Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Seroang dari Ras Ancient Demon


__ADS_3

Under Realms, Istana Yama.


Di sebuah aula yang sangat luas, seorang pria paruh baya duduk tertidur di sebuah singgasana.


Tak lama kemudian, pria paruh baya itu terbangun dan menghembuskan nafas panjang seolah jiwanya baru saja tercabut.


"Haahhh...."


Pria itu mudah ke lantai sambil menyeka keringat yang mengucur deras di wajahnya.


"Sialan!!.."


Bang!!


Pria paruh baya itu mengumpat sambil memukul tembok yang ada di belakangnya. Retakan yang begitu besar terlihat jelas di tembok itu setelah menerima pukulan Deri pria paruh baya.


"Iblis Shura!! Beraninya dia mempermalukan ku seperti itu..."


Pria itu adalah Yama, setelah Klon nya yang muncul di Celestial Realms terbunuh oleh Zhukai hanya dalam sekali tebasan, dia tidak dapat menahan ras malu dari penghinaan itu.


Dia jelas mengetahui bahwa tekanan yang 8a rasakan dari Zhukai saat itu benar-benar sangat lemah. Setidaknya itu hanya setengah dari kekuatan penuh Zhukai sebagai Shura.


"Pedang di tangannya!!" Yama berteriak seolah menemukan sesuatu di kepalanya.


"Aku yakin alasan dia bisa membunuh Klonku hanya dalam satu tebasan adalah karena pedang itu." Semakin memikirkan kejadian itu, emosi Yama menjadi semakin tidak terkendali.


Setelah merenung untuk waktu yang lama, Yama akhirnya memutuskan untuk menghabisi Zhukai sebelum dia bertambah kuat.


"Berkumpul!!!..."


Whuss!!


Whuss!!


Puluhan siluet hitam terus berdatangan dengan cepat ke dalam aula. Mereka semua adalah pasukan yang secara khusus Yama latih untuk menguasai Three Realms.


Dia menamai pasukan itu sebagai, Pembunuh Dewa!!...


Begitu Yama melihat puluhan orang telah berkumpul di depannya, dia tidak dapat menahan senyum penuh kekaguman di wajahnya.


Setelah cukup puas mengangumi kekuatan pasukannya, Yama berdeham kemudian berkata.


"Dengarkan ini, dengan baik!. Karena kalian sudah berlatih untuk waktu yang lama, aku akan memberikan misi pertama untuk kalian semua."


"Pergilah ke Celestial Realms dan bunuh seorang pria bernama Zhukai."


Yama kemudian menjelaskan sosok Zhukai pada pasukannya. Mai dari penampilan dan juga Aura yang Kai miliki.


Setelah menjelaskan hal itu secara panjang lebar, Yama menghela nafas dan berkata.


"Apakah kalian sudah mengerti?"


"Perintah tuan adalah mutlak, kami pasti akan segera membawa kepala pria itu pada tuan."


Senyum di wajah Yama semakin melebar, "Bagus!! Segeralah pergi ke sana sekarang..."

__ADS_1


Swosshh!!


Hanya dalam sepersekian detik, puluhan orang yang ada di aula istana seketika menghilang.


Bahkan hawa keberadaan mereka sepenuhnya menghilang dari aula istana.


"Hahaha, hahahaha ... Tamatlah riwayatmu Shura! Meskipun aku tidak bisa pergi karena kondisi tubuhku. Tetapi dengan adanya pasukan pembunuh dewa yang memburumu, kau sama sekali tidak memiliki peluang untuk bertahan hidup."


Yama berjalan ke salah satu ruangan di dalam istana. Ketika dia membuka pintu ruangan itu, terlihat sebuah papan giok yang begitu besar.


Itu memiliki jumlah energi spiritual yang sangat banyak di dalamnya.


"Aku hanya perlu menunggu sedikit lebih lama lagi, setelah aku berhasil menstabilkan pondasiku. Penguasa sejati Three Realms pasti akan jatuh ke tanganku."


Di dalam ruangan itu, Yama melepas seluruh pakaiannya kecuali celananya, dia kemudian duduk bersila di atas papan giok.


Dia memejamkan matanya sambil terus menghirup energi spiritual yang berasal dari dalam papan giok.


***


Benua Zhanglong.


Di dalam hutan yang letaknya tidak jauh dari lautan, kelompok yang berisikan lima orang terus berjalan ke barat untuk pergi ke kota terdekat.


Karena aura intimidasi yang Kai miliki, banyak binatang buas lemah yang tinggal di hutan menjadi ketakutan.


Mereka semua menjauh dari Zhukai seolah-olah menganggap Zhukai sebagai predator yang ganas.


