
Bilah naga terbang yang saat ini melintasi langit dengan membelah udara di depannya melesat dengan cepat menuju kota Heinan.
Setelah tiga jam berlalu dengan cepat, Zhukai mengendalikan bilah naga terbang untuk turun di pinggiran hutan yang sudah berada tidak jauh dari kota Heinan.
Karena jika dia mengunakan bilah naga terbang untuk memasuki kota Heinan, itu akan menarik perhatian yang tidak diperlukan.
"Haahh, akhirnya aku bisa terbebas..." setelah turun dari bilah naga terbang, Zheng Yan segera meregangkan tubuhnya kecilnya.
Sementara itu di belakangnya, bilah naga terbang perlahan mengecil hingga terlihat seperti pedang pada umumnya.
Kai mengambil bilah naga itu kemudian menyarungkannya kemudian menggenggam nya di tangan kirinya.
"Baiklah, ayo kita masuk kedalam kota sekarang."
Karena saat ini sudah hampir malam hari, Kai dan Zheng Yan segera berjalan menuju kota Heinan tanpa beristirahat.
Tetapi karena Zheng Yan memiliki fisik yang sangat lemah, dia hanya bisa berjalan sejauh satu km hingga akhirnya Kai memutuskan untuk menggendongnya.
"Ahhhh... Tubuh sialan, membiarkanmu menggendongku seperti ini benar-benar sangat memalukan.." Zheng Yan berteriak di belakang punggung Zhukai.
Jika saja dia memiliki satu persen dari kekuatan aslinya, dia tidak mungkin akan menjadi beban bagi Zhukai.
"Hahaha, jangan dipikirkan. Melihat sisi lemah mu seperti ini juga terasa sedikit menyenangkan."
"Cih, jadi kau benar-benar menikmatinya. Dasar pria cabul yang tidak tahu diri."
Meskipun Zheng Yan berkata seperti itu, Kai tidak terlihat marah. Sebaliknya, dia terlihat sangat menikmati nya.
Karena Zheng Yan memang memiliki sifat yang blak-blakan seperti itu. Kai sudah terbiasa karena telah bersama dengannya cukup lama di masa lalu.
Pada akhirnya, setelah berjalan kurang dari tujuh menit. Kai dan Zheng Yan sampai di pintu gerbang kota Heinan.
Meskipun saat itu malam hari sudah hampir tiba, tetapi masih ada barisan yang sangat panjang mengantri untuk masuk kedalam kota.
"Pegangan padaku.." Zhukai berbisik pelan.
Zheng Yan dengan cepat melakukan apa yang Kai katakan. Dia memeluk erat lengan kiri Zhukai sambil memejamkan kedua matanya.
Saat kedua mata indahnya kembali terbuka, mereka berdua sudah berada di dalam kota Heinan.
"Ah, teknik apa barusan!!.." Zheng Yan membuka lebar mulutnya karena keterkejutan.
Meskipun dia sudah hidup sangat lama, tetapi dia baru pertama kali merasakan teknik yang Kai gunakan.
Meskipun dia tidak memiliki Kultivasi, tetapi jiwanya sendiri memiliki persepsi yang lebih baik dibandingkan siapapun.
Hanya dalam sepersekian detik itu, dia merasakan adanya hukum ruang yang cukup kuat sesaat sebelum dia membuka matanya.
__ADS_1
"Oh, ini sudah malam hari. Ayo kita mencari penginapan terlebih dulu."
"Cih, pria ini... Baiklah!!.."
Menyusuri jalan kota Heinan yang sangat besar, Kai dan Zheng Yan bertemu dengan banyak Kultivator dan juga beberapa monster tua yang menyembunyikan Kultivasinya.
Setelah mereka berdua berjalan cukup jauh dari gerbang kota, Kai berhenti saat menatap penginapan yang menarik perhatiannya.
"Kita akan menginap di sana!." ucap Kai sambil menunjuk kearah penginapan yang tidak besar tetapi juga tidak kecil.
"Ha? bukankah kau memiliki banyak uang. Mengapa kita harus menginap di sana." Zheng Yan berkata d ringan rasa sedikit tidak senang.
"Jangan banyak bicara, cepat ikuti aku!."
Kai menarik lengan Zheng Yan dan berjalan ke penginapan itu.
