
Dua hari telah berlalu dengan cepat semenjak di mulai nya babak pertama dari turnamen antar benua.
Saat ini setiap perwakilan yang ada di dalam dunia kecil segera di teleportasikan kembali ke dunia luar.
Di kelompok dua, tiga orang perwakilan dari tanah suci berjalan keluar dengan wajah penuh kemarahan.
"Sialan!! bagaimana mungkin aku tidak bisa menemukan mereka. Bahkan tidak ada sedikitpun jejak yang tertinggal dari mereka." memikirkan itu dengan sedikit amarah, wanita itu kemudian menghela nafas.
"Tapi untungnya, kami memiliki cukup token untuk menempati peringkat pertama."
Akhirnya, sebagai ketua dari rekannya, wanita itu berjalan kearah tetua dan menyerahkan seluruh token yang dia dapat.
"Kau mengumpulkan cukup banyak ternyata.." ucap tetua itu dengan senyuman tipis di wajahnya.
"Tentu saja, posisi pertama pasti akan menjadi milik kami."
Tetua itu diam, dia hanya melirik wanita itu sesaat kemudian mukai menghitung token yang diserahkan wanita itu padanya.
"Perwakilan tanah suci (istana rubah es) mendapatkan 120 token..." teriak tetua itu.
Dengan teriakannya, beberapa perwakilan dari kelompok lain tercenggang tidak mempercayainya.
"120 token!!? bahkan posisi pertama di kelompokku hanya memiliki 55 token saja. Itu bahkan tidak mencapai setengahnya." gumam seorang Kultivator yang mewakili benua Zhengdan.
Akhirnya, setelah bisikan-bisikan dari para Kultivator yang membicarakan seberapa banyak token yang dimiliki perwakilan tanah suci.
Sekelompok orang dengan pakaian yang dipenuhi dengan tanah berjalan melewati kerumunan Kultivator itu.
"Permisi, bisakah kalian memberiku sedikit jalan?" pria yang berkata dengan sopan itu tidak lain adalah Mo Kun.
Setelah dia berhasil membunuh ular raksasa dengan usahanya, dia menderita luka yang sangat parah.
Dia sangat beruntung bahwa kedua rekan wanitanya datang di waktu yang tepat.
Setelah mencoba segala cara untuk menghentikan pendarahan di tubuh Mo Kun. Nalan Ruyue dan Ouyang Jin membawanya terlebih dulu kedalam sebuah goa yang berada tepat di belakang air terjun.
Nalan Ruyue kemudian kembali untuk mengambil token yang di depan setelah Mo Kun membunuh ular raksasa.
Dia sangat terkejut begitu menyadari jumlah token yang di dapatnya.
Sambil merawat Mo Kun yang terluka, Nalan Ruyue dan Ouyang Jin secara bergantian memburu binatang buas.
Hingga pada akhirnya, Nalan Ruyue dan Ouyang Jin berhasil mendapatkan lebih dari 50 token.
Pada saat itu juga, sebelum mereka sempat membersihkan diri mereka. Dia, Mo Kun, dan Nalan Ruyue tiba-tiba di teleportasikan kembali ke dunia luar.
Saat Mo Kun berjalan menghampiri tetua, dia bisa melihat wajah seorang wanita yang familiar.
__ADS_1
"Kita bertemu lagi..." ucap Mo Kun.
Dia kemudian menyerahkan sekantung kain yang berisikan token kelompoknya.
Meskipun saat ini dia masih merasakan sakit dari luka dalamnya, Mo Kun masih bisa menahannya cukup lama.
"Perwakilan benua naga biru..." tegas Mo Kun.
Tetua itu menghela nafas kemudian membuka kantung itu dan mulai menghitung token di dalamnya.
Tak lama kemudian, teriakan dari tetua itu seketika membuat semua orang kembali terdiam.
"Perwakilan benua naga biru : 150 token!!.."
"Apa!! itu tidak mungkin, mereka pasti berbuat curang!!.." ketua perwakilan tanah suci yang
"Kami tidak curang, dan apakah kau memiliki bukti jika kami berbuat curang." Nalan Ruyue menyeka dan menatap wanita itu dengan wajah suram.
"I–Itu..." wanita itu seketika terdiam, dia menundukkan kepalanya kemudian berjalan pergi bersama dengan kedua rekan wanitanya.
"Cih, penghinaan ini! aku pasti akan membalasnya."
Sementara itu, setelah berselang beberapa waktu. Tetua Klan Zi akhirnya mengumumkan perwakilan yang akan melanjutkan ke babak kedua.