"Paman, Linlin cukup lelah berjalan sejauh ini." Linlin berhenti berjalan, tubuhnya telah basah kuyup oleh keringat.


Linlin menganggukkan kepalanya, dia kemudian berlari dan duduk di pundak Zhukai.


Karena postur tubuh Zhukai yang sangat tinggi, Linlin bisa melihat jelas jalan di depannya saat duduk di pundak Zhukai.


"Paman, aku bisa melihat semuanya dengan jelas dari sini hehe." Linlin tertawa.


Setelah mereka berjalan sekitar 10 menit lamanya. Kai tiba-tiba menghentikan langkahnya saat mendengar suara pertempuran berada di dekatnya.


"Apakah kalian juga mendengarnya? suara pertempuran itu... Kurasa itu berasal dari sana."


Zhukai menurunkan Linlin dari pundaknya dan meminta Yui untuk menjaganya sebentar.


"Aku akan pergi untuk memeriksanya. Menurut dari apa yang persepsiku tangkap, ada seorang dengan basis Kultivasi tinggi di antara mereka."


Setelah Kai berjalan kurang lebih 50 meter jauhnya, Kai mengetahui bahwa pertarungan itu terjadi di bawah tebing yang ada di balik pepohonan di depannya.


Kai berjalan ke tepi tebing dan melihat apa yang terjadi di bawah sana. Matanya menyipit saat melihat pakaian yang tidak asing di kepalanya.


"Hmm, mereka ... bukankah pakaian mereka sama seperti kedua gadis sekte Heaven Gathering yang aku tolong waktu itu."


"Lalu, siapa orang-orang dengan jubah hitam ini?" Kai mengerutkan keningnya setelah melihat pertempuran yang ada di bawah sana.


Meskipun Zhukai awalnya tidak berniat untuk ikut campur, tetapi karena mereka berasal dari Sekte Heaven Gathering, Kai tidak memiliki pilihan lain selain menyelematkan mereka untuk mencari informasi.


"Tunggu dulu, pria di sana ... Aura yang dia keluarkan cukup mengerikan. Biar aku periksa statusnya terlebih dulu."

__ADS_1


"Yui, analisis..."


Ding!


Nama : Zhuo Han Qing.


Ras : Ancient Demon.


Kultivasi : Ancestor tahap kesengsaraan 5.


Deg–


Kai tidak dapat menahan rasa tekejutnya melihat layar status yang baru saja muncul.


"Ras Ancient Demon lagi!! Apakah ****** itu benar-benar merencanakan semua ini..." Zhukai mengepalkan tangannya sambil mencoba menahan amarahnya.


Orang yang Kai maksud tidak lain adalah Zhang Qingchen, Iblis Abadi yang hampir membunuhnya di masa lalu.


Bahkan saat mengingat kenangan itu lagi, tubuh Kai bergidik.


Di saat Kai sedang merenungkan hal itu, suara ledakan terjadi di bawah tebing.


Boomm!!


Tubuh dia murid sekte Heaven Gathering dikirim terbang hingga menghantam batuan tebing.


"Khuakkk!!..."


Mereka memuntahkan darah segar hingga detik berikutnya, kedua murid itu kehilangan kesadarannya.


Saat ini, hanya tersisa seorang pria paruh baya dengan banyak bekas luka di tubuhnya.


Dia sudah kehilangan darah karena terus melindungi nyawa murid-muridnya. Pria itu tidak lain adalah tetua sekte Heaven Gathering, Cheng Na.


"Hahaha pak tua, tidakkah kau melihat situasimu sekarang. Kedua muridmu baru saja menderita luka dalam setelah menerima pukulan kami, lebih baik kau menyerah dan serahkan token itu pada kami." ucap Zhuo Han Qing dari balik jubahnya.


"Menyerahkan token? Hahaha, jangan bercanda!! Bahkan jika aku mati di sini, aku tidak akan menyerahkan token milik ketua sekte pada orang jahat sepertimu." Cheng Na tertawa lantang, dia sudah tidak peduli tentang hidupnya karena sangat mustahil baginya untuk bisa bertahan hidup dari situasinya saat ini.


Jika Cheng Na benar-benar bisa selamat, itu hanyalah sebuah keajaiban yang diberikan surga kepadanya.


"Dasar orang tua yang keras kepala, jika kau memang ingin mati maka matilah!!!.."


Swosshh!!


Zhuo Han Qing melesat sambil menghunuskan pedang tajamnya pada leher Cheng Na.


Tapi sesaat sebelum pedang itu berhasil menebas leher Cheng Na, sebuah keajaiban yang Cheng Na nantikan baru saja muncul di depannya.


Dan orang itu adalah....


"Haih, kurasa Sekte mu akan berhutang banyak padaku..."


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2