
"Eh, ada apa dengan tatapan mu itu? Apa kau masih belum percaya bahwa aku adalah seorang murid inti."
Zhukai menggeleng sambil tertawa ringan, "Tidak! hanya saja, kamu terlihat seperti seorang gadis kecil yang sedang dalam proses pertumbuhan."
Mendengar itu, Ouyang Jin segera memerah sambil berdecak kesal. "Hmph, beraninya kamu berkata seperti itu pada seniormu sendiri. Asal kamu tahu saja, umurku saat ini adalah 120 tahun!"
Zhukai sama sekali tidak terkejut setelah mendengarnya, dia hanya bersikap acuh sambil menatap kearah lain.
Melihat Zhukai hanya bersikap acuh dan tidak mendengar apa katanya barusan, Ouyang Jin menjadi semakin kesal.
Dia menghentakkan kakinya ke tanah dan berjalan kembali ke kamarnya dengan wajah cemberut.
Melihat sosok gadis kecil itu pergi dengan wajah kesal, Zhukai tertawa keras di belakang.
"Senangnya menggoda gadis imut seperti itu."
Setelah tertawa lepas selama beberapa detik, Zhukai menghela nafas kemudian berjalan menemui tetua murid inti.
Karena dia belum secara resmi menjadi murid inti, dia harus memberitahu tetua murid inti terlebih dulu tentang apa yang tetua pertama katakan kepadanya.
Sementara itu, Ouyang Jin yang telah sampai di kamarnya segera melemparkan tubuhnya di atas kasur sambil menghela nafas.
Mengingat apa yang Kai katakan baru saja, wajah Ouyang Jin semakin memerah karena malu.
"Pria itu, bagaimana dia sangat tidak tahu malu dengan mengatai ku dalam proses pertumbuhan." Dia berkata sambil memegang dadanya yang rata.
Itu terlihat seperti triplek datar yang sangat keras keras begitu menyentuhnya.
Semakin Ouyang Jin memikirkannya, dia menjadi semakin malu.
Meski penampilan Ouyang Jin saat ini terlihat seperti seorang gadis kecil berumur 12 tahun. Tapi nyatanya, Ouyang Jin telah berumur lebih dari 120 tahun.
Ini karena garis keturunan dari ras Demon Spirit yang membuat penampilan Ouyang Jin terlihat seperti gadis kecil.
Setiap ras Demon Spirit, mereka setidaknya membutuhkan waktu 200 tahun untuk terlihat dewasa.
Meski mereka bisa menggunakan sebuah teknik khusus untuk mengubah penampilan mereka. Tetapi ada resiko tertentu setiap kali menggunakan nya.
Sementara Ouyang Jin masih kesal dengan apa yang Kai katakan tadi, Zhukai sudah berada tepat di halaman kediaman tetua murid inti.
Kediaman tetua murid dalam tidak terlalu jauh dari asrama murid, jadi Kai tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menemukannya.
Saat ini, ketika Zhukai hendak mengetuk pintu. Pintu itu tiba-tiba saja terbuka sambil memperlihatkan seorang wanita muda yang cantik menguap lebar.
Dia memiliki penampilan seperti seorang gadis remaja dengan wajah malasnya.
Ketika mata wanita itu dan Zhukai saling bertatapan, kerutan muncul di wajah wanita itu.
__ADS_1
"Apa yang kau inginkan di sini hah!?" wanita itu bertanya dengan nada sedikit kasar.
"Apa ada yang salah dengan otak gadis ini?" Zhukai dengan wajah bingung menatap gadis itu lebih dekat.
Sayangnya, gadis itu menjadi marah begitu Kai mendekatkan kepalanya.
"Bajingan!!.."
Saat gadis itu hendak memberi Zhukai sebuah pukulan.
Kai sudah terlebih dulu menggenggam pergelangan tangannya dan membuat pukulannya terhenti.
Sontak saja, ketika wanita itu merasa dia tidak bisa melepaskan pergelangan tangannya dari Zhukai, itu membuatnya sangat terkejut.
Wajahnya menjadi gelap dengan sedikit niat membunuh keluar dari tubuhnya. Dia menatap Zhukai sambil berkata dengan suara dingin.
"Siapa kamu!!."
Melihat niat membunuh yang di pancarkan dari tubuh gadis itu, Kai seketika terdiam.
"Gadis aneh ini, mengapa dia tiba-tiba mengeluarkan niat membunuhnya?"
Karena tidak ingin membuang waktunya lebih lama untuk hal yang tidak berguna, Kai akhirnya membuka mulutnya dan berkata.
