
Setelah Kai berhasil melakukan terobosan ke ranah Divine Lord, dia segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Karena terobosan tadi membuat tubuh Zhukai mengeluarkan banyak keringat, itu benar-benar membuat Zhukai merasa tidak nyaman.
Di dalam kamar mandi, Zhukai melepas celananya dan masuk kedalam bak besar yang berisi air.
Bak mandi itu terbuat dari kayu dan melingkar, bak itu cukup besar hingga mampu di masuki setidaknya 4 orang.
"Hmm, mandi setelah selesai berlatih sungguh nikmat. Tubuhku terasa sangat segar saat ini..."
Zhukai membilas rambutnya dan juga wajahnya dengan air. Setelah dia selesai membersihkan sekujur tubuhnya, Kai berjalan keluar dari kamar mandi dan mengambil satu set pakaian dari Inventory.
Dia menatap keluar jendela dan bergumam, "Hmm, sudah malam ternyata. Aku tidak menduga meditasi ku akan memakan waktu selama itu.."
Setelah Zhukai memakai pakaian barunya yang memiliki warna biru gelap, dia kemudian keluar dari dalam ruangannya.
"Oh, kamu sudah selesai memulihkan diri suami?"
Wanita yang bertanya pada Zhukai tidak lain adalah Yu Chi Lan. Dengan bantuan Zhukai, Kultivasi Yu Chi Lan saat ini sudah mencapai Ranah God of Creation langit ke lima.
Dia adalah yang terkuat keempat di antara kedua belas istrinya setelah Yi, Yui, dan Qi Yue.
"Ya, selain itu juga aku telah berhasil melakukan terobosan." Zhukai mengangkat tangannya dan meletakkan telapak tangannya di kepalaku Yu Chi Lan.
Dia kemudian mengelus Yu Chi Lan dengan lembut sambil bergumam, "Istriku yang cantik ... Bisakah kamu membawa suamimu ke ruang makan?"
Yu Chi Lan sedikit malu, dia kemudian memeluk lengan Zhukai dan membawanya ke ruang makan.
"Baiklah suami, saudari yang lain juga sudah menunggu di sana."
Zhukai mengangguk, dia bersama dengan Yu Chi Lan tiba di ruang makan kurang dari satu menit.
Terlihat sebuah meja besar dengan puluhan wanita yang sudah duduk di sana. Chiyan dan Jiuyang Lin juga datang dengan nampan yang berisi makanan.
"Oh, suami ... Apakah kamu baru saja tiba? maaf aku sedikit terlambat untuk menyiapkan makan malamnya." Jiuyang Lin berkata sambil meletakkan makanan di atas meja.
"Jangan terlalu dipikirkan, apakah semuanya sudah datang?" Tanya Zhukai dengan sorot matanya menatap puluhan wanita yang sedang berbicara satu sama lain.
"Kami semua sudah datang, hanya saja ... Zi Suyuan sedang menemani putrinya sedangkan untuk Zi Lin Yue, dia masih berlatih untuk saat ini. Mungkin dia akan berhenti tidak lama lagi." Chiyan menjelaskan.
Dia sebenarnya sudah mengajak kedua wanita itu untuk makan malam bersama, tetapi Zi Suyuan dengan sopan menolak ajakannya.
"Maaf saudari Chiyan, tetapi aku harus menemani putriku..." Zi Suyuan menjawab.
__ADS_1
Wajahnya sedikit pucat karena kecemasannya yang terlalu berlebihan.
"Haihh, wanita itu..."
Zhukai menepuk pelan wajahnya dan berkata pada Chiyan, "Yan'er aku akan memanggil Zi Suyuan. Kamu panggillah Lin Yue."
Chiyan mengangguk, "Baik suami..."
Setelah mendengarkan jawaban Chiyan, Kai segera berjalan menuju ke ruangan di mana Zi Lan Mei dan Zi Suyuan berada.
Klakkk!!
Terdengar suara pintu yang terbuka secara perlahan.
Dia lantai, Zi Suyuan berbalik dan berkata dengan suara lembut. "Siapa itu..."
"Ini aku!"
Zi Suyuan dengan jelas mengenal suara pria di telinganya. Itu tidak lain adalah suara dari pria yang menyelamatkan putrinya.
"Ahh, penyelamat ... Apakah kamu membutuhkan sesuatu dariku?"
Zhukai tidak menjawab, dia terus mendekati Zi Suyuan hingga membuat Zi Suyuan meningkatkan kewaspadaannya.
