Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Masalah di Rumah Makan


__ADS_3

Deg–


Mo Kun merasakan detak jantungnya seakan berhenti, dia menatap Zhukai dengan mulut bergetar.


Wajahnya dipenuhi keterkejutan yang tidak bisa di jelaskan.


"K–Kamu! kamu!! bagaimana kamu mengetahuinya.."


Mo Kun dengan jelas mengingat bahwa dia belum pernah memberitahu seorangpun tentang kebangkitan jiwa pedangnya.


Ini bukan karena Mo Kun ingin merahasikan itu dari semua orang, melainkan Mo Kun ingin memberi kejutan pada mereka saat jiwa pedang di tubuhnya sudah semakin berkembang.


Tapi rencana itu baru saja di gagalkan oleh Zhukai, seorang murid inti baru dengan kata belakang yang misterius.


Tidak hanya dia mendapatkan pengakuan dari tetua pertama, Kai bahkan berhasil lolos ke babak ketiga dan menghajar tetua Akademi Fangxuan dengan sangat buruk.


"Hehe, jangan khawatir. Aku tidak akan memberitahu siapapun tentang hal ini, kau bisa tenang saudara."


Setelah perbincangan singkat dengan yang lain, Chen Xia dan juga tetua wanita yang datang bersamanya menghampiri mereka.


"Terimakasih untuk kerja keras kalian di Kompetisi kali ini. Sebagai hadiah, aku akan membawa kalian ke rumah makan paling terkenal di kota Fangxuan."


Mendengar ucapan Chen Xia, Ouyang Jin dan ketiga temannya seketika menjadi sangat gembira.


Sedangkan untuk Kai dan Nalan Ruyue, mereka tidak seterkejut mereka berempat.


Dengan kehidupannya sebagai putri kaisar, Nalan Ruyue selalu menikmati makanan enak yang di buat oleh seroang koki terbaik di seluruh kekaisaran.


Sedangkan untuk Kai, dia sudah bereinkarnasi sebanyak dua kali. Bagaimana bisa dia terkejut hanya dengan perkataan itu.


Setelah Chen Xia memimpin para murid-muridnya menuju ke rumah makan. Mereka sampai di sana kurang dari sepuluh menit.


"Woahh, bangunan ini sangat luar biasa. Bahkan dekorasi di depan rumah makan di buat dengan sangat baik." ucap Nalan Ruyue terkagum melihat bangunan di depannya.


Kai mengangguk setuju, bahan di kehidupan sebelumnya. Tidak banyak restoran yang memperhatikan dekorasi mereka seperti ini.


"Ayo masuk, aku sudah memesan tempat untuk kita semua."


Begitu Kai dan kelompoknya masuk, Chen Xia segera berjalan terlebih dahulu untuk pergi ke resepsionis wanita yang duduk tak jauh dari pintu masuk.

__ADS_1


"Apa!!!!..."


Suara nyaring seorang wanita menarik perhatian para Kultivator yang makan di sana.


"Bagaimana kalian bisa melakukan itu! Aku sudah memesan meja itu terlebih dulu, mengapa sekarang kau mengatakan meja itu sudah di pesan oleh seseorang." suara itu tidak lain adalah milik Chen Xia.


Sementaranya itu, resepsionis wanita yang menerima amarah Chen Xia hanya bersikap acuh tanpa memperdulikannya.


"Cih, mereka adalah tamu dari sekte besar. Aku akan mengembalikan uangmu dan cepatlah pergi dari sini." ucap resepsionis itu sambil menyerahkan sekantung batu jiwa kepada Chen Xia.


Plak!


Chen Xia menepis tangan resepsionis itu dan kembali berteriak dengan marah, "Aku tidak membutuhkan uang ini, panggil manager mu. Aku akan berbicara padanya."


Melihat ratusan batu jiwa berserakan di atas tanah, Zhukai segera menyadari bahwa itu adalah seluruh uang yang di bawa oleh Chen Xia dalam perjalanan kali ini.


"Nona, sebaiknya kau menjaga sikapmu. Bahkan jika kau ingin marah, kau tidak bisa mendapatkan apapun." Resepsionis itu menghela nafas kemudian berkata dengan suara pelan. "Hanya sekte menengah tapi berani bersikap sombong seperti ini."