Saat mereka berdua melewati pintu masuk, suara bel pintu berdering keras.
Tak lama setelah itu, seorang pria paruh baya datang menyambut mereka dengan ramah.
Karena penginapan itu tidak besar ataupun kecil, hanya ada sedikit karyawan yang bekerja di sana.
Dan karena saat ini adalah malam hari, para karyawan yang bekerja telah beristirahat dan menyisakan dirinya seorang diri.
"Apakah masih ada cukup kamar yang tersisa untuk kami berdua?" ucap Kai sambil menatap ke sekelilingnya.
"Apa!? Hanya satu kamar, ayo cepat kita per–... Hmmfhh..."
Zhukai menutup mulut Zheng Yan tepat sebelum dia bisa menyelesaikan ucapannya.
"Itu bagus, berapa biaya untuk menyewa kamar itu selama tiga hari?"
Pemilik penginapan itu tertawa sambil menggosok kedua telapak tangannya.
"Hahaha, karena anda adalah penyewa terakhir kami. Aku sebagai pemilik penginapan akan memberikan kalian potong harga. Kalian hanya perlu membayar setengah dari harga aslinya."
Sesaat sebelum pemilik penginapan melanjutkan ucapannya, Kai menyela perkataan nya terlebih dulu.
"Tidak perlu,baku akan membayar seperti biaya aslinya. Berapa banyak yang harus aku bayar?"
Mendengar itu, pemilik penginapan terdiam sejenak sambil berpikir.
"Hmm, jika itu yang kamu inginkan maka untuk biaya menginap selama tiga hari adalah 150 batu jiwa."
Tanpa berlama-lama, Kai mengeluarkan kantung kecil yang berisi 150 batu jiwa.
Setelah dia membayar itu dan menerima kunci kamarnya. Kai segera membawa Zheng Yan yang sedari tadi mencoba mengigit telapak tangannya.
__ADS_1
Sebelum Kai dan Zheng Yan memasuki kamarnya, Kai berhenti sejenak sambil menatap lurus kearah kamar yang berada tidak jauh dari kamarnya.
"Hmm, mungkinkah energi familiar yang aku rasakan berasal dari sana.."
Saat Kai tenggelam dalam pikirannya, Zheng Yan memanfaatkan kesempatan itu untuk mengigit telapak tangannya.
"Hehehe, gadis nakal. Itu geli.."
"Cih, siapa yang kau panggil gadis bodoh!!.."
Zheng Yan berteriak marah kemudian berjalan masuk dan mengunci pintu kamar.
"Hei, apa maksudnya ini. Aku belum masuk!!.."
"Tidur saja di luar!!..."
Zhukai menggeleng sambil tersenyum, "Haha, dia benar-benar tidak berubah."
Setelah Kai menduga bahwa Zheng Yan tidak akan membuka pintu entah seberapa keras dia memintanya. Dia segera berjalan turun ke lantai dasar.
Dan ketika dia sampai di sana, apa yang dia lihat benar-benar membuatnya terkejut.
"I–Ini kamu!!.."
****
Alam bawah, Three Realms.
Di kedlama.goanyang dipenuhi dengan energi hitam yang sangat jahat. Seorang pria paruh baya dengan tubuh telanjang sebagian membuka matanya ketika sekujur tubuhnya berubah menghitam sepenuhnya.
Ledakan besar terjadi setelah pria itu berteriak keras. Ledakan itu menghancurkan goa tempat dia duduk saat itu hingga rata dengan tanah.
Detik selanjutnya, pria paruh baya itu keluar dari dalam tanah. Penampilannya benar-benar berubah menjadi sosok yang sangat berbeda.
Jika sebelumnya, dia adalah pria paruh baya dengan banyak keriput dan bekas luka di wajahnya. Kini wajahnya telah berubah menjadi tampan.
Tidak hanya itu, luka di wajahnya juga ikut menghilang.
"Hahahaha... Akhirnya, hanya sedikit lagi. Aku bisa mencapai ranah penguasa!!.." pria itu berteriak dengan keras.
Teriakannya seketika menguncang tanah di sekitarnya dan menghancurkan roh-roh yang terbang di sana.
"Li Cangtian, Zi Dou. Penguasa alam dewa selanjutnya, akan menjadi milikku... Yama!!.."
****
Bersambung...
__ADS_1