Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Janji dengan Yun Che


__ADS_3

Jutaan abad yang lalu, seorang remaja muda dari salah satu desa kecil sedang mengambil air bersih di danau untuk ibunya.


Ayahnya telah meninggal saat dia berusia 6 tahun karena serangan dari binatang buas yang berasal dari hutan.


Pria remaja itu bernama Yun Che.


Saat perjalanan pulang setelah mengambil air bersih dari danau, tubuh Yun Che bergetar menatap desanya yang hancur.


Bau amis dari darah memenuhi hidungnya, tapi Yun Che mengabaikan itu dan segera bergegas kembali ke rumahnya sambil berharap ibunya masih hidup.


Tapi apa yang dia lihat saat itu benar-benar berbeda dari harapannya.


Di atas kasur kayu tua, tergeletak mayat seorang wanita dewasa dengan kondisi tubuhnya yang cukup buruk.


Tubuh mayat wanita itu telanjang, wajahnya di penuhi dengan bekas memar dan sebuah tusukan di perutnya.


Melihat mayat ibunya, Yun Che seketika terdiam. Dia melangkah maju dengan kedua kakinya bergetar.


Air mata menetes keluar saat Yun Chen berteriak sambil memeluk tubuh ibunya yang sudah tidak bernyawa.


Keesokan harinya, Yun Chen menguburkan mayat ibunya beserta penduduk desa yang telah di bunuh oleh sekelompok bandit tidak di kenal.


"Ibu ... maafkan putramu yang tidak berguna ini, j–jika saja aku pulang lebih cepat. Mungkin aku masih bisa menyelamatkan nyawa ibu..."


Yun Che menangis cukup lama hingga setelah dia menyeka air matanya. dia bersujud di depan makam ibunya dan berjalan pergi meninggalkan desa.


Siapa yang menduga, setelah Yun Che meninggalkan desa. Dia bertemu dengan sosok yang mengubah tadirnya.


Dia tidak lain adalah Zhu Ken, seorang Kultivator dari ras Ancient God.


Pada saat itu, Zhu Ken yang baru saja meninggalkan kampung halamannya di kepung oleh puluhan bandit yang mengincar harta miliknya.


Melihat Zhukai di kepung oleh puluhan bandit, Yun Che sangat ketakutan dan hendak berlari meninggalkannya.


Tetapi saat dia teringat dengan sumpah yang dia buat pada mendiang ibunya, Yun Che mengumpulkan tekad dalam dirinya dan keluar dari semak-semak.


"Kau di sana! cepat lari, mereka adalah bandit yang menguasai hutan ini."


Mendengar teriakan Yun Che, perhatian para bandit segera tertuju kepadanya.


"Oi! Oi!!... Lihat ini, tidak kusangka kau masih hidup anak sialan!..." ucap seorang pria paruh baya dari balik pepohonan.


Melihat wajah pria paruh baya itu, tubuh Yun Chen bergetar tidak terkendali.


Pikirannya kosong, sudut bibirnya bergetar. Saat dia membuka mulutnya, Yun Che berkata.


"P–Paman Ming, m–mengapa kamu bersama mereka..."


Meskipun Yun Che memikirkan beberapa kemungkinan dalam pikirannya, tapi dia enggan untuk mempercayainya.

__ADS_1


Sementara itu, pria yang di panggil Yun Che sebagai paman Ming menyeringai lebar dan berkata dengan suara dingin.


"Jadi kau benar-benar idiot, sejak awal aku memang seorang bandit. Aku menetap di desa hanya untuk mencari informasi dari orang-orang di sana."


"Tapi siapa yang menyangka ibumu akan mengetahui identitas ku yang seorang bandit. Setelah aku memperkosanya, aku kemudian memberinya kematian cepat."


Setelah mengetahui semua fakta itu dari mulut paman Ming, kemarahan di dalam tubuh Yun Chen mencapai batasnya.


Dia sudah tidak peduli lagi dengan hidupnya, bahkan ketakutan dalam hatinya menghilang seketika.


Saat ini, dalam pikirannya hanya dipenuhi dengan niat untuk membunuh pria paruh baya itu.


"Aarghhh.... Kau bajingan! aku akan membunuhmu.."


