Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Kompetisi Sekte III dan Rahasia Zi Lan Mei


__ADS_3

Setelah tetua pengawas memanggil nama mereka berdua, Zhukai dan Long Aotian segera menaiki arena secara bersamaan.


Setelah kedua orang itu saling memberi tatapan, Zhukai menunjukkan sedikit keterkejutan di wajahnya.


"Hehehe, tidak kusangka kita akan bertemu secepat ini. Aku pasti akan membuatmu menghancurkan mu karena berani melukai saudaraku." ucap Long Aotian dengan senyum beringas.


Menanggapi itu, Zhukai tersenyum datar sambil berkata. pelan. "Oh, aku ingin melihat bagaimana kau akan menghancurkan ku."


Setelah kedua orang itu selesai berbicara, tetua pengawas segera memulai pertandingan.


"Pertandingan pertama di babak kedua, di mulai!!."


Whuss!!


Tepat setelah tetua itu memulai pertandingan, Kai dan Long Aotian melesat maju sambil saling memberi pukulan.


Bang!!


Pukulan Kai dan Long Aotian saling berbenturan dan menciptakan hembusan angin yang cukup kuat.


"Graaa... Rasakan ini!."


Long Aotian menarik pukulannya kemudian melepaskan kembali sebuah pukulan yang mengandung banyak Qi miliknya.


Melihat pukulan Long Aotian yang melesat kearahnya, Zhukai menyeringai lebar kemudian membiarkan pukulan itu mengenai tubuhnya.


Melihat Zhukai sama sekali tidak memiliki niatan menghindari serangannya, senyuman Long Aotian semakin melebar.


"Hahaha, dasar bodoh! kau berani meremehkan ku! Maka matilah!.."


Saat pukulan Long Aotian mendarat di dada Zhukai bagian kiri, ledakan tercipta di atas arena.


"Hah, pria itu terlalu sombong. Meskipun dia bisa mengalahkan Zang Lu yang berada di puncak Holy God Venerable, tetapi Long Aotian adalah Kultivator di ranah God of Destiny."


"Kau benar, perbedaan Holy God Venerable dan God of Destiny bagaikan langit dan bumi. Meski pria itu kuat, tetapi dia terlalu sombong."


Mendengar para tetua dari sekte-sekte besar sedikit menghina Zhukai, Chen Xia menggertakkan giginya karena marah.


Dia tidak tahu mengapa Kai melakukan itu, tetapi dia sepenuhnya percaya bahwa Zhukai yang akan memenangkan pertarungan ini.


Saat semua mengira bahwa Zhukai adalah orang yang akan kalah dalam pertandingan kali ini, tetapi pikiran itu hilang seketika saat suara Zhukai terdengar di atas arena.


"Apa hanya ini serangan terkuat mu!? Jika iya, kau benar-benar membuatku kecewa."


Dari balik kabut asap, Zhukai berjalan sambil memutar kepalanya.


Dia memegangi kepalan tangannya yang terasa gatal.

__ADS_1


"Ah... Tunggu dulu–..."


Bamm!!


Ledakan yang menggema di atas arena mengejutkan setiap peserta dan tetua yang ada.


"Oh, aku tidak mengira kau bisa menahan serangan itu." ucap Zhukai saat melihat Long Aotian berada tepat batas arena.


Sementara itu, Long Aotian yang menderita serangan Zhukai memuntahkan seteguk darah segar.


Kepalanya menjadi sangat pusing dan juga nafasnya menjadi sangat berantakan.


"Sialan! bahkan armor pelindung yang tetua berikan padaku tidak bisa sepenuhnya menahan serangan dari nya."


Saat Long Aotian dalam keadaan putus asa, dia tiba-tiba teringat dengan pil yang Han Shen berikan kepadanya.


"Sepertinya aku tidak memiliki pilihan lain. Jangan salahkan aku karena melakukan hal curang."


Long Aotian mengeluarkan sebuah pil berwarna merah kehitaman dari sakunya.


Di bawah pandangan semua orang, Long Aotian menelan pil itu.


"Pil tadi, jangan-jangan..."


Chen Xia segera berlari menuju ke jendela di dalam ruangannya dengan wajah khawatir.


"Kai cepat lari dari sana, pria itu baru saja menelan pil terlarang."


"Hehe, biarkan pria sombong ini terluka terlebih dulu setelah itu aku akan menyelamatkannya."