Sebelum Zi Suyuan menyelesaikan kalimatnya, Kai sudah meraih lengannya, kemudian dengan gerakan cepat Kai segera menggendong Zi Suyuan dan membawanya keluar.
"Tuan penyelamat, cepat turunkan aku. Aku harus menjaga putriku."
Mendengar protes dari Zi Suyuan, Kai dengan acuh mengabaikannya.
Zi Suyuan menjadi sedikit marah dan kembali berkata, "Kumohon tuan penyelamat...."
"Haihh, bisakah kamu diam sebentar. Dan juga, tolong jangan panggil aku tuan penyelamat. Kau bisa memanggilku Zhukai."
"Dan lagi, bukankah aku sudah berkata bahwa putrimu akan bangun besok pagi? kenapa kamu memaksakan diri untuk menjaganya.."
Zi Suyuan terdiam, dia kemudian menggertakkan giginya dan setelah itu ... butiran-butiran air mata mulai menetes keluar dari matanya.
"Hiks, hiks... Aku percaya bahwa Lan Mei akan bangun besok harinya, tapi... Aku ingin terus menjaganya sampai dia terbangun."
"Setelah kehilangan suamiku, aku tidak ingin kehilangan putriku..."
Zhukai membeku! Apa yang dia lihat saat ini tidak lain adalah kasih sayang seorang ibu pada putrinya.
__ADS_1
Dan lagi, apa yang Zi Suyuan katakan baru saja tidak jauh berbeda dengan yang dikatakan oleh Zi Lin Yue siang tadi.
Kai tidak begitu mengerti akan hal itu karena emosinya bercampur aduk dengan ingatan kehidupan pertama dan keduanya.
Tetapi satu hal yang Kai rasakan saat ini adalah rasa sakit yang sama seperti yang dia rasakan saat kehilangan Xiao Lin'er di masa lalu.
Dia kemudian menurunkan Zi Suyuan, "Maaf, aku tidak mencoba memaksamu. Hanya saja ... kamu juga harus menjaga kesehatanmu."
"Apakah ingin Zi Lan Mei khawatir saat melihat wajah ibunya pucat ketika dia bangun nanti?"
Kai mengangkat jarinya dan menghapus air mata di wajah Zi Suyuan. Sejujurnya, dia tidak terlalu bisa untuk menenangkan seseorang yang bersedih.
Tetapi Kai tidak tahu alasan apa, dia hanya ingin mengucapakan apa yang ada di dalam pikirannya.
Setelah mendengarkan kata-kata yang Kai ucapkan, Zi Suyuan tidak tahu mengapa kekhawatiran di dalam hatinya menghilang seketika.
Dia mendongak keatas dan menatap Zhukai. Senyuman manis terlihat di wajahnya saat Zi Suyuan berkata, "Terimakasih... Aku sudah lebih baik sekarang."
"Hmm Hah, baiklah aku senang kamu baik-baik saja. Jika kamu sudah selesai, cepatlah datang ke ruang makan. Mereka semua sedang menunggumu untuk datang."
Zhukai berdiri sambil menunggu Zi Suyuan selesai bersiap-siap.
Berselang beberapa menit, Zi Suyuan keluar dari ruangan Zi Lan Mei dan mengahmpiri Zhukai.
"Ayo kita pergi kesana..."
Kai mengangguk, mereka berdua berjalan ke ruang makan yang berada tidak jauh dari ruangan Zi Lan Mei.
Begitu Zi Suyuan membuka pintu ruang makan, terdengar suara dari berbagai wanita di telinganya.
Ketika pintu sudah terbuka sepenuhnya, terdengar suara wanita yang membuat tubuh Zi Suyuan bergetar.
"Akhirnya kamu datang ibu, apa yang kamu lakukan selama itu. Kami semua telah menunggumu.."
Zi Suyuan tidak dapat menjelaskan alasan mengapa tubuhnya bergetar. Dari apa yang dia lihat saat ini, pemandangan di depannya benar-benar penuh dengan kehangatan yang tidak bisa di jelaskan.
"Ahh... Ini, kapan terakhir kali aku merasakannya ya?..." ucap Zi Suyuan dalam hatinya.
Sementara itu di sampingnya, Zhukai menepuk punggungnya dan beketa. "Apa yang kamu tinggu, ayo cepat bergabung bersama mereka. Aku sudah sangat lapar saat ini.."
Zi Suyuan menghela nafas dan bergumam, "Aku tahu perasaan hangat yang tidak bisa di jelaskan ini ... Itu semua karena pria ini."
***
__ADS_1
Bersambung...