Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Memasuki Vena Naga Api


__ADS_3

Pagi hari seperti biasa, seorang pria tampan yang baru saja bangun dari tidurnya segera membasuh muka setelah itu memulai latihan paginya.


Begitu pria tampan itu selesai dengan latihan paginya, dia menyeka keringat di punggung dan juga wajahnya dengan sebuah kain.


Tak berselang lama setelah itu, seorang gadis berambut cokelat berlari dari bawah gunung hingga akhirnya sampai di halaman pria yang baru saja berlatih tadi.


"Kaiii... Kenapa kamu lama sekali, teman yang lain sudah menunggu di ba–..." ucapan gadis itu berhenti saat menatap tubuh pria yang tak lain adalah Zhukai telanjang sebagian.


"A–Aaa... Kamu pria cabul..." Ouyang Jin berteriak keras sebelum dia melarikan diri untuk turun ke bawah.


Kai terkejut begitu mendengar ucapan gadis yang tak lain adalah Ouyang Jin, "Ah sial, aku benar-benar melupakannya.."


Zhukai dengan buru-buru memakai pakaiannya dan segera menyusul teman-teman di bawah untuk berangkat menuju Vena Naga Api.


Begitu Zhukai menuruni anak tangga, dia segera berkumpul ke tempat di mana teman-temannya menunggunya.


"Apa saja yang kamu lakukan, kamu hampir membuat kami semua terlambat." ucap seorang wanita yang termasuk kedalam perwakilan sekte.


Meski sikapnya sedikit dingin, tetapi wanita itu sebenarnya adalah orang yang baik. Hanya saja hubungannya dengan Zhukai tidak cukup dekat.


"Sudah-sudah! karena kita semua sudah berkumpul di sini, sebaiknya kita segera bergegas. Ketua sekte seharusnya sudah menunggu kita di sana." jelas salah satu perwakilan sekte, Yang Fan.


Dengan begitu, kelompok yang berisikan lima orang itu segera bergegas ke salah satu puncak gunung di mana Vena Naga Api berada.


Karena jarak antara puncak gunung yang satu dengan yang lain cukup jauh, butuh sekitar sepuluh menit untuk sampai di sana.


Benar saja, begitu Kai dan juga empat temannya sampai di puncak gunung. Mereka di kejutkan dengan keberadaan ketua sekte yang muncul secara tiba-tiba.


"Kalian sudah sampai rupanya, apa kalian tahu seberapa lama aku menunggu di sini." Li Yan menatap tajam pada sekelompok orang itu.


Tetapi di detik berikutnya, sikap Li Yan telah sepenuhnya berubah saat dia selesai menghela nafas panjang. "Tidak perlu melanjutkan perbincangan yang tidak ada gunanya. Membuka Vena Naga Api cukup banyak menghabiskan sumberdaya ku, aku harap kalian bisa memanfaatkannya sebaik mungkin." ujar Li Yan dengan penuh harapan.

__ADS_1


Dia kemudian melepas topi bambu yang ada di kepalanya kemudian berjalan maju hingga akhirnya berhenti pada jarak 20 meter dari mulut goa.


Sikap dan atmosfer di sekitar tubuh Li Yan berubah secara drastis, bola matanya terlihat mengeluarkan cahaya hijau redup bersamaan dengan kedua telapak tangannya yang terus mengeluarkan energi spiritual.


Energi spiritual itu perlahan membentuk sebuah kunci dan begitu Li Yan menghancurkan kunci itu dalam genggaman tangannya, sebuah gerbang besar setinggi 10 meter tiba-tiba muncul di hadapannya.


"Chougt!! Chought!! Tak ku sangka ini akan memiliki sedikit penolakan pada awalnya, bahkan aku mengalami sedikit cedera dalam karena ini." Li Yan dengan gerakan cepat menghapus noda darah di bibirnya kemudian menatap Zhukai berserta yang lain dengan senyuman.


"Ini adalah gerbang menuju Vena Naga Api, setelah kalian memasukinya, kalian harus secara perlahan memurnikan esensi api dengan metode Kultivasi kalian."


