
Di saat Kai mengeluarkan tekniknya, bayangan yang selama ini muncul di belakang nya memadat hingga akhirnya membentuk Zhukai dalam sosok bayangan.
Matanya merah menyala sambil menatap puluhan ras naga api dengan niat membunuh yang sangat kuat.
Karena bayangan itu sejatinya adalah sisa niat membunuhnya saat menjadi Shura, itu jelas tidak dapat di tahan oleh anggota ras naga api yang hanya memiliki basis Kultivasi Supreme God Realm.
Tapi jika ada seseorang yang memiliki Kultivasi di atas Supreme God Realm, mereka setidaknya bisa menahan niat membunuh itu selama satu jam.
"S–Sialan!! kita sama-sama Supreme God, tapi mengapa perbedaan kekuatan kita sejauh ini. Bahkan dengan bantuan puluhan Supreme God yang lain, itu masih belum cukup untuk menghentikannya."
Pria itu menggertakkan giginya sambil bertahan dari tekanan niat membunuh yang di keluarkan oleh bayangan penguasa.
"Kita tidak memiliki pilihan lain, beritahu leluhur tentang masalah ini atau kita semua akan mati di tangan anak ini!."
Mereka juga memikirkan hal yang sama. Setelah mereka saling menerima anggukan satu sama lain, tiga dari mereka segera melarikan diri dengan yang lainnya menahan Zhukai untuk tidak pergi mengejar.
"Kekeke! Kalian semua terlalu naif, apa kalian berpikir aku tidak memperkirakan hal ini terjadi!?." ucap Zhukai dengan seringai jahat.
Bayangan hitam yang berdiri di belakangnya tiba-tiba menghilang dari pandangan semua orang.
Bahkan hawa keberadaannya juga iku menghilang yang membuat puluhan orang dari ras naga api
Detik berikutnya, ketiga orang yang mencoba memanggil leluhur ras naga api tiba-tiba meledak menjadi genangan darah.
Saat semua orang tercengang dengan kejadian itu, bayangan hitam berbalik dan menatap mereka dengan seringai lebar.
Tetapi sebelum bayangan itu melesat untuk menyerang mereka, sebuah cetakan telapak tangan raksasa turun dari atas langit dan menghantam Zhukai beserta bayangan hitamnya.
Boomm!!
Tanah tempat Zhukai berdiri hancur dan jika di lihat dari kejauhan, itu membentuk satu telapak tangan besar.
Entah seberapa kuat serangan orang itu hingga bisa membentuk telapak tangan besar hanya dalam satu serangan.
Sayangnya, Zhukai memiliki reaksi yang begitu cepat. Bahkan jika serangan itu kuat, selama Kai tidak terkena dampak serangan itu. Bukankah itu hanyalah sebuah serangan yang sia-sia?
Di saat mata para anggota ras naga api tertuju pada cetakan telapak tangan di atas tanah, retakan dimensi terjadi di udara kosong.
Dua orang pria keluar dari dalam retakan itu dengan ekspresi dingin serta aura kuat yang keluar dari tubuh mereka berdua.
"I–Itu leluhur!! kita beruntung leluhur datang tepat pada waktunya, jika tidak ..." wanita itu berhenti berkata saat melihat tatapan tajam dari leluhur ras naga api.
"Tch, para sampah yang menjijikkan." ujar pria itu sambil mencibir dengan wajah jijik.
Di sampingnya, seorang wanita muda yang sangat cantik. Dia memaki sebuah cadar hitam untuk menutupi wajahnya.
__ADS_1
Tetapi sorot matanya yang tajam dengan bulu mata lentik, hanya sekilas orang bisa tahu bahwa wanita itu benar-benar cantik.
Meski wanita itu terlihat sangat muda. Anehnya, leluhur ras naga api bersikap sangat sopan saat di depannya.
"N–Nona, masalah disini sudah di selesaikan, mari kita melanjutkan pembicaraan kita tadi." Leluhur ras naga api tersenyum ramah sambil menunjukkan rasa hormatnya.
Sebaliknya, wanita itu tersenyum dari balik cadar. "Apakah kamu yakin ini sudah selesai?" ucap wanita itu sambil menunjuk kearah Zhukai yang baru saja muncul di udara kosong.
"Dia menyadari ku? sepertinya wanita ini tidak sesederhana kelihatannya." Zhukai bergumam pelan.
