chen.
Tapi menghadapi tatapan tetua itu, Kan Chen bersikap acuh sambil berkata dengan suara dingin.
"Tidak bisakah kau diam!! Apa kau lupa siapa yang telah membuat sekte pedang Guntur mendapatkan promosi menjadi sekte besar."
"Aku memang cukup lemah kali ini, tapi dengan bantuan guru aku pasti akan bertambah kuat dengan cepat."
Setelah Lan Chen dan kelompoknya pergi meninggalkan Akademi Fangxuan, dia melepaskan amarahnya dengan membantai lebih dari sepuluh harimau hitam.
"Grrt... Kalian semua, tunggu saja pembalasanku."
Sementara itu di atas arena, terlihat seorang wanita berpakaian sexy melawan seorang pria bertubuh kekar dengan kulit gelap.
Pria berkulit gelap itu memiliki tatapan ganas di matanya dengan seringai beringas di wajahnya.
Dia melesat kearah wanita itu dengan dua pedang besar di tangan kanan dan kirinya.
"Graaa!!..."
Begitu pria itu mengayunkan dua pedangnya, wanita di depannya meniup sebuah seruling bambu..
Whuss!!
Tepat di detik berikutnya, gelombang angin yang begitu besar menerbangkan pria bertubuh besar hingga keluar dari arena.
"Lu Xu dari sekte kesenangan memenangkan pertandingan ke sepuluh."
Wajah setiap murid dari berbagai sekte tercenggang tidak percaya melihat kemenangan Lu Xu.
Karena tubuh besar yang di miliki oleh oria tadi, para peserta memiliki gambaran bahwa pria tadi akan menangkan pertandingan dengan mudah.
Tapi siapa yang menyangka bahwa pria tadi akan di kalahkan hanya dengan sebuah seruling bambu..
"Whoaaa!! Bukankah dia luar biasa? mengalahkan Tang Han tidaklah mudah, aku pernah melawannya sekali dan itu adalah kemenangan tipis untukku."
"Ya, aku juga cukup terkejut gadis itu bisa mengalahkan Tang Han semudah itu."
Saat perkataan semua orang di penuhi dengan pujian untuk Lu Xu, Kai mendengar namanya di panggil oleh tetua agung.
"Hei lihat itu, bukankah dia murid dari sekte menangah itu? dia cukup beruntung bisa lolos sampai babak tiga. Sayangnya, para jenius tidak sesederhana seperti yang dia pikirkan."
Tepat setelah tetua dari sekte lain berkata, ledakan terjadi di atas arena bersamaan dengan tubuh seorang pria jangkung yang keluar dari arena.
"Hoaamm, cepat umumkan pemenangnya. Aku tidak ingin berlama-lama."
Tetua agung sedikit mengerutkan keningnya melihat sikap arogan yang Kai tunjukkan, tetapi dia kemudian menghela nafas sambil mengumumkan Kai sebagai pemenangnya.
__ADS_1
Sedangkan untuk tetua tadi, dia benar-benar menutup rapat mulutnya dan tidak berani berkata lebih lanjut.
Setelah pertarungan itu berakhir, kini hanya tersisa delapan orang di atas arena.
"Baiklah, saatnya kita memasuki babak yang di tunggu-tunggu oleh semua orang."
"Babak final dimulai sekarang!."
Delapan orang yang saat ini sudah berdiri di depan tetua agung perlahan mulai memasuki arena.
Tepat setelah itu, kepala Akademi Fangxuan, Ning Cangnan tiba-tiba berdiri dan melesat keatas arena.
"Meskipun kalian semua belum memasuki tiga besar, tetapi kalian adalah jenius dari berbagai sekte. Maka dari itu, aku Ning Cangnan akan memberikan hadiah pada kalian semua."
Ning Cangnan melambaikan tangannya di udara kosong. Detik berikutnya, delapan cincin ruang tiba-tiba muncul dan melayang tepat di depannya.
Whuss!!
Dengan aliran Qi dari Ning Cangnan, kedelapan cincin ruang itu segera terbang ke delapan orang yang berdiri di depan tetua agung.
Begitu Kai memeriksa isi cincin ruang itu dengan persepsi ilahinya, dia cukup terkejut melihat ada banyak batu jiwa dan juga beberapa sumber daya yang terbilang cukup langka.