"Mana tetua murid inti, aku ingin berbicara dengannya."
Melihat bahwa gadis itu tidak ingin menjawab pertanyaannya, Zhukai tidak memiliki pilihan lain selain menjawab apa yang dia tanyakan.
Begitu Kai hendak menjawab pertanyaan wanita itu, dia mendengar suara seorang pria di belakangnya.
"Oh tetua, aku ingin mendiskusikan teknik ini pada–..." ucapannya terhenti begitu melihat Zhukai sedang menggenggam pergelangan tangan wanita itu.
"Tetua, siapa pria ini. Apakah dia kekasihmu!?" pria itu berkata sambil menatap Zhukai dengan tajam.
"Eh, t–tetua!? gadis kecil ini seorang tetua?" Zhukai membuka lebar matanya karena tidak percaya.
Dia melepas genggaman tangannya sambil tertawa ringan, "Hahaha, halo tetua ... bisakah kita menganggap kejadian tadi hanyalah sebuah kesalahpahaman."
Melihat senyum di wajah Zhukai, tetua wanita itu melototi Zhukai dengan wajah marah.
"Kesalahpahaman katamu! jadi, siapa kamu sebenarnya."
Melihat bahwa tetua itu masih menyimpan dendam kepada nya, Zhukai hanya bisa terus memaksakan senyumnya dan menjawab.
"Namaku Zhukai, aku baru saja di promosikan oleh tetua pertama menjadi murid inti."
Mendengar nama tetua pertama keluar dari mulut Zhukai, tetua murid inti itu menjadi terdiam.
__ADS_1
"Apa dia orang yang di sebutkan oleh pak tua itu tadi siang." tetua wanita itu bergumam pelan.
Meski tetua wanita itu masih diam, pria yang baru saja tiba beberapa saat yang lalu sangat terkejut.
"Tetua pertama? Itu sangat keren saudara, bagaimana kamu bisa bertemu dengannya?" pria itu bertanya pada Zhukai dengan penuh antusias.
Karena sosok tetua pertama sangat melekat di benak setiap murid inti, mereka sangat menghormati sekaligus kagum dengan tetua pertama.
Menjadi pelindung sekte tujuh pedang selama lebih dari seribu tahun, tidak ada satu orangpun yang tidak mengenal tetua pertama.
Bahkan tetua sekte sangat menghormatinya.
"Itu mudah, kau tinggal mengambil misi tingkat tinggi di aula misi. Begitu kau berhasil menyelesaikannya, kau pasti mendapatkan rekomendasi dari tetua aula misi untuk bertemu dengan tetua pertama." Kai menjelaskan secara panjang lebar.
Pria itu menjadi semakin semangat begitu mendengar apa yang Kai katakan, "Apakah semudah itu? Hahaha, terimakasih saudara, aku pasti akan membalas ini di masa depan."
Saat pria itu hendak berlari pergi, tetua murid dalam menarik kerah bajunya dan berkata.
"Hentikan! Jangan lakukan hal yang sia-sia seperti itu."
Selesai berkata, tetua wanita itu mengalihkan pandangannya pada Zhukai dan berkata dengan suara dingin.
"Namamu Zhukai bukan, aku tidak tahu bagaimana kau bisa mendapatkan rekomendasi dari tetua pertama. Tapi, karena kau telah bertindak tidak sopan padaku, bukankah sebagai tetua aku harus memberimu sebuah hukuman."
Tetua itu berhenti berkata, dia sedikit menyeringai kemudian melanjutkan ucapannya.
"Pergilah ke puncak heilong dan dapatkan lotus tiga warna."
"Puncak heilong!? Bukankah itu–.." saat murid pria itu ingin berbicara, tetua wanita itu sudah menutup mulutnya terlebih dulu.
"Heh..." Zhukai menyeringai lebar, "Bagaimana jika aku menolak?"
Seolah tidak mengharapkan jawaban itu dari Zhukai, wajah tetua wanita itu menjadi gelap.
Saat dia hendak kembali berkata, Zhukai sudah berada tepat di depannya.
Deg–..
"Eh, bagaimana dia bisa tiba-tiba berada di depan ku!?" pikir tetua itu.
Detik berikutnya, Kai mendekati bibirnya dan berbisik pelan di telinga tetua wanita.
"Sebaiknya kau bersikap baik ****** sialan, ataukah ... apa kau ingin aku memberimu hukuman kecil."
***
Bersambung...
__ADS_1