Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Kembalinya Zi Lan Mei


__ADS_3

Tengah malam, ketika Zhukai dan wanitanya selesai menghabiskan makan malam. Mereka segera kembali ke ruangan masing-masing untuk beristirahat.


Sementara itu di ruangan Zi Lan Mei, tubuh Zi Lan Mei yang terbaring di atas kasur tiba-tiba mengeluarkan cahaya keperakan layaknya sinar bulan.


Di dalam lautan kesadarannya, Zi Lan Mei membuka kedua matanya. Tubuhnya terasa sedikit sulit untuk di gerakkan.


Tetapi tidak butuh waktu lama, Zi Lan Mei dapat menggerakkan tubuhnya kembali dengan bebas.


"Dimana ini?..."


Deg–


Zi Lan Mei merasakan rasa sakit di kepalanya dan juga kelaminnya.


"Ah, benar juga ... Waktu itu, aku tidak bisa menahan luapan energi dari Iblis Itu. Mungkinkah tempat ini adalah tempat di mana setiap jiwa berkumpul?"


Zi Lan Mei berdiri dan melihat ke sekelilingnya, dia sedikit kesulitan untuk berjalan karena rasa sakit di pinggul dan juga kakinya.


"Aneh sekali, mengapa seluruh tubuhku terasa sangat sakit?"


Selain rasa sakit yang di rasakan oleh Zi Lan Mei, dia juga merasakan bagian bawah perutnya terasa sangat hangat.


"Ekhem..."


"Apa yang harus kulakukan sekarang..."


Zi Lan Mei merenung dengan ekspresi sedih. Dia benar-benar belum siap untuk berpisah dengan ibu dan juga adiknya.


Ketika Zi Lan Mei sedang merenung, gelombang angin yang cukup besar tiba-tiba muncul dan menghantam tubuh Zi Lan Mei.


"Kyaa... Darimana datangnya hembusan angin ini?"


Zi Lan Mei mengatakan kekuatannya pada kedua kakinya agar tidak ikut terhempas oleh gelombang angin itu.


Zi Lan Mei juga baru sadar bahwa dia tidak bisa menggunakan sedikitpun Qi miliknya di tempat aneh itu.


"Hakk... Kenapa gelombang angin ini terasa semakin kuat!."


Zi Lan Mei yang tidak bisa mempertahankan tubuhnya akhirnya terseret oleh gelombang angin itu.


Pandangannya menjadi semakin gelap hingga akhirnya Zi Lan Mei kehilangan kesadaran dirinya.


Sementara itu, sinar cahaya keperakan yang keluar dari tubuh Zi Lan Mei perlahan memudar.

__ADS_1


Hingga akhirnya, setelah sinar keperakan itu memudar sepenuhnya. Terlihat ukiran ilahi di leher belakang Zi Lan Mei.


Boommm!!


Pada detik berikutnya, ledakan yang terjadi di ruangan Zi Lan Mei mengejutkan Zhukai dan juga puluhan wanita yang ada di rumah itu.


Klakk!!


Pintu terbuka, orang pertama yang memasuki ruangan Zi Lan Mei tidak lain adalah ibunya sendiri.


"Lan Mei!!..."


Zi Suyuan dengan ekspresi cemas, segera berlari menghampiri putrinya. Tapi, begitu dia sampai di kasur tempat Zi Lan Mei berbaring.


Tubuhnya membeku seketika, butiran air mata menetes keluar dari matanya. Itu karena apa yang Zi Suyuan lihat saat ini adalah Zi Lan Mei yang sedang duduk di atas kasur sambil menatapnya.


Zi Lan Mei tersenyum sambil berkata, "Apakah itu kamu ... ibu?"


Zi Suyuan mendesah kemudian segera memeluk putrinya dengan erat. Dia benar-benar sangat bahagia melihat putrinya terbangun setelah kejadian di mana Zhang Qingchen memegang kendali penuh atas tubuh putrinya.


"Ibu, ini ada di mana. Dan juga, apa yang telah terjadi saat iblis itu menguasai tubuhku?" tanya Zi Lan Mei pada ibunya. Dia sangat penasaran tentang apa yang terjadi setelah itu.


Beberapa waktu yang lalu, ketika jiwa Zi Lan Mei terseret oleh gelombang angin yang sangat kuat, Zi Lan Mei juga kehilangan kesadarannya pada saat yang sama.


