
Setelah wanita itu memasuki ruangan, atmosfer yang ia rasakan telah berubah sepenuhnya.
Tekanan dari kelima orang yang duduk di singgasana membuat tubuhnya bergetar hingga membuat ketua kakinya lemas.
Perempuan itu seketika berlutut pada kelima orang dan berkata, "Maaf telah masuk tanpa ijin dari kelima master. Tapi aku ingin memberitahu kabar yang sangat penting."
Di antara kelima master itu, seorang pria yang baru saja berbicara dengan Nona Jie itu kembali berkata.
"Nona Jie, bukankah dia bawahanmu? Kenapa dia datang tanpa memberitahukannya padamu?" tanya pria itu.
Nona Jie mengerutkan keningnya dan menatap bawahannya dengan sedikit marah.
Tapi setelah mendengar dia membawa berita penting, Nona Jie menjadi cukup penasaran.
Akhirnya, nona Jie tidak menghukum bawahannya dan segera bertanya tentang berita penting yang ia bawa.
Wanita itu menelan ludahnya, dia kemudian menjelaskan semua yang terjadi di sekte Heaven Gathering.
Dia juga menjelaskan semua rencana yang berakhir gagal pada kelima master yang duduk di singgasana.
Nona Jie dan keempat penguasa lainnya berpikir kembali setelah mendengar penjelasan darinya.
"Kupikir dia berkata sejujurnya, bahkan aku kehilangan kontak jiwa dengan Zhuo Han Qing. Jika Zhuo Han Qing benar-benar mati, ini membuat situasi kita sedikit merugikan." jelas salah satu di antara kelima penguasa.
Tubuhnya cukup kurus dan badannya juga cukup kecil. Tetapi artefak yang di miliki oleh pria itu sangat kuat, bahkan mereka berempat sedikit gemetar saat memikirkannya.
"Hmm, sepertinya ada seseorang yang mencoba menghentikan rencana kita." pria kurus itu kembali berkata.
"Nona Jie, kirimkan beberapa bawahanmu untuk menyelidiki orang itu. Di antara kami berlima, hanya bawahanmu saja yang memiliki keahlian dalam mencari informasi."
Nona Jie menyentuh dagunya dan mempertimbangkan usulan dari pria kurus itu.
Pada akhirnya, nona Jie menerima usulan itu dan memerintahkan bawahannya untuk memanggil Azi, murid terbaiknya.
"Baik nona, saya akan segera memanggil Azi untuk anda."
Wanita itu berdiri dan memberi hormat sebum meninggalkan istana itu.
Setelah menunggu selama lebih dari tiga menit, seorang perempuan muda dengan wajahnya yang tertutup oleh kain hitam muncul di tengah aula.
Dia kemudian memberi hormat pada kelima master yang duduk di singgasana melayang.
"Salam kelima master..."
__ADS_1
Setelah perempuan itu memberi hormat, dia kemudian berjalan ke Nona Jie dan bertanya alasan mengapa dia memanggilnya.
"Azi, aku sudah menyaksikan seberapa hebat kemampuanmu dalam mencari informasi. Saat ini, ada seseorang di Celestial Realms yang berencana menghentikan rencana kita, aku ingin kau mencari informasi tentangnya." Jelas Nona Jie.
Mendengar permintaan itu dadi masternya, Azi menganggukkan kepalanya tanpa merasa keberatan.
"Baiklah, saya akan segera menyelesaikan perintah dari master. Apakah ada permintaan lain?" tanya Azi.
Ekspresi wajahnya masih tetap sama tanpa perubahan. Azi sudah di latih oleh Nona Jie sendiri dengan kejam sejak dia kecil.
Jadi ketika Azi telah tumbuh dewasa, dia tidak memiliki emosi sedikitpun. Dia bahkan tidak pernah merasakan emosi lagi sejak ukurnya menginjak 10 tahun.
Nona Jie menggelengkan kepalanya, "Tidak, hanya itu saja perintah dari kami. Dan kalau bisa, lakukan secepat yang kau bisa."
Azi mengangguk, "Perintah master adalah mutlak, Azi akan menyelesaikannya secepat mungkin."
Setelah memberikan penghormatan untuk kelima master, Azi menghilang dari pandangan mereka berlima tanpa meninggalkan jejak keberadaannya.
