Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Dimulainya Turnamen Antar Benua


__ADS_3

Di saat mereka semua tercengang dengan wujud sempurna dari jiwa pedang yang Mo Kun miliki. Kai terkekeh melihat reaksi mereka.


Sementara itu, Mo Kun sendiri sama terkejutnya dengan Ouyang Jin dan yang lain.


Sejak jiwa pedangnya pertama kali bangkit, Mo Kun sama sekali tidak bisa mewujudkan jiwa pedangnya bahkan sampai saat ini.


Tetapi ada satu hal yang berbeda semenjak jiwa pedangnya bangkit, manfaat yang dia terima setelah membangkitkan jiwa pedang adalah peningkatan pada Kultivasinya.


"I–Ini wujud dari jiwa pedangku?" dengan mulut bergetar, Mo Kun berkata sambil menatap Kai dengan senyuman penuh rasa terimakasih.


Kai tidak hanya menyembuhkan luka parahnya tetapi juga membantunya mewujudkan jiwa pedangnya.


Bahkan jika Mo Kun mengorbankan nyawanya, itu masih belum cukup untuk membalas kebaikan yang Kai berikan padanya.


"Ah, benar juga... Senior, apakah kamu berminat menggantikan ku di turnamen antar benua nanti?" tanya Nalan Ruyue yang seketika memecah keheningan di antara mereka.


Kai berpikir sejenak, dia awalnya memang memiliki keinginan untuk menjadi perwakilan dari sel benua naga biru.


Tapi untuk saat ini, keinginannya untuk menjadi perwakilan benua naga biru menghilang seketika.


Ketika dia tahu bahwa yang mewakili benua naga biru berasal dari sekte tujuh pedang, dia menghela nafas lega.


Dan alasan kedatangannya ke tanah suci tidak hanya untuk menonton turnamen antar benua. Tetapi ada satu hal yang Kai perlukan di sini.


Setelah berselang beberapa detik setelah Nalan Ruyue bertanya, Kai akhirnya memberikan gelengan kepala sebagai jawabannya.


"Tidak, aku datang kesini hanya untuk menonton turnamen antar benua."


Setelah perbincangan sebentar di antara mereka, Kai dan Zheng Yan memutuskan untuk turun ke bawah terlebih dulu.


Setelah Kai memilih meja yang berada di dekat jendela, dia bisa mendengar suara langkah kaki dari ribuan Kultivator yang datang menuju kediaman Klan Zi.


"Klan Zi, apakah Lin Yue berasal dari sana. Hmm, setelah aku datang kesana mungkin persepsi ilahiku akan beraksi."


Saat Kai sedang berpikir sambil melihat keluar jendela, Zheng Yan menatapnya dengan ekspresi cemberut.


"Hmmphh... Kai!!.."


"Ah, ya?" Zhukai kembali ke akal sehatnya dan menatap Zheng Yan dengan tanda tanya di atas kepalanya.


"Cepatlah pesan sesuatu, aku sangat lapar saat ini. Apalagi wanita gila tadi ... cih, jika kamu tidak mengehentikan ku saat itu, dia mungkin sudah mati."


Kai tertawa kecil kemudian memanggil seorang pelayan wanita untuk membawakan mereka berdua makanan.


Saat sarapan untuk mereka berdua datang, Zheng Yan segera menyantap sarapan di depannya dengan penuh semangat.

__ADS_1


Karena dia bukan seorang Kultivator, dia mudah sekali menjadi lapar.


Saat Zheng Yan memakan makanannya, dia bisa merasakan Kai terus menatapnya sedari awal.


"Ehmm, Hei!! cepat makan itu, apakah kamu tidak lapar?" dan ... kenapa kamu terus menatapku?" Zheng Yan menatap Kai dengan pandangan aneh.


Meskipun dia telah hidup sangat lama, tetapi dia belum pernah jatuh cinta sekalipun pada seorang pria. Karena itu juga, dia tidak mengetahui bahwa Kai saat ini sedang menggodanya.


"Jadi, apakah setelah ini kau akan pergi kesana?" tanya Zheng Yan sambil menunjuk sebuah gunung besar yang berada tidak jauh di dalam kota.


"Ya, kita akan pergi ke sana untuk melihat turnamen antar benua. Dan..." Kai berhenti berkata dan melanjutkan makan.


"Hmm, meskipun persepsi ku saat ini telah melemah tetapi aku jelas merasakan ada sesuatu yang tidak beres dengan itu." Zheng Yan bergumam sambil mengunyah daging di mulutnya.


Kai yang mendengar itu tentu saja sedikit terkejut. Bahkan jika Zheng Yan tidak memiliki basis Kultivasi saat ini, tetapi persepsi miliknya masih ada karena melekat dengan jiwanya.


