Return Of Shura Demon

Return Of Shura Demon
Nalan Ruyue Vs Mei Yan


__ADS_3

Di atas arena dengan banyak Kultivator yang menonton, Mo Kun menggenggam erat pedang di tangannya.


Pedang itu tidak besar ataupun kecil, itu terlihat seperti pedang pada umumnya.


"Pertandingan terakhir, di mulai!!.."


Swosshh!!


Tepat begitu wasit memulai jalannya pertandingan, sosok Mo Kun menghilang dari pandangan semua orang.


Saat dia muncul kembali, dia sudah berada tepat di atas Lan Hu.


"Sial, bagaimana!!..."


Dentang!!!


Lan Hu segera mengangkat pedangnya untuk menahan serangan yang Mo Kun lepaskan. Sayangnya, karena saya ledak yang begitu pedang dari ayunan pedang Mo Kun. Lan Hu dikirim terbang beberapa meter.


Di tribun penonton, beberapa Kultivator menunjukkan rasa kagum. "Whoaa, dia cepat! selain itu kekuatannya juga sangat kuat. Darimana jenius sepertinya berasal?"


Sedangkan di ruang tunggu, sosok pria muda menatap ke arena dengan seringai dingin yang menusuk.


"Kheehh... Dia masih hidup ternyata! Aku ingat dia sangat lemah saat terakhir kali kita bertemu, bagaiman dia bisa berkembang sejauh ini."


Suara itu tidak lain dari salah satu perwakilan tanah suci. Jenius dari Klan Lu, Lu Xiao.


Dia benar-benar menjadi sangat bersemangat begitu melihat Mo Kun menjadi semakin kuat.


"Hahaha, tidak peduli seberapa jauh kau berkembang. Aku akan menghancurkanmu, sama seperti yang aku lakukan hari itu."


Lu Xiao juga sesekali melihat Ouyang Jin yang saat ini sedang duduk untuk melihat Mo Kun bertarung.


Dia sudah menerima perawatan setelah menderita luka yang cukup parah di pertarungannya tadi.


"Gadis cantik ini benar-benar menggoda!." Lu Xiao berkata sembari menjilati bibirnya.


Di atas arena, Lan Hu yang terus terpojok karena di serang secara terus-menerus oleh Mo Kun menggertakkan giginya.


"Sialan, aku tidak akan kalah semudah ini..."


Boommm!!


Ledakan yang terjadi menerbangkan tubuh Mo Kun cukup jauh, sedangkan untuk Lan Hu. Pakaiannya dipenuhi dengan bekas Bakaran dan sekujur tubuhnya dipenuhi dengan luka bakar.


"Mati kau!!..."


Lan Hu berteriak sambil melesat maju. Pedangnya mengeluarkan cahaya merah menyala dengan energi spiritual yang begitu besar di dalamnya.


Karena Lan Hu sama sekali tidak memiliki peluang jika pertarungan terus berlanjut dalam waktu yang lama. Dia berniat mengakhirinya dalam satu serangan.


"Oh, kau ingin mengakhiri ini dengan satu serangan? Baiklah kalau begitu."


Mo Kun memejamkan matanya dengan kedua tangannya menggenggam erat gagang pedang.

__ADS_1


Sebuah pedang besar muncul di atas kepala Mo Kun dengan energi yang begitu tajam dan cepat.


"Sword Emperor, tebasan darah!!.."


Swosshh!!!


Bersama dengan gelombang angin yang cepat, tubuh Mo Kun menghilang sesaat dan kembali muncul tepat di belakang Lan Hu.


"Maaf, tapi ini adalah kemenangan ku."


Gedebuk!!!


Tepat setelah Mo Kun menyelesaikan ucapannya, tubuh Lan Hu jatuh di lantai arena dengan darah segar mengalir melalui goresan pedang di tubuhnya.


Dia juga mengalami luka dalam yang cukup parah tetapi tidak mengancam nyawanya ataupun membuatnya cacat.


"Pertandingan terakhir dimenangkan oleh Mo Kun dari benua naga biru."


Setelah tetua itu mengumumkan hasilnya Mo Kun segera kembali ke tempat duduk di mana di sana terlihat Nalan Ruyue dan Ouyang Jin yang sedang menunggunya.


"Selamat untung kemenangannya saudara Mo."


"Terimakasih..." balas Mo Kun dengan senyum mempesona.


Di tribun penonton, Zhukai tersenyum puas melihat bagaimana penampilan Mo Kun kali ini.


