
Saat Zhukai sedang berkultivasi di dunia jiwa, kekacauan terjadi di dunia luar. Ini lebih tepatnya terjadi di Holy Realms.
Setelah hancurnya Klan Zi, Klan-klan besar lainnya menjadi sangat waspada terhadap Li Cangtian.
Mereka juga mulai membangun kekuatan untuk melawan Li Cangtian jika di perlukan suatu saat di masa depan.
Klan Hu juga telah membuka perekrutan murid untuk mencari seorang jenius yang nantinya akan dapat menyaingi Li Cangtian.
Bahkan ketua sekte iblis darah juga melakukan latihan tertutup untuk melakukan terobosan ke ranah Setengah Penguasa.
Sementara itu di Mansion tempat di mana Li Cangtian tinggal, dia duduk di di kursi yang berada tepat di depan rumahnya.
Tepat ketika Li Cangtian sedang menyesap secangkir teh di tangannya, seorang wanita dengan pakaian sedikit terbuka berjalan masuk ke dalam halamannya.
Wanita itu memiliki rambut hijau panjang terikat dengan gaun berwarna merah menyala.
Dia menghampiri Li Cangtian kemudian berlutut, "Bawahan ini memberi hormat pada master Li."
Li Cangtian secara acuh mengabaikannya dan lebih memilih untuk menikmati secangkir teh di tangannya.
Melihat tidak ada tanggapan yang keluar dari Li Cangtian, wanita itu mengeluarkan keringat dingin di wajahnya.
Dia benar-benar sangat ketakutan saat ini, bahkan dia tidak berani menelan ludahnya sendiri.
Tubuhnya bergetar saat dia mulai menjelaskan, "A–Anu ... Maaf tuan Li, kami masih belum–..."
Boomm!
Kepala wanita itu meledak seketika saat Li Cangtian menatapnya. Darah wanita itu memercik di lantai dan bahkan hampir mengenai pakaian Li Cangtian.
Melihat mayat wanita itu tergeletak di lantai rumahnya, Li Cangtian memberikan tatapan dingin dan berkata.
"Singkirkan mayat wanita ini dari sini!."
Li Cangtian beranjak dari tempat duduknya dan berjalan pergi memasuki ruangannya. Tak lama setelah Li Cangtian masuk ke dalam rumahnya, bayangan hitam tiba-tiba muncul dan mengambil mayat wanita yang baru di bunuh Li Cangtian.
"Mengerikan, aku benar-benar tidak ingin membuat pak tua itu marah!" ujar bayangan hitam yang melesat pergi sambil membawa mayat wanita tadi di tangannya.
Sementara itu di dalam ruangan Li Cangtian, suara ledakan menggema dengan sangat keras.
Bam!! Baam!!
__ADS_1
"Tidak berguna!!"
"Sialan, jika kalian tidak bisa bekerja dengan baik, lalu untuk apa semua sumber daya yang aku berikan pada kalian!!.."
"Arghhh!! Sialan!!"
Li Cangtian berteriak sambil melepaskan amarahnya dengan memukul tembok ruangannya yang terbuat dari batu giok.
"Sial!! Jika bukan karena dia, aku mungkin sudah melakukan terobosan ke ranah Penguasa!!"
Tepat ketika Li Cangtian tengah melepaskan amarahnya, suara seorang pria terdengar dari luar kediamannya.
"Tuan, kami baru saja mendapatkan informasi penting dari Paviliun Yunluo."
"Apa itu, katakan dengan cepat!"
Pria yang sedang berlutut di luar membuka mulut nya dan berkata, "Orang yang bernama Mo Kun dan kedua rekannya berasal dari Benua naga biru."
"Menurut informasi yang saya dapatkan, mereka bertiga berasal dari sekte yang sama."
"Sekte tujuh pedang."
Seketika, amarah Li Cangtian menghilang. Dia kemudian berjalan dan membuka pintu rumahnya.
"Sayang sekali, padahal mereka dulu adalah kekuatan utama di Holy Realms. Jika bukan karena pembantaian yang Shura lakukan, mereka pasti menjadi penguasa Holy Realms saat ini."
Li Cangtian menyeringai lalu berkata, "Kumpulkan setiap orang yang sedang tidak bertugas. Kita akan berangkat menuju ke sekte tujuh pedang."
