
Setelah Kai dan Qi Yue keluar dari dunia kecil, mereka berdua tiba-tiba di hadapkan dengan padang rumput yang sangat luas berada di sekitarnya.
Bukan hanya itu, taman bunga yang begitu luas terlihat jelas tak jauh dari tempat Kai berdiri.
Ada banyak berbagai jenis bunga yang tumbuh di taman itu dan seluruh bunga itu tumbuh dengan baik seolah bunga-bunga itu di tanam oleh seseorang.
"Sejak kapan ada taman bunga bunga di tempat ini?" Kai sedikit terkejut melihat taman bunga di depannya.
Qi Yue sedikit tertawa, dia mengangkat jarinya dan menyentuh pipi kanan Zhukai sambil terkekeh kecil.
"Apa yang kamu tertawakan? apakah ada yang lucu tentang wajahku?"
Qi Yue menggeleng, "Tidak, hanya saja kamu terlihat sangat lucu saat kebingungan hubby."
Mendengar itu, Kai menghela nafas kemudian berkata.
"Jadi, bisakah kamu menjelaskan bagaimana taman bunga ini ada di sini?"
"Emm, itu Yan'er yang menanamnya.."
"Zhu Yan'er? mengapa dia melakukannya?"
Qi Yue kembali menggeleng, "Aku tidak tahu, mungkin itu untuk adik perempuannya."
Kai tidak bertanya lebih jauh, dia dan Qi Yue segera pergi ke rumah untuk menemui istri-istrinya yang lain.
Jarak antara rumah dengan taman bunga tidak begitu jauh, hanya perlu beberapa tarikan nafas untuk Kai dan Qi Yue sampai di sana.
Saat Kai membuka gerbang yang menutup rumahnya, dia di kejutkan dengan halaman rumahnya yang telah berubah total.
Kini di halaman rumahnya, itu tidak hanya lahan kosong dengan sebuah meja saja.
Tetapi ada sebuah kolam yang berisikan banyak ikan dan juga pohon sakura besar yang tumbuh tidak jauh dari kolam itu.
Di bawah pohon sakura, sepuluh orang wanita duduk sambil menikmati masakan yang baru saja di masa oleh Chiyan.
Saat mereka mendengar pintu gerbang terbuka, Yi dan juga yang lain segera mengalihkan pandangan mereka kearah jendela.
"Bagaimana kabar kalian, apakah kalian merindukanku?"
Suara itu terasa sangat hangat di telinga mereka semua, "S–Suami ... kamu pulang..."
Kai tersenyum, dia membuka lebar pelukannya sambil membiarkan istri-istrinya secara bergantian memeluknya.
Setelah setengah tahun pergi meninggalkan mereka, Zhukai sangat merindukan mereka semua.
"Jadi Kai Gege, apakah kamu akan tinggal lama di sini?" tanya Biao Jian sambil menggenggam lengan Zhukai dengan erat.
Zhukai menghela nafas sambil menatap Biao Jian dengan senyuman.
"Maaf Jian'er, tapi aku tidak bisa tinggal di sini terlalu lama. Mungkin aku akan kembali dua hari lagi."
__ADS_1
Mendengar itu, tidak hanya Biao Jian yang cemberut tetapi istri-istrinya yang lain juga cukup kecewa.
Kai sudah menduga bahwa istri-istrinya akan sangat kecewa kepadanya, tapi apa yang bisa dia lakukan.
Turnamen antar benua akan di mulai lima hari dari sekarang, dia harus ke sana untuk melihat siapa saja perwakilan yang mewakili benua naga biru.
"Aku tidak tahu mengapa, tapi intuisiku mengatakan bahwa aku harus pergi ke Turnamen antar benua nanti."
Untuk mencairkan suasana mereka sekarang, Zhukai mengeluarkan sepuluh kalung dari Inventory nya.
Dia kemudian memakaikan kalung itu di leher setiap isterinya.
Kai kemudian menatap istrinya dengan ekspresi penuh penyesalan, "Aku benar-benar minta maaf, ada sesuatu yang perlu kulakukan di Holy Realms."
Melihat bahwa Kai juga melakukan hal itu dengan penuh tekanan, Chiyan bersama dengan yang lainnya memahami seberapa besar beban yang Kai miliki.
"Aku mengerti suami, maaf karena kami terlalu egois..."
Chiyan menarik kepala Zhukai dan menyandarkan itu di dadanya.