"Dia sudah berkembang ternyata, mungkin babak terakhir akan menarik untuk dilihat."


Setelah Kai selesai bergumam, dia sedikit melirik ke kanan dan kembali memejamkan matanya.


Di ruang tunggu yang berada tepat di dekat arena, Mo Kun menatap Ouyang Jin dan menyentuh pergelangan tangan nya dengan lembut.


"Saudari, bagaimana luka mu?"


Ouyang Jin memerah bagaikan tomat, dia mengalihkan pandangannya sambil menjawab dengan malu.


"A–Aku baik-baik saja.."


"Apakah kamu benar-benar baik-baik saja, lalu mengapa wajahmu memerah?" tanya Mo Kun dengan wajah polos.


Nalan Ruyue yang melihatnya hanya tersenyum kemudian ikut bergabung.


Dengan begitu, waktu berlalu dengan sangat cepat. Tidak terasa bahwa tetua Klan Zi kembali naik keatas panggung dan mengumumkan nama pertama yang akan bertanding.


"Mei Yan dari tanah suci melawan Cheng Du dari benua Huang."


Seorang wanita yang cukup cantik naik keatas panggung. Sedangkan untuk yang lain, itu adalah seorang pria gemuk yang memiliki pertahanan yang sangat kuat.


"Pertandingan pertama di babak ketiga, dimulai!!!.."


Cheng Du bergerak menjauh sambil melihat wanita di depannya dengan teliti.


Dia membuka mulut sambil berkata, "Walaupun kau seorang wanita, aku tidak akan menahan diri."

__ADS_1


Mei Yan tidak menanggapi apa yang Cheng Du katakan dan hanya membalas dengan helaan nafas dingin.


"Tch, bersiaplah– Arghhhh!!!.."


Sebelum Cheng Du menyelesaikan ucapannya, dia menjerit kesakitan.


Keheningan memenuhi arena pertarungan, bahkan di tribun penonton tidak seorangpun mengeluarkan suara.


Tak lama, tubuh Cheng Du tergeletak di lantai arena dengan darah segar yang terus mengalir keluar.


Ketika kembali ke akal sehatnya, tetua Klan Zi segera mengumumkan Mei Yan sebagai pemenang.


"Pertandingan selanjutnya, Shi Yun dari Benua Yoko melawan Nalan Ruyue dari Benua naga biru."


Di atas arena, Zhukai menatap wanita tadi dengan cukup tajam hingga kemudian menggelengkan kepalanya.


"Bukan dia."


Dia kemudian melihat bahwa Qi Yue sudah tertidur di pundaknya.


"Kamu pasti lelah, tidur yang nyenyak Yue'er..."


Kai mencium kepalanya kemudian memfokuskan kembali pandangannya pada jalannya pertandingan.


Pertandingan kedua di menangkan oleh Nalan Ruyue, dan terus berlanjut hingga hanya terdapat lima orang yang tersisa.


Mereka adalah Mo Kun, Lu Xiao, Nalan Ruyue, Mei Yan, dan Ye Jia.


Pertandingan selanjutnya adalah Nalan Ruyue melawan Mei Yan.


Meskipun para penonton sudah menebak bahwa Mei Yan yang akan memenangkan pertandingan. Tetapi Zhukai memiliki perkiraan bahwa Nalan Ruyue akan mengejutkan semua orang nanti.


Saat kedua wanita itu naik keatas panggung, tetua Klan Zi segera memulai pertandingan.


Tidak seperti Cheng Du, Nalan Ruyue segera mengambil dua belati dan mengalirkan energi spiritual ke seluruh tubuhnya.


"Dia datang!!!..."


Swosshh!!!


Dengan reaksi yang begitu baik, Nalan Ruyue menahan serangan yang datang dari Mei Yan..


Meskipun Nalan Ruyue bisa menahannya, tetapi dia masih sedikit terlambat.


Itu membuatnya menerima satu goresan pedang tajam di wajahnya.


"Oh, kau bisa melihat lintasan seranganku?" Mei Yan yang sedari tadi diam kini mulai bersuara.


Dia awalnya sangat yakin bahwa serangan itu akan mengakhiri Nalan Ruyue dan memberinya kemenangan mudah.


Tapi siapa yang menyangka Nalan Ruyue yang hanya berada di ranah God of Destiny tahap Roh bisa melakukan gerakan secepat itu.


"Baiklah gadis cantik, kali ini aku akan serius..."

__ADS_1


****


Bersambung...


__ADS_2