
Satu hari berlalu sejak kepergian Zhu Yan dan kedua adiknya dari dunia jiwa.
Meskipun Chiyan, dan juga istri Kai yang lain cukup sedih dengan kepergian mereka. Tetapi mereka harus merelakan nya
Saat Zhukai membuka matanya, hembusan angin yang terasa sejuk menerpa wajahnya yang membuat Zhukai melebarkan matanya.
Dia sedikit tertawa sambil menatap kepalan tangannya dengan erat, "God of Destiny, tahap Abadi.."
Senyum Zhukai semakin melebar saat merasakan energi di dalam Dantian nya sudah hampir mencapai batas.
"Hahhh, aku hanya butuh sedikit dorongan untuk menembus Supreme God Realm."
Pada akhirnya, setelah beberapa kali Kai mencoba menerobosnya. Itu selalu berakhir dengan kegagalan.
Jika Kai secara paksa melakukan terobosan, itu hanya akan merusak pondasi yang telah ia bangun selama ini.
"Hmm, hanya tersisa dua hari lagi sebelum Turnamen antar benua di mulai. Aku harus segera kembali.."
Zhukai berdiri sambil menepuk bagian belakang celananya yang terkena debu.
Dia kemudian berjalan menuruni bukit kecil itu dan kembali ke kediamannya.
Tak lama sejak Zhukai berjalan menuruni gunung, dia melihat seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan di hutan.
Anak perempuan itu menatap anak laki-laki yang sedang berlatih dengan antusias.
"Bagaimana adik Lu? apakah kamu bisa memahami teknik yang aku perlihatkan tadi." tanya anak laki-laki itu menyeka keringatnya.
"Y–Ya, Xiao Lu sudah menghapal semua gerakan yang kakak ajarkan." jawab gadis itu dengan penuh semangat.
"Hebat, jadi adik Lu hanya perlu bekerja keras untuk bisa menguasai teknik itu dengan sempurna."
Dari kejauhan, Kai yang melihat mereka berdua tiba-tiba teringat dengan sahabat kecilnya yang telah lama meninggal.
"Mereka berdua cukup lucu, apakah ada sesuatu yang bis aku berikan pada mereka."
Zhukai memeriksa isi Inventory nya dan menemukan dua gelang dengan simbol yang saling terikat.
"Hmm, kurasa ini hadiah yang cocok untuk mereka."
Zhukai menggunakan sedikit tenaga miliknya untuk melempar kedua gelang di telapak tangannya.
Saat gelang itu melayang kearah dua anak di sana, Kai segera pergi meninggalkan pada rumput itu.
"Adik Lu, tunggu sebentar. Aku baru saja mendengar sesuatu." anak laki-laki itu berjalan mendekat kearah sumber suara yang baru ia dengar beberapa saat yang lalu.
Begitu dia minat benda keperakan tergeletak di atas tanah. Anak itu tanpa ragu mengambilnya dan bergegas kembali menemui teman perempuannya.
__ADS_1
"Adik Lu, lihat apa yang aku dapatkan." ucap anak itu sambil menunjukkan dua buah gelang indah di tangannya.
"Wah, gelang ini sangat cantik. Di mana kakak menemukannya?" tanya Xiao Lu penuh rasa penasaran.
"Hehe, ini rahasia... Karena ini ada dua, jadi aku akan memberikannya pada adik Lu."
Begitu kedua anak kecil itu memakai gelang pemberian Zhukai, sebuah benang transparan keluar dari tubuh mereka dan saling mengikat satu sama lain.
Sementara itu, di depan gerbang kediamannya. Sebelas wanita dengan gaun indah berdiri di sana seolah menunggu kedatangannya.
Saat melihat mereka berdiri di sana, Kai tidak dapat menahan keterkejutannya dan berkata.
"Eh, bagaimana kalian a–..." Dia berhenti berkata, perasaan sedih dan juga kerinduan bercampur aduk dalam hatinya.
Di sisi lain, dia ingin pergi keluar menuju ke turnamen antar benua yang akan di adakan tidak lama lagi.
Tetapi di sisi lain, dia juga ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama dengan istrinya.
"Suami, kamu datang terlalu lama. Kami lelah menunggu di sini." Xue Yu memaksakan senyumnya sambil berkata pelan.
