Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Terjebak di Lautan Tak Berujung


__ADS_3

Di udara lepas di atas lautan tak berujung, sebilah pedang besar melesat dengan kecepatan yang tak mampu dilihat oleh mata Kultivator normal.


Bahkan udara yang dilewati oleh pedang besar itu terpotong menjadi dua bagian.


"Suami, bisakah kamu terbang sedikit lebih lambat?" Qi Yue bertanya saat dia duduk di depan Zhukai.


Meskipun dia merasa sangat nyaman di dalam pelukan suaminya, tetapi Qi Yue cukup kesal dengan suara yang tercipta setiap kali bilah naga membekas angin.


"Eh, apakah ada sesuatu yang menganggumu?"


Melihat wajah cemberut istrinya, Zhukai sedikit tertawa karena menganggap istrinya sangat imut.


"Biar saja, melihatnya seperti ini juga sedikit menyenangkan."


Tanpa mengurangi kecepatannya, Kai malah melakukan hal yang sebaliknya.


Dia meningkatkan kecepatan terbang bilah naga hingga titik dimana Qi Yue merasa sangat mual.


"S–Suami, b–berhenti terlebih dulu."


Karena suara hembusan angin yang memenuhi telinganya, Kai tidak dapat mendengar apa yang istrinya katakan.


"H–Hoooeekkk...."


Tanpa Kai sadari, Qi Yue memuntahkan isi perutnya pada bilah naga. Tak lama setelah itu, dia tertidur dengan sangat lelap dalam pelukan suaminya.


****


Tanah Suci, wilayah Klan Zi.


Menjadi salah satu Klan terbesar di tanah suci, kelas wilayah Klan Zi tidak kecil.


Dengan banyak sumber daya langka, Klan Zi banyak melahirkan jenius-jenius yang cukup dikenal di tanah suci.


Saat ini di sebuah rumah makan di salah satu kota. Seorang pria muda berbalut jubah hitam membuka pintu rumah makan itu dan segera duduk di salah satu meja yang kosong.


"Ah, permisi tuan. Apakah anda ingin memesan sesuatu.." tanya seorang pelayan wanita yang datang menghampirinya.


Pria berjubah itu tetap diam, dia membuka kain yang menutup kepalanya dan memperlihatkan sosoknya yang tidak asing.


"Aku pesan makanan terenak disini dan juga satu kendi arak."


Pelayan wanita itu terkejut sesaat karena wajah tampan pria itu. Saat dia kembali ke akal sehatnya, wajahnya memerah karena malu.


"B–Baik, saya akan membawakannya sebentar lagi."


Melihat sosok pelayan wanita itu hilang dalam pandangan nya, senyum di wajah pria itu menghilang seketika.


"Tch, jika bukan karena orang itu yang memintaku datang kesini, aku tidak akan bypernah menginjakkan kakiku di tempat jelek ini." gumam pria itu dengan nada jijik.


Dia memang memiliki wajah yang cukup tampan. Tapi entah mengapa, dia terlihat sangat familiar.

__ADS_1


Belum lama semenjak pelayan wanita itu pergi, seorang wanita bercadar masuk ke rumah makan itu dan datang menghampirinya.


"Kau datang cepat juga ternyata..." wanita itu berkata sambil tersenyum dari balik cadarnya.


Pandangan setiap pria langsung tertuju kearahnya begitu dia masuk kedalam rumah makan.


Karena wanita itu menutup wajahnya, tidak seorangpun dapat melihat wajah aslinya.


"Tidak perlu basa-basi, kau tahu aku tidak menyukainya bukan." pria itu mendengus dingin sambil menatap tajam pada wanita bercadar di depannya.


"Hahaha, kau masih bersikap dingin seperti biasanya ya."


Bahkan setelah menerima tatapan dari pria di depannya. Wanita itu masih tetap bersikap tenang.


Ketika wanita itu hendak membuka mulutnya, seorang pelayan wanita datang kepadanya sambil membawa nampan yang berisi makanan.


"Tuan, makanan yang anda 0esan sudah siap.."


Pelayan itu segera meletakkan makanan dan juga satu kendi arak di atas meja kemudian berbalik pergi.


"Jadi bagaimana, apakah kamu sudah selesai membuat senjata yang aku minta?"


Pria itu bertanya sambil menuangkan arak di kendi kedalam cangkir kecil.