"Baiklah, itu saja yang ingin kuberikan pada kalian. Aku berharap kalian bisa terus berkembang dan menjadi seorang Kultivator yang membanggakan benua naga biru."
Setelah kepala Akademi Fangxuan kembali ke tempat duduknya, tetua agung menghela nafas panjang kemudian memanggil dua nama untuk naik ke atas arena.
"Zhukai dari sekte tujuh pedang Vs Zhuo Fan dari sekte tinju naga!.."
Sementara itu di sekitar arena, Han Shen menyeringai lebar saat melihat Kai melangkah ke atas arena.
"Hehehe, berapa tidak beruntungnya dia. Meskipun aku tidak tahu seberapa kuat Zhuo Fan saat ini, tapi setidaknya dia memiliki kekuatan yang sama denganku."
Di atas arena, Zhukai berdiri tegak sambil menatap lurus kearah seseorang yang baru saja naik ke atas arena.
Dia adalah seroang pria muda berusia 25 tahun-an dengan tubuh setengah telanjang.
Kedua tangannya di balut dengan kain putih, di kedua pergelangan tangan dan kakinya juga terlihat sebuah kain hitam yang terikat dengan kuat.
"Zhuo Fan dari sekte tinju naga memberi hormat." Pria itu sedikit membungkukkan tubuhnya dengan kedua tangannya menyatu.
Kai meliriknya sesaat kemudian tersenyum, "Kai dari sekte tujuh pedang."
Melihat Kai tidak membungkukkan badannya, Zhuo Fan sama sekali tidak peduli.
Dia dengan acuh mengangkat kedua tinjunya dan mengambil kuda-kuda.
"Hmm, dia menarik. Aku bisa minat seberapa keras dia berusaha hingga mencapai kekuatannya saat ini." ucap Kai dalam hatinya.
Dia memegang leher belakangnya dan merenggangkan lehernya sambil mengikuti mengambil kuda-kuda.
__ADS_1
"Kurasa aku harus menikmati pertarungan kali ini."
Dalam pertarungan kali ini, Kai tidak menarik pedangnya keluar melainkan melawan Zhuo Fan dengan kedua tinjunya.
"Hmm, kapak terakhir kali aku bertarung dengan tinjuku?" Kai memejamkan matanya sambil mengingat-ingat kembali peristiwa di masa lalunya.
"Pertandingan pertama di babak final, dimulai!!.."
Begitu tetua agung memulai jalannya pertandingan, Kai dan Zhuo Fan sama-sama melesat dengan kecepatan tinggi.
Bang!!
Saat kedua tinju mereka saling berbenturan, gelombang angin yang cukup besar muncul dari benturan kedua tinju itu.
Kai dan Zhuo Fan sama-sama mundur lima langkah, ekspresi terkejut terlintas di wajah mereka berdua.
"Menarik, bahkan jika aku tidak menggunakan Qi dalam pertukaran kali ini. Tetapi dia bisa membuat aku mundur sebanyak lima langkah."
Sementara itu, Zhuo Fan melihat tangan kanannya yang mati rasa dalam pertukaran itu.
Dia menyeringai lebar sambil berteriak, "Ini menyenangkan!! Ayo lanjutkan ini.."
Kai membalas seringai Zhuo Fan dengan senyum misterius di wajahnya, "Seperti yang kau inginkan!!.."
Whuss!
Bamm!!
Baammm!!
Pukulan demi pukulan terus melesat dan saling menghantam satu sama lain.
Meskipun Zhuo Fan sedikit di rugikan karena Kai mempunyai fisik kaisar abadi, tetapi dia terlihat seolah menikmatinya.
Bahkan saat lengan kanannya telah mengeluarkan aliran darah, dia masih bisa memperlihatkan seringai di wajahnya.
"Hahaha... Sangat menyenangkan! Kau adalah lawan terbaik yang pernah aku lawan saat ini. Jika aku tidak bertarung denganmu sekuat tenagaku, kurasa pertarungan ini akan segera berakhir."
Zhuo Fan memejamkan matanya sambil menarik napas dalam-dalam.
Dia membuka kain hitam yang terikat di kedua pergelangan tangan dan kakinya.
Saat Zhuo Fan kembali membuka mata, dia menatap tajam kearah Zhukai dengan senyum di wajahnya.
"Bersiaplah, aku akan maju sekarang..."
"Tinju naga suci!!."
****
__ADS_1
Bersambung....