
Setelah kedua peserta itu di panggil oleh tetua Akademi Fangxuan, mereka berdua segera melesat untuk naik keatas arena.
Mereka berdua adalah seroang pria dengan senjata utama mereka adalah sebuah pedang besar dua tangan.
"Ling Han dari sekte merpati." perwakilan dari sekte merpati membungkuk sebelum memulai pertandingan.
"Long Tian dari sekte bunga naga."
Setelah kedua orang itu membungkuk, tetua Akademi Fangxuan yang mengawasi grup A memulai jalannya pertandingan.
Ting! Ting! Ting!
Suara benturan pedang terus menggema di sepanjang jalannya pertarungan. Melihat pertarungan kedua orang itu, setiap peserta bisa menebak bahwa kekuatan kedua orang itu hampir sama.
Tetapi sebenarnya, Long Tian dari sekte bunga naga lebih di untungkan di setiap benturan tadi.
"Menurutmu siapa yang akan memenangkan pertandingan pertama ini?" seorang perwakilan sekte di grup A bertanya pada seorang kenalan di sampingnya.
"Aku tidak tahu, tapi melihat Long Tian sedikit kesulitan di setiap bentrokan. Kurasa Ling Han yang akan memenangkan pertandingan ini."
"Kau juga berpikir begitu? Aku juga berpikir Ling Han yang akan memenangkan pertandingan pertama."
Di tengah-tengah pembicaraan mereka, suara seorang pria membuat mereka berdua terkejut.
"Apa kalian yakin? Menurutku Long Tian yang akan memenangkan pertandingan pertama ini."
Mereka berdua berbalik dan melihat seorang pria tampan yang tersenyum ramah kepada mereka berdua.
"Tch, apa yang kau tahu!"
"Menyebalkan, lebih baik kita pergi saja."
"Haah, apa yang salah dengan perkataan ku?" Pria itu segera berbalik dan kembali ke tempat duduknya.
Sementara itu di atas arena, Long Tian yang secara terus menerus di hantam oleh serangan Ling Han tiba-tiba menyeringai lebar.
"Maaf teman, tapi ini adalah kemenangan ku."
Long Tian meraung dengan keras sambil mengayunkan pedangnya dengan seluruh tenaga miliknya.
Selain itu, dengan Qi di tubuhnya yang terkumpul sejak pertandingan di mulai. Itu membuat serangan Long Tian meningkat dua kali lipat.
Boomm!!
Tubuh Ling Han terhempas jauh dengan suara teriakannya yang menggema di seluruh arena.
Tepat setelah tubuh Ling Han keluar dari arena, tetua pengawas itu segera mengumumkan Long Tian sebagai pemenang.
__ADS_1
"Apa!? Bagaimana bisa Long Tian tiba-tiba membalikkan situasinya dalam sekejap?" mulut seroang perwakilan sekte terbuka lebar sambil menahan keterkejutan di hatinya.
Meskipun Long Tian memenangkan pertandingan, dia juga mendapatkan beberapa luka kecil yang kemungkinan mempengaruhi kecakapan bertarungnya.
Setelah pertandingan pertama berakhir, tetua pengawas kemudian membacakan dua nama untuk pertandingan selanjutnya.
Pertandingan kedua adalah pertandingan Han Shen melawan seorang sekte kecil. Sayangnya, karena perbedaan Kultivasi mereka yang terlalu jauh. Han Shen hanya perlu satu serangan untuk mengalahkannya.
Karena perbedaan Kultivasi yang begitu besar, musuh yang Han Shen lawan mendapatkan luka yang sangat parah dan membutuhkan waktu dua tahun untuk menyembuhkan luka itu.
Di ruangan para tetua pendamping, seorang tetua dari sekte ilahi menyeringai lebar melihat penampilan Han Shen di atas arena.
"Mengagumkan, seperti yang diharapkan dari murid yang dipilih ketua sekte secara langsung."
Sementara itu, Chen Xia menjadi sangat khawatir setelah melihat serangan yang Han Shen keluarkan saat melawan pria tadi.
"Kau, aku harap kamu tidak bertemu dengannya selama pertarungan nanti."
Setelah Han Shen turun dari arena, dia melirik ruangan dimana Zhukai duduk.
"Selanjutnya, itu adalah giliranmu!."