Meski serangan itu tidak melukainya, tetapi bayangan yang ia ciptakan hancur karena tidak dapat mengikuti kecepatan Zhukai.
"Haahh, ini merepotkan!.."
Zhukai menyentuh keningnya menggunakan jari telunjuk. Detik berikutnya, fluktuasi energi kematian yang begitu besar merembes keluar dari tubuhnya.
Gelak tawa keras dari seseorang menggema di seluruh area desa naga api.
Saat energi kematian yang menyelimuti Zhukai telah menghilang, sosoknya tiba-tiba berubah drastis.
Bola matanya yang awalnya berwarna hitam kini telah memutih seluruhnya. Tepat di bawah matanya, dua garis hitam tiba-tiba muncul.
"Summon!!..."
Whuss!!
"Cepat lari!! Ada yang tidak beres dengan situasi ini.."
Sayangnya, mereka semua sudah terlambat untuk melarikan diri.
Ratusan ribu Undead tiba-tiba saja merangkak keluar dari dalam tanah mengepung puluhan orang ras naga api.
Selain itu, beberapa ratus Undead yang lain juga memporak-porandakan desa naga api menjadi reruntuhan.
Melihat puluhan ras naga api terbunuh di depan matanya. Api amarah terpancar jelas di mata leluhur naga api.
"Bagus!! sangat bagus! kau memiliki cukup keberanian. Membunuh rasku di hadapanku, apakah kau sudah siap dengan konsekuensinya!!..."
Boommm!!
Lonjakan energi spiritual yang begitu besar keluar dari tubuh leluhur naga api.
Dia melesat dengan kecepatan tinggi kearah Zhukai dengan salah satu tangannya yang sudah siap untuk mencabik-cabik Zhukai dengan ganas.
Tapi bagaimana bisa serangan itu menembus pertahanan dari Fisik Asura?
__ADS_1
Hanya dalam sepuluh tarikan nafas, tangan yang leluhur naga api gunakan untuk menyerang Zhukai menjadi mati rasa.
Menyadari bahwa serangannya tidak berguna, leluhur ras naga api segera menjauh sambil mengambil beberapa tarikan nafas.
"Tch, kukira kau memiliki sedikit kelebihan di bandingkan kadal-kadal itu. Sayangnya ... kau tidak jauh berbeda di bandingkan mereka." Zhukai tertawa keras sambil melontarkan ejekan pada leluhur naga api.
Meskipun dia adalah leluhur naga api, tetapi dia hanyalah leluhur kecil yang melindungi ras cabang.
Sementara itu, ras naga api yang memiliki darah murni saat ini hidup di sebuah tanah suci para naga.
Itu terletak di salah satu dimensi di Holy Realms.
Jika tidak, dengan kekuatan Kai saat ini. Sangat mustahil untuk memusnahkan ras naga api berdarah murni.
Selain itu juga, Kai juga belum mengetahui bagaimana pertumbuhan ras naga api selama jutaan abad berlalu.
Di depannya saat ini, Zhukai menyeringai puas melihat kekuatan fisik tubuhnya. Bahkan setelah terkena banyak pukulan dari seroang Kultivator di ranah Absolute King, dia masih bisa berdiri tanpa luka sedikitpun.
"Apa kau sudah selesai? Kalau begitu, ini adalah giliran ku untuk menyerang."
Whuss!!
Bang!!
Tubuh Zhukai melesat dan saat dia kembali muncul, dia mendaratkan sebuah pukulan keras di dada leluhur ras naga api.
Boomm!
Tubuh leluhur ras naga api terlempar jauh hingga akhirnya menghantam tanah. Sebelum leluhur naga api bisa berdiri, Zhukai kembali muncul di depannya dan mendaratkan puluhan pukulan di tubuh leluhur ras naga api.
"Arghh!!..."
Leluhur ras naga api menjerit dengan keras saat darah menyembur keluar dari mulutnya.
Rasa sakit yang dia dapatkan dari pukulan Zhukai benar-benar di luar imajinasinya.
Karena tidak bisa melawan balik, leluhur ras naga api menatap wanita bercadar yang datang bersama nya.
Mulutnya sedikit bergumam, "S–Selamatkan aku, nona..."
Di saat wanita itu melihat bahwa leluhur naga api dalam keadaan terpojok, dia akhirnya mengeluarkan serangannya.
***
Bersambung..
__ADS_1