Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Perjalanan Menuju Kompetisi Sekte


__ADS_3

Saat kesadaran Zhukai sudah kembali ke tubuh utamanya, klon nya yang memiliki Kultivasi Supreme God menghilang secara tiba-tiba.


Detik berikutnya, ledakan yang begitu besar tercipta saat kesadaran Zhukai kembali ke tubuhnya.


Boomm!!


Ruangan itu meledak dan menyisakan kepingan-kepingan kayu kecil yang berserakan di atas tanah.


Ledakan itu segera menarik perhatian murid-murid inti yang sedang berlatih di halaman utama.


Saat mereka sampai di sana, kabut asap yang begitu tebal menghalangi pandangan mereka.


"A–Apa, apa yang sedang terjadi." ucap seorang murid sambil memegangi kepalanya saat melihat asrama laki-laki telah hancur.


"Siapa yang melakukan ini, apakah ada seseorang yang sengaja menghancurkan asrama ini? Tapi apa motifnya?" seorang murid yang terlihat seperti seseorang yang berpengetahuan, sedang berpikir keras.


Sementara itu, murid lain segera memberitahu tetua tentang apa yang sedang terjadi.


Tak lama setelah murid itu pergi untuk memanggil seorang tetua, Zhukai berjalan keluar dari semak-semak sambil menggaruk kepalanya.


Mulutnya terbuka lebar saat dia menguap.


"Ada apa ini? kenapa kalian semua berkumpul di sini?" menatap semua orang dengan 2ajah terkejut, Kai. bertanya.


"Ah, itu ternyata kamu saudara Kai. Apakah kamu melihat sesuatu sebelum terjadinya ledakan!"


Zhukai mengerutkan keningnya, "Ledakan? Ledakan apa! Aku baru saja kembali dari latihan ku. Bagaimana aku tahu tentang itu."


Saat Zhukai selesai berkata, dia kemudian menatap asrama laki-laki yang sudah menjadi reruntuhan.


Dia kemudian bersikap layaknya murid yang lain dan menanyakan siapa orang yang melakukannya.


"Hehe, maafkan aku! aku pasti akan mengganti kerugian ini nanti." ucap Kai dalam hatinya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Setelah tetua datang, keramaian itu akhirnya mereda.


Meski tetua belum menemukan siapa pelaku yang menghancurkan asrama laki-laki, tetapi dia menemukan tempat di mana murid inti laki-laki bisa tinggal untuk kedepannya.


Setelah semua kejadian itu berlalu, akhirnya hari keberangkatan perwakilan sekte telah tiba.


Empat orang yang mewakili sekte tujuh pedang kini telah tiba di halaman ketua sekte.


"Dimana Zhukai? Mo Kun, apakah kamu sudah membangunkannya?" Li Yan bertanya sambil menatap Mo Kun tajam.

__ADS_1


"A–Anu tetua sekte, mungkin dia akan segera datang tidak lama lagi." jawab Mo Kun.


Benar saja, beberapa detik setelah Mo Kun menjawabnya. Angin tiba-tiba berhembus dengan kencang.


Sosok pria yang sangat tampan muncul secara tiba-tiba dari balik dedaunan yang jatuh.


Pria itu tidak lain adalah Zhukai.


Dengan membawa sebilah pedang di punggungnya, penampilan Zhukai sepenuhnya terlihat sangat berwibawa.


Orang mungkin menduga bahwa Zhukai adalah seorang tetua saat tiba di kompetisi sekte nanti.


"Maaf semuanya, aku telah membuat kalian menunggu lama." ucap Zhukai sambil memperlihatkan senyumannya.


Wajah Chen Xia seketika berubah merah, dia bahkan menundukkan kepalanya tidak berani menatap wajah Zhukai secara langsung.


"Karena kita berlima sudah berkumpul, kapan kita akan berangkat ketua sekte?" Tanya Ling Li..


Li Yan tersenyum begitu mendengar pertanyaan yang Ling Li tanyakan.


"Tunggu, masih ada satu orang lagi yang akan ikut bersama dengan kalian."


Wajah semua orang berubah seketika, mereka semua menatap Li Yan dengan tatapan tidak percaya.


"Ketua sekte, apa maksudnya itu? Bukankah setiap sekte hanya bisa di wakili oleh lima orang saja?"