"Aku sudah sangat senang bahwa kamu masih mengingat kami semua di sini. Beristirahatlah, aku akan membiarkanmu makanan."
Zhukai sesaat memejamkan matanya di pelukan Chiyan.
"Hangat sekali..."
Setelah Chiyan melepas pelukannya, dia segera meminta Kai untuk duduk di bawah pohon sakura bersama dengan istri-istrinya yang lain.
"Emm, suami ... aku juga ingin minta maaf." itu tidak lain adalah suara Yu Chi Lan.
"Imut sekali..."
Saat Kai dan kesembilan istrinya pergi duduk di bawah pohon sakura. Jing Lin, Jiuyang Lin, dan Xue Yu menawarkan diri untuk memberinya pijatan.
"Emm, jika kalian memang tidak keberatan."
Kai melepas pakaian atasnya dan berbaring di atas tikar yang ada di sana.
Sambil menunggu Chiyan kembali, mereka bertiga dengan penuh semangat memijat seluruh bagian tubuh Zhukai.
"Yu'er, bisakah kamu menekannya sedikit lebih keras?"
"Baik Kai Gege..."
Tak lama setelah itu, Chiyan keluar dari dalam rumah sambil membawa semangkuk nasi dan juga sup daging.
"Suami, ini makan siang untukmu..."
"Baiklah, aku akan makan terlebih dulu ... terimakasih untuk pijatannya."
Mereka bertiga tersenyum senang setelah mendengar pujian dari Zhukai.
__ADS_1
Saat Kai telah menghabiskan makanannya, dia menatap Jiuyang Lin kemudian menanyakan keberadaan Zhu Long.
"Emm, kurasa Long'er saat ini sedang berlatih di bukit dekat dari sini." jawab Jiuyang Lin sambil mengingat-ingat ucapan putranya sebelum pergi.
"Begitukah!? ... baiklah, setelah aku membersihkan diri aku akan pergi menghampirinya."
****
Di puncak bukit dekat kediaman Zhukai, seorang pria muda dengan tubuh setengah telanjang terus mengayun pedangnya.
Bahkan saat lengannya sudah terasa mati rasa, pria muda itu masih mengayunkan pedang besar di tangannya.
"Ini masih belum cukup!... untuk mengalahkan ayah, aku harus terus bertambah kuat.."
Pria itu, Zhu Long berkata sambil mengayunkan kembali pedangnya.
Ia sudah lupa berapa banyak dia telah mengayunkan pedang itu, tetapi Zhu Long belum puas hanya dengan itu.
Setelah setengah jam berlalu, pandangan Zhu Long menjadi semakin buram.
Karena siang itu hujan turun cukup deras, tanah di puncak bukit menjadi berlumpur.
"Ha Ha Ha..."
"Sebelum ayah kembali, setidaknya aku harus bisa menguasai teknik pemberian bibi ke tingkat tertinggi."
Tepat saat Zhu Long menyelesaikan ucapannya, dia mendengar suara familiar yang tidak lain adalah suara ayahnya.
"Oh, hanya dalam setengah tahun tapi kau sudah berkembang sejauh ini. Jujur, kau benar-benar mengejutkan ayahmu."
Zhu Long berbalik, di menatap pria dewasa yang menatapnya dari jauh.
Meskipun Zhu Long tidak bisa melihatnya dengan jelas karena pandangannya menjadi buram, tetapi dia tahu bahwa pria itu adalah ayahnya.
"Ayah..."
Whuss!!
Tepat saat Zhu Long kehilangan kesadaran dirinya dan terjatuh, Zhukai menghilang secara tiba-tiba dan kembali muncul menangkap putranya.
"Haa... dia berlatih terlalu, keras! jika Lin'er sampai tahu, bisa-bisa aku mendengar ocehannya sampai pagi hari tiba."
Zhukai menghela nafas, dia menggunakan Qi miliknya untuk memeriksa tubuh putranya yang terluka.
Keterkejutan terlintas dari sorot mata Zhukai saat dia memeriksa tubuh putranya.
"Ada jiwa lain dalam tubuh putraku? bagaimana bisa ada jiwa di dalamnya..."
Saat Kai mencoba untuk menghapus salah satu jiwa di tubuh putranya, Yi tiba-tiba muncul dan mengehentikan tindakannya.
"Jangan Kai Gege, apakah kamu ingin membunuhnya...?"
__ADS_1
****
Bersambung...