"Maksudmu?"


"Tidak, lupakan saja. Itu mungkin hanya halusinasi ku saja."


Begitu Kai dan Zheng Yan menghabiskan makanan mereka, Nalan Ruyue dan dua lainnya juga telah turun ke lantai bawah.


Mereka bertiga memakai seragam sekte tujuh pedang. Mo Kun memimpin kedua wanita di belakangnya untuk memberi hormat pada Zhukai.


"Apa yang kalian lakukan, mengapa kalian memberi hormat pada saudara seperguruan kalian sendiri?" Kerutan muncul di kening Zhukai melihat tindakan yang mereka lakukan.


"Haahh, terserah kalian. Ayo pergi ke kediaman utama Klan Zi. Para perwakilan lain sudah berkumpul di sana."


Mo Kun memberi Zhukai anggukan kecil, setelah Kai selesai membayar biaya sarapannya dan Zheng Yan. Mereka berlima berangkat menuju ke kediaman utama Klan Zi.


Sementara itu di salah satu rumah yang berada di kediaman Klan Zi, tubuh seorang pria paruh baya terlihat melayang di udara.


Aura keemasan memancar keluar dari tubuh pria paruh baya itu bersama dengan tekanan kuat yang keluar dari tubuhnya.


Beberapa detik berikutnya, kedua mata pria paruh baya itu terbuka. Wajahnya berubah pucat dan mulutnya memuntahkan banyak darah.


"Uhuk!!... Ha! Ha! Ha!...."


Pria paruh baya itu mengambil nafas panjang sambil mengendalikan aliran energi spiritual di dalam tubuhnya.


"Sial, mau seberapa keras aku mencoba. Aku masih belum bisa menghancurkan penghalang itu." pria paruh baya itu bergumam pelan sambil menahan sedikit rasa kesal.


Dia tidak lain adalah Li Cangtian yang saat ini menginap di kediaman Klan Zi sebagai tamu terhormat.


Alasan mengapa dia menginap di sana bukan hanya untuk turnamen antar benua, tetapi dia juga berniat untuk menjadikan Zi Suyuan sebagai istrinya.

__ADS_1


Sedangkan alasan mengapa Li Cangtian begitu tergila-gila dengan Zi Suyuan bukan hanya karena paras Zi Suyuan yang bagaikan Dewi.


Tetapi ada alasan lain mengapa Li Cangtian begitu keras mencoba membuat Zi Suyuan menjadi miliknya.


Karena Li Cangtian sudah sangat lama terjebak di ranah setengah penguasa, dia membutuhkan sedikit dorongan untuk membantunya menerobos.


Dengan bantuan dari Zi Suyuan yang merupakan keturunan murni dari ras Dewi Elemen. Itu akan membuat kesempatan Li Cangtian untuk menerobos ke ranah penguasa semakin besar.


"Hehehe, hanya sebentar ... aku hanya perlu menunggu sebentar lagi. Setelah turnamen ini selesai, aku pasti akan mendapatkan mu entah dengan cara apapun." Li Cangtian menyeringai kemudian mengeluarkan tawa menjijikkan dari mulutnya.


Sementara di halaman Klan Zi, ada ratusan orang yang merupakan perwakilan dari berbagai benua yang berkumpul.


Jauh di depan mereka, seorang wanita yang sangat cantik berjalan keluar dari dalam bangunan.


Dia memakai pakaian yang cukup tertutup, rambutnya berwarna perak, dia memiliki fitur wajah yang hampir sama dengan Zi Lin Yue tetapi Zi Suyuan terlihat lebih dewasa.


"Terimakasih telah menghadiri turnamen antar benua yang di adakan setiap 5 tahun sekali. Aku matriak Klan Zi secara hangat menyambut kalian semua."


"Dan aku umumkan, turnamen antar benua ... dimulai!!.."


*****


Bersambung...


Tingkatan Kultivasi :


Supreme God : Awal, Tengah, Terlambat, Puncak.


Absolute King : Awal, Tengah, Terlambat, Puncak.


Absolute Emperor : Awal, Tengah, Terlambat, Puncak.


Supreme Absolute : Kesengsaraan 1-5.


Divine Lord : Kesengsaraan 1-5.


Divine King : Kesengsaraan 1-5.


Ancestor : Kesengsaraan 1-5.


Maha Dewa : Pencapaian Kecil, Besar, Kesempurnaan.


Setengah Penguasa : Pencapaian Kecil, Besar, Kesempurnaan.


Penguasa : Kesempurnaan, Setengah Langkah Menuju Dewa Semesta.

__ADS_1


The God of Universe : Puncak Semesta (••••)


__ADS_2