
"Hmm, jadi hanya ini? Hehehe bukankah ini terlalu mudah bagiku menjadi murid dalam?" Zhukai terkekeh sambil terus berjalan menuruni gunung.
Di tengah perjalanannya menuju ke halaman murid luar, Zhukai di hentikan oleh beberapa murid dalam yang cukup penasaran saat Zhukai membawa tubuh Long Tie tadi.
"Junior, bisakah kamu berhenti sebentar. Ada satu hal yang ingin ku tanyakan."
"Apa itu?"
Mereka saling memandang satu sama lain hingga kemudian murid itu menanyakan apa yang membuatnya penasaran.
"Apakah kamu benar-benar berhasil mengalahkan Long Tie seorang diri?"
"Itu benar senior, apakah kita perlu bertarung untuk membuktikannya?" Zhukai mengangkat lengannya dengan tangannya yang sudah mengepal.
Murid dalam itu secara reflek mundur dua langkah, wajahnya sedikit berubah dan dia dengan sedikit ketakutan menolak ajakan Zhukai untuk bertarung.
"T–Tidak, jika kamu benar-benar berhasil mengalahkan Long Tie seorang diri, bukankah itu berarti kerugian bagiku karena bertarung denganmu?"
"Hahaha, baiklah kalau begitu. Aku akan pergi terlebih dulu, ada suatu hal yang perlu ku lakukan."
Tanpa menunggu jawaban dari murid dalam yang ada di depannya, Zhukai melayang di udara kemudian terbang menuju ke tetua pertama seperti yang di katakan oleh tetua tadi.
Setelah berselang beberapa menit, Kai tiba di sebuah rumah yang cukup sederhana di salah satu puncak gunung.
"Oh, aroma herbal di puncak ini sangat harum. Mungkinkah tetua pertama adalah seorang Alkemis." Zhukai bergumam sambil berjalan ke rumah itu.
Belum semoat bagi Zhukai untuk mengetuk pintu, pintu rumah itu sudah terbuka lebih dulu.
Suara langkah kaki pelan dari seorang pria tua terdengar jelas hingga akhirnya pria tua yang merupakan tetua pertama sekte tujuh pedang.
Karena usia tuanya, tetua itu tidak lagi mengajar murid-muridnya dan hanya membuat pil untuk para murid.
"Oh, jarang sekali aku melihat seorang murid datang kemari." pria tua itu dengan mata sedikit terpejam menatap Zhukai.
Rambutnya telah memutih bersama dengan alis, kumis, dan janggutnya.
Melihat pria tua itu berjalan keluar tanpa memperdulikan nya, tubuh Zhukai sedikit bergetar dengan seringai di wajahnya.
"Pak tua ini .... Kultivasi nya berada di atas Supreme God."
__ADS_1
Meski tetua pertama hanya terlihat seperti orang tua biasa pada umumnya, tetapi itu tidak bisa menipu persepsi Zhukai yang telah ia latih selama ribuan tahun.
Selain itu, Kai juga memiliki mata bintang yang bisa melihat esensi termurni dari energi spiritual.
"Permisi tetua pertama, saya datang kesini karena usul dari tetua aula misi."
Tetua itu sedikit melirik kearah Zhukai kemudian bertanya, "Untuk apa kamu datang kemari."
Tanpa menjawab pertanyaan pria tua itu, Zhukai mengambil giok yang tetua aula misi berikan padanya.
Melihat Giok yang baru saja Kai keluarkan, mata tetua pertama sedikit melebar.
"Oh, giok ini ... Aku mengerti." Tetua pertama berjalan masuk kembali ke rumahnya.
Saat dia keluar, tetua itu membawa sebuah botol dan juga sebuah pakaian berwarna merah dan memberikan itu kepada Zhukai.
"Sudah sangat lama aku tidak melihat giok ini diberikan pada seorang murid, ambillah herbal ini dan juga pakaian sekte. Mulai sekarang kamu adalah murid inti sekte tujuh pedang."
"Apa! Murid inti? Bukankah itu sedikit berlebihan. Ini adalah hari pertamaku menjadi murid sekte tujuh pedang."
Tetua pertama tidak mengatakan apa lagi dan kembali fokus untuk menanam herbal di taman di samping rumahnya.