Melihat senyuman Xue Yu, rasa sakit di hatinya semakin membesar.
Kai sangat mengetahui bahwa alasannya untuk terus bertambah kuat adalah untuk membuat dunia di mana dia bisa memberi kebahagiaan pada istri-istrinya.
Tetapi melihat mereka sekarang, itu hanya membuat hati Zhukai terasa sangat sakit.
"Tidak apa-apa Kai Gege, kami mengerti apa yang kamu rasakan. Tidak perlu merasa bersalah kepada kami Kai Gege, kamu harus segera pergi." ucap Yi sambil memberi Zhukai senyuman hangat.
Melihat senyuman hangat di wajah mereka semua, Zhukai merasa sangat bahagia memiliki mereka sebagai istrinya.
"Kalian semua, terimakasih telah mengerti..."
Zhukai melangkah maju untuk memeluk mereka secara bergantian.
Setelah berselang lebih dari sepuluh menit, Zhukai akhirnya mengucapakan selamat tinggal pada mereka.
"Sampai jumpa, istri tercintaku..."
****
Di sebuah daratan tak berpenghuni yang berada di dekat kekaisaran Vermilion, sebuah portal dimensi muncul secara tiba-tiba.
Dari dalam protal dimensi itu, sosok pria yang dibalut oleh jubah putih yang cukup tipis berjalan keluar.
Dia memiliki rambut hitam pendek dengan pedang hitam yang berada di genggaman tangan kirinya.
"Hmm, sebum aku pergi ke dunia jiwa. Yue'er pernah memberitahuku bahwa di sekitar sini ada kemungkinan terdapat sisa percahan lain dari pedang hitam."
__ADS_1
Zhukai memejamkan matanya, dia mengalirkan energi yang mirip seperti Qi Yue pada kedua matanya.
Saat dia membuka kedua matanya, terlihat sebuah garis hitam tipis di bagian bawah matanya.
"Oh, ini lebih mengejutkan dari yang aku bayangkan..."
Kai menambahkan sedikit Qi miliknya untuk memperluas jangkauan pandangannya.
Benar saja, tak jauh dari tempat Kai berdiri saat ini, ada sebuah gua besar yang di kelilingi oleh aura yang sangat jahat.
"Hmm, meskipun perasaan ini cukup samar. Tetapi aku yakin bahwa itu adalah energi dari pedang hitam."
Kai mengalirkan Qi kedalam garis Meridian yang ada pada kedua kakinya.
Saat Zhukai berlari, terlihat bekas langkah kakinya terlihat sangat jelas di atas tanah.
Setelah berselang dua menit, Zhukai berhenti berlari. Dia menatap lurus kearah goa dengan tatapan serius.
"Hmm, meskipun pecahan pedang hitam itu telah kehilangan sebagian energinya. Tetapi itu masihlah sebuah pecahan pedang yang di gunakan Shura untuk membantai Milyaran nyawa Kultivator."
"Ini terlalu aneh, dengan energi semacam ini. Itu setidaknya akan menarik perhatian beberapa bintang buas. Tapi mengapa ini malah terlihat sangat sunyi."
Saat Zhukai melangkahkan kakinya maju, tiba-tiba insting nya mengatakan ada bahaya yang mendekat.
Whuss!!
Benar saja, begitu Zhukai menggunakan mata bintang untuk melihat apa yang ada di dalam gua.
Sosok yang keluar dari sana benar-benar membuatnya terkejut.
"Pergilahh!! Kau tidak di terima di sini..."
"Pergi atau mati!!..."
Sosok itu menghilang dari pandangan Zhukai dan kembali muncul tepat di sampingnya.
Duarr!!
Hanya dalam satu pukulan dari sosok itu, Zhukai yang diberkahi dengan tubuh kaisar abadi dan fisik Asura terhempas jauh dan menghancurkan puluhan pohon.
Kai menyemburkan darah segar dari mulutnya, lima tulang rusuknya patah dan lengan kirinya mati rasa.
Meskipun Kai mengalami rasa sakit yang luar biasa, dia masih bisa tersenyum.
"Jadi kamu benar-benar menepati janjimu, pria kecil."
****
__ADS_1
Bersambung...