Mereka berdua adalah seorang gadis cantik dan juga seorang pria tua dengan janggut putih panjang.


Zhukai dengan sikap acuh membalikkan badannya sama seperti yang lain.


Alangkah terkejutnya dia saat melihat sosok yang tidak asing dalam benaknya.


Dan ketika Zhukai dan gadis di samping pria itu saling bertatapan, gadis itu menaikkan alisnya karena terkejut.


"I–Itu kamu, apakah kamu terpilih menjadi perwakilan sekte tujuh pedang? Tapi bukankah hanya murid inti yang bisa mewakilinya?" Nalan Ruyue bertanya sambil menatap Zhukai dengan sedikit dekat.


"Aku seorang murid inti, tentu saja aku bisa mengikuti seleksi dan terpilih menjadi perwakilan sekte."


"Apa!!..." Nalan Ruyue membuka lebar mulutnya karena terkejut.


"B–Bagaimana kamu bisa di promosikan menjadi murid inti secepat ini? bukankah kita dulu mengikut ujian sekte pada waktu yang sama."


Zhukai memejamkan matanya sambil melirik pria tua yang berdiri di samping Nalan Ruyue, "Kamu bisa bertanya pada pak tua di samping mu."

__ADS_1


Sementara dua orang itu memulai pembicaraan, Li Yan dan beberapa tetua lainnya membungkuk untuk memberi hormat pada pria tua yang tak lain adalah tetua pertama.


"Li Yan memberi hormat pada tetua pertama."


"Chen Xia memberi hormat pada tetua pertama."


Melihat itu, keempat perwakilan sekte juga segera mengikuti ketua sekte dan para tetua membungkuk.


"T–Tetua pertama, jadi dia adalah tetua pertama. Aku sangat beruntung bisa bertemu dengannya, tapi apa yang di lakukan tetua pertama di sini. Juga, siapa wanita cantik yang datang bersamanya itu?" Mo Kun berkata dengan senyum senang.


Sementara itu, Ouyang Jin yang melihat Zhukai dan Nalan Ruyue berbicara sedikit merasakan rasa sakit di hatinya.


"Apakah dia kekasih saudara Zhukai?"


Menatap dua orang itu sesaat, Ouyang Jin mengalihkan pandangannya kearah lain.


"Aku cukup terkejut kamu menjadi murid tetua pertama. Ini menjelaskan mengapa aku tidak bisa menemukan dirimu di halaman murid luar." ucap Zhukai sedikit tertawa.


"Haha, aku juga tidak menyangka akan menjadi murid tetua pertama sekte tujuh pedang."


Nalan Ruyue menatap kearah murid yang lain dan bertanya pada Zhukai, "Ayo kita berkumpul dengan mereka. Guru terlihat akan menjelaskan sesuatu."


"Baiklah."


Beberapa detik setelahnya, tetua pertama mengumpulkan semua orang dan menjelaskan tentang hal-hal yang tidak boleh di lakukan saat di kompetisi sekte nanti.


"Ingatlah satu hal penting, jangan pernah menyinggung sekte-sekte besar saat di kompetisi sekte nanti."


"Meskipun dulunya sekte tujuh pedang termasuk kedalam tujuh sekte terkuat di benua naga biru. Tetapi kekuatan kami telah sangat menurun."


Setelah tetua selesai mengatakan pesannya, dia memanggil sebuah burung besar yang tidak lain adalah binatang kontraknya.


"Meskipun kita bisa menempuh perjalanan dengan terbang, tetapi kita harus menghemat tenaga sebelum kompetisi sekte di mulai."


Tetua pertama segera meminta Kai dan yang lainnya untuk naik. Sedangkan untuk tetua yang akan mengawasi mereka di kompetisi sekte nanti tidak lain adalah Chen Xia dan seorang tetua wanita lain.


"Chen Xia, aku percayakan mereka kepadamu!." ucap Li Yan sambil memeluk Chen Xia.


"Baik kakak, aku pasti akan menjaga mereka."


Setelah Chen Xia berpamitan pada kakeknya dan Li Yan, dia segera menaiki elang yang merupakan binatang kontrak kakeknya.


Perjalanan menuju kompetisi sekte akhirnya dimulai.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2