Meski tidak ada yang menyadarinya, tetapi semua kejadian itu tidak bisa luput dari pandangan Zhukai. Dia bisa lihat secara jelas cedera dalam yang di alami oleh Li Yan.


"Hmm, dia sebenarnya ... adalah seorang pemimpin yang baik." Zhukai tersenyum tipis sambil berjalan terlebih dulu ke gerbang Vena Naga Api.


Tindakan yang Kai lakukan sedikit mengejutkan yang lain, tetapi beberapa detik setelahnya, mereka mengikuti Zhukai memasuki gerbang Vena Naga Api.


Sebelum Kai memasuki gerbang Vena Naga Api, dia berhenti tepat di samping Li Yan dan menggunakan true energi untuk menyembuhkan cedera dalam yang di alami oleh Li Yan.


"Selalu ada berkah di balik kesialan pak tua..." Zhukai bergumam pelan sesaat sebelum dia memasuki gerbang Vena Naga Api.


"Kurasa aku sekali lagi mendapatkan nasehat dari seorang yang lebih muda dariku. Tapi, terimakasih untuk nasehatnya."


Begitu kelompok Zhukai telah memasuki Vena Naga Api, gerbang itu segera tertutup dan akan terbuka kembali sehari setelahnya.


****


Setelah memasuki Vena Naga Api, kelompok yang beranggotakan Zhukai, Ouyang Jin, Gang Lin, Ling Li, dan Mo Kun terpisah secara tiba-tiba.


Bahkan saat Zhukai ingin menggunakan persepsi ilahinya untuk mencari keberadaan temannya yang lain, itu terhalang oleh energi tertentu yang tidak memungkinkan bagi Zhukai untuk menghancurkannya.


"Sepertinya Vena Naga Api ini mengandung jejak jiwa yang di tinggalkan oleh pria itu. Pantas saja aku tidak bisa menghancurkannya dengan kekuatanku saat ini." Zhukai menghela nafas.

__ADS_1


Setelah dia berpikir sebentar, dia segera mencari sebuah batu yang akan ia gunakan sebagai tempat duduk dan mulai menyerap esensi api yang ada di sekitarnya.


Sementara itu, Ouyang Jin yang telah di pindahkan ke dalam lautan lava, dia segera mengubah fisik manusia menjadi fisik Demon Spirit.


Whuss!!


Kepakan sayap Ouyang Jin segera membawanya terbang selamat dari lautan lava itu.


"Hmm, bagaimana aku bisa berakhir di sini? Bagaimana dengan Zhukai dan yang lain?" saat Ouyang Jin berniat mencari mereka, dia merasakan energi panas yang begitu besar terserap masuk ke dalam urat-urat sayapnya.


Itu membuatnya merasakan seluruh tubuhnya terbakar oleh bara api yang begitu kuat. Bahkan teriakan keras dari Ouyang Jin membangunkan Zhukai dari meditasinya.


"Itu berbahaya, aku harus segera menolong gadis kecil itu.." Kai segera menggunakan langkah bayangan berkali-kali untuk mengubah posisi nya dan mempercepat langkahnya.


Hanya dalam dua menit, Kai sampai di tempat di mana Ouyang Jin berada.


Terlihat di atas tanah gersang yang terbuat dari batuan magma, tubuh Ouyang Jin tergeletak di atas tanah tanpa henti bergetar.


Energi panas yang berlebihan telah membuat salah satu urat di sayap Ouyang Jin terputus. Hanya dengan melihatnya, Kai sudah mengetahui seberapa besar rasa sakit yang di alami oleh gadis kecil itu.


"Maaf teman Ouyang, aku datang sedikit terlambat."


Zhukai mengangkat tubuh Ouyang Jin dan membantunya duduk, dia segera duduk di belakangnya dan mulai membantu Ouyang Jin memurnikan esensi api yang berlebihan di sayapnya.


"Tahanlah, ini mungkin akan sedikit sakit..."


Begitu Kai selesai dengan kata-kata, lonjakan energi spiritual yang begitu besar keluar dari kedua telapak tangan Zhukai.


Itu bukanlah Qi maupun true energi, tetapi itu adalah energi lain yang sangat aneh.


Energi itu tidak lain adalah ... Shura Void!

__ADS_1


****


Bersambung..


__ADS_2