Yun Che berlari dengan tangan kanannya mengepal.


Tapi bagaimana mungkin, seorang manusi biasa dapat melukai paman Ming yang seorang Kultivator.


Ketika Yun Che berada pada jarak 3 meter dari pria paruh baya itu, pria yang dipanggil paman Ming menggenggam erat lengannya dan meremukkannya.


Dia kemudian memukul Yun Che dengan sangat keras hingga mengakibatkan remaja itu terpental jauh hingga menghantam batang pohon.


Darah segar menyembur keluar melalui mulutnya, rasa sakit yang begitu hebat memenuhi kepala dan sekujur tubuhnya.


"Ha Ha... apakah pada akhirnya aku akan mati seperti ini?"


"Hei hei!! apakah kalian semua melupakan tentangku!?"


Suara dari seorang pria memecah suasana tegang di hutan itu.


Saat pria itu selesai menyembuhkan luka di tubuh Yun Che, dia menatap Yun Che dan berkata.


"Kau bocah, siapa namamu..." tanya Zhu Ken sambil tersenyum kepada Yun Che.


Dia bersikap sangat tenang seolah-olah tidak menganggap keberadaan bandit-bandit yang mengelilinginya.


"Ah, apakah kau masih kesulitan untuk berbicara?" Zhu Ken berkata bingung pada Yun Che.


"Ahh, maaf-maaf ... namaku Yun Che."


Zhu Ken kembali tersenyum setelah mendengar jawabannya.


"Baiklah, bisakah kamu tunggu sebentar. Aku akan membereskan mereka terlebih dulu..."


Zhu Ken meletakkan tas kecil yang di bawanya di dekat Yun Chen, dia berbalik dan menatap puluhan bandit yang mengepungnya dengan tajam.


"Mari selesaikan ini dengan cepat..."


Swossh.

__ADS_1


Slasshhh...


Hanya dalam hitungan detik, puluhan bandit yang mengepung tergeletak tak bernyawa di tanah.


Zhu Ken menghirup nafas panjang setelah membunuh mereka


Dia berbalik dan mengulurkan tangannya untuk membantu Yun Che berdiri.


Setelah itu, Zhu Ken dan Yun Che mulai berteman satu sama lain.


Meskipun Yun Che tidak memiliki bakat dalam berlatih. Dia terus berusaha dengan sangat keras demi bertambah kuat.


"Kakak, apakah kamu akan pergi sekarang? tidak bisakah aku ikut denganmu?" tanya Yun Che dengan jejak kesedihan dalam pandangan nya.


Zhu Ken menggeleng tegas, "Tidak! kau masih harus berlatih, aku akan bertemu dengan musuh-musuh yang kuat sekarang dan aku juga tidak bisa melindungimu setiap saat."


Saat Yun Che ingin membuka mulutnya, itu seketika kembali menutup.


Apa yang Kai katakan memang benar, dia terlalu lemah saat ini untuk terus bersama Zhukai.


Apa yang dia butuhkan saat ini adalah kekuatan!!...


"Baiklah kakak, aku mengerti. Bisakah kamu menjanjikan satu hal padaku?"


Mendengar itu, Kai terlihat sedikit bingung. "Emm, selama aku bisa melakukannya. Aku pasti akan menepati janji ini."


"Berjanjilah bahwa kakak akan terus hidup sampai saat di mana aku bisa berdiri bersama denganmu."


Mendengar itu, Zhukai tertawa... "Baiklah, aku berjanji.."


****


Begitu kenangan tentang Yun Che muncul dalam pikirannya. Zhukai menghela nafas panjang.


"Haahh, bagaimana aku bisa melupakan hal ini."


Zhukai berdiri, dia mengusap darah di bibirnya sambil menatap ke sekelilingnya.


Hutan di mana Kai berada saat ini adalah tempat di mana dia dan Yun Che pertama kali bertemu.


Dia benar-benar tidak menduga bahwa Yun Che akan memiliki salah satu pecahan dari pedang hitam.


Tapi apa yang benar-benar membuat Kai terkejut saat ini adalah penampilan Yun Che yang sangat mengerikan.


Dia terlihat seperti ... roh jahat.


****


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2