
[Selamat Kai Gege, kamu menemukan makam leluhur naga api. Feng Yizue]
Whus!!
Tubuh Zhukai mengalami lonjakan energi spiritual yang begitu besar. Urat-urat di tubuhnya mulai bergejolak dan akhirnya garis Meridian di sekujur tubuhnya bercahaya terang.
Tubuhnya mengeluarkan cahaya terang berwarna hijau hingga berselang beberapa detik kemudian. Ledakan terjadi di tempat itu.
Boommm!!
Holy God Langit Ke-tujuh!!
[Karena berhasil menyelesaikan misi system, Kai Gege segel Fisik Asura (5/1000), mendapatkan bilah iblis naga, dan 150 Poin Shura]
Zhukai menghela nafas sambil mengatur energi spiritual di tubuhnya untuk tetap mengalir dengan normal.
Dengan terbukanya segel Fisik Asura, kekuatan fisiknl tubuhnya telah meningkat
Saat Zhukai membuka kedua matanya, Feng Yizue menatapnya dengan senyum manis. Entah mengapa, pria itu terus membuat Zhukai merasa aneh.
Bahkan di masa lalu, Zhukai merasa sangat aneh saat melihat senyuman di wajahnya. Itu terasa seperti Feng Yizue mengetahui apa yang ada di pikirannya.
Setelah pertarungannya dengan Feng Yizue, hubungan mereka menjadi semakin dekat. Mereka berdua bahkan bersumpah menjadi saudara.
Sayangnya, Feng Yizue terbunuh oleh rasnya sendiri saat dia memenangkan pertarungan dengan iblis racun.
"Kamu benar-benar misterius teman lama, bahkan di dunia ciptaanku ini. Kamu masih bisa menerobos Kultivasi mu." ucap Feng Yizue sambil membuka kedua matanya yang terpejam.
Dia memiliki penampilan yang sedikit berbeda di bandingkan dengan pria pada umumnya.
Dia memiliki rambut putih panjang, dengan alis berwarna putih yang begitu tebal. Tidak hanya itu, kedua pupil peraknya dan juga bulu mata yang lentik membuat Zhukai sedikit ragu bahwa dia adalah seorang pria atau tidak.
"Aku cukup terkejut saat seseorang meneleportasikan diriku di tempat ini. Aku tidak menyangka bahwa orang itu adalah kamu." Zhukai mengambil kendi arak dan menuangkannya ke dalam cangkir yang ada di atas meja.
"Jadi, apakah ini sisa jiwa milikmu? Bagaimana itu bisa bertahan selama jutaan abad lamanya dan tidak berubah menjadi roh jahat?"
Feng Yizue tidak menjawab, dia mengambil secangkir arak yang baru saja Kai tuangkan dan meneguknya.
"Hei tunggu, itu milikku–... Ah sudahlah."
Meletakkan cangkir itu, Feng Yizue tertawa lepas. "Hahaha, teman kamu sungguh tidak berubah ya."
"Alasan mengapa jiwaku masih bisa bertahan adalah karena tempat ini."
"Tempat ini?" Kai mengerutkan keningnya, "Maksudmu Vena Naga Api?"
Feng Yizue mengangguk, "Ya, nilai seratus untukmu."
"Karena Vena Naga Api terbuat dari sisa roh milik ras naga api, itu terus melindungi jiwaku agar tidak terdistorsi dan menjadi roh jahat."
Zhukai mengangguk paham, dia kemudian memiliki pertanyaan lain di dalam benaknya. Sebelum Zhukai bertanya, Feng Yizue sudah bisa membaca apa yang ada di pikirannya.
__ADS_1
"Apakah kamu ingin bertanya mengapa aku bisa tahu kalau kamu adalah reinkarnasi Zhu Ken?" Feng Yizue tersenyum kembali sambil menuangkan arak dan memberikannya pada Zhukai.
"Bagaimana kamu bisa tahu apa yang aku pikirkan?"
"Hehe teman lama, apa kamu sudah melupakan berapa lama kita berteman waktu itu. Kita bahkan bersumpah menjadi saudara."
Feng Yizue berhenti berkata, terlihat sedikit perubahan pada ekspresi nya.
"Tapi aku menyesal saat itu." gumam Feng Yizue pelan.
"Apakah kamu baru saja mengatakan sesuatu?" Kai bertanya saat telinganya mendengar sesuatu yang pelan.
"Ah tidak, kamu mungkin salah dengar."
"Jadi kamu ingin tahu bagaimana aku mengetahui bahwa kamu adalah reinkarnasi dari Zhu Ken?"
Kai mengangguk, "Ya, tapi sebelum itu. Aku ingin tahu alasan mengapa dirimu menetap di sini untuk waktu yang lama."
Zhukai meneguk secangkir arak yang di tuangkan oleh Feng Yizue tadi. Dia menatap Feng Yizue dengan serius sambil mencoba untuk tidak melewatkan apapun yang di katakan olehnya.