"Babak kedua akan di laksanakan di arena Heinan besok siang. Kalian semua boleh pergi sekarang..."
Setelah mendengar itu, Mo Kun mengajak Nalan Ruyue dan Ouyang Jin untuk kembali ke penginapan.
"T–Tidak, tidak perlu! aku baik-baik saja...".
Setelah mereka bertiga keluar dari kediaman utama Klan Zi, suara seorang pria mengehentikan langkah mereka.
"Selamat karena berhasil lolos ke babak selanjutnya."
Mereka bertiga segera berbalik begitu mendengar suara itu.
"Terimakasih senior..."
Mo Kun dan yang lain menundukkan kepalanya saat melihat bahwa pemilik suara itu benar-benar Zhukai.
"Bukankah aku sudah mengatakan untuk tidak bersikap seformal ini padaku."
"Sudah, lupakan saja! ayo kembali ke penginapan. Aku akan membantumu menyembuhkan luka dalammu."
"Ah, tunggu dulu senior." ujar Mo Kun saat melihat Zhukai hendak pergi.
"Ada apa!?"
__ADS_1
"Siapa wanita ini? apakah dia kekasih senior?" tanya Mo Kun penasaran.
Dia sebenarnya terpikat dengan kecantikan dari Qi Yue walaupun Qi Yue sedang memakai cadar.
"Oh, benar aku lupa memperkenalkannya pada kalian. Dia istriku, Qi Yue."
"Apa!! istri, j–jadi senior sudah menikah? lalu wanita yang bersama senior waktu itu, apakah dia juga istrimu?"
Kai terdiam, dia batuk sesat kemudian menjawab pertanyaan Mo Kun.
"Y–Ya, dia juga istriku... Ayo cepat kembali, tidak usah membicarakan hal yang tidak perlu." Kai segera mengubah topiknya sebelum Mo Kun kembali mengajukan pertanyaan.
Dia kemudian berbalik dan berjalan menuju ke penginapan.
Selang sepuluh menit, Kai dan kelompoknya sampai di penginapan tempat mereka menginap.
Pada saat itu juga, Kai segera meminta Mo Kun untuk duduk di atas kursi yang ada di lantai bawah.
"Kalian berdua bisa mandi terlebih dulu." Kai berkata pada Nalan Ruyue dan Ouyang Jin.
Selanjutnya, dia mendatangi Mo Kun yang sudah duduk.
"Tahanlah, mungkin ini akan sedikit sakit."
Kai meletakkan telapak tangannya di punggung Mo Kun. Cahaya terang keluar dari telapak tangannya kemudian terserap oleh tubuh Mo Kun.
Awalnya, apa yang Mo Kun rasakan saat itu adalah perasaan hangat yang sangat nyaman.
Tetapi itu hanya bertahan sebentar. Selang satu menit berlalu, rasa hangat itu tiba-tiba berubah menjadi sangat panas seolah membakar seluruh daging, otot, tulang, dan tendonnya.
Mo Kun mengeluarkan teriakan yang sangat keras sambil menahan rasa sakit yang dia terima.
Karena Kai sudah memasang pelindung dengan energi spiritual nya, orang-orang yang ada tidak bisa mendengar teriakan Mo Kun.
Rasa sakit itu terus berlalu hingga akhirnya mereda setelah satu jam.
"Baiklah, aku telah menyembuhkan hampir seluruh luka dalam di tubuhmu. Selain itu juga, aku telah memperkuat daging, otot, tulang, dan tendon mu."
"Jujur saja, dengan kekuatanmu saat ini. Meraih juara pertama dalam kompetisi adalah hal yang mustahil. Dan juga, bukankah kau ingin membalas bajingan yang membuatmu sekarat?"
Mo Kun yang telah menarik nafas panjang menjawab apa yang Kai tanyakan, "Balas dendam? Tentu saja!! Dia berani mencoba melakukan pelecehan pada saudari Ouyang. Aku pasti akan membalas semua itu."
Mendengar itu, Kai tersenyum. "Baiklah, aku akan mengajarimu sebuah teknik. Tapi dengan Kultivasi mu saat ini, kau mungkin hanya bisa menggunakannya sebanyak tiga kali."
"Tiga kali, apakah itu teknik yang kuat?" Mo Kun bertanya penuh semangat setelah mendengar Kai akan mengajarinya sebuah teknik.
"Ya, teknik ini sangat kuat. Teknik itu bernama pedang dewa!!.."
__ADS_1
****
Bersambung...