Bahkan tanpa mengatakan sesuatu, Kai sudah mengetahui apa yang tetua itu pikirkan dalam benaknya.


Tapi, apa yang membuat Kai terdiam sedari tadi adalah aura yang keluar dari tubuh Long Aotian setelah menelan pil terlarang itu.


"Aura ini, mengapa ini terasa sangat familiar seolah aku pernah merasakannya di masa laku–..."


Ucapan Kai terhenti, rasa sakit yang tak tertahankan menyerang kepalanya yang membuat Kai ingin menjerit dengan keras.


Sayangnya, mulut Kai tertutup rapat dengan hingga membuatnya terus diam dalam rasa sakit yang mencabik-cabik kepalanya.


Setelah beberapa detik berlalu, ingatan yang dia segel sendiri di kehidupan pertamanya tiba-tiba muncul kembali.


"Ah, aku mengingatnya ... Aura ini, ini aura dari ras yang sudah menghilang di kehidupan pertamaku."


"Ras Ancient Demon!!.."


****

__ADS_1


Di sebuah benua yang berada di Holy Realms, itu adalah sebuah benua yang sangat besar. Setidaknya benua itu memiliki ukuran yang tiga kali lebih besar dibandingkan dengan benua naga biru.


Itu adalah benua di mana Klan Zi, dan beberapa kekuatan lain tinggal.


Mereka menyebutnya sebagai, Tanah Suci!


Di wilayah Klan Zi, Zi Suyuan terlihat merenung di dalam kamarnya dengan sehelai kain tipis yang menutupi tubuhnya.


Dari luar kamarnya, terdengar suara seroang wanita yang sangat lembut.


"Bu ini aku, apakah aku boleh masuk?"


Mendengar suara putrinya, Zi Suyuan segera kembali ke akal sehatnya dan berkata dengan suara lembut.


"Masuklah, ibu tidak mengunci pintunya."


Tepat saat pintu terbuka, seorang wanita cantik berjalan masuk dengan senyum misterius di wajahnya.


"Lan Mei, apa yang ingin kamu bicarakan dengan ibumu ini?"


Zi Lan Mei memejamkan matanya sambil berkata dengan wajah serius, "Ibu tahu kalau aku memiliki tubuh spesial bukan!? Segel yang ditanamkan oleh ayah sebelum dia meninggal sudah semakin melemah. Jika aku belum bisa menemukan pria yang cocok dalam waktu satu tahun, aku takut..."


Mendengar perkataan putrinya, Zi Suyuan tidak bisa mempertahankan ketenagaan dan secara spontan memeluk putrinya itu dengan kuat.


"Maafkan ibu putriku, aku tahu kamu selalu menahan rasa sakit itu selama ini. Aku sungguh ibu yang sangat buruk."


"Tidak apa-apa ibu, aku tahu seberapa sulitnya menjadi seorang Matriak. Aku hanya tidak ingin ibu terus menghabiskan sumberdaya Klan untukku."


Zi Lan Mei menghela nafas sesaat kemudian tersenyum manis sambil berkata, "Kalau begitu aku akan pergi ibu, adik pasti sudah menungguku di bawah."


Setelah melepas pelukan ibunya, Zi Lan Mei segera berjalan keluar dari ruangan itu dan meninggalkan ibunya sendiri di dalam ruangan.


"Lan Mei, ibu akan membantumu mencari pria dengan tubuh yang sama denganmu dalam waktu satu tahun ini."


Setelah Zi Suyuan mengusap air mata di wajahnya, dia menatap keluar jendela di mana cahaya bulan bersinar dengan terang.


"Suamiku ... Apa yang harus aku lakukan di situasi saat ini?"


Sementara itu di halaman kediaman utama, Zi Lan Mei yang baru saja keluar melihat adiknya yang menunggunya di halaman.


"Kakak, apakah kita jadi pergi ke pusat kota?" tanya Zi Lin Yue.


Saat Zi Lan Mei hendak menjawab pertanyaan adiknya, rasa sakit yang begitu menusuk tiba-tiba menyerang lautan kesadarannya.


Dia tiba-tiba jatuh dalam posisi berlutut diambil memuntahkan banyak darah dari mulutnya.


"I–Ini, tidak lagi! Aku tidak ingin melakukan hal yang sama seperti di masa lalu!."

__ADS_1


****


Bersambung...


__ADS_2