"Dia murid terbaikmu? Cara dia menghilangkan hawa keberadaannya sangat mengagumkan. Aku menjadi sedikit iri padamu Saudari Jie." Ucap seorang wanita yang duduk di samping nona Jie.
"Haha, kamu juga memiliki seorang murid yang hebat saudari Ru." ujar nona Jie.
Setelah perbincangan mereka berlima, satu persatu di antara kelima pemimpin itu pergi meninggalkan istana dan hanya menyisakan Nona Jie seorang diri.
Siluet Nona Jie menghilang dari aula istana.
***
Sekte Heaven Gathering, Halaman Tetua.
Setelah kematian Han Wenqing di saksikan oleh para tetua dan juga murid dalam. Kabar itu menyebar dengan cepat ke telinga murid luar dan juga murid inti.
Bahkan tetua agung menerima kabar itu dengan sangat cepat.
Di aula kediaman ketua sekte, terlihat belasan tetua berkumpul dan juga tetua agung di aula itu.
Yang lebih mengejutkan lagi, seorang pria yang tidak di kenal juga ikut menghadiri pertemuan itu.
"Long Tian Ge, siapa pria muda ini? Kenapa kau mengajaknya di pertemuan penting ini." ucap Tetua agung tidak senang dengan tindakan Long Tian Ge.
Dia dan tetua kedua memiliki hubungan yang sangat buruk. Hampir semua tetua yang menghadiri pertemuan itu mengetahuinya.
"Hentikan kalian berdua, kita semua berkumpul di sini bukan untuk bertengkar satu sama lain. Tetapi untuk membahas Pengkhianat yang bisa lolos dari informan sekte." Tetua pertama mengehentikan pertarungan mereka.
__ADS_1
Tak lama setelah itu, seorang perempuan dewasa berusia 30 tahun-an berjalan keluar dari sebuah ruangan.
Dia memiliki paras wajah yang lumayan cantik. Meskipun usianya tidak seperti yang terlihat, tetapi dia memiliki daya tarik tersendiri untuk pria.
Belasan tetua dan tetua agung berdiri dan membungkukkan badan mereka sebagai tanda hormat untuk ketua sekte.
Tetapi di antara mereka yang ada di sana, hanya ada satu orang yang masih duduk santai tanpa menghiraukan kedatangan ketua sekte Heaven Gathering.
"Apa!! Beraninya bocah sepertimu kurang ajar di depan ketua sekte!!.."
Tetua agung mengangkat tangannya dan mencoba menyerang Zhukai dengan kepalan tangannya.
Bang!!
Sayangnya, serangan Tetua Agung terlalu lah untuk dapat memberi kerusakan pada Zhukai.
Kai sendiri hanya menahan pukulan itu menggunakan satu jarinya.
Dia menguap lebar dan menjentikkan jarinya pada kepalan tangan tetua agung. Kai melakukan itu bahkan sebelum tetua agung bereaksi.
Bamm!!
Tubuh tetua agung terdorong hingga menghantam dinding aula. Tulang di telapak tangannya retak karena satu jentikan jari dari Zhukai.
Aula menjadi hening seketika, wajah belasan tetua menjadi pucat setelah melihat tetua agung di dorong mundur hanya dengan satu jentikan jari.
Tatapan mereka beralih pada Cheng Na yang duduk sampingnya. Mereka semua bertanya-tanya siapa Kultivator kuat yang Cheng Na bawa ke aula pertemuan.
Tapi keheningan itu berakhir setelah suara ketua sekte terdengar. "Siapa kamu, apakah kamu di sini hanya untuk membuat keributan?"
Zhukai menatap sekilas wanita itu, dia menghela nafas kemudian berkata. "Membuat keributan? Hahaha, apa kau buta? sudah jelas bahwa orang itu dulu yang menyerangku."
"Sudahlah hentikan ini, ayo kita mulai saja rapatnya." Ucap tetua kedua.
Dia tidak begitu mengenal tempramen Zhukai, jadi dia cukup takut jika ketua sekte akan membuatnya marah.
"Hmph, baiklah aku akan memperingatkan mu untuk tidak membuat masal lagi."
Ketua sekte duduk di kursi yang berada di ujung meja, dia kemudian memerintahkan tetua agung untuk kembali duduk.
"Ekhem... Kalau begitu, mari kita mulai rapatnya."
***
__ADS_1
Bersambung...