Melihat itu, Zhukai menghela nafas panjang kemudian berjalan pergi menuruni gunung.
"Siapa murid itu, dia benar-benar memberiku rasa intimidasi yang begitu kuat. Kurasa, tak lama lagi sekte tujuh pedang akan mengalami perubahan yang sangat besar."
***
Setelah meninggalkan puncak gunung di mana tetua pertama tinggal, Zhukai segera terbang melesat menuju halaman murid luar.
Selang beberapa menit, Zhukai akhirnya turun tak jauh dari gerbang halaman murid luar.
Dari kejauhan, Kai bisa melihat teman-teman nya sedang beristirahat setelah berlatih pedang.
Sementara teman-teman nya sedang beristirahat, Kai melihat seseorang yang masih berlatih pedang sendiri di bawah teriknya sinar matahari.
Pria itu mengeluarkan banyak keringat yang membuat sekujur tubuhnya basah. Dia tidak lain adalah Guan Jing.
"Hei saudara Jing, kemarilah dan beristirahat bersama kami. Kamu terlalu memaksakan dirimu tahu." ucap salah seorang murid luar yang sedikit cemas melihat Guan Jing.
__ADS_1
Dia adalah seorang wanita yang juga memiliki bakat berwarna hitam. Paras wajahnya juga sangat cantik dengan rambut berwarna biru muda yang terurai panjang.
"Ah, hanya sebentar lagi..." jawab Guan Jing sambil menyeka keringat di wajahnya.
Dia sangat tahu jika dia tidak bekerja lebih keras dibandingkan dengan yang lain, dia akan tertinggal jauh dari teman seperguruan nya.
Melihat itu, Zhukai menghela nafas panjang kemudian berjalan menuju kearah mereka.
"Eh, apakah itu saudara Zhukai? Bukankah dia bilang ingin mengambil misi di aula sekte. Mengapa dia kembali begitu cepat?" ujar seorang murid sekte yang melihat Zhukai dari kejauhan.
"Aku juga tidak tahu, tapi kudengar dari kakak ku bahwa dia baru saja kembali dari hutan sambil membawa tubuh Long Tie."
"Apa!? Long Tie? bajingan yang telah mengkhianati sekte pedang itu." sontak pria tadi dengan mulut terbuka.
"Ya, siapa lagi kalau bukan dia. Kekuatan saudara Zhukai pasti sangat tinggi sampai bisa melukai Long Tie begitu parah seperti itu."
Selama perbincangan mereka, Zhukai sudah tiba di belakang Guan Jing dan menepuk pundaknya.
"Yo, bagaimana kabarmu."
Guan Jing yang sudah tidak asing dengan suara itu tiba-tiba berbalik dan melihat bahwa orang yang ada di belakangnya saat ini tidak lain adalah Zhukai.
"Saudara... Terimakasih untuk sumber daya yang kamu berikan waktu itu." Guan Jing tiba-tiba saja membungkuk.
Tindakan nya itu seketika membuat murid-murid lainnya terkejut.
"Sudah kubilang tidak perlu berterimakasih, itu adalah keberuntungan ku karena bertemu denganku. Dan biarkan aku memberimu sebuah saran."
"Latihan memang hal yang bagus tapi kau juga harus lebih memperhatikan kondisi tubuhmu."
Begitu Kai menyelesaikan ucapannya, dia berjalan ke asramanya untuk mengambil beberapa barang nya yang tertinggal.
"Eh, saudaranya Zhukai. Kamu mau kemana, apakah kamu ingin membolos kelas latihan pedang nanti." Guan Jing bertanya saat melihat Kai hendak pergi meninggalkan halaman murid luar.
"Tidak, aku bukan lagi murid luar sekte tujuh pedang." Zhukai menggelengkan kepalanya sambil menjawab.
"Ehhh, apakah kamu melakukan kesalahan hingga mereka mengeluarkan mu."
Zhukai tersenyum tipis, "Sepertinya kau salah mengerti apa yang aku maksud. Aku memang bukan lagi muridbkyar sekte, tetapi aku sudah menjadi murid inti saat ini."
__ADS_1
***
Bersambung..