Bawahan Li Cangtian menjadi sedikit ragu-ragu sesaat. Melihatnya, Li Cangtian tidak dapat menahan kerutan muncul di wajahnya.
"Ada apa! cepat katakan saja apa yang ingin kau katakan."
Bawahan Li Cangtian menghela nafas kemudian berkata, "Tuan mungkin sudah tahu hal ini, tapi Ketua sekte iblis darah saat ini sedang melakukan terobosan ke ranah setengah penguasa."
"Apakah tuan tidak ingin menghentikannya?"
"Menghentikannya? untuk apa..." Li Cangtian menyeringai sambil melanjutkan kalimatnya, "Bahkan jika dia berhasil menerobos ke ranah setengah penguasa. Dia masih bukan lawan yang layak untukku."
"Apalagi setelah aku berhasil mendapatkan harta Karun milik Klan Zi, aku sudah pasti akan menerobos ke ranah penguasa Hahaha."
Li Cangtian tertawa lepas kemudian segera bersiap untuk melakukan perjalanan menuju ke sekte tujuh pedang.
__ADS_1
Sementara itu di dunia jiwa, Zhukai berdiri di depan ketiga orang yang tidak lain adalah Mo Kun, Ouyang Jin, dan Nalan Ruyue.
"Aku tahu kalian mungkin memiliki banyak pertanyaan untukku, tapi yang lebih penting saat ini adalah apa yang akan aku katakan pada kalian."
Ketiga orang itu mengangguk tanpa mengajukan satupun pertanyaan.
"Dengarkan ini baik-baik. Bajingan tua itu pasti sudah mengetahui indentitas kalian semua. Atau bahkan dia sudah melakukan perjalanan menuju sekte tujuh pedang."
Deg–
Mendengar apa yang baru saja Kai katakan, Mo Kun dan ketiga orang lainnya tiba-tiba merasa detak jantung mereka berhenti untuk sesaat.
"S–Senior, jika kamu sudah mengetahuinya a-apakah kamu memiliki cara untuk menghentikannya?."
Mo Kun berkata dengan ekspresi cemas, panik, sekaligus khawatir. Bagaimana tidak, sekte tujuh pedang adalah satu-satunya tempat baginya untuk kembali.
Selain itu juga, Mo Kun sudah menganggap ketua sekte tujuh pedang sebagai ayahnya sendiri.
Di saat banyak sekte yang menolaknya, hanya sekte tujuh pedang satu-satunya yang mau menerima orang sepertinya.
Kai sudah menduga No Kun akan bereaksi seperti itu, dia kemudian menepuk pundaknya dan berkata.
"Tenanglah, aku mengatakan seperti ini bukan tanpa rencana. Jika kita pergi ke sekte tujuh pedang sekarang dan membawa semua orang ke dunia jiwa, itu pasti membutuhkan waktu beberapa jam."
"Sedangkan untuk Li Cangtian, dia hanya perlu waktu setengah jam untuk sampai di benua naga biru."
"Aku akan mengatakan rencanaku."
Zhukai kemudian menjelaskan rencananya pada mereka bertiga. Dalam rencananya, Kai meminta Mo Kun dan Ouyang Jin untuk membantu seluruh murid, tetua, dan juga ketua sekte tujuh pedang ke dalam Dunia Jiwa.
Sedangkan untuk Nalan Ruyue, Kai memintanya untuk pergi ke Kekaisaran Naga untuk membawa keluarganya ke dunia jiwa.
Setelah Kai selesai menjelaskannya, dia kemudian membuka portal dunia jiwa yang langsung mengarah ke Kekaisaran Naga dan juga sekte tujuh pedang.
"Cepatlah keluar, aku sudah memberikan kalian token giok milikku. Kalian bisa membuka portal dunia jiwa kapan saja."
Mereka bertiga mengangguk dan segera berlari keluar dari dunia jiwa. Setelah ketiga sosok itu menghilang dari pandangan Zhukai, dia menghela nafas kemudian bergumam.
"Bajingan tua, aku tidak tahu apakah aku bisa menghadapimu dengan kekuatanku saat ini."
"Tapi, aku pasti akan membalas perbuatanmu terhadap Klan Zi dan juga setiap orang yang telah kau bunuh!."
__ADS_1
***
Bersambung...