Selain itu juga, Zi Lan Mei merasakan bahwa tubuhnya telah semakin kuat dan juga basis Kultivasinya telah meningkat.


"Apakah kamu tidak mengingat satu hal pun?"


Zi Lan Mei menggelengkan kepalanya sebagai jawaban, "Aku tidak mengingat apapun ibu. Memori terakhir yang aku ingat adalah saat pria tua jahat itu yang menghancurkan Klan kita."


Zi Suyuan menghela nafas, dia kemudian menceritakan bagaimana putrinya kehilangan kendali hingga mencoba membunuh semua orang.


Dia juga menceritakan tentang bagaimana Zhukai menyelamatkannya dari kontrak jiwa dengan Zhang Qingchen.


"Dia benar-benar pria yang luar biasa. Aku tidak pernah bertemu dengan pria sepertinya seumur hidupku."


Zi Lan Mei menyeringai sambil menatap ibunya dengan ekspresi aneh, "Hee... Lalu bagaimana dengan ayah, ibu?"


Mendengar ucapan Zi Lan Mei, sedikit rona merah terlihat di wajah Zi Suyuan. "Sudahlah jangan menggoda ibumu."


"Ah benar juga, pria itu telah melakukan hubungan intim denganmu di dalam lautan jiwa."


Deg–

__ADS_1


Tepat setelah kalimat Zi Suyuan terdengar secara jelas di telinga Zi Lan Mei. Jantungnya seketika berdetak semakin cepat.


"A–Apa hang baru saja ibu katakan! Jika itu hanyalah candaan, itu sangat tidak lucu ibu!." Wajah Zi Lan Mei sudah berubah semerah tomat.


"Ha? kenapa juga ibu berbohong kepadamu. Dia melakukan itu untuk menyelamatkan mu. Sebaiknya kau berterima kasih padanya." Jelas Zi Suyuan.


Setelah kekhawatirannya menghilang, dia berbalik dan berkata pada Zi Lan Mei.


"Jika kamu sudah siap, kau sebaiknya segera berterimakasih padanya."


Setelah siluet Zi Suyuan menghilang dari pandangan Zi Lan Mei, detak jantung Zi Lan Mei kembali berdetak dengan sangat cepat.


"Ahhh, bagaimana ini ... Jika apa yang ibu katakan barusan benar–..."


"Tunggu dulu." Mata Zi Lan Mei melebar, dia seolah mengingat hal penting dalam pikirannya.


"Ibu bilang bahwa dia melakukan itu di lautan kesadranku? Mungkinkah..."


Zi Lan Mei kembali teringat rasa sakit yang ia rasakan di sekujur tubuhnya... "J–, Jadi apa yang di katakan ibu..."


Zi Lan Mei berhenti mengumamkan sesuatu, dia sudah sadar bahwa seberapa keras dia berpikir itu tidak akan mengubah sesuatu yang sudah terjadi.


"Ibu benar, dia sudah menyelamatkan nyawaku dari kematian... Bagaimana mungkin aku sangat tidak tahu malu seperti ini.."


Zi Lan Mei pergi ke kamar mandi terlebih dulu untuk membersihkan tubuhnya. Setelah berselang tiga menit, Zi Lan Mei keluar dari kamar mandi hanya dengan sehelai kain putih yang menutupi tubuhnya.


"Segar sekali, kamar mandi rumah ini sangat di luar biasa. Ini adalah pertama kalinya aku mandi di tempat seperti ini." Zi Lan Mei tersenyum puas sambil mengganti pakaiannya.


Pakaian yang ia kenakan saat ini berwarna merah menyala dengan motif merak dan juga bunga.


Dengan bantuan paras cantik Zi Lan Mei, itu sudah cukup untuk menyihir ratusan pria di luar sana.


Tepat ketika Zi Lan Mei hendak meninggalkan ruangannya, dia mendengar suara seorang gadis yang tidak asing di telinganya.


"Kakak!!~..."


Suara yang begitu lucu dan juga sangat imut. Itu tidak lain adalah milik adik perempuannya, Zi Lin Yue.


"Adik..."


Zi Lan Mei sangat tersentuh saat melihat kekhawatiran di wajah adiknya, dia menghela nafas saat menatap Zi Lin Yue. "Aku kembali..."


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2