Menghadap provokasi yang Han Shen berikan, Zhukai menguap lebar sambil bergumam pelan.
"Sangat membosankan!."
Karena adanya perbedaan Kultivasi yang sangat besar, ada banyak perwakilan sekte menengah dan sekte kecil tersingkir dengan cepat.
Di pertandingan ke tujuh belas, nama orang yang di panggil untuk maju tidak lain adalah nama Zhukai.
"Saatnya giliranku, mari akhiri ini dengan cepat." Zhukai meregangkan otot-ototnya kemudian berjalan keluar dari ruangannya.
Dia dengan wajah malas melas berjalan menaiki arena. Sementara itu, musuhnya tidak lain adalah perwakilan dari salah satu sekte besar di benua naga biru.
"Zang Lu dari sekte Gunung Taishan." ucap pria itu sambil membungkukkan badannya.
"Hoaamm, bisakah kita memulai pertandingannya?" Kai melirik tetua itu kemudian bertanya.
Tetua pengawas yang mendengar itu terperangah karena terkejut. Selama pertandingan di mulai, ini pertama kalinya dia minat seroang peserta yang sangat sombong seperti Kai.
"Tch, darimana sikap sombongnya itu berasal. Dia hanya berasal dari sekte menengah tetapi berani bersikap sangat sombong seperti ini di depan murid dari sekte besar."
Bukan hanya tetua pengawas saja yang sedikit marah dengan sikap sombong yang kau tunjukkan.
Musuh yang dia lawan saat ini, para tetua pendamping dan juga Dewa pertempuran, Ning Cangnan.
"Tch, mari kita lihat apakah kau masih bisa bersikap sombong setelah menerima pukulanku!."
__ADS_1
"Apa lagi yang kau tunggu, cepat mulai pertandingannya!.."
Meskipun tetua pengawas itu sedikit marah tetapi dia masih bisa menahannya dan berkata.
"Pertandingan ke-17 dimulai!!."
Tepat setelah tetua pengawas itu memulai pertandingan, seringai lebar menghiasi wajah Zhukai.
Detik berikutnya, ledakan besar bercampur kabut asap terlihat menutupi arena grup A.
"Ha!? Apa yang terjadi!!.." seru salah satu tetua pendamping yang tidak bisa melihat apapun setelah pertandingan di mulai.
"Lihat itu! bayangan seorang pria terlihat di dalam kabut asap."
Saat semua tetua melihatnya, mereka mengira itu adalah bayangan dari Zang Lu dari sekte Gunung Taishan.
Pikiran itu hilang seketika saat kabut asap di arena menghilang sepenuhnya.
"Bagaimana mungkin!!"
"Zang Lu sudah berada di puncak Holy God Venerable dan mempunyai fisik yang sangat kuat, tapi bagaimana..."
Para tetua pendamping yang melihat dari ruangan mereka tercengang melihat bagaimana murid sekte besar di kalahkan dalam satu serangan.
Sedangkan untuk Chen Xia, dia sangat terkejut melihat bagaimana Kai mengalahkan murid sekte besar hanya dalam satu serangan.
Dia sudah tahu bahwa Kai sangat kuat, tetapi dia tidak mengetahui kalau Kai akan menjadi sekuat ini.
"Melihat bagaimana kekuatan yang Kai keluarkan saat ini, itu tidak lebih rendah dibandingkan Han Shen. Atau mungkin ... itu bahkan lebih kuat!."
Setelah melihat itu, rasa khawatirnya menghilang seketika. Sebaliknya, ada perasaan di hatinya bahwa Kai bisa mengalahkan Han Shen dengan seluruh kekuatannya.
"Apa yang kau tunggu? Apa kau akan terus diam seperti ini!."
Tetua pengawas yang baru saja terkejut tidak bisa mencerna apa yang dia lihat.
Setelah dia mendengar ucapan Zhukai, dia segera mengumumkan Zhukai sebagai pemenang.
Setelah itu, pertandingan-pertandingan selanjutnya berakhir dengan cepat.
"Baiklah, setelah pertandingan yang cukup lama ini. Kita akan memulai ke babak kedua."
Tetua pengawas itu berhenti berbicara, sesaat kemudian dia kembali berkata.
"Pertandingan pertama di babak kedua, Zhukai vs Long Aotian."
****
__ADS_1
Bersambung...