"Ini karena kamu?"
"Aku? Apa maksudmu." Kai mengerutkan keningnya karena tidak paham dengan apa yang Feng Yizue katakan.
"Ya, apa kamu masih ingat dengan janji yang kita buat saat bersumpah menjadi saudara?"
Zhukai mengangguk, "Tetapi apa hubungannya itu dengan keadaanmu saat ini?"
"Aku sudah mengabulkan satu permintaanmu saat itu, tapi apakah kamu sudah mengabulkan apa yang aku inginkan?"
Saat Kai mendengar itu, dia mencoba mengingat kembali kenangan masa lalunya.
Seperti yang telah Feng Yizue katakan, Kai belum mengabulkan satu permintaan darinya.
"Jadi karena itu ... aku sungguh minta maaf teman." Zhukai mengatakannya dengan sedih.
"Katakan permintaan mu, aku pasti akan mengabulkannya dan membuat jiwamu menjadi tenang."
Feng Yizue tersenyum, dia berdiri dan berjalan kearah Zhukai sambil mendekatkan bibirnya.
"Kalau begitu, aku ingin kamu ... menciumku!"
Deg–
Degup jantung Kai menjadi semakin cepat.
Wajahnya seketika berubah dan dia menatap Feng Yizue sambil tertawa canggung.
"K–Kamu pasti sedang bercanda kan teman? Kita berdua adalah pria–..."
Ucapan Kai terhenti begitu melihat sosok pria di depannya tiba-tiba berubah.
__ADS_1
"Dasar bodoh!." Feng Yizue menggembungkan pipinya dengan wajah cemberut.
"Ah..."
Tubuh Zhukai bergetar saat melihat bahwa Feng Yizue benar-benar berubah menjadi seorang wanita.
"K–Kamu, bagaimana kamu bisa menjadi seorang wanita!?"
"Cih, aku dari dulu adalah seorang wanita bodoh!" Feng Yizue yang kesal memukul kepala Zhukai dengan keras.
Karena Zhukai masih belum bisa mencerna apa yang dia alami saat ini, pikirannya menjadi kosong.
"I–Ini tidak mungkin, bagaimana bisa aku tidak menyadarinya dulu."
Melihat bahwa Zhukai masih tidak percaya, Feng Yizue menghela nafas panjang.
"Ini karena dalam hatimu saat itu hanya untuk Xiao Lin'er. Aku sungguh menyesal karena bukan aku yang bertemu denganmu terlebih dulu." saat Feng Yizue selesai dengan kata-kata, tetesan air mata terlihat di wajahnya.
Melihat air mata di wajah Feng Yizue, Kai merasakan rasa sakit di hatinya. Punggungnya bergetar saat dia menatap wajah Feng Yizue.
"M–Maaf..."
"Tidak apa-apa, ini mungkin sudah menjadi takdir untukku. Kuharap kamu bisa hidup bahagia dengannya di kehidupan mu saat ini."
Feng Yizue menggenggam erat dada bajunya dan mengatakan pada Zhukai keinginannya, "Jadi Zhu Ken, aku benar-benar berharap kamu bisa mengabulkan keinginan terakhirku."
Melihat senyum di wajah Feng Yizue, itu membuat rasa sakit di hatinya semakin besar.
Zhukai berdiri dan menatap Feng Yizue dengan wajah sedih sekaligus penyesalan.
"Yizue, jika aku menciummu. Apakah kamu akan menghilang saat itu juga?"
"Apa yang kamu katakan, aku memang sudah tidak ada sedari awal. Jadi tidak perlu merasa bersalah karena itu."
Dengan kedua tangannya bergetar, Kai memegang tubuh Feng Yizue kemudian memeluk wanita itu dengan erat.
Saat Kai dan Feng Yizue saling bertatapan, air mata mengucur deras di wajah Zhukai.
"Haahh, tidak seharusnya bagi seorang pria untuk menangis. Kamu harus tumbuh menjadi lebih kuat." ucap Feng Yizue dengan lembut sambil menyeka air mata di wajah Zhukai dengan jarinya.
Dia kemudian memejamkan matanya sambil menunggu Zhukai memberinya sebuah ciuman.
"Ha! Ha! Ha!... Zhukai ragu-ragu sesaat, tetapi kemudian dia mencium bibir Feng Yizue yang saat itu sudah sangat dingin."
Begitu Kai melepas ciumannya dari Feng Yizue, dia bisa melihat bahwa wanita itu sedang menangis sambil tersenyum bahagia padanya.
"Terimakasih, dengan ini aku bisa pergi dengan tenang ... selamat tinggal, cinta pertamaku."
Tubuh Feng Yizue perlahan memudar menjadi ribuan titik cahaya hingga menghilang sepenuhnya.
****
__ADS_1
Bersambung...