"Oh, kau bisa tenang. Aku pasti akan menyelesaikannya sebelum turnamen di mulai."


Mendengar itu, pria itu menghela nafas lega. Tapi di detik berikutnya, dia kembali menatap wanita di depannya dengan wajah penuh tanda tanya.


"Hahh, aku bisa tenang sekarang. Tapi mengapa kamu memanggilku untuk datang kesini?"


"Aku tahu kamu akan bertanya seperti itu."


Wanita itu berhenti berbicara, dia mengeluarkan sesuatu dari cincin ruangnya.


Itu tidak lain adalah batu hitam tanpa sedikitpun energi di dalamnya seolah itu hanya batu biasa.


"Apa, mengapa kamu..."


Pria itu berhenti berkata, mulutnya tertutup rapat dan tatapan matanya terfokus pada batu hitam di depan matanya.


"Mungkinkah ini...."


Saat pria itu ingin berkata lebih lanjut, wanita di depannya segera menyela ucapannya.


"Cih, bisakah kamu menutup mulutmu. Kau hampir saja memberitahukan ini pada orang-orang disini."


Mendengar itu, pria itu menunduk karena malu. Setelah beberapa saat, dia kembali menatap wanita di depannya dan bertanya kembali.


"Jadi, berapa banyak yang kau inginkan dariku?"


"Aku akan tetap meminta bayaran seperti sebelumnya, tapi aku memintamu memenuhi satu permintaan ku."

__ADS_1


"Syarat?" pria itu mengerutkan keningnya, "Syarat apa!?"


"Itu rahasia, asalkan kau menyetujui syarat dariku. Aku akan membuatkan pedang untukmu..."


Pria itu merasa ada sesuatu yang aneh, tapi karena ambisinya untuk menenangkan turnamen antar benua. Dia dengan bodohnya menyetujui syarat wanita itu.


"Baiklah, aku menyetujui syarat darimu."


Tepat setelah pria itu menyetujui syarat darinya, wanita itu tersenyum dari balik cadarnya.


"Baiklah kalau begitu, tunggu aku besok di tempat ini ... Lu Xiao."


Wanita itu berbalik dan berjalan pergi meninggalkan rumah makan meninggalkan pria itu sendirian.


"Hahaha, tunggu saja kamu Zi Lin Yue. Setelah aku memenangkan turnamen ini, aku pasti akan membuatmu menjadi milikku..."


Lu Xiao terkekeh sambil menikmati araknya.


****


Jauh dari tanah suci, tepatnya di lautan tak berujung. Siluet pedang hitam terus melesat dengan kecepatan tinggi melintasi lautan.


"Aneh, mengapa aku merasa bahwa lautan ini tidak memiliki batas..."


Karena Kai sudah terbang dalam kecepatan tinggi selama satu hari, dia menduga bahwa dia akan segera tiba di tanah suci.


Sayangnya, Kai bahkan belum bisa merasakan aura kehidupan dari seseorang setelah terbang selama itu.


"Hmmm.. Jadi ada seseorang yang mencoba bermain-main denganku." wajah Zhukai menjadi dingin.


Senyuman di wajahnya menghilang seketika, dia segera mengganti kesadarannya kedalam Klon miliknya.


Karena Qi Yue saat ini sedang tertidur lelap dalam pelukannya, dia tidak mungkin mencoba membangunkan istrinya dari tidur lelapnya.


"Baiklah, siapapun itu. Bersiaplah karena telah menyinggung ku."


Zhukai mengeluarkan sebilah pedang dari Inventory nya. Dia kemudian mengalirkan banyak Qi kedalam pedang itu hingga batas maksimal kemudian mengeluarkan salah satu tekniknya.


"Pedang kaisar, tebasan gila..."


Swossh!! Swossh!!


Sepuluh tebasan pedang bermunculan saat Kai mengayunkan pedang di tangannya.


Sepuluh tebasan pedang itu menyebar dan memotong titik-titik pusat yang membuat array dalam lautan tak berujung.


Begitu sepuluh titik array itu hancur, pemandangan di depan mata Zhukai berubah seketika.


Lautan biru yang sangat luas kini telah berubah menjadi lautan darah dengan tulang-tulang yang mengambang di permukaan air.


"Ahh... Aku ingat sekarang tempat ini... Jadi ini ulahmu bukan, iblis kuno ... Zheng Yan."

__ADS_1


***


Bersambung


__ADS_2