Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Kecemasan Zi Dou Immortal


__ADS_3

Satu hari telah berlalu semenjak pertarungan Zhukai dengan Li Cangtian. Beberapa Kultivator dari berbagai sekte datang ke bekas gunung Yunxi yang telah hancur untuk melihat apa yang terjadi.


Begitu mereka melihat kawah besar yang terbentuk dalam radius ratusan ribu mil jauhnya, tubuh mereka bergidik ngeri karena ketakutan.


"Sangat mengerikan, untuk membuat kerusakan seperti ini. Orang yang bertarung waktu itu jelas Kultivator tingkat tinggi." ujar seorang Kultivator dari sekte ilahi.


"Menurut informasi yang aku dapatkan dari Paviliun Yunluo, sebelum pertarungan besar ini terjadi, Penguasa Holy Realms datang dari benua tengah sambil membawa ribuan bawahannya."


"Apakah mungkin, Kultivator yang bertarung saat itu adalah Tuan Li?" seorang Kultivator dari Klan Ning bertanya pada beberapa Kultivator yang ada di sana.


Banyak dari mereka mengangguk, mereka semua memiliki pemikiran yang sama dengan Kultivator dari Klan Ning.


Sebenarnya, apa yang dikatakan oleh Kultivator dari Klan Ning cukup masuk akal untuk di cerna.


Jika bukan Kultivator setingkat Li Cangtian, tidak mungkin orang itu dapat menyebabkan kerusakan semengerikan ini.


Banyak dari mereka saling menatap satu sama lain dengan rasa penasaran yang sama.


"Jika memang orang yang bertarung adalah Li Cangtian, lalu siapa orang yang menjadi lawannya...?"


Memikirkan hal itu saja, tubuh mereka kembali bergidik dan raut wajah mereka memucat seketika.


Setelah mereka selesai menyusuri setiap sudut wilayah gunung Yunxi, mereka tidak menemukan hal lain lagi selain kawah besar.


"Haihh, tidak ada jejak penting yang dapat aku temukan setelah menyusuri setiap sudut tempat ini." Kultivator dari Klan Ning mendesah, dia kemudian menatap beberapa Kultivator yang berada di dekatnya sambil menagkupkan kedua tangannya


"Aku akan kembali terlebih dulu untuk memberitahukan Patriak tentang hal ini, sampai jumpa senior sekalian..."


Kultivator dari Klan Ning memberi hormat sebelum dia pergi dari wilayah gunung Yunxi.


"Kurasa aku juga akan pergi, sampai jumpa lagi rekan Kultivator..."


Waktu terus berlalu hingga matahari tenggelam di arah barat. Dan ketika malam tiba, tidak ada lagi Kultivator yang menetap di sana.


****


Celestial Realms, Istana Giok.


Di sebuah ruangan tertutup yang berada di puncak pagoda jiwa, seorang pria muda dengan wajah yang sangat tampan membuka kedua matanya.


Kedua pupil matanya yang berwarna hijau cerah terlihat seolah dia telah mengetahui seluruh rahasia yang ada di dunia.


Dia memiliki rambut hijau gelap, alis dan juga buku matanya juga ikut berwarna hijau gelap. Pria itu kemudian membuka mulutnya dan bergumam.


"Jadi paman Li, dia baru saja mati..."

__ADS_1


Meskipun dia sudah mengetahui bahwa salah satu di antara tiga penguasa baru saja mati, tidak ada sedikitpun jejak kesedihan ataupun kepanikan dalam ekspresi wajahnya.


Dia memejamkan kembali matanya dan mendengarkan suara lonceng yang berasal dari ruangan Artefak leluhurnya.


"Suara ini ... Jadi dia, Shura telah kembali..."


Begitu kata Shura keluar dari mulutnya, ekspresi acuh di wajah pria itu seketika berubah.


Dia menghela nafas dan memanggil seseorang untuk datang, "Yu Gao, kemarilah..."


Whuss!!


Sebuah bayangan hitam yang bergerak sangat cepat melesat ke dalam ruangan itu.


Pada detik berikutnya, seorang wanita dengan pakaian hitam ketat berlutut di depannya, wajahnya tertutup oleh kain hitam dan juga rambutnya berwarna hitam terikat seperti ekor kuda.


"Bawahan ini menemui tuan..." Ucap wanita itu sambil menundukkan kepala.


"Pergi ke Holy Realms untuk memeriksa apa yang terjadi, bawa juga bawahan terkuatmu bersamamu." tegas pria itu.


