
Duduk di atas leher elang guntur, Linlin tidak dapat menahan rasa senangnya. Dia menepuk bulu elang guntur yang sangat lembut dan berkata sambil tertawa.
"Whoaa... bibi-bibi, ini sangat lembut hehehe...."
Linlin menggosokkan wajahnya pada bulu elang guntur kemudian menciumnya beberapa kali.
Melihat tingkah lucu Linlin, Zhukai dan ketiga istrinya tidak dapat menahan tawa.
Tak lama setelah itu, Yi kemudian memeluk tubuh Linlin dari belakang. Dia memeluknya begitu erat seolah tidak ingin Linlin terjatuh saat terbang nanti.
"Baik Kai Gege, kami sudah siap..."
Zhukai mengangguk, dia kemudian segera memerintahkan elang guntur untuk terbang menuju ke sekte Heaven Gathering.
Di Celestial Realms, hanya terdapat tiga benua.
Pertama adalah Benua Zhanglong, itu adalah benua yang sangat besar. Bahkan beberapa kali lebih besar di bandingkan Tanah Suci dari Holy Realms.
Banyak ras-ras kuat berkumpul di sana, dan pemimpin dari setiap ras itu adalah sosok terkuat ketiga setelah Zi Dou Immortal.
Feng Gu, dari ras naga api!.
Sementara itu, yang kedua adalah Benua Hundan. Meskipun benua itu tidak sebesar Benua Zhanglong, tetapi kekuatan mereka bahkan lebih menakutkan dibandingkan Benua Zhanglong.
Ini karena Benua Hundan di dominasi oleh ras-ras murni seperti Chaos Immortal, Divine Spirit, Demon Spirit, dan juga ras-ras lain.
Sedangkan pemimpin dari Benua Hundan adalah sosok terkuat di bawah Zi Dou Immortal, Gu Chen Nan.
Sedangkan untuk benua terakhir, sekaligus benua terkuat di antara ketiga benua di Celestial Realms. Itu adalah Benua Ancient.
Seperti yang telah di ketahui, Zi Dou Immortal Sword adalah sosok terkuat yang berhasil membunuh Shura dengan bantuan dua penguasa lainnya.
Bakatnya adalah yang tertinggi di antara ketiga Alam, meskipun usianya masih sangat muda dibandingkan dengan dua penguasa lainnya. Zi Dou Immortal Sword telah mencapai Kultivasi yang sama dengan Li Cangtian dan juga Yama.
Saat ini, dalam perjalanan menuju ke Sekte Heaven Gathering. Tidak ada satupun bintang buas di udara yang berani menyerang Zhukai.
Dengan kecepatan yang cepat dari elang guntur dan tekanan kuat yang Kai keluarkan. Bagaimana ada seseorang yang berani melawan mereka.
"Lin kecil, Apakah itu terlihat indah?" Yo menunjuk sebuah lautan yang sangat luas.
Karena saat ini sore hari telah datang, matahari mulai tenggelam di arah barat. Pada saat itu juga, tenggelamnya matahari dapat Kai, Linlin, dan ketiga istrinya dengan jelas.
"Sangat cantik..." itu adalah kalimat yang muncul di benak mereka.
__ADS_1
"Jika aku tidak salah mengingatnya, bukankah sekte Heaven Gathering berada di Benua Ancient?" Kai bertanya.
Yui yang duduk tepat di sampingnya mengangkat kepalanya dan menjawab, "Ya, akan tetapi setelah kematianmu. Sekte Heaven Gathering terus menurun."
"Kurasa mereka saat ini sudah tidak termasuk ke dalam sekte kelas 1 lagi." Yui berkata dengan sedikit sedih.
Di kehidupan pertama sebelum Xiao Lin'er meninggal dan jiwanya berpecah menjadi enam.
Dia adalah murid langsung sekte Heaven Gathering, meskipun dulunya Xiao Lin'er hampir di perkosa oleh seniornya. Tetapi banyak tetua, teman seperguruan, dan juniornya selalu bersikap baik kepadanya.
Selain Zhukai, hanya merekalah orang-orang yang Xiao Lin'er anggap sebagai keluarga.
"Maaf Yui'er, aku membuatmu mengingat kejadian itu lagi." Zhukai mengelus kepala Yui dan menempelkannya di pundaknya.
Saat matahari telah tenggelam sepenuhnya, hari telah menjadi gelap gulita. Sinar bulan keperakan tertutup oleh awan hitam di atas langit.