Dengan indera pendengarannya yang begitu tajam, Chen Xia jelas mendengar ucapan resepsionis itu dengan jelas.


Dia mengepalkan tangannya sambil menahan amarah dalam hatinya. Dia jelas ingin membalas perkataan itu, tapi apa yang dikatakan resepsionis itu adalah kenyataannya.


Di saat Chen Xia hendak mengambil kembali ratusan batu jiwa yang berserakan di tanah, Kai menggenggam pergelangan tangan Chen Xia sambil menggelengkan kepalanya.


"Tidak perlu, biarkan aku saja yang menangani ini."


Kai berjalan kearah resepsionis wanita itu dengan ekspresi dingin.


"Hai tampan, apa yang kau butuhkan dariku?"


Tepat setelah resepsionis wanita itu menyelesaikan ucapannya, sevuah tamparan keras mendarat di wajahnya dan membuat tubuh resepsionis itu terhempas sangat jauh dan menghantam tembok rumah makan.


Lima giginya terlepas dan wajah bekas Kai menampar nya tadi menjadi bengkak.


Ledakan itu seketika mengejutkan manager rumah makan yang saat itu duduk di ruangannya.


Chen Xia dan murid sekte tujuh pedang tercenggang minat tindakan yang Kai lakukan.


"Bagus saudaraku, seharusnya kau memberinya pukulan yang lebih keras!."

__ADS_1


Sementara itu, dua penjaga yang ada di pintu masuk segera berlari kedalam dan menghunuskan pedang di tangan mereka ke arah Zhukai.


"Beraninya kau membuat keributan di rumah makan ini. Apa kau tahu apa konsekuensinya!"


Tepat di detik berikutnya, mulut penjaga itu terkunci rapat. Tubuhnya bergetar dengan tatapan matanya yang dipenuhi dengan rasa takut.


"Ha!? apa yang kau katakan, aku tidak mendengarnya." Kai berkata dengan langkah kakinya yang semakin mendekati penjaga itu.


Saat tekanan yang Kai keluar hampir menghancurkan jiwa penjaga itu, manager rumah makan tiba tepat pada waktunya.


"B–Berhenti anak muda! bisakah kita membicarakannya secara baik-baik." ucap manager itu yang tidak lain adalah seorang pria yang sudah tua.


Zhukai mengalihkan pandangannya pada pria tua itu sambil berkata dengan acuh, "Mengapa aku harus!? resepsionis mu telah menghina tetua kami dan juga sekte kami. Apa kompensasi yang kau berikan dengan penghinaan itu."


Melihat amarah Zhukai sama sekali tidak mereda, manager rumah makan itu meneteskan keringat dingin di wajahnya.


"Sialan, pelayan tidak berguna itu memprovokasi orang yang salah."


Meskipun manager rumah makan itu berada di ranah God of Destiny, tetapi di bawah tekanan dari Zhukai, dia sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhnya.


Merasa tidak memiliki pilihan lain, manager rumah makan itu menggertakkan giginya sambil memaksakan senyum di wajahnya.


"Bagaimana kalau begini, sebagai kompensasinya. Kalian semua boleh makan apapun di rumah makan kami tanpa membayar sepeserpun."


"Kami juga akan memberikan kalian ganti rugi sebesar seratus batu jiwa." ujar manager itu dengan wajah sedikit tertekan.


Chen Xia melebarkan matanya karena terkejut dengan kompensasi yang diberikan oleh manager itu.


Saat dia ingin berkata pada Kai kalau kompensasi itu cukup bagi mereka. Kai sudah berkata terlebih dulu.


"Pfftt, jangan membuatku tertawa pak tua. Apa kau pikir kami terlihat seperti seseorang yang kekuaangan uang? aku tidak butuh uang kotormu itu, aku hanya ingin sebuah kompensasi yang layak."


Melihat Kai tidak puas dengan kompensasi yang ia sebutkan, manager itu memutar otaknya sambil berpikir dengan keras.


Setelah beberapa pertimbangan, manager itu kembali berkata. "B–Baiklah, a–aku akan memberimu kartu hitam ini. Dengan kartu itu, kamu bebas makan apapun di rumah makan kami tanpa mengeluarkan uang sedikitpun."


****


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2