Mata wanita berpakaian hitam itu melebar, "Tapi tuan, jika ini hanya untuk mengintai saja. Bukankah aku sudah cukup untuk itu?"


"Ye Gao, ini perintahku!!.."


Whuss!!


Hanya dalam sepersekian detik, wanita berpakaian hitam itu seketika menghilang dari sana.


Bahkan aura miliknya juga ikut menghilang.


Setelah kepergian bawahannya, pria yang duduk di dalam ruangan itu tiba-tiba berdiri.


Dia mengambil pedang yang tertancap tidak jauh dari tempatnya dan menatap bilah pedang itu dengan ekspresi aneh.


"Xi'er (Nama pedangnya), bersiaplah! karena sekali lagi ... Three Realms akan mengalami kekacauan besar."


"Dan sebagai penguasa dari Celestial Realms, aku bersumpah akan melindungi tanah kita dengan nyawaku sebagai taruhannya." pria itu, Zi Dou Immortal meneteskan darahnya untuk mengukir kalimatnya pada bilah pedang nya.


Detik berikutnya, pedang di tangan Zi Dou Immortal tiba-tiba mengeluarkan cahaya merah yang sangat pekat.


Pada saat yang bersamaan, terdengar suara seorang wanita yang sangat memikat berbisik di telinga nya.


"Ahhh, perasaan ini ... Apa yang membuatmu tiba-tiba berubah pikiran, kekasihku?"


Zi Dou Immortal menatap sosok bayangan wanita di depannya dengan tatapan kosong.

__ADS_1


"Shura ... Dia telah kembali."


Mendengar nama Shura di telinganya, bayangan wanita itu tiba-tiba membeku. Dia menatap Zi Dou dengan penuh rasa ketidakpercayaan.


"Tidak, kali ini aku serius! Dan juga, paman Li baru saja terbunuh..."


Bayangan wanita yang tidak lain adalah Roh pedang milik Zi Dou memutar matanya sambil memikirkan satu hal.


"Jika Shura benar-benar kembali, apakah dia akan melakukan kembali pembantaian seperti yang dia lakukan jutaan abad yang lalu. Atau jika tidak, apakah dia akan membalas dendam atas kematiannya?" tanya wanita itu pada Zi Dou.


"Aku tidak tahu," Zi Dou Immortal menggelengkan kepalanya, "Tetapi satu hal yang pasti, dia akan datang ke alam ini tidak lama lagi."


Xi'er menelan ludahnya, ekspresinya seketika menjadi serius. "Jadi apa yang akan kamu lakukan selanjutnya, sayang?"


"Untuk sekarang, aku harus memfokuskan diri untuk melakukan terobosan ke ranah Penguasa. Tolong lindungi aku selama aku melakukan terobosan Xi'er..."


Roh pedang itu, Xi'er menganggukkan kepalanya. "Baiklah, semoga kamu berhasil melakukan terobosan itu."


Zi Dou mengangguk, dia membuat array pedang yang mengelilingi setiap sudut ruangannya dengan Xi'er sebagai pusatnya.


Setelah dia selesai mengatur array, Zi Dou kembali mengambil sikap lotus memulai lonjakan energi spiritual di dala. Dantian nya.


"Kali ini, aku pasti akan melindungi kedamaian di Three Realms selama ini."


"Shura, jika kamu berniat membuat kekacauan seperti yang kau lakukan di masa lalu. Aku pasti akan melakukan segala cara untuk mengehentikan mu."


Dengan begitu, Zi Dou Immortal memejamkan kedua matanya. Simbol pedang menyala tepat di tengah keningnya bersamaan dengan energi spiritual yang melonjak dari dalam Dantian nya.


Sementara itu, di Padang rumput yang sangat luas yang berada cukup jauh dari wilayah gunung Yunxi. Seorang pria terbangun setelah tidak sadarkan diri selama dua hari lamanya.


"Ackkkhh!! Sekujur tubuhku terasa sangat sakit..."


Pria itu perlahan duduk sambil menatap sinar matahari yang baru saja terbit dari arah timur.


"Aku benar-benar hampir terbunuh saat itu, jika bukan karena kondisi bajingan tua itu yang telah memburuk. Aku takut bahwa orang yang akan mati pada saat itu adalah aku..." Pria yang sedang bergumam sendiri saat ini tidak lain adalah Zhukai.


"Yahh sebelum aku kembali ke dunia jiwa, bukankah seharusnya aku membuka hadiahku terlebih dulu?"


Zhukai tersenyum dengan penuh semangat, dia kemudian membuka layar system dan bergumam.


"Buka hadiah!!"


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2