Di atas elang guntur, Kai mendongakkan kepalanya dan bergumam.
"Entah mengapa aku merasakan hal yang tidak baik akan segera terjadi."
Dan benar saja, tepat setelah Kai bergumam tentang hal itu. Kilatan petir yang begitu besar menghantam elang guntur yang ia tunggangi.
Sayangnya, sambaran petir itu terhalang oleh array pelindung yang Kai buat beberapa saat yang lalu.
"Kai Gege, aku merasakan energi yang sangat jahat dari sana." Qi Yue berdiri, ekspresinya sangat serius.
"Ya, aku tahu..."
Zhukai dengan tenang mengeluarkan pedang hitamnya, dia menatap awan hitam yang ada di langit dengan sorot mata yang dingin.
"Hahaha, akhirnya aku menemukanmu ... Shura!!!..."
Suara yang begitu mengerikan, bahkan hanya dengan satu kalimat itu. Gelombang angin yang begitu besar mengundang elang guntur dan membuat gelombang air laut yang cukup tinggi.
Deg–
Kai tidak dapat menahan rasa terkejutnya setelah mendengar suara itu, "Suara ini ... Yama!!.."
Duarr!!!
Awan hitam yang ada di atas langit terbelah, kumpulan awan dan petir kemudian berkumpul dan membentuk wajah seseorang yang tidak asing bagi Zhukai.
Dia terlihat sangat menyeramkan dengan dua taring di mulutnya, tanduk panjang di kepalanya juga membuat sosok itu terlihat semakin mengerikan.
__ADS_1
Itu sangat besar dan di selimuti oleh aura jahat yang sangat pekat.
Bayangan itu menatap Zhukai yang berdiri di atas elang guntur, dia kemudian tersenyum dan tertawa.
"Hahaha, ini benar-benar kamu! Shura, iblis kuno yang telah membantai Milyaran nyawa, musuh setiap ras yang ada ... Aku tidak menduga kau akan terlihat selemah dan sekecil ini."
Menghadapi provokasi dari Yama, Zhukai tetap diam. Dia terus meningkatkan kewaspadaannya dan melapisi array di sekitar elang guntur.
"Oh, apakah ketiga wanita itu istrimu? Mereka terlihat cantik, bagiamana jika kau memberikan salah satu dari mereka untuk–..."
SLASHHH!!!
Bayangan itu terbelah menjadi dua bagian hanya dengan sekali tebasan. Itu meledak dan hancur seketika.
"Beraninya!! Tunggu aku di sana ... Yama!!"
Ekspresi Kai saat ini terlihat sangat mengerikan. Sekujur tubuhnya di selimuti oleh aura hitam yang sangat pekat.
Kedua bola matanya memerah, dan juga urat-urat di samping bola matanya terlihat dengan jelas.
"Suami!! tenanglah, Linlin masih ada di sini..."
Yi dan Qi Yue dengan cepat memeluk Zhukai, mereka tidak ingin kau kehilangan kendali atas emosinya sama seperti yang dia alami di kehidupan pertama.
"Hah! Hah! Aku tidak apa-apa, terimakasih sudah mengkhawatirkan ku..." Zhukai mengelus kepala kedua istrinya dengan lembut.
Meskipun aura mengerikan yang keluar dari tubuh Zhukai telah menghilang sepenuhnya, tetapi Yi, Yui, dan Qi Yue tahu dengan jelas bahwa Kai masih menyimpan amarah itu dalam hatinya.
"P–Paman k,kamu terlihat sangat menyeramkan, hiks.. hiks.." Linlin menangis sambil memeluk tubuh Yi.
Melihat Linlin menangis dalam pelukan Yi, Zhukai menghela nafas panjang. Dia kemudian meminta Yui dan Qi Yue untuk melepaskan pelukannya dan mengahmpiri Linlin.
"Maaf Lin kecil, paman tidak bermaksud seperti itu.." Kai berkata dengan rasa bersalah.
"A,Apakah paman berjanji tidak akan memperlihatkan ekspresi menyeramkan seperti itu tadi?" Linlin memberanikan diri untuk menatap Zhukai.
Tetesan air mata dengan jelas terlihat di wajah mungilnya, "Ya, aku berjanji pada Lin kecil tidak akan menunjukkan ekspresi seperti itu lagi padamu."
Linlin mengangkat jari kelingkingnya dan berkata, "Janji?"
Kai mengangguk, "Ya, aku berjanji..."
***